OVERVIEW NERS PEDULI-ILMU KEPERAWATAN FK UNAND

Hehehe…Walau sedikit berbau sadis, tapi kayaknya ini judul yang tepat untuk menceritakan kembali pengalamanku dan teman-teman di Ilmu Keperawatan ketika mengikuti acara Ners Peduli yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa PSIK-FK-UNAND.
Acara yang diadakan selama dua hari tersebut diadakan dalam dua termen, yang pertama BAkti Sosial, dengan memberikan penyuluhan kesehatan ke masyarakat dan siswa-siswa sekolah dasar di Sungai SapiAh, Padang on November 21th. Dan ini nih yang paling seru, acara Outbond yang diadain Minggu, keesokan harinya.

Mengapa acara NP(Ners PEduli-red) ini diriku sebut sebagai ajang mambangkik batang tarandam, manyentak yang lah lalok? Karena NP ini sudah cukup lama tidak diadakan bagi mahasiswa baru PSIK. Acara yang dikhususkan bagi mahasiswa angkatan termuda ini vakum hampir tiga tahun lamanya. Dan tiba-tiba angkatan 06 (yang notabene gak pernah ngerasain apa itu NP) disentak untuk langsung menjadi gembala alias panitia NP.
Dan imbasnya adalah angkatan 07 (yang udah ngejalanin hampir 3 semester di PSIK) di daulat untuk menjadi peserta, gabung dengan angkatan muda 08. Wah… mendengar hal tersebut, kontan membuat panas telinga angkatan 07. Istilah “gabung” yang menurut o7 nggak banget itulah pemicunya.

“Masa kami yang ikut nge-ospek 08, digabung untuk di ospek together lagi kak, dimana letak kesenioran kami, wah bisa jatuh neh martabak kami” demikian salah satu alasan pamungkas perwakilan 07 untuk menolak NP yang kebetulan lagi ngerasa megang martabak.
TApi apa mau dikata, toh panitia niatnya baek walau rada maksa dengan melancarkan serangan melalui maklumat ancaman yang garingnya minta ampun, tapi niat baiknya untuk mengajarkan kepada kami calon perawat bagaimana mengabdi kepada masyarakat, dan untuk mengakrabkan diri dengan angkatan termuda cukup rasional dan memiliki landasan teoritis yang kuat.

Akhirnya, walau banyak pertentangan dan seruan “say No to NP” menggaung di kalangan 07, naluri untuk ikut sebagian besar 07 lainnya tetap tidak bisa tergoyahkan (walau sebenarnya hal tersebut karena pengaruh ancama HIMA sih). Tapi gak pa-pa lah. Cari-cari pengalaman baru.

Akhirnya jadilah kami semua ikut NP.

Flash Back NP Part 1

Ni dan kawan2 sekelompok dapat tugas ngasih penyuluhan Pesonal hygine ke anak-anak kelas II SD. Seru sih,, diriku langsung ambil bagian. Ya… secara Ni udah pengalaman juga ngasih penyuluhan ke anak SD waktu jadi kakak senior di Pramuka. Asik… asik,
Melihat kondisi sekolahnya, Ni jadi teringat masa-masa SD belasan tahun silam (halah…jadi nostalgia deh).

Pokoke, kepolosan anak-anak itu membuat Ni sadar bahwa begitu cepat waktu berlalu. Rasanya singkat sekali waktu yang dapat kuhabiskan bersama kawan-kawan masa kecil… Kok rasanya belum semua permainan yang kucoba (eg maen gasing, balap mobil ala Retsu dan Go, atau maen bola gaya Kapten Tsubasa, apalagi nyoba-nyoba pertarungan ala Naruto dan Sasuke…ck..ck..ck..benar-benar masa kecil yang kurang kerjaan!!!)
Hix..hix…Jadi sedih… ; (

Flash Back NP hari II

Over doSis RaMbuTAn

Ini nih bagian yang paling menyenangkan dari NP… Acara hikingnya. Wah udah lama neh gak ngerasain tanjakan-tanjakan yang membuat kaki capek, atau penurunan yang bisa bikin kaki kita berlari-lari kecil dengan pegelnya. Dulu waktu SMA mah sering, bisa sekali tiga bulan malah (secara diriku kan anak pramuka. Hidup pramuka!). Tapi kali ini hikingnya biasa-biasa aja. Kurang nantang gituh…Maksudnya gak pake wall climbing, manjat pake tali, or lompat-lompat ala monyet, secara medannya datar2 niaannn… Makanya, untuk memuaskan naluri panjat-memanjat, sebuah pohon kujadikan korban untuk adegan percontohan kepada teman-teman, “cara memanjat ala cewek yang baik dan benar”;D

Satu hal yang membuat diriku tidak serius menikmati perjalanan, adalah godaan untuk mengambil untaian-untaian buah rambutan yang menjulur di sepanjang perjalanan,,,
”Sabar Ni, sabar, Cuma rambutan kok, di pasar raya juga banyak” demikian hatiku menenangkan nafsu terhadap rambutan yang menggebu-gebu.
Sampai-sampai ketika panitia nanya ”Gimana adek-adek? Masih semangat?”
Dengan berteriak ala demonstrant aku menjawab “Masih, selama masih ada rambutan”…Hix,hix,hix, aku ditertawakan karena jawaban polos yang super duper gak penting.

