Dan cerita itu akan menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan…

“Mujahidah on the blog!”

Bismillahirrahmanirrahim….
Sahabat, izinkan aku untuk sedikit berkisah kali ini. Sebuah narasi yang kelak ingin selalu kukenang. Goresan pena sejarah kehidupan yang akan menjadi saksi bisu akan legenda hidup yang pernah kujalani.

Sahabat, jangan anggap ini adalah sebuah curhatan!!!

Aku tidak ingin narasi ini menjadi sebuah curhatan kosong tanpa makna yang ujung-ujungnya akan sama dengan mereka yang memamerkan hal hal yang dimilikinya. Sungguh, aku tak bermaksud begitu.

Aku ingin, kelak ketika tubuh ini sudah renta, sudah mengalami demensia, dengan disorientasi pikiran, waktu, dan tempat, aku masih menyimpan memori-memori itu … sebuah catatan sejarah kehidupan, yang bisa kubaca dengan mata tuaku yang mungkin sudah mulai mengabur, yang kelak bisa dinikmati oleh anak dan cucuku (amin!). Hal yang akan sangat manis untuk kukenang, sebuah kisah klasik untuk masa depan….

Baiklah, mungkin ini akan terkesan sedikit melankolis. Tapi inilah aku… Aku yang mungkin sangat lugu dan sedemikian rupanya mengagung-agungkan kisah yang kuukir bersama “mereka” orang-orang terpilih yang menemaniku dalam suatu rangkaian amanah dalam lorong kesempatan yang telah diberikan Tuhan.

Apalah Arti Sebuah Amanah….

Untukku amanah ini sangat berarti kawan. Amanah inilah yang mentarbiyahiku secara langsung.
Sebuah momment penting bagiku untuk mulai bertanggungjawab atas semua kewajiban yang telah dilimpahkan padaku.

Sebuah kesempatan bagiku untuk berkarya semampuku

Sebuah starting point penting, batu pijakan untukku mulai melangkah lebih serius di jalan ini….

Dakwah nafas kehidupan katanya. Dan aku ingin memulai untuk bernafas dengannya. Hal ini sungguh baru bagiku,tapi lagi-lagi ada berbisik padaku agar terus maju!!

Ya, mari saksikan… sampai sejauh mana aku kuat berlari di jalan ini…

Sebelumnya, izinkan aku untuk mengenang kembali sahabat-sahabat yang telah membantuku, meringankan bebanku dalam kepengurusan Nursing Islamic Center tahun ini…

Ada banyak kisah yang telah kami rangkai. Ada banyak cerita yang terurai. Kisah persahabatan, kisah persaudaraan, kisah perjuangan, senang, sedih ,susah, dan banyak rasa yang berbaur di sini.

Izinkan aku mengucapkan terimakasih untuk saudara-saudaraku ini. Atas semua pengorbanan mereka, atas semua pengajaran yang mereka sampaikan kepadaku, atas semua rasa yang mereka tinggalkan di hati ini…

IZINKAN AKU TETAP MENGENANGMU SAHABAT!!!

Namanya Anita Syukra, Beliau diamanahkan sebagai Bendahara Umum NIC 910. Selalu tampil rapi ketika kuliah, prestasi akademik nya cukup bagus. Anit sangat sensitif sekali dalam masalah per-uangan di kas NIC. Jadi jangan coba-coba menolak angsur pembayaran uang kas jika Anit sedang menagihnya. Kalau tidak, Anit akan dengan suka rela mengeluarkan jurus “ngambok” nya… Dan membuat keadaan Anit kembali normal butuh waktu yang cukup lama dan lumayan “merepotkan” saudara-saudara. Selain menjadi bendum, Anit juga sangat berperan dalam setiap pengambilan keputusan di rapat. Sebagai penyalur ide dan memberikan pertimbangan-pertimbangan.

Anit adalah sahabat yang baik. Ia tahu sekali jika ada di antara kami yang sedang bermasalah, dan tempat curhat yang baik. Namun sayang, selama di kepengurusan, kami sudah jarang menggelar ajang qodhoya.

Syukron karena telah menjadi Bendum yang baik nit!!^^

NAMIA.
Nama yang unik bukan? Aku sangat suka dengan nama Namia, yang biasanya kupanggil “NAMI” ini. Walaupun menurut sejarahnya, Namia biasa dipanggil Mia oleh teman-temannya di SMA. Tapi aku tetap bersikeras untuk memanggilnya dengan sebutan “Nami” sampai sekarang. Dan akhirnya teman-teman pun sudah mulai terbiasa dengan panggilan tersebut.

