My Last Opportunity as the chief Of NIC

PANDANGAN UMUM KETUA UMUM
NURSING ISLAMIC CENTER
PERIODE 2009/2010

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh….
Alhamdulillahirabbil’alamin, wassalatuwassalamu’ala asyrafil anbiyai walmursalin, wa’ala alihi wa ashhabihi ajma’in…

Untaian ucapan puji dan syukur kembali kita haturkan kehadirat Allah SWT, atas semua nikmat-Nya senantiasa tercurah, yang sayang-Nya senantiasa mengalir, yang kasih-Nya tak pernah pilih kasih. Terutama atas nikmat iman dan nikmat islam yang telah dipilihkan Allah untuk kita. Bayangkan jika tanpa nikmat keimanan, apa yang bisa kita bawa sebagai bekal ke kampung akhirat jika pada akhirnya, perbuatan baik yang tanpa diiringi dengan keimanan, hanya akan menjadi sesuatu yang sia-sia.

Shalawat beriringan salam senantiasa kita kirimkan bagi junjungan kita, yakninya payung panji kota Mekah, pagar besi Kota Madinah, junjungan tinggi Siti Khadijah, buah hati Siti Aminah, Baginda Rasulullah Muhammad SAW, uswah dan qudwah, semoga ketauladanan Beliau senantiasa kita semaikan dalam kehidupan ini. Harapan yang senantiasa mengalir seiring dengan lantunan shalawat adalah pertemuan indah dengan Rasulullah di yaumul akhir kelak.

“Langkah keseratus akan tercapai setelah langkah pertama, kedua, dan ketiga. Derap langkah itu tengah kita ayunkan bersama di jalan ini, jalan dakwah yang penuh makna dan arti, namun juga tak luput dari onak dan duri. Dalam menuju langkah-langkah selanjutnya, akankah kita SURUT karena takut?? Patutkah kita menyerah karena lelah?? Dan, langkah keseratus bukanlah langkah terakhir…”
Dan, MUBES kali ini adalah langkah kesekian dari semua langkah yang harus kita hadapi.
Sebelas bulan yang lalu, dalam rangkaian agenda sakral bernama Musyawarah Besar, ana dipilih untuk mengemban amanah sebagai Ketua Umum Nursing Islamic Center periode 2009/2010. Sungguh amanah itu sangat berat. Mengembannya seperti menggenggam bara api, namun menghindar darinya dengan mengecilkan kapasitas diri bukanlah pilihan yang bijak. Menjauhi dan menolaknya karena merasa tidak cukup pantas adalah tidak tepat, karena Allah lah yang Maha Tahu kemampuan kita. Dan Allah juga yang menganugerahkan kekuatan-Nya kepada kita dalam mengemban amanah itu.

Amanah bukanlah jenjang karir, bukanlah prestasi, apalagi gengsi. Amanah adalah tarbiyah dari Allah, merupakan kesempatan yang diberikan Allah bagi kita untuk berkarya sebanyak-banyaknya, agar memberikan arti dalam keberadaan kita di dunia ini. Amanah adalah tarbiyah dan cobaan Allah, merupakan tanda kecintaan Allah bagi para hambaNya.

Dan untuk amanah ini pula, alhamdulillah Allah telah memilihkan bagi ana sosok-sosok pejuang yang senantiasa mendampingi dalam setiap progresifitas dakwah di kampus PSIK, pejuang dakwah yang ana cintai karena Allah sekaligus ana banggakan (Desi, Anit, Namia, Liza, Mbak Rin, Ipit, Feni, Yulia, Uswah, Weny, dan masih banyak lagi), yang telah mewarnai hari-hari ana dengan ukhuwah, kesolidan, memberikan pengajaran, pemahaman dan sumber inspirasi serta memberikan kontribusi nyata dalam derap langkah perjalanan dakwah. Syukron jazakumullah kepada seluruh Dewan Pengurus Harian NIC ‘910. Semoga apa yang telah antum dan antuna berikan dan korbankan, mendapatkan pahala yang setimpal dari Allah..

“Dan (orang-orang yang beruntung) adalah orang-orang yang memelihara amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara sholatnya. Mereka itulah orang-orang yan gakan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi sorga firdaus. Mereka kekal di dalamnya” (Al-Mukminun; 8-11)

Gambaran Umum

Ikhwafillah rahimakumullah….

Amanah tidak pernah salah memilih siapa yang akan memikulnya. Siap atau tidak ia akan datang. Memang sedikit sekali option yang dapat kita pilih, menerima amanah dengan penuh kesiapan, menerima amanah dalam keadaan tidak siap, atau menyerah dan menjadi generasi-generasi yang terlupakan dan tergantikan? Memang amanah adalah cobaan, dan Allah tidak akan mencoba dan menguji hambaNya di luar batas kesanggupan dari manusia. Jadi untuk setiap amanah yang kita dapatkan maka keoptimisanlah yang akan mengiringi amanah yang kita pikul tersebut agar berjalan dengan baik dan maksimal sehingga kelak ketika dipertanyakan oleh Allah, kita mampu menjawabnya dengan baik.

“Jangan hanya berfokus untuk menjadi lebih baik dari generasi sebelumnya, namun berusahalah untuk memberikan yang terbaik yang kita punya”

Itulah yang kami usahakan dalam rangakain amanah ini, memberikan yang terbaik yang dapat kami lakukan, walau terkadang masih belum yang terbaiklah yang kami hasilkan. Banyaknya halang dan rintang, baik dari eksternal maupun dari internal yang seharusnya tidak menjadi batu sandungan, namun kita olah menjadi sebentuk tantangan untuk tetap survive.

Solid, Peduli, dan dinamis, demikianlah jargon yang menemani di setiap gerak langkah dalam kepengurusan ‘910. Ukhuwah dan kepedulian yang memberikan kekuatan bagi ana dan rekan-rekan sehingga tetap bisa survive dalam menjalankan setiap program, dan kedinamisanlah yang senantiasa kita harapkan dari setiap proses.

Selanjutnya, adanya agenda-agenda yang tidak dapat diangkatkan ataupun tidak rutin diselenggarakan menjadi point penting yang harus diperbaiki dan menjadi batu loncatan bagi kepengurusan selanjutnya. Semoga di balik ketidaksempurnaan tersebut, kita, terutama generasi penerus bisa mengambil hikmah dan pelajaran serta semakin meningkatkan ghiroh untuk mengoptimalkan potensi.

Ikhwahfillah ….

Kita ingin untuk tidak sekedar menunaikan amanah yang tertera di dalam proker yang ketika telah dilaksanakan berarti kita telah membayar hutang amanah dan selesai begitu saja. Harapannya tidak seperti itu… Kita sama-sama berharap agar setiap agenda yang kita angkatkan memiliki ruhnya. Memiliki efek kepada para pesertanya. Memang tak secepat dan semudah itu. Apa yang kita lakukan sekarang mungkin baru akan terasa dampaknya kelak. Namun, mari kita berproses dengan sebaik-baik yang bisa kita lakukan. Apapun hasilnya, sesungguhnya Allah maha bijaksana dan lebih melihat proses daripada hasil.

Menabur Hikmah, Menyentuh dengan Ketauladanan

Men-syiarkan islam dengan ketauladanan, menyentuh dengan hikmah, mengajak melakukan kebaikan, bergerak menuju cahaya Illahi yang dicover dengan berbagai agenda menarik, berhikmah, yang dirancang dengan rapi dan continue, sudah seharusnya menjadi prasyarat dalam mengangkatkan agenda syiar. Sejauh ini syiar telah berusaha dengan baik untuk melakukan dan mewujudkannya hal tersebut.

Adanya agenda Syiar seperti Radius (Ramadhan di Kampus), Penyebaran Lebah (lembaran berhikmah) secara berkala, dompet amal NIC, anjangsana ke panti asuhan, bakti sosial, jaulah dan agenda-agenda lainnya telah berhasil diangkatkan. Harapannya, setiap jejak langkah syiar tersebut mampu memberi sejumput manfaat serta hikmah kepada civitas akademika di kampus PSIK serta mampu mewarnai lingkungan kampus PSIK dengan indahnya islam.

