31 Januari 2010


31 Januari 2010

Hip hip hippi… 31 Januari ini, Anit milad yang ke-21 (makin tua aja tuh anak, hehehe). Dan kabar baiknya adalah kami bakal dapat satu voucher makan gratis “again”. Hmmm… Awalnya bingung mau milih tempat makan dimana. Maunya tempat baru yang belum pernah kami kunjungi. Setelah di list daftar tempat yang memungkinkan, akhirnya aku ingat Feni pernah cerita ada tempat baru di sekitar GOR Agus Salim yang kukira awalnya café or resto bernuansa Jepun karena bernama “Enhaii Soerabi”. Setelah mengajukan proposal ke Anit untuk nyoba makan di sana, Anit langsung nyeletuk.

“Serabi? Gak mau ah, pasti menu disana isinya serabi semua. Anit ndak nio makan serabi se dowh!”

Mbak Rin yang ternyata udah pernah ke sana langsung ngejelasin kalau di Enhaii juga banyak menunya, kurang lebih sama juga dengan Batagor Ihsan atau Apmi.

Sipt dah,,, Ahad ini kita ke enhaii. Eeh tunggu…tunggu… Ada yang tau tempatnya dimana?

“Aku gak ingat jalannya, karna yang bawa mobil bukan aku jadi gak merhatiin jalan… eh tau-taunya udah nyampe aja” Ujar mbak Rin*keroyoook mbak Rin!!

Feni ba a Fen?

“Hmm… Feni waktu tu khan jalannya malam, jadi gak terlalu ingat posisi pastinya, tapi kita sambil jalan-jalan aja… InshaAllah ketemu tuh” *gak jadi ngeroyok si mbak berkat Feni…

Walhasil kami pun beranjak ke arah GOR via Sudirman pake Bus. Awalnya mau turun di Sederhana, tapi berkat sopir yang tak mendengar tepukan dan teriakan pasword turun bus“kiri” dari Feni walhasil bus berhenti di tempat yang lumayan jauh dari Resto Sederhana. Tapi itu jugalah yang menyebabkan kami langsung ketemu dengan tulisan “Enhaii Soerabi”.

Nah lo… kok langsung ketemu sih? Padahal harapan awalnya pencarian lokasi Enhaii akan diwarnai dengan adegan tersesat dan berputar-putar terlebih dahulu.

“Wah gak seru… Segini aja nih? Padahal Ipit ngebayangin kita bakal tersesat dulu” *Gubrak!

Syukurlah di sana masih ada tempat kosong yang lumayan untuk kami huni. Dasar ibu-ibu, hal pertama yang dilakukan setelah duduk adalah add comment “like this” atau “dislike”

“Wah seandainya di sini ada AC, panas banget…” =tu kaba a lai, kan lai ado kipeh angin tu mah…
“Waduh, heboh nian ya…berisik (sambil ngelirik beberapa kelompok muda-mudi yang asik ngerumpi dengan hebohnya)” =pengennya yang kedengaran cuma suara berisik kita-kita aja…heheh, mudah-mudahan tak sampai menyebabkan disorientasi pendengaran atau otitis media *lebay…
“Uhuk…uhuk polusi suara sekaligus polusi udara, kenapa dapurnya dekat kali dengan tempat pengunjung makan, asapnya jadi bertebaran” = tu iya nya… supaya penyajiannya juga cepet atuh neng.

Sepuluh menit mikir-mikir mau mesan apa, ujung-ujungnya pesan menu yang umum juga. Cuma Feni yang pesan serabi dan tentu dengan jus alpokat kegemaran Feni yang katanya bagus untuk kulit. Yang tidak terlalu pusing mikirin pesanan cuma Liza karena tuh anak jauh-jauh hari udah planning mau pesan”kwetiau” huohoho, gak makan di Batagor Ihsan, gak makan di Pondok steak Apmi, eh skali-skalinya ke Enhai pesanannya kwetiau lagi. Sepertinya Liza punya kecenderungan sebagai pengamat cita rasa semua kwetiau yang ada di Padang untuk kemudian membuat perbandingan dengan rasa kwetiau dari Jambi. Kami tunggu hasil risetnya za!!!

Lagi-lagi acara makan-makan kali ini diwarnai tindakan anarkis kami yang “ngeroyok” minuman mbak Rin yang pesanannya beda sendiri. Kami mesan jus eh si mbak pesan es nangka yang ternyata membuat kami amat sangad ngiler. Salah sendiri, seharusnya si mbak yang udah berpengalaman merekomendasikan menu yang seru.