Diamanahkan sebagai sekretaris Umum NIC, Nami sungguh banyak membantu. Terutama dalam bidang kesekretariatan. Yang kusuka dari Nami adalah ke-ON-TIME-annya dalam menyelesaikan tugas. Seperti ketika aku meminta untuk membuatkan surat peminjaman ruangan, peminjaman alat, surat izin, surat ini, dan surat itu, Nami dengan sigapnya membuatkan lembaran demi lembaran surat, mem-print langsung (tanpa meminta biaya tinta print dari NIC). Syukron buk!!!

Walaupun dirimu termasuk pendiam dan jarang bersuara selama rapat, tapi aku sungguh salut dengan ke-tsiqohan Nami…
Jazakillah khoir Nami-Nami!!!

DESI NOVITA RIDWAN!!!
humm…. Terlalu banyak kisah tentang makhluk yang satu ini…

Desi, dara Aceh Tengah (Takengon) yang terdampar dari satu bencana ke bencana lain (dari tsunami di Aceh sampai G30S Padang) begitu kokoh bagai batu karang. Lucu, unik, dan menggemaskan. Aku paling suka mendengar cerita-cerita unik Desi tentang tsunami di Aceh. Bagaimana Allah dengan kekuasaanNya menyelamatkan dirinya dan ayahnya. Namun begitu, Desi adalah pecinta laut. Ia tidak trauma dengan laut, dan sudah mulai terbiasa dengan gempa. Anak yang satu ini suka pergi ke taplau ssendirian, karena kami sering menolak kalau diajak (lah ngajaknya sore sih dan kita-kita udah pada capek banget habis kuliah). Namun akhirnya kami melarang Desi ke taplau sendirian, alasannya bukan karena takut Desi diculik, tapi demi keamanan dan kelaziman saja :)…

Sayangnya, teman sekamar Feni Betriana ini sangat PHOBIA dengan makhluk bernama KUCING!! Berhati-hatilah jika Anda sedang jalan bareng Desi, karena jika tiba-tiba ada kucing, anjing, tikus atau makhluk berkaki empat lainnya melintas, Desi secara refleks dan spontan akan mencengkran apa yang bisa dicengkramnya. Biasanya sasaran Desi adalah jilbab, tangan, lengan dan pastinya kita adalah korban sampingan yang turut kesakitan karena cengkramannya… Desi lebih baik melihat ular daripada dilintasi kucing katanya. heheh

Selama di pengurusan, aku paling sering jalan bareng Desi. Aku dan kaput setiap minggunya harus mengikuti forkor di Unand atas. Dulu, di awal-awal kepengurusan, Desi gak mau diajak forkor. Biarlah Desi ikut Konsput aja katanya. setelah diselidiki, ternyata alasannya adalah karena di forkor ada ikhwannya, sedangkan di konsput kan gak ada. Lebih enak rapat tanpa ikhwan (ya iyalah… seperti rapat di NIC aja). Tapi setelah dibiasakan, akhirnya Desi dengan setia menemaniku menyusuri perjalanan menuju UNAND atas yang sangat panjang dan berliku (kalau Desi bilang, perjalanan untuk ikut forkor itu berasa lagi dalam perjalanan pulang kampung *saking jauhnya*)

Walaupun suka stress sendiri memikirkan agenda keputrian, Desi sudah berhasil membawa nama Keputrian NIC ke dalam beberapa ajang. Sehingga NIC yang sepertinya “tidak dikenal” menjadi cukup dikenal,,,heh

Hmmm… menurut teman-teman yang lain, kami adalah pasangan kaput dan ketum paling aneh di antara Ketum-Kaput FSI lain. Tentu saja..hohoho… Secara kami sama-sama akhwat, akan sangat mudah akrab dan berkoordinasi. Aku paling sering bertengkar dengan Desi. Saling mengkeroyok, saling baku hantam hehehe… Kenangan yang indah. Aku takkan lupa dengan isi sms sehabis Mubes yang dikirim Desi…

syukron desi, telah mewarnai hari-hari Ni dengan tawa dan canda. Dirimulah adalah orang yang paling jujur mengungkapkan perbaikan-perbaiakan untuk diriku yang banyak kekurangan ini. Tetap semangat di jalan ini!! Allahu Akbar!!!

