Cahaya Legend

“Mujahidah on the blog!”

Sebuah Cerpen….
Bidadari di Lingkaran!! Aku Mencintaimu karena Allah!!

SEMUA BERMULA DI LINGKARAN….

“Akhwat, siapa yang siap untuk ngebina anak SMA?”

Kami semua terdiam.

“Ukhti, gimana? Amanah di kampus gak terlalu berat kan? ini ada satu adek dari SMK…” Tanya MR ku kepada salah seorang anggota Liqo’at.

Hatiku tiba-tiba bergetar, ingin menyambut tawaran baik dari sang MR. Sungguh aku ingin. “Ibu… layangkan tawaran itu untukku….!!!!” Jerit batinku.

Tanpa sadar, tiba-tiba tanganku terangkat.
Semuanya menoleh padaku.

“Uni (sapaan akrab MR padaku), mau?”

“InsyaAllah buk…”

“Amanahnya di kampus gimana? Bentar lagi mau follow up adik-adik mentoring juga kan?”

“InsyaAllah Sabtu-Ahad depan udah mubes buk, habis itu lengser dan kegiatan forum tidak akan sepadat biasanya. InsyaAllah Ni bisa buk. Nanti kalau bisa digabung dengan adek-adek di kampus ”

“Ya, coba dulu ya… Itu Uni lihat sendiri penampilan calon binaannya. InsyaAllah bisa digabung ya”

Hatiku berbunga-bunga… Amanah baru dan tidak tahu kenapa, aku sangat menanti-nantikan moment ini. Aku tahu, pasca disuksesi akan banyak waktu luang, dan aku tak mau Post Power syndrome (Sindroma yang dialami para lansia karena merasa tak dibutuhkan lagi pasca melewati masa-masa produktifnya) terjadi padaku.

***********

Kring…kring…kring….

Handphone ku berdering nyaring, aku yang sedang konsentrasi membaca diktat kuliah cukup kaget mendengarnya. Namun senyumku pun merekah, deretan nomor yang muncul di layar HP mungilku menyiratkan yang menelfon adalah sang Murrobiyah.

“Assalamu’alaikum ibu..”

“Waalaikumsalam uni, sehat?”

“Alhamdulillah ibu, ibu gimana?”

“Alhamdulilah… Uni, ibu sudah ngehubungi adik-adik SMA, adik mentor uni ada berapa di kampus?”

“Hmm..ada sepuluh orang bu”

“Adik-adik SMA ada 9 orang, ditambah yang SMK kemaren ada 2 orang, jadi semuanya ada 11 orang insyaAllah. Jadi gak bisa digabung dengan yang di kampus”

“Ya bu, berarti dibuat satu lingkaran lagi aja ya buk”

“Gimana uni? Bisa?”

“InsyaAllah bu, Ibu kasih tau aja sama adik-adik tu untuk datang jam dua di mesjid biasa Jum’at depan. Ni udah kasih tau yang dari SMK bu”

“Ya, udah ibu kasih tau. Pokoknya uni siap-siap aja dulu. Pertemuan pertama ta’aruf . Ya pandai-pandai uni lah. Uni pasti bisa!!”

“Oke bu, insyaAllah…^^”

****************************

Kamis malam, ketika surfing di internet, main-main di Facebook… Tiba-tiba mataku menangkap status seorang sahabat:

“Untuk MR yg kucintai krn Allah,syafakillh.. Aku merindukanmu.. Smg Allah membrkan kekuatan dlm melawan pnyktmu..”

Perasaanku tiba-tiba tak enak, walaupun tidak berada dalam satu lingkaran yang sama lagi; namun sahabatku yang satu ini cukup dekat dengan MR kami. Segera ku komentari:

“siapa yg sakit ukhty?? Ibukkah?? :(“

Beberapa saat kemudian notificationpun muncul, jawaban dari sahabatku:

“Iy,td pngsan 3x d skolah..”

Astagfirullah,,, ibu sakit apa sebenarnya? Kemaren ibu bilang mau ke Jakarta, tapi tidak menceritakan apa tujuannya ke Jakarta. Ya Allah… sembuhkan murrobbiyahku….

*****************************

Jum’at itu…..

“Ibu, ini hari pertamaku, do’akan aku sukses ya Bu… Walaupun di kampus aku sudah pernah menjadi mentor, tapi kali ini rasanya beda. Wajah-wajah baru yang memiliki kemauan kuat dan dari hati. Tidak seperti adik-adik di kampus yang sebagian besar ikut mentoring karena itu adalah program dari kampus sebagai pemenuhan nilai Pendidikan Agama. Aku tidak ingin mengecewakan mereka bu… Dan tidak ingin mengecewakan Allah serta dirimu yang telah melimpahkan amanah ini padaku”

lirih aku berbisik dalam hati.

Inginku mencurahkan semua isi hati kepada sang MR. Tapi beliau sedang terbaring lemah. Kabar terakhir, ibu dirawat di IGD. Hatiku sedih karena belum bisa menjenguknya. Kabar-kabar angin yang beredar mengenai apa penyakit MR ku cukup membuatku cemaas. Ya Allah, sembuhkan murobbiyahku….

Tiliiiliiittiitliiitt….

Ada sms masuk.

“Uni, jangan lupa ya, hari ini Liqo pertama. Ibu sudah ingetin murid-murid ibu yang dari SMA”

Sms dari Murrobiyahku!!! Subhanallah… Ibu, walaupun dalam keadaan sakit masih sempat untuk mengingatkanku!!! Sungguh besar perhatiannya untuk dakwah!!!

Dengan penuh semangat dan kemantapan hati, aku melangkah menuju mesjid, tempat yang akan menjadi saksi pertemuan pertamaku dengan wajah-wajah baru yang ingin diwarnai itu. Bismillah… Ridhoi usahaku ya Rabb.

Sesampainya di Mesjid, tak ada siswi-sisiwi SMA yang kulihat. Yang ada hanya beberapa orang jamaah yang sedang khusyuk melaksanakan sholat zuhur. Kulirik jam di HP. Hmmm… pukul 14.00. Pukul 14.00 di HP ku berarti masih belum pukul 2. Settingnya memang kubuat lebih cepat 10 menit, untuk menghindari keterlambatan. Perlahan aku meyandarkan tubuhku di salah satu dinding mesjid dan mulai tilawah pendek sebelum adik-adik tersebut datang.

Satu orang pun datang, tapi waktu sudah mulai menunjukkan pukul 14.15. Kemana yang lainnya?

Tiba-tiba terlintas di benakku MR ku yang biasanya lebih sering menjadi penuggu atas keterlambatan-keterlambatan kami sebelum Liqo’. Ya Allah, betapa seringnya kami menzholimi beliau atas detik demi detik waktu yang beliau habiskan untuk menuggu kami. Inikah yang namanya hukum karma?

Tak sabar, ku sms lagi sang MