Safari Ramadhan Jilid II FK UNAND

Salam!

Ramadhan bukanlah alasan untuk bermalas-malasan. Setumpuk kegiatan telah teragendakan di bulan Ramadhan ini. Mulai dari penyelenggaraan RADIUS (Ramadhan di Kampus), yang bermacam-macam pula kegiatannya.Menghadiri berbagai undangan ifthor Jama’I,dan Safari Ramadhan yang diselenggarakan pihak Fakultas.

SAfir, atawa Safari Ramadhan adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh BEM KM FK UNAND. Dan tahun ini adalah tahun kedua. Kegiatan Safari Ramadhan dilaksanakan dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan ke adik-adik setingkat SD, SMP, SMA yang sedang melaksanakan pesantren Ramadhan.

Pengalaman safir yang saya rasakan kali ini jauh lebih seru daripada safir yang saya ikuti tahun kemaren. Kalau tahun kemaren, lebih enak dan gampang karena semuanya telah diurus oleh salah satu senior. Mulai dari izin, lokasi mesjid juga sudah diketahui, laptop, in focus semuanya telah disiapkan. Jadi saya cuma persiapan materi dan membuat power pointnya. Tahun kemaren kami turun ber3 satu mesjid.

Masing-masing menangani tingkatan yang berbeda. Waktu itu saya mendapatkan amanah untuk memberikan penyuluhan kepada anak SD. Nah, yang sekarang dikatakan lebih seru karena mulai dari awal acara safir, saya dan rekan saya Desi sudah disibukkan dengan mencari lokasi mesjid sendiri. Karena panitia acara Cuma memberikan alamat Mesjid.
Subhanallah, ternyata pengembaraan kami yang bermodal nekad dan tekad berbuah manis. Acara survey masjid tersebut tidak diiringi pengalaman tersesat berjamaah seperti yang dikhawatirkan.

Keesokannya, kami (saya dan rekan saya Desi) berangkat pagi-pagi jam 7 ke TKP (Tempat kejadian penyuluhan), Mesjid Al-Anhar Pitameh yang tempatnya lumayan terpelosok dan agak ke dalam. Ternyata adek-adek SMA yang mendapat jadwal Pesantren pagi telah menunggu. Sesampainya di sana, kami langsung beraksi. Waktu itu telah disepakati kalau yang ngasih penyuluhan untuk anak SMA tentang IMS (Infeksi Menular Seksual) dan HIV AIDS adalah Desi, karena Desi trauma ngaasih penyuluhan untuk anak SMP , berhubung tahun kemaren anak SMP yang dikasih penyuluhan oleh Desi terlalu hiperaktif dan susah diatur. Dan saya sendiri kebagian mengajar (cieee,,mengajar euy! ^^V) anak SMP dan SD.

Kaget! Yap,, kami sedikit kaget ternyata anak SMA yang ikut Cuma 9 orang, 7 perempuan dan 2 orang laki-laki. Yah, gak apa-apa sih. Namun, sedikit aneh karena di luar yang dibayangkan.

Setelah membuka acara, saya mempersilahkan Desi untuk langsung memberikan materi. Semuanya berjalan dengan lancar, karena Desi juga menyajikan materi secara menarik dan kocak. Saking antusiasnya, ibu-ibu yang ada di sana serta kakak-kakak pembimbing pesantren juga ikut bertanya. Bahkan setelah penyuluhan berakhirpun, adek-adek putri dan putra, serta ibu-ibu di sana bergantian mendekati kami dan berkonsultasi serta curhat tentang masalah pribadi mereka.

Subhanallah, pengabdian kepada masyarakat benar-benar terlihat di sini (hehehe).
Sembari menunggu jadwal anak-anak SD pada jam 9, kami berusaha memberikan penjelasan sesuai kemampuan kepada mereka. Ternyata banyak sekali yang tertarik membahas dan berdiskusi tentang IMS dan HIV AIDS ini.

Pada pukul 9 lewat, anak-anak SD pun berdatangan, Wah kelihatannya manis-manis. Tapi kami tertipu dengan penampilan mereka. Awalnya mereka duduk secara tenang dan rapi, tapi sepuluh menit kemudian mereka mulai menampakkan taringnya..(ckckck..berbahaya neh), sembari saya memberikan penyuluhan, ada yang bertengkar dengan temannya, maka penyuluhan kami pending dulu untuk mendamaikan keduanya dan mendiamkan salah satu yang menangis. Hmmm..betul-betul kewalahan rasanya menghadapi anak-anak tersebut selama penyuluhan, ada yang ceplas-ceplos mengomentari apa yang saya sampaikan, ada yang melempar-lempar peci mereka kedepan, sampai akhirnya dipungut Desi, Desi juga tak mau kalah, ia menahan peci adik-adik tersebut sampai mereka meminta secara baik-baik, meminta maaf, dan berjanji tidak main-main lagi.