Next….

Namanya FirnaLiza Rizona. Orang Minang asli namun lahir dan besar di Jambi. Akhwat tangguh yang punya hobi dan bakat yang lumayan canggih. Beliau Internisti tulen! Aku juga suka mendengar cerita Liza tentang bola, banyak hal yang bisa kupelajari tentang bola dari Liza.

Liza adalah akhwat tomboy versi anggun. Aku paling suka dengan style Liza yang selalu memakai sepatu kets “cooollll” nya, dengan ransel biru di punggung, kadang dipadu dengan jaket intermilan/ jaket-jaketnya yang lainnya. Betul-betul kerenn dah Za…

Liza pinter banget main gitar. Beliau berhasil mengantarkan kami sebagai juara I lomba nasyid pada DC tahun kemaren, dan juara III lomba nasyid PRISMA melalui kepiawaiannya bermain gitar. Namun walau begitu, Liza paling gak suka nenteng-nenteng gitar kalau kami musti nampil nasyid… (huhftt) Silahkan baca ini dan ini ,,,, 🙂

Agenda KPSDM bukanlah agenda yang ringan. Sangat padat dan berat. Dan Liza yang kukenal adalah orang yang ahli mengggerakkan orang lain hanya melalui sebuah instruksi via telfon atau sms, atau komunikasi langsung yang sangat efektif. Aku masih ingat, dulu di tahun pertama, Liza menjadi Ketua Panitia BAKSOS NIC. Namun ia harus pulang kampung ke Jambi dan baru balik beberapa hari sebelum Baksos. Bayangkan, Liza meng-handle panitia lain hanya melalui saluran telfon… Liza sangat pandai “memberdayakan tenaga anggotanya” hohoho….

Sisi seru bersahabat dengan Liza adalah ketika adegan marahannya. Liza adalah orang yang paling tidka tahan kalau harus diam-diaman terlalu lama. Ia akan segera mendekati sahabat yang keliatan “marah” tersebut, menanyakan langsung, mengkonfirmasi, meminta maaf dan selesaii…. Hehe aku selalu menunggu-nunggu telfon dari Liza jika kami sedang main “ngambok-ngambok”an….

Oke za…. Syukron atas semua usahanya. Ni tau, Liza udah bekerja keras selama ini. afwan jiddan jika ada yang kurang care dan membantu selama ini.

A.R Yulia Sunarti

Koor. Syiar yang satu ini berasal dari angkatan 08. Sejak awal masuk PSIK memang sudah menunjukkan keeksistensiannya dalam dunia “ini”. Dahulunya magang di FKI Rabbani dan sempat menjadi ketua panitia acara seminar publik speaking yang diangkatkan sebagai agend magangnya.

Yulia yang sampai sekarang tak kuketahui apa kepanjangan dari A.R di depan namanya (pemaksaan yang kulakukan tak mempan, akhirnya aku berkesimpilan A.R–> Ajeng Raden) memang sangat telaten dalam melaksanakan amanahnya. Proaktif dan patuh sekali pada perintah ketua (heheheh….). Walau intonasi berbicaranya sangat cepat (beberatus kata per menit :P) Yulia berhasil mengangkatkan semua proker Syiarnya untuk kepengurusan tahun ini. Semoga adik yang satu ini bertambah eksis dalam dunia dakwah, aktif dan memaksimalkan potensi. Syukron dek!!!

Namanya Hazrina Adelia. Panggilannya Mbak Rin. Tak nyambung memang, tapi itulah adanya. Sejak kenal pertama di kampus, aku sudah tahu kalau mbak Rin adalah orang yang aneh. Dengan ranji keturunan yang akhirnya membuat dia bingung tentang asal kampung sebenarnya, semakin membuat aneh mbak Rin di depanku.

Mbak Rin yang sangat suka dengan Jepang (dan berhasil mempengaruhiku ) adalah koordinator HUJAN NIC. Sangat tepat sekali Beliau didudukkan di sana. Dengan IQ nya yang lumayan, pengetahuan yang “sedikit” luas, serta keahlian mengutak atik program photoeditingnya membuat HUJAN lebih berwarna tahun ini.

Mbak Rin sudah kuangkat sebagai Penasehat Umum Kerajaan. Jika ada yang mengusulkan ide tanpa sempat memikirkan efek samping dan dampak dari usulan tersebut, maka silahkan tanya ke Mbak Rin, Mbak Rin sangat ahli memikirkan resiko dan keburukan dari ide-ide agenda yang akan diangkatkan (ck ck ck, sering membuat tasuruik yang ngasih ide). Terlalu rasional, terlalu cuek, dan terlalu apa adanya. *ck ck ck lagi*

Banyak hal yang kupelajari dari Mbak Rin, dan masih banyak yang ingin kugali darinya. Ilmu komputernya, Ilmu pengetahuan umumnya, Ilmu karatekanya, Ilmu musiknya, de el el el…

Mbak RIn sangat setia kawan. Bisa diajak kemana-mana kalau dia sempat dan bisa. Mau nunggguin kalau kita gak lelet dan hampir ditinggal rombongan kalau sedang bepergian. Sering menjadi korban untuk kuajak jika ada agenda di UNAND atas jika yang lain tak ada yang mau ikut. Internet Hollliiiicc!!! Everyday is ngenet! Asyiknya, ngenet di HP si mbak unlimited, bisa dipinjam kalau mbak lagi gak ngonect. Paling sering menjadi sasaran tempat “numpang nelfon” dengan alasan syar’i (seperti nelfon dosen, nelfon ortu. Syukron mbak.. ntah berapa pulsa yang telah mbak sumbangin untuk kita-kita….

At least, mbak Rin adalah orang yang cukup berpengaruh dalam perkembangan karirku di dunia maya (ilmu nge-blog, ilmu nge-dit, ilmu apa lagi ya? tapi mbak Rin bersikukuh tak mau mengajarkan ilmu hitamnya di dunia maya ini kepadaku, tak baik untuk kesehatan katanya…hehehe)
Oh ya, satu lagi… beliau satu-satunya orang yang tau apa e-mail, username, password aun-akun yang kupunya. Tapi sorry mbak, beberapa sudah Ni ganti…

Syukron jzk lagi lah mbak!!

Syarifah Uswatun Hasanah. Aku juga suka nama ini! Panggilannya uswah, aku sempat menawarkan untuk memanggilnya dengan syarifah saja (seperti biasa, aku suka memanggil orang dengan nama yang tak lazim digunakan orang lain untuk menyapa orang yang bersangkutan). Tapi Uswah tak sepakat, jadilah kita memanggil adik yang satu ini dengan sebutan Uswah saja.

Koordinator Biro Kesekretariatan ini sekarang adalah KETUM NIC 1011… Cukup telaten dalam bekerja. Penerimaan publiknya bagus.

Uswah adalah adik BP Desi, berasal dari Aceh juga, tapi dari Aceh selatan. Dan uswah juga se-kos dengan Desi. Republik Tarandam Bersatu yang telah kutinggalkan pasca gempa. Suka bertanya kenapa begini kenapa begitu, dan suka jika rapat itu diadakan di pagi hari saja.

Syukron jazakillah ya dek. Buat NIC lebih naju daripada kepengurusna kita dahulu!! Kak yakin Uswa pasti BISA!!!Tetap jaga amalan yaumi, karena itulah yang akan turut menjaga kita.. 🙂

Oia, kak suka dengan sepeda baru Uswa!!! (*punya maksud terselubung :P)

Ftria Diumayani Anwar a.k.a Ipit. Asli Padang namun sempat sekolah di Payakumbuah. Kasihan sekali Ipit. Rumahnya di daerah samping gerbang UNAND atas (aku tak tahu apa nama daerahnya). Ipit memang sudah lulus di UNAND, dan tinggal di kawasan UNAND pulan, namun sayang ia lulus di jurusan yang kampusnya terpencil dari UNAND itu sendiri. Tiap hari dua kali naik angkot ke kampus, dan dua kali plus satu kali naik bus kampus kalau mau pulang ke rumah. Maka berhati-hatilah memilih jadwal pertemuan dan agenda dengan Ipit, agar beliau tidak kerepotan mengatur jadwal keberangkatan.

Ipit adalah koor Biro Danus kami. Jiwa enterprenuernya cukup bagus. Pandai melirik keinginan publik dan harga pasar. Orangnya rasional juga, dan gak neko-neko. Ipit murah senyum dan tertawa, apalagi kalau bersama Desi. Desi sering ngajak Ipit ke pasar, dan anehnya ipit juga mau aja kalau diajak.