Membentuk Generasi Penerus…

Di dalam suatu aktifitas dakwah kampus, kader merupakan salah satu tonggak perjuangan yang akan meneruskan estafet dakwah. Kader adalah modal awal untuk memproduksi darah syuhada dan yang akan mewarisi perjuangan dakwah berikutnya. Kader adalah asset termahal dalam gerakan dakwah.

Untuk itu, proyek besar bagi KPSDM untuk tetap terus memburu, membina, dan mempertahan kader-kader penerus. Dan serangkaian rekayasa indahpun kita wujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan. Mulai dari penyambutan mahasiswa baru, penanaman nilai-nilai islam melalui agenda LDNI, Medika, open rekruitment, sampai mentoring agama islam telah dilaksanakan oleh staff KPSDM dengan baik. Semoga semua usaha yang telah kita rintis, kelak berbuah manis serta menyisakan keistiqomahan dalam diri setiap pejuang yang kita temukan.

Dakwah Muslimah

Tak dapat dipungkiri, dakwah muslimah merupakan hal yang urgent di PSIK. Geraknya ditunggu-tunggu mengingat muslimah adalah kaum mayoritas di kampus PSIK. Demi terwujudnya muslimah PSIK yang shalihah, cerdas, dan kreatif, menjadikan Departemen Keputrian sebagai ujung tombak dalam pergerakan dakwah muslimah di kampus PSIK.

Dan Departemen Keputrian telah memperlihatkan pergerakannya melalui agenda BINTANG (Bina Putri Cemerlang) serta memfasilitasi kreativitas muslimah dengan mengangkatkan agenda-agenda menarik. Bahkan untuk tahun ini Departemen Keputrian NIC pun telah mulai melebarkan sayapnya untuk aktif di berbagai kegiatan kemuslimahan tingkat universitas.

Walaupun dalam perjalanannya, banyak kendala yang merintangi intensitas pertemuan Keakhwatan di kampus, namun hal itu diharapkan tak akan meredupkan semangat para akhwat untuk terus berkreativitas.

Administrasi dan Kesekretariatan

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur dan rapi, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.” (Q.S Ash-Shaff;4).
Seperti kalam Allah diatas, bahwa dalam melakukan kegiatan dakwah haruslah teratur dan tersusun rapi. Hal ini merupakan hal yang pokok dalam suatu organisasi dakwah untuk keberhasilan organisasi tersebut.

Suatu organisasi agar dapat bergerak aktif tentunya memerlukan pengaturan arsip-arsip dan dokumen-dokumen penting atau pengaturan administrasi yang jelas, terencana, dan tertata rapi. Apalagi untuk organisasi dakwah kampus, yang memang dituntut untuk bergerak aktif dan kreatif, agar tercapainya tujuan yang diinginkan.

Dalam perjalananya, kesekretariatan NIC sudah berusaha untuk melakukan pendokumentasian dan notulensi terhadap setiap aktifitas rapat, agenda-agenda, merintis pengkolektifan infentaris-infentraris NIC, pengarsipan surat masuk dan surat keluar, menata administrasi, serta data-data anggota dan pengurus untuk menciptakan suatu keteraturan untuk memudahkan perjalanan dakwah NIC di PSIK. Semoga usaha-usaha yang dilakukan oleh kesekretariatan semakin memperkuat derap langkah kita dalam dakwah.

Transfer Informasi dan Aktualisasi Diri

Dalam perjalanan suatu aktifitas dakwah kampus, memang sangat diperlukan corong atau speaker yang akan mem-boomingkan setiap agenda, kegiatan, ataupun informasi-informasi terupdete dari wajihah.

Humas dan Jaringan atau yang kita kenal dengan hujan, ibarat kulit luar bagi NIC. Bagaimana pencitraan NIC keluar, maka itu akan tampak dari bagaimana Hujan mendesignnya. Sejauh ini, Biro Hujan memperlihatkan progress yang cukup mengagumkan. Mulai dari menggebyarkan setiap agenda dengan pemberitahuan dan pamflet yang menarik, juga membangun link dengan wajihah lain, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Kedepannya, harapan agar keeksistensian NIC melalui informasi tetap terjaga, agar keeksklusif-an tak lagi tercitra sehingga keakraban dan rasa simpatiklah yang akan terbangun.

