Intinya Bukan BISA atau TIDAK tapi MAU atau TIDAK… “Selamat Datang di Dunia Karateka”

Beberap waktu lalu (November 2009) aku diberitau oleh seorang adik kelas beda jurusan tapi masih dalam satu Fakultas tentang dibukanya Dojo karate khusus muslimah yang difasilitasi oleh Dept. Istimewa An-Nisa FSKI. Awal mendengar kabar tersebut, rasanya tak memungkinkan sekali untuk dapat kuikuti. Mengingat jadwal kuliah yang padat di siang hari plus agenda-agenda sampingan selain kuliah yang cukup menyita waktu. Tapi jauh di sisi hatiku yang terdalam, aku ingin sekali untuk dapat ikut serta di dojo ini.

Sedikit berbagi cerita, sebenarnya aku sudah sejak SMA ingin sekali mengikuti latihan karate ini. Namun, terkendala ketika mengajukan proposal perizinan kepada orang tua. Berhubung ketika itu aku sendiri sudah memutuskan untuk turut gabung dengan Pramuka dan terpilih juga untuk menjadi pengurus inti OSIS, ortu berdalih aku tak akan sanggup karena karate itu main fisik dan keras. Padahal kakak laki-lakiku sudah menawarkan baju taekwondonya untuk kupakai ketika latihan karate. Akhirnya ketika itu ortu menawarkan untuk memilih satu di antara 2, Pramuka atau Karate. Karena kedua ekskul inilah yang akan memakan waktu ekstra di luar jadwal sekolah. Tapi akhirnya ketika itu aku lebih memilih fokus dan eksis di Pramuka. Walaupun terbersit rasa kecewa dan iri sekali rasanya melihat teman-teman yang bisa latihan serta berprestasi di jalur olahraga seperti karate. Namun, aku merasa bersyukur tak turut bergabung dengan Dojo di SMA dulu karena latihannya campur baur laki-laki dan perempuan. Walaupun ketika itu aku belumlah seorang muslimah “yang paham” (bukan berarti sekarang sudah amat sangat paham ^^y) hati kecilku mengatakan aku tak boleh berbaur begitu saja latihan karate dengan laki-laki dan timbul perasaan sangat tidak nyaman melihat teman-teman putri dibina oleh seorang senpai laki-laki (Selalu ada hikmah)

Dan, sekarang terbuka lagi peluang untuk ikut latihan karate, Muslimah ONLY dengan senpai seorang akhwat pula. Akhirnya aku sampaikan tawaran itu kepada rekan seperjuanganku, Mbak Rin dan Liza untuk ikut. Mbak Rin menyambut dengan antusias, sedangkan Liza tampak ragu dan kurang berminat. Secara mbak Rin memang seorang karateka sejak ia masih kanak-kanak. Bahkan sudah sempat mengenyam silat, taekwondo dan wushu. Namun beberapa tahun terakhir si Mbak vakum karena mengalami cedera dan dipaksa berhenti oleh orang tuanya. Akhir-akhir ini semenjak kuliah mbak emang udah berniat untuk menyambung latihannya, namun belum menemukan Dojo yang tepat, yang bisa diseimbangkan dengan jadwal kuliah dan aktivitas lainnya. Dan kami pikir, dojo muslimah FK ini adalah sarana yang tepat dan paling memungkinkan.

Akhirnya, dengan penuh kebulatan tekad dan nekad malam itu di bulan November 09, kami memulai latihan karate pertama kami. Dengan sabuk yang sama-sama berwarna putih. Tetapi untuk orang sekaliber mbak rin akan segera terlihat kalau ia tak pantas di sabuk putih lagi.
Yah begitulah, akhirnya obsesiku untuk mencoba sesuatu yang baru dalam kehidupanku berhasil kuwujudkan. Kami sudah menjalani latihan ini lebih kurang tiga bulan dan kemaren telah lulus ujian kenaikan sabuk. Sabuk putih akan segera diganti dengan sabuk kuning. (Bansai!)

Taujihat: Dalam melakukan sesuatu, intinya bukan BISA atau TIDAK, Tapi MAU atau TIDAk. You want it, You get it!
Kadang keinginan kita terhadap sesuatu itu hanya setengah-setengah sehingga sugesti untuk melakukan yang terbaik untuk mewujudkannya juga setengah-setengah. Kesulitan yang kita temukan selama berproses mewujudkan apa yang kita inginkan adalah sebentuk cobaan kecil dari Allah untuk menguji keyakinan dan seberapa ingin kita. Dan sebaiknya kita memilih untuk tidak merasa takut dan ragu. Man jadda wa jadda…!!!! Tetap berikhtiar melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan. Maybe I can’t do everything but still I can do something. So that I will NOT refuse to do the thing that I can do… SEMANGAT! SEMANGAT! TETAP LANJUT LATIHAN! INSYAALLAH INSYAALLAH AMINNN….!!!

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

5 Responses to Intinya Bukan BISA atau TIDAK tapi MAU atau TIDAK… “Selamat Datang di Dunia Karateka”

  1. Rin says:

    pertamax……
    kudu duluan di post yg ini…
    *posekeren*

    Like

  2. ice says:

    gambarimashou….ciaattt!!

    Like

  3. Aini Cahayamata says:

    Arigatou gozaimasu mina san!!! semangat!!!!!!!

    Like

  4. tia says:

    maaf, tanya dunk.. tau dojo khusus muslimah daerah jakarta ga? klo bisa jkt utara atau sekitar rawamangun jg gpp… makasih…

    Like

    • afwan Tia..
      saya orang Padang, Sumatra Barat.
      Jadi tidak terlalu menguasai Jakarta.
      coba tanya langusng ke Lemkari, Inkaido yang ada di kotanya.
      InsyaAllah mereka punya datanya.
      Salam karate,,osh…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s