Road To Mubes, Napak Tilas DPH NIC ‘910

Tak terasa hampir dua tahun lamanya mengemban amanah di sebuah wajihah kampus kecil, yang walaupun letaknya terpencil dari Universitas, namun memiliki semangat yang luar biasa untuk terus berkembang.

Ya itulah Nursing Islamic Center. . .

Membicarakan Lembaga Dakwah Program Studi yang satu ini, selalu tak lepas dari “image” keakhwatannya. Satu-satunya lembaga dakwah program studi yang ada di UNAND, satu-satunya wajihah yang Ketum *ketua Umum* dan Kaput *ketua keputrian* nya sama-sama akhwat, dan satu-satunya wajihah yang yang bila ditilik lebih dalam, ternyata kadernya mayoritas (bahkan bisa dikatakan hampir 100%) nya adalah akhwat. Hmmm… Lelucon kecil yang sempat terlontar dari seorang presidium NIC, PSIK itu adalah Program Studi Ilmu Keakhwatan…

Mengemban amanah bukanlah hal yang gampang. Amanah bagaikan dua mata pedang yang saling bertolak belakang, bisa kita jadikan sebagai lahan garapan untuk mencari ridho Allah, dan sebaliknya, bisa dijadikan sebagai lahan untuk mendapatkan murkanya Allah…
Napak Tilas Perjalanan DPH NIC 910

Rasanya baru kemaren Mubes IV NIC 89 berlangsung. Mubes yang menjadi starting point bagi kita untuk terjun lebih dalam di dunia dakwah kampus ini. Kisah-kisah baru di pengurusan 910 pun mulai kita rangkai…

Kisah yang boleh jadi adalah campuran rasa menegangkan, melelahkan, menyenangkan, asik, seru, penuh ketakutan, penuh kegelisahan, rasa kesal, marah, sedih, bahagia, suka, tawa, dan penuh canda….

DPH 910 yang kukenal adalah adalah DPH yang penuh kekompakan, tawa, dan canda. Jika boleh menilai maka DPH Nic adalah DPH yang lain daripada yang lain (just according to me, anggap saya bukan seorang NIC-ers).

Ingatkah engkau kawan, tentang rapat-rapat yang kita lalui? Rapat yang penuh dengan keceriaan. Hanya pada sisi-sisi tertentu kita yang tiba-tiba menjadi serius dan sedikit terjadi perdebatan. Tapi sungguh aku sangat menyenangi rapat-rapat yang kita adakan. Rapat “luar biasa” yang di dalamnya sering terjadi hal-hal janggal yang memunculkan gelak dan canda. Rapat yang walaupun di dalamnya sering terjadi adegan-adegan “aneh” bin “ajaib” dan sedikit “anarkis” *yang tak dapat diungkapkan di sini*, tapi sunguh membekas sebagai sebuah kisah menyenangkan yang tak terlupakan. Rapat nomaden pasca gempa dimana Mushala kita di-raib-kan pihak biro, yang membuat kita musti sering kali berpindah-pindah tempat ketika rapat karena digusur kelas yang akan kuliah.

Hmm… Aku masih ingat, pada rapat pertama kita beberapa minggu pasca gempa, kita sampai 3 kali pindah lokasi rapat. Ingat? Awalnya kita rapat di kelas, kemudian pindah ke kantin sambil makan siang, karena kantin Bundo mulai panas dan penuh sesak, kita pindah ke bawah tenda, digusur lagi karena tenda akan dipakai anak 09, akhirnya pindah lagi ke kelas.

Ingat rapat kita di Posko Terandam bersatu? Atau rapat kita di kelas, di tengah aktifitas-aktifitas mahasiswa lain yang ketika itu ada yang ngerumpi, ada yang ketawa-ketiwi, tapi kita dengan penuh ke-resistensian melanjutkan rapat karena memang tak ada tempat lain yang bisa dipakai.

^_^

Tapi aku bersyukur teman. Sungguh bersyukur. Alhamdulillah,,, kita masih bisa merencanakan agenda-agenda dakwah di tengah-tengah lingkungan yang kurang kondusif.

Masih ingat dengan adegan bujuk-membujuk, lobi melobi yang kita lakukan kepada Bapak yang ngejagain in-focus dan laptop? Adegan teman-teman yang kena marah karena kasus kelas? Sulit memang, tapi tahukah kawan? Di sanalah letak bukti dan manisnya perjuangannya. Adegan-adegan yang boleh jadi takkan terulang kembali. Dan ini adalah serpihan-serpihan bagian kehidupan, yang kelak akan sangat manis untuk dikenang.

