Filosofi Karate

NOTE COPASUS (Copy paste tanpa kasus) dari Hazrina Adelia (sesuai pesanan, namanya harus di “gedangkan” a.k.a mbal RIn, teman seperjuangan, teman sepermainan, dan teman sepertengkaran… DEmi menambah kasanah per-note-an di Efbe ku yang selama ini kebanyakan berisi note-note berbau islami, sastra, ataupun hal-hal yang agak sedikit tidak jelas alias geje….cekidot…

Note: Aku di sini adalah mbak Rin… ^_^Y

**************************

**********
Sebenarnya tak akan cukup berpuluh-puluh halaman yang aku butuhkan untuk menjabarkan filosofi dari Karate-do.
Tapi sebagai penebus janjiku kepada sang “Kucing-Hitam-yang-tak-mau-disebutkan-namanya” jadi untuk pertama ini aku post filosofi dasar dari Karate-do….

FILOSOFI KARATE
============

Rakka (Bunga yang berguguran)

Adalah konsep bela diri atau pertahanan di dalam karate. Konsep ini berarti bahwa setiap teknik pertahanan itu harus dilakukan dengan bertenaga (powerfull) dan pasti, dimana dengan hanya menggunakan satu teknik sudah cukup untuk membela diri. Dapat diumpamakan disini; jika teknik itu dilakukan ke atas suatu pokok bunga, maka semua bunga dari pokok tersebut akan berguguran. Dan juga seperti misalnya jika ada orang menyerang dengan sasarannya untuk memukul muka, maka seorang karateka yang diserang tadi hanya menggunakan teknik tangkisan atas (age uke). Apabila tangkisan tersebut kuat dan pasti, maka ia bisa mematahkan tangan si penyerang tadi. Sehingga ia (karateka) tidak perlu lagi membalas dengan serangan susulan karena tangkisan tadi sudah cukup untuk membela diri.

Mizu No Kokoro (Minda itu seperti air)

Adalah konsep yang bertujuan untuk bela diri, minda (pikiran) perlulah dijaga dan dilatih supaya selalu tenang. Apabila minda tenang, maka mudah untuk karateka untuk mengelak atau menangkis serangan yang datang. Minda itu seumpama air di danau. Apabila bulan bersinar dimalam hari, maka kita akan bisa melihat bayangan bulan yang terang di danau yang tenang. Seandainya dilemparkan batu kecil ke danau tersebut, maka bayangan bulan di danau itu akan kabur.

20 Filosofi Karate Gichin Funakoshi

Shoto Niju Kun

Karate-do wa rei ni hajimari, rei ni owaru koto wo wasuruna
Karate diawali dan diakhiri dengan sopan santun (Karate diawali dengan pemberian hormat dan diakhiri dengan pemberian hormat pula)

Karate ni sente nashi
Karate tidak mengenal sikap menyerang lebih dulu (Tak ada serangan pertama pada karate)

Karate wa gi no tasuke
Karate adalah sebuah pertolongan untuk keadilan

Mazu jiko wo shire, shikoshite tao wo shire
Pertama-tama kenali dirimu sendiri baru orang lain

Gijutsu yori shinjutsu
Semangat lebih penting daripada teknik

Kokoro wa hanatan koto wo yosu
Bersiaplah untuk membebaskan pikiranmu

Wazawai wa getai ni shozu
Kecelakaan muncul dari kecerobohan

Dojo nomi no karate to omou na
Jangan berpikir karate hanya didalam dojo saja

Karate no jugyo wa issho de aru
Berlatih karate membutuhkan waktu seumur hidup dan tak punya batasan.

Arai-yuru mono wo karate kaseyo, soko ni myo-mi ari
Ubah segala hal seperti karate karena disanalah rahasianya (Masukkan karate dalam keseharianmu, maka kamu akan menemukan Myo, ‘rahasia yang tersembunyi’)

Karate wa yu no goto shi taezu natsudo wo ataezareba moto no mizu ni kaeru
Karate seperti air yang mendidih. Jika kamu tak memanaskannya secara teratur, ia akan menjadi dingin.

Katsu kangae wa motsu na makenu kangae wa hitsuyo
Jangan berpikir harus menang namun pikirkan agar tidak kalah

Teki ni yotte tenka seyo
Berubahlah sesuai dengan gerakan lawanmu (Pertarungan didasari oleh bagaimana kamu bergerak secara hati-hati dan tidak [bergerak menurut lawanmu])

Tatakai wa kyojutsu no soju ikan ni ari
Memenangi pertarungan bergantung dari kemampuanmu mengontrol segala taktik

Hito no te ashi wo ken to omoe
Pikirkan kedua tangan dan kakimu adalah pedang

Danshi mon wo izureba hyakuman no tekki ari
Jika seseorang keluar dari rumah, pikirkan ada jutaan lawan tengah menunggu (Tingkah lakumulah yang mengundang masalah bagi mereka)

Kamae wa shoshinsha ni ato wa shizentai
Pemula pertama-tama harus menguasai kuda-kuda dan sikap badan rendah, posisi badan yang alamiah/wajar untuk tingkat lanjut.

Kata wa tadashiku jissen wa betsu mono
Berlatih kata adalah satu hal dan menghadapi sebuah pertarungan nyata adalah hal yang lain lagi.

Chikara no kyojaku, karada no shinshuku, waza no kankyu wo wasaruna
Jangan lupa (1) penggunaan kekuatan dengan tenaga yang benar, (2) badan yang menyesuaikan/fleksibel, (3) penggunaan teknik dengan kecepatan yang benar

Tsune ni shinen kufu seyo
Carilah cara untuk senantiasa belajar sepanjang waktu (ini poin yang paling susah dicari terjemahannya)

another post about Karate, coming soon…..

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

One Response to Filosofi Karate

  1. denish says:

    haii ka,, salam kenal saya denish. liat blog kk tentang karate,, mau tanya ka, filosofi karate yang kk dapet ada dalam bahasa jepangnya gak ka? untuk sumber skripsi saya ka. makasih sblmnya ka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s