Akhirnya nafsu untuk makan rambutan terpenuhi juga pada saat perjalanan pulang, sekantong besar rambutan yang kubeli dari warung-warungan warga (maksudnya warung beneran!!!!!!!!!) kuhabiskan sampai-sampai kakak-kakak panitia memfonis diriku over dosis karena terlalu banyak makan rambutan. Huahaha…
Sudah lah… cukup untuk cerita tentang aku dan rambutan.

FEEL DE JAVU….

Waktu itu kami dikumpulkan di bawah sebuah pohon yang tak terdeteksi namanya (pastinya bukan pohon rambutan karena tak ada buah rambutannya). Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang aneh, berasa udah pernah ngeliat tuh pohon sebelumnya, feel de javu deh pokoknya… tapi dimana ya????

Pikir punya pikir, akhirnya diriku inget. Posisi pohon ini, struktur dan konturnya agak mirip dengan lokasi kemping pramuka ku waktu SMA. Wah lagi-lagi Pramuka, bener-bener deh, Pramuka adalah organisasi yang sangat berkesan untuk diriku. Hmmmm…. Merasakan angin sepoi-sepoi yang kembali membisikkan ke dalam otakku tentang memori-memori ketika kemping pelantikan penegak di Sungai Siriah, Koto Tinggi.

PENGALAMAN SHOLAT DI ATAS BATU

Ini juga pengalaman pertama Ni untuk sholat di atas batu sebuah sungai. Sholat ditemani angin sepoi-sepoi plus suara gemerincing air sungai. WALAU… Kakiku kepanasan karena batunya panas banget, trus pas sujud dan duduk antara dua sujud musti ekstra hati-hati, karena batunya miring 30 derjat ke kanan… Wah…wah…. Benar-benar butuh tenaga dalam ekstra untuk bisa konsentrasi dan khusyuk ketika menjalani sholat zuhur di hamparan sebuah batu.

KEMBALI MENJADI ANAK-ANAK KETIKA BERTEMU DENGAN BENDA BERNAMA SUNGAI…

Benda itu bernama sungai, dengan aliran air yang deras namun dangkal. Orang-orang menamainya dengan Lubuak Tampuruang, I don’t know what’s the meaning, Tapi Ni lagi-lagi menggunakan rasional untuk menjawab sementara rasa penasaran tentang nama sungai itu dengan dalih;

“oh… mungkin karena air terjunnya bermuara pada suatu cekungan berbentuk kolam bundar kali ya…. Di anatomi manusia kan tempurung kaki emang bentuknya bundar, trus air terjunnya diumpamakan tungkai kaki, trus kalo diliat dari jauh keliatan seperti tempurung kaki deh..hehehehe…bisa..bisa..bisa. “demikian logikaku bekerja,
Namun aku sama sekali tak menyadari kalau “tampuruang yang dimaksud di sini bukan tempurung lutut manusia, bUt benar-benar seperti tempurung kelapa yang seperti kebanyakan masyarakat kenal.

Bagian yang paling seru adalah waktu kita perang air. Niat awalnya nya gak mau basah-basahan, Cuma mau poto-poto, eh malah jadi mandi beneran. Semua jurus dikeluarkan oleh sahabat-sahabatku untuk membasahi kawan-kawan yang lain. Mulai jurus kipas air dengan gerakan tangan berputar seperti kipas angin, jurus semburan air ala Pokemon, sampai jurus air memecah di langit ala Sun Go kong… Wah…Wah…Wah..pokoknya seru banget deh.

FOTO NTUH IBADAH!!??!! NAH LHO?????
NARSIS TUH WAJIB TAUK!!! KOK GITU???

Satu hal yang tak bisa dihindari, pantang ditolak, dan musti dikerjain adalah ketika kamera di hadapkan kepada kami, kontan semuanya bergaya dan beraksi. Tabiat yang satu ini emang susah untuk dihentikan. Apalagi jika punya sahabat yang tingkat kenarsisannya mencapai tahap over. Jika rentang kualitas penyakit 1-10, penyakit narsis ini mencapai taraf 11 malah. Benar-benar kronik, belum ada vaksin yang dapat menyembuhkannya.

Walhasil, gallery HapE ku langsung overdosis karena menampung begitu banyak foto. Untung gak sampai Henk. Secara saat perang air, Si Hape juga ikut nimbrung demi mengabadikan moment-moment anak kuliahan yang tiba-tiba berubah menjadi anak-anak SD dalam waktu seketika ketika bertemu dengan benda yang bernama sungai.
Hehehe… Si Hape merana, ngambek gak mau hidup (emang karena baterainya habis kok ;D), dan tiba-tiba menjadi agak LOLA alias Loading Lama karena memorynya tersedak menampung sebanyak 630 buah foto (nyampur dengan foto2 sebelum NP, total foto NP 266, gawat nggak tuH!!!!!!), belum lagi Mp3-Mp3 yang ikut meramaikan jagat per-memorian di HapeKu.

Ck..ck..Ck…harus segera dipindahin ke LApTop and langsung dibakar neh kayaknya. Maksudnya di burning ke CD. Keesokannya si Hape jadi benda yang paling dicari-cari oleh teman-teman sekelasku, maksudnya untuk menertawakan aksi dan adegan-adegan “Gak penting” yang terjadi secara alamiah, naluriah, dan bathiniah kemaren.
And the story is gone…

NP berakhir dengan HappY Ending, yah sekurang-kurangnya bagi kami : Aku dan kedelapan sahabatku…

Kost-kosAn, Tarandam III
Monday, November 24, 2008
At 23.12 Am
Cahaya_mataKu^_^

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s