Ini Pelantikan atau Pembayatan?


Malam Minggu kemaren, 13/03/010 adalah malam pelantikan sabuk pertamaku. Setelah latihan sebelumnya kami ditempa dengan latihan fisik yang lumayan berat (kata senpai pemanasan setelah lama tidak latihan), malam pelantikan itupun kami dihadapi dengan sederetan latihan fisik yang melelahkan.

Untuk pelantikan, senpai telah mewanti-wanti agar kami menyiapkan fisik dan mental untuk menghadapi prosesi pergantian sabuk dari putih ke kuning.

Rangkaian prosesinya lumayan unik dan menegangkan. Hal sama pernah kurasakan sekitar 5 tahun yang lalu ketika malam pembayatan untuk mendapatkan Bantara, namun bedanya kali ini lebih berat di latihan fisiknya. Kalau Bantara, lebih berat di latihan mentalnya. Selain fisik, juga ada adegan marah-marah, dibentak-bentak oleh senior.

Persamaannya: Masih ada adegan lari-larian (sprint), jalan jongkok, merayap, lompat kodok, guling-guling. Namun ketika pelantikan sabuk kemaren ditambah dengan gerakan “penganiayaan” baru yang belum pernah kurasakan ketika di pramuka sebelumnya seperti merayap dengan punggung (ini gerakan favoritku yang membuat karategi langsung cemerlang kotornya), push up, sit up, dan ada satu gerakan lain yang tak kusuka untuk melakukannya.(karena terlihat lucu dan norak).

Setelah latihan fisik seperti itu, senpai masih menguji ketahan fisik kami dengan perintah melakukan gedanbarai dengan kuda-kuda dan kibadaci selama beberapa hitungan. Bisa dibayangkan, betapa pegal dan sakitnya muskulus sartorius, fastus lateral dan medial ketika itu. Femur rasanya mau copot. Fiufh…

Proses pengambilan sabuk kuning juga direkayasa secara menyeramkan oleh senpai. Sabuk kami semua (1 perguruan) disebar seantero tempat latihan (sebuah lapangan yang dikelilingi oleh lab anatomi, bikomia, fisiologi). Kita harus mencari sabuk masing-masing yang sudah diberi nama. Lampu dimatikan, penerangan cuma cahaya dari layar Hape. Jadi ingat dulu waktu di pramuka malah cuma dibekali dengan sepotong lilin berukuran 5 cm, kalau apinya padam musti balik lagi ke posko utama untuk mengambil api dari api unggun karena kami tak dibolehkan membawa senter, korek api, dsb. Itupun sambil mengelilingi 1 sekolahan atau bumper yang dikelilingi sawah atau rimba).

Bagi yang kurang terbiasa, mungkin cukup mengerikan… Tapi intinya adalah keyakinan terhadap Allah dan diri sendiri. Everything will look Ok if you thing it’s Ok… Dan akhirnya aku menemukan sabukku di taruh senpai di lantai dua paling ujung di pinggiran pagar depan lab Fisiologi.

Setelah mendapatkan sabuk masing-masing, kami pun melakukan prosesi pelantikan resmi, senpai kembali mengingatkan, semakin tinggi tingkatan sabuk seseorang, ia harus semakin memperdalam pengetahuan dan aplikasinya terhadap filosofi karate dan belajarlah dari ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Tidak boleh tinggi hati dan sombong.

Senpai memakaikan langsung sabuk kuning kami. Wah, lain rasanya jika yang memakaikan sabuk adalah senpai kita langsung. Setelah sabuk terpakai, senpai menghadiahkan satu pukulan di rongga perut sambil kami melakukan sanchin (mengatur pernafasan). WaW!!! Sakit memang, tapi pukulannya gak terlalu keras kok, lumayan… kapan lagi mau kena hajar…

Wah aku merasakan de javu kembali malam itu. Prosesi-prosesi indah yang menguji ketahanan fisik dan mental yang sudah pernah kualami hampir 5 tahun yang lalu sekarang kurasakan kembali. Walau efek samping dari semua itu adalah tubuh yang pegal, kaki yang sakit, tapi hati gembira dan senang.

Untuk Keluar dari zona nyaman memang hal yang susah, namun kita hanya dihadapkan pada dua pilihan, menjadi pemenang atau menjadi pecundang?

Sekarang siap-siap untuk mendapatkan ilmu baru. Bersemangatlah! Bersemangatlah!

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s