Dan kita adalah manusia-manusia aneh yang tak konsisten dalam berbahasa. Kadang terlontar bahasa pergaulan ketika rapat, bahasa-bahasa baru yang tak ditemukan dalam kamus bahasa baku. Yah, boleh jadi kita tidak menggunakan bahasa per-ikhwah-an. Ketika rapat kita tak saling panggil ana-anti-antum-ukhti-apalagi akhi. Rapat pun tak berhijab. Sungguh kondisi rapat yang amat aku sukai. Berdiskusi dengan para saudari tercinta sungguh membuat aku tak merasa sendiri dalam mengemban amanah ini.

Masih ingat dengan kita yang kocar-kacir mengurus BAKTI 09 karena tak ada penanggungjawab langsung dari pihak Himpunan Mahasiswa? 90% aktifitas penyambutan mahasiswa baru dihandle oleh para DPH NIC. Berat? Lelah? Memang… Namun kawan, kita memetik hasil yang cukup manis karenanya. Ingat? Siapa yang paling dikenal oleh adik-adik kita mahasiswa baru?Yah, NIC!!!

Sahabat, ingatkah engkau dengan berbagai permasalahan (yang tak pernah absen) setiap kali kita akan mengangkatkan agenda? Yang boleh jadi permasalahan-permasalahan itu membuat kita bersedih hati, berkecil hati, namun kita saling memberikan penguatan dan saling menyabarkan, walau kadang dengan penuh kejahilan kita saling mentertawakan, saling berbahagia di atas penderitaan yang lain, saling mengejek, dan saling mendzolimi?????? (Masih ingat dengan jargon “hanya di Nic…”!!) Atau tertawa kalian yang amat garing dan bahagia melihat penderitaan kaput dan ketum yang setiap minggunya musti rapat ke Unand? Hahaha, itu bukan penderitaan kawan, yah itu adalah bagian dari tarbiyah ini.

Teman, kita tak berjuang demi sebuah nama. Kita berjuang bukan hanya demi NIC. Terlalu dangkal jika kita berorientasi hanya untuk menjayakan wajihah bernama Nursing Islamic Center. Bukan itu saudariku!!! Ingat… Kita berjuang demi dakwah! Jalan dakwah menuju keridhoan Allah!! Mencari ridho Allah adalah sebaik-baik niat yang musti kita tanamkan.

Jika toh akhirnya kita menjadi sosok-sosok yang dikenal oleh masyarakat di kampus, mendapatkan sedikit keuntungan duniawi, itu hanyalah bonus yang kita dapatkan dari Allah atas tujuan kita sebenarnya. Sungguh kita juga berharap kelak mendapat ganjaran keridhoan Allah, bekal pulang ke kampung akhirat.

Sahabat… Targetkanlah diri untuk tak sekedar menunaikan amanah yang tertera di dalam proker yang ketika telah dilaksanakan berarti kita telah membayar hutang amanah dan selesai begitu saja. Kuharap tidak sahabat… Kita sama-sama berharap agar setiap agenda yang kita angkatkan memiliki ruhnya. Memiliki efek kepada para pesertanya. Memang tak secepat dan semudah itu kawan. Apa yang kita lakukan sekarang mungkin baru akan terasa dampaknya kelak. Namun, mari kita berproses dengan sebaik-baik yang bisa kita lakukan. Apapun hasilnya, sesungguhnya Allah maha bijaksana dan lebih melihat proses daripada hasil. Lakukan semuanya dengan hati, bukan hanya karena beban sebatas tanggung jawab dan amanah di FSI.

Kita memiliki cita-cita, cita-cita menjadikan wajihah kita sebagai wajihah yang besar, kokoh, tangguh; Walau sekarang kita belum begitu dikenal, dan “nyaris selalu terlupakan”, tapi jangan bersedih kawan. Mari kita terus berjuang! Cukuplah Allah yang akan menjadi penolong kita. Cukuplah ketauladanan Rasulullah sebagai arahan dalam kita berdakwah.

Akhwat bukanlah sosok yang lemah! INGAT dengan pepatah yang mengatakan, di balik kesuksesan seseorang, selalu ada sosok wanita tangguh di belakangnya.
Terimaksih untuk semuanya teman! Terimakasih untuk semua kerjasama yang indah ini! Terimakasih untuk semua waktu, tenaga, dan materi yang telah dengan ikhlas rekan-rekan korbankan demi semua ini.

Maaf atas semua kesalahan dari Ni, maaf atas semua keegoisan dari Ni, sebagai orang yang paling banyak berbicara, maka Ni adalah sosok yang paling banyak salah dalam berkata-kata. Sebagai pemimpin yang tak sempurna, maka Ni adalah orang yang paling banyak melakukan kesalahan. Maaf, afwan jiddan.
Ni menyayangi kalian semua karena Allah….My lovely DPH…

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s