Menafkahi gerak Dakwah

Dalam menjalankan gerak dakwah, kita juga membutuhkan kekuatan finansial sebagai aset dalam menopang kebutuhan dakwah. Danus telah mengusahakannya melalui beberapa usaha mandiri yang cukup menghasilkan. Mulai dari pembuatan pin, gantungan kunci, menyelenggarakan bazar, jualan, jaket bersama, dll.

Harapannya, danus semakin aktif dan progresif dalam melihat peluang usaha, serta meningkatkan intensitas agendanya demi tercapainya NIC yang mandiri.

Ikhwatifillah rahimakumullah….

Demikianlah gambaran perjalanan Kepengurusan Nursing Islamic Center periode 2009-2010. Kami sangat menyadari masih banyak ketimpangan dan kekurangan kami dalam menjalankan amanah ini. Sungguh memperbaiki diri terus-menerus merupakan kewajiban kita. mempersiapkan diri untuk siap mengemban amanah apapun merupakan keharusan kita. Sampai Allah yang akan menetapkan takdir terbaikNya bagi kita..

Satu hal, kita adalah jama’atul insan bukan jama’atul malaikat. Setiap kita adalah manusia yang lemah dan tak berdaya kecuali Allah memberikan kekuatan pada kita. Kita tak lepas dari kesalahan dan kekhilafan, dan hanya dengan ampunan Allah-lah kita terselamatkan. Hanya dengan kekuatan dari Allah kita bisa istiqomah di jalan dakwah. Kita akan tetap militan bila kita bersama Allah…

Dan, kehidupan senantiasa bergulir, dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, sampai tahun ke tahun. Untuk setiap ruas waktu yang berlalu, kita pun mengambil peran yang selalu berbeda dan amanah yang beragam. Begitu juga halnya dengan geliat dakwah di kampus PSIK. Satu periode dari kepengurusan Nursing Islamic Center pun segera berlalu. Periode-periode berikutnya akan bergerak untuk menyusul. Klasik memang, namun kita selalu berharap apa yang telah kita dapatkan hari ini, harus terus dilanjutkan, harus terus ditingkatkan , pohon dakwah kita tidak boleh gersang, tidak boleh sampai mati, bahkan jangan berikan kesempatan bagi pohon dakwah kita untuk berhenti berbuah. Pupuk dan sirami terus dengan penuh keikhlasan.


“Ya Allah, kereta ini adalah sarana bagi kami untuk berfastabiqul khairat dan menyeru kepadaMu. Ya Allah, kereta ini adalah sarana bagi kami untuk bergerak dalam barisan yang rapi dan solid dalam rangka mengajak orang lain menjadi penyeru di jalanMu. Maka Ya Allah, jangan Engkau jadikan kereta ini membelokkan hati-hati kami dari selainMu. Jadikan tiap gerak langkah kami bahkan ketika kami menstrategi, mengkonsep, dan menjalankannya, tetapkanlah kami selalu mengingatiMu. Tiada tujuan lain selain menegakkan dienMu. Kereta ini sangat kecil sekali. Ia hanya salah satu wajihah untuk menuju ke sebuah tujuan yang besar: ISLAM sebagai USTADZIATUL ‘ALAAM.”

Mohon maaf atas segala kekurangan dan kelemahan kami…
Wabillahi taufik wal hidayah…
Wasalamu’alaikum Wr.Wb

Padang, 3 April 2010

Nur’aini
Ketua Umum NIC ‘910

“Mujahidah” on the blog!

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to My Last Opportunity as the chief Of NIC

  1. Aini Cahayamata says:

    Syukronjazakallah Do…

    Info ini semakin meningkatkan ghiroh Ni untuk menulis…

    Oia, Ni salah satu yang sering berkunjung ke blog Dodo, walau gak sering komen 🙂

    Keep writing!!
    Hidup Mujahid Pena!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s