Prestasi Muallaf bernama OLGA vs Putri Indonesia (from rimaskautsar@yahoo.com)

1. Puteri Indonesia 2009, Lepas Jilbab Demi Rambut


Qory Sandioriva, wakil Puteri Indonesia dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2009 menggantikan Putri Indonesia 2008 Zivanna Letisha Siregar.

Terpilihnya Qory pada malam penganugerahan Puteri Indonesia di Teater Tanah Airku Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (9/10), itu sempat menimbulkan kontroversi lantaran ucapannya tentang jilbab yang pernah dia kenakan sebelumnya.
Saat menjawab pertanyaan Charles Bonar Sirait yang bertindak selaku pembawa acara Pemilihan Puteri Indonesia 2009, Qory dengan tegas menyatakan keputusannya menanggalkan jilbab lantaran ingin memenangi kontes adu cantik tersebut. Padahal sebelumnya, Qory selalu mengenakan jilbab ketika mengikuti seleksi Puteri Indonesia sejak tahun 2003.
“Saya menanggalkan jilbab saya dengan izin dari Pemda Aceh. Semoga keputusan saya bisa diterima,” demikian tutur Qori malam itu.
Ditambahkan pula, keputusannya menanggalkan jilbab adalah demi rambut indahnya. “Karena rambut adalah suatu keindahan dan saya bangga dengan keindahan,” ujar kontestan asal serambi Mekkah ini dengan nada polos.
Namun, dalam jumpa pers usai acara, gadis kelahiran Jakarta, 17 Agustus 1991 ini spontan meralat ucapan sebelumnya. Menurut Qory, dia sudah minta ijin Pemda NAD untuk menanggalkan jilbabnya.
“Ini keinginan saya sendiri tidak mengenakan jilbab. Saya tidak ingin ada kontroversi. Yang saya harapkan, masyarakat Indonesia mendukung untuk maju ke jenjang internasional,” ujar Qory yang bakal mewakili Indonesia di ajang pemilihan Miss Universe 2010.
Secara terpisah, Fariawati, ibunda Qory pun menegaskan bahwa putrinya memang tak berbusana jilbab sebelum mengikuti Puteri Indonesia 2009. “Sebenarnya kami sudah konsultasi dengan ulama dan pemda setempat (NAD), kalau makai jilbab adalah hak asasi manusia kan,” kilah Fariawati.
Bungsu dari dua bersaudara ini rupanya bisa memikat perhatian dewan juri melalui pandangannya tentang filsuf Yunani Socrates. “Socrates adalah teladan yang baik sebagai pemimpin karena menyunjung tinggi hukum dan bersifat jujur,” cetus Qory yang pernah bermain di sinetron Jamilah dan Kalau Cinta Mau Bilang Mau Apa.
Sedangkan di Aceh sendiri, terpilihnya Qory Sandrioriva menjadi Putri Indonesia 2009 sangat disesalkan ulama Aceh, karena tidak mencerminkan sebagai putri dari daerah itu yang menerapkan Syariat Islam.
“Qory bukan cerminan putri Aceh. Untuk itu, ia tidak berhak mengatasnamakan rakyat Aceh. Ini sangat kita sesalkan,” kata Sekretaris Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk. Faisal Aly di Banda Aceh, Sabtu, menanggapi terpilihnya Qory Sandrioriva menjadi Putri Indonesia 2009.
Ia menyatakan, sebenarnya Qory tidak mewakili Aceh, karena di daerah ini belum pernah ada pemilihan Putri Indonesia.
Disebutkan, ulama Aceh tidak apriori dengan putri Aceh. Kegiatan itu boleh-boleh saja sejauh tidak menghilangkan jati diri sebagai putra daerah yang memiliki budaya Islam yang begitu kuat.
“Qory boleh saja mengikuti pemilihan putri Indonesia, itu hak dia. Tapi untuk menobatkan sebagai putri Aceh tidak bisa, karena dia tidak bisa menjaga sifat-sifat budaya Aceh yang Islami,” ujarnya.
Untuk itu, Faisal mengibau kepada para remaja putri untuk selalu menjaga budaya Aceh yang kental dengan Islam.