“Hehehe, Desi bersyukur gak pesan es nangka, kalau iya tentu udah kalian aja yang ngehabisin” celetuk desi…

Hehehe, gomenasai yo si mbok!!

Acara makan-makan selesai, hmmm delisioso sodara-sodara. Cita rasa makanannya lumayan enak; not bad lah… Akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan saja. Tapi kemana cuy??
Niat awalnya mau ke pantai UBH, tapi berkat gempa yang menggoncang beberapa saat sebelum keberangkatan, menyebabkan antusiasme kami ke UBH menurun. Cuma aku dan Liza yang “keras kepala” tetap mau ke sana. Tapi yang paling ngotot sih Liza ^^. Teman-teman yang lain pada gak setuju. Ya udah kami tsiqoh pada keputusan majlis, sebelum Ashar kita cari tempat sholat dulu. Kebetulan kami lewat depan Mesjid SMANdu, tapi berhubung Anit sebagai alumninya “bersikeras” untuk merasa segan masuk ke dalam, akhirnya kami cari Mesjid dekat-dekat SMANdu.

Akhirnya bertemulah kami dengan Mesjid Istiqlal di samping SMANdu. Namun Mesjid itu tak semegah namanya, di dalamnya sudah terlalu banyak yang retak. Setiap sudut udah pada renggang. Kami sebagai orang-orang yang sensitive dengan gempa akhirnya memutuskan untuk pindah cari Mesjid lain, daripada daripada, lebih baik lebih baik….

Akhirnya Anit menegar-negarkan diri untuk mengajak kami masuk ke area Mesjid SMANdu. Kami langsung coment menasehati Anit yang seharusnya lebih “bagak” untuk memasuki almamaternya sendiri. Ck ck ck ck…heheh piss Nit….

Setelah sholat berjamaah, Anit akhirnya ngajak kami masuk ke area SMANdu juga. Mo ngapain? Ngapain lagi kalau bukan foto-foto…hehehe…

Berhubung Padang amat sangat panas kala itu, membuat kami dehidrasi tingkat tinggi dan perjalanan selanjutnya adalah menuju minimarket beli minuman. Huh, sebotol fr***ea langsung kuhabiskan saking hausnya.

Next trip adalah GM (baca: Gramed). Biasa cuci-cuci mata lihat ada buku bagus atau tidak sekalian mau beli buku agenda seperti buku agendanya mbak Rin yang pake kalender dengan kotak-kotak yang bisa ditulisi pada setiap tanggalnya *maklum mau belajar jadi seorang manager waktu yang baik.

Pertama menuju lantai 2, liat-liat ada buku SPSS atau tidak, next ke lantai 3 (my favo side) liat-liat komik Naruto dan Conan. Eits, jangan su’udzon dulu, jangan kira saya Naruto holic yak! Kalau Conan gak usah ditanya lagi. I’m keen of Conan, like this comic. Jadi Kedua komik itu adalah pesanan seorang teman yang minta dibelikan seri terbaru. Tapi berhubung saya bukanlah seorang “pembeli komik” namun hanyalah seorang “peminjam komik” jadi kurang tau juga Naruto itu seri terbarunya udah sampai chapter berapa. Kalau conan katanya udah jilid ke-56. Menurut petunjuk teman saya itu, lihat aja Komik Naruto yang paling banyak dipajang dan paling banyak dikerubungi umat. Tapi rata-rata tuh komik Naruto pemajangan masing2 bukunya dengan jumlah yang sama dan sama-sama dikerubungi remaja-remaja tanggung para “komikers”. Waduh, pusing ambo… sudahlah saya menyerah saja. Daripada nanti muncul fitnah yang mengatakan saya seorang penggemar Naruto. Huh, tak sudi saia…

Akhirnya kami putar-putar di lantai satu counter penjualan alat tulis, tapi ternyata buku agenda yang dicari tidak terdeteksi. Setelah ditanyain ke mbak-mbak yang jaga, olala ternyata stoknya habis.

Sutrahlah… Pulang dari Gramed dengan tangan hampa kecuali Feni yang akhirnya jadi juga beli Buku petunjuk pemakaian SPSS sebagai modal untuk ujian PBL Komputer next week.
Setelah putar-putar, tubuhpun terasa lelah. Makanan yang dimakan di Enhaii pun rasanya udah terbakar jadi energy semua. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke tempat masing-masing. Wah hari yang cukup indah. Terimakasii again lah untuk Anit, ALhamdulillah…Wish u all the best Nit… Sering-sering aja traktirannya yah nittt …hehehe…^^Y

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s