Selama di kepngurusan, Ipit sudah bekerja dengan keras. teruatama dalam mencari penghasilan dan omset pemasukan untuk kas NIC. Dari bazar, sampai jualan kue di kampus. Syukro Ipit……….

Feni Betriana dan Wenny Fifiana. Dua orang staff Keputrian yang juga aktif dalam setiap agenda NIC. Wenny dan Feni yang walau sibuk di jalur siyasi (BEM dan DPM), namun tak kurang perhatiannya terhadap agenda-agenda NIC.

Feni yang selalu sabar mengikuti rapat-rapat presidium, dan sesekali memberikan ide dan masukan. Feni yang paling dewasa dan bijak dalam penyampaian.
Oia, Beliau ini juga adalah menejer tim nasyid kami. Selalu meluangkan waktu jika kami melaksanakan latihan sebelum perlombaan. Feni kaya akan pengalaman dan cerita-cerita seru, dan aku sangat suka sekali memperhatikan dan mendengar kalau Feni lagi bercerita. Pelerai, pendamai, dan penetralisir suasana jika kami mulai menjadi aneh.

Syukron ya Fen, terutama untuk pinjaman laptop Axio nya (karena infocus kampus cuma mau nyambung dnegan Axio feni) kemudian kesediaan Feni menjadi MC di berbagai agenda kita 🙂 . Guru Bahsa Jepang yang baik dan sabar serta pengertian, rela menolong dan tabah deh pokoknya…..Arigatou gozaimasu annne-chan!!!

Wenny, yang kemaren baru dilantik sebagai Ketua Keputrian NIC mendampingi Uswah, adalah sosok yang dewasa juga di angkatannya. Sangat cekatan dalam bekerja. Selain aktif di keputrian, Wenny juga cekatan membantu agenda-agenda NIC yang lain.

Kemaren wenny sempat shock ketika dipilih menjadi Ketua Keputrian menggantikan Desi… Yang sabar ya dek, tetap istiqomah, insyaAllah wenni BISA!!!

Oia, kakak juga suka dengan sepeda baru Wenny yang kembaran sama sepeda baru Uswah…:D

********** Teruntuk semua DPH NIC 910,,,, syukron jazakallah atas semua bantuan, kerjasama, dan partisipasinya demi menegakkan dakwah kampus PSIK…

Afwan jiddan atas semua kesalahan yang Ni perbuat. Sesungguhnya Ni mendapatkan pelajaran berharga dari kalian semua. sebuah pelajaran hidup yang takkan ditemukan dalam mata kuliah kita…..Ni merasa beruntung bisa berkenalan dengan kalian semua….

Syukron-syukron-syukron!!!

“Ya Allah, kereta ini adalah sarana bagi kami untuk berfastabiqul khairat dan menyeru kepadaMu. Ya Allah, kereta ini adalah sarana bagi kami untuk bergerak dalam barisan yang rapi dan solid dalam rangka mengajak orang lain menjadi penyeru di jalanMu. Maka Ya Allah, jangan Engkau jadikan kereta ini membelokkan hati-hati kami dari selainMu. Jadikan tiap gerak langkah kami bahkan ketika kami menstrategi, mengkonsep, dan menjalankannya, tetapkanlah kami selalu mengingatiMu. Tiada tujuan lain selain menegakkan dienMu. Kereta ini sangat kecil sekali. Ia hanya salah satu wajihah untuk menuju ke sebuah tujuan yang besar: ISLAM sebagai USTADZIATUL ‘ALAAM.”

Sesungguhnya Engkau tahu, bahwa hati ini tlah berpadu, berhimpun dalam naungan cintaMu. Bertemu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan, menegakkan syariat dalam kehidupan….

Kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukilah jalan-jalannya. Terangilah dengan cahyaMu, yang tiada pernah padam. Ya ROBBI bimbinglah kami…

Lapangkanlah kami dengan karunia iman, dan indahnya tawakal padaMu…Hidupkan dengan ma’rifatMu, matikan dalam syahid di jalanMu, Engkaulah pelindung dan pembela…

Ya Robbi bimbinglah kami….

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to Dan cerita itu akan menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan…

  1. Rin says:

    yuuhuu…. nyambung kok namaku….
    kan hazRINa

    yg membawa virus “mbak” ke kampus adalah ipit a.k.a fitria D.U….

  2. Aini Cahayamata says:

    Yang tidak tepat itu penggunaan kata “mbak” nya…

    hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s