Setengah jam pertama adalah masa-masa sulit untuk mengendalikan mereka. Namanya juga anak-anak, tidak bisa disuruh untuk tenang diam. Setelah materi (tentang personal higyne) berakhir, adek-adek itu nuntut untuk diceritakan mengenai kisah nabi-nabi, ada yang minta diceritakan kisah nabi Yunus As, Nabi Muhammad SAW, bahkan ada yang nekad dan kepingin kali diceritakan tentang Abu Lahab (ngefans kali neh anak, hehe)
Tapi saya sendiri menawarkan untuk bercerita mengenai CACING. Mereka langsung berteriak-teriak, “Jan lai Kak, jijiikkk”

Waduh, misi saya khan mau ngasih penyuluhan kesehatan, namun akhirnya saya pasrah dan bercerita mengenai keutamaan bershalawat namun di akhir cerita saya tetap nekad menyisipkan cerita tentang cacing tadi (penting ini bagi anak-anak *maksa, heheheh)

Setelah acara ditutup pada pukul setengah 12, adek-adek itu dipersilahkan untuk beristirahat sebelum memasuki sholat zuhur. Waktu itu kami manfaatkan untuk foto bareng. Wah, fobar (foto bareng) ini juga menimbulkan kasus ternyata, karena adek-adek tersebut berebutan pengen lihat hasil fotonya sampai saya dan Desi benar-benar kewalahan dan gak bisa nafas karena didesak-desak. Akhirnya Desi berteriak, “ Uni, Desi lupa minum obat jantung ke mari” hahaha…

Setelah saya menyembunyikan hape dan tidak melayani lagi foto-fotoan, untuk mengisi waktu, saya dan Desi menyimak murajaah hapalan mereka. Tetap mempertahankan acara rebutan, mereka minta didengarkan hafalan surat pendek beserta artinya. Wah pinter-pinter mereka.
Murajaah selesai, adek-adek itu minta diceritakan tentang hantu, gossip kiamat tahun 2012, Dajjal, serta mereka dengan bersemangat bercerita tentang mitos-mitos di daerahnya. Jadi pusing,,, tenggorokan kering karena teriak-teriak… hikss

Dan, karena mendengar Desi berasal dari Aceh, mereka juga minta diceritakan tentang Sunami. Weleh-weleh, udah jadi pendongeng aja kami ke sana. Berhubung Desi Cuma bisa bahasa Indonesia, sedangkan adek-adek tu menanggapi dengan bahasa Minang asli, maka saya juga berperan sebagai transletor jika ada yang tidak dipahami Desi. Waduh, bahasa Minang yang mereka gunakan berbahaya sodara-sodara.

Tapi kebersamaan kami yang kurang lebih 3 jam dengan anak-anak SD itu menciptakan suatu chemistry yang lumayan baik. Sampai adik-adik itu minta kami juga datang lagi ke sana besok waktu acara Muhasabah dan Buka bersama penutupan Pesantren. saya tidak mau memberikan harapan dan janji kepada mereka dan menjawab tidak bisa, sedikit memaksa, mereka menawarkan untuk mengantar pulang segala. Hahahaha,,dasar anak kecil. Acara berikutnya adalah minta no hape dan tanda tangan (hualaah,, udah berasa jadi artis saja kami di sana). Gak tau deh, semuanya pada punya hape atau tidak, tapi sepertinya suatu kebanggaan tersendiri bisa mendapatkan no hape kami (hahahaha… seleb mode: On).

Penyuluhan untuk SMP berlangsung siangnya ba’da zuhur. Kali ini lumayan lebih rame dari anak SMA, tapi dengan kasus yang hampir mirip dengan anak SD.

12 September 2009, 17:31:14

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to Safari Ramadhan Jilid II FK UNAND

  1. remashar says:

    Izin ambil fotonya kak.
    saya dari remaja masjid Al – Anhar
    foto ini akan saya pajang di blog remashar(singkatan remaja masjid al-anhar)

    http://remashar-pitameh-padang.blogspot.com/

    kalo ada waktu, maen2 lah ke pitameh
    adik2 yang di ajar kemarin udah besar2 lo…
    heheheheehhee………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s