2. Busana Muslimah Menang dalam Kontes di Ukraina

Kiev, “Sungguh, saya harus mengungkapkan perasaan dan kegembiraan saya, bahwa busana muslim mendapat tempat terhormat, terutama pakaian untuk muslimah. Busana muslim mampu berpartisipasi dan bersaing dengan mode busana lainnya.”
Itulah ungkapan seorang Olga (25 tahun), ia sungguh percaya diri dan bangga dengan busana muslim Ukraina. Di mana ia berbahagia mampu mengikuti dan memperkuat kontes mode busana resmi. Ia sendiri sebelumnya tidak berpikiran bahwa di Eropa busana muslim mampu bersaing.
Olga telah mengikuti kontes busana yang diselenggarakan oleh Kementrian Urusan Rumah Tangga dan Pemuda, untuk memilih mode terbaik bagi pemuda-pemudi. Diikuti sekitar seribu lima ratus (1500) peserta. Dengan kategori sepuluh (10) jenis busana. Seperti busana pengantin, gaun malam, baju olah raga, baju renang Islami, dan lain-lain.
Olga menyatakan bahwa kesertaannya dalam event ini terbilang mengejutkan bagi para peserta dan hadirin. Mereka terkejut, karena inilah kali pertama digelar kontes dalam sekala besar dan resmi di Ukraina yang diikuti mode busana muslim.
Olga adalah seorang muallaf, masuk Islam semenjak beberapa tahun lalu di Islamic Centre di Kiev, Ibu Kota Ukraina. Setelah masuk Islam ia serius menggeluti dunia mode muslim, terutama busana muslimah. Keseriusan ini mendapat dukungan dari Islamic Centre dan mendapatkan respon positif dari komunitas muslim di kota-kota Ukraina.
Ternyata kesuksesan Olga tidak datang tiba-tiba. Ia pernah ragu untuk menampilkan mode busana muslim yang menutupi semua anggota badan kecuali muka dan telapak tangan saja. Ia ragu, karena boleh jadi mode seperti itu hanya menjadi bahan olokan dan tertawaan oleh mereka yang bukan muslim, mereka tidak tahu mode busana muslim, dan sebab mengapa harus menutupi semua anggota badan. Karena tradisi dan mayoritas yang berlaku di Ukraina dan negara-negara Eropa, juga Barat berbeda dengan jenis mode yang menutupi badan ini.
Namun, panitia penilai dari Kementrian Urusan Keluarga dan Pemuda welcome terhadap Olga, bahkan memotivasinya, sehingga hilang rasa ragunya. Ia menyatakan, “Sungguh, di luar dugaan saya, ketika para peserta dan hadirin mendukung mode saya. Mata mereka terpusat pada peragaan busana karya saya. Yang menambah kegembiraan saya adalah, mereka memesan dan membeli produk mode busana saya.” Subhanallah!
Olga mampu melewati tahapan kontes, sehingga hanya diikuti dua puluh peserta saja. Dari kedua puluh itu, ia meraih peringkat ketiga. Peringkat ini menurutnya sebagai “Permulaan Baik” dan ia berharap dalam kontes berikutnya jauh lebih baik dan memuaskan.
Model Figur Muslimah
Dari hasil pengalaman ini, terutama masyarakat yang menyaksikan adanya diskriminasi minoritas, Dr. Isma’il Al Qadhi, Ketua Persatuan Ikatan Sosial, sebuah lembaga terbesar yang peduli dengan urusan minoritas muslim, ia berkomentar:
“Bahwa Olga menjadi model bagi pribadi muslim yang percaya diri, pribadi yang mampu berdiri sejajar dengan non muslim. Pribadi yang mampu menyakinkan bahwa Islam adalah agama yang tidak perlu ditakuti lagi sebagaimana sebagian orang di Barat melihatnya demikian. Bahkan Islam adalah agama yang moderat, memudahkan, yang mencakup seluruh segi kehidupan. Dan keberhasilan Olga ini menjadi bukti bahwa apa yang dibawa Islam memberi dampak positif dan bermanfaat bagi setiap tempat dan segala waktu.”
Al Qadhi yang juga ketua Islamic Centre di Kiev, Ibu Kota Ukraina ini menambahkan, “Kami selalu mengajak setiap muslim, terutama muslim pribumi, agar berkiprah dan berperan positif di tengah-tengah masyarakat Ukraina. Untuk membuktikan bahwa Islam itu benar agama yang menebar kasih sayang, cinta, kedamaian, toleransi dan interaksi sosial yang saling menghormati.”
Di Ukraina, penduduk muslim berjumlah dua (2) juta jiwa, dari jumlah total penduduknya empat puluh enam (46) juta jiwa. (io/ut)
Hmm, bagaimana tanggapan antuna dengan 2 model prestasi yang berbeda ini ?

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

3 Responses to Prestasi Muallaf bernama OLGA vs Putri Indonesia (from rimaskautsar@yahoo.com)

  1. Hi! This is my 1st comment here so I just wanted to give a quick shout out and tell you I genuinely enjoy reading your articles.
    Can you suggest any other blogs/websites/forums that cover the
    same topics? Many thanks!

  2. sangat berbeda sekali ya, tp keduanya harus di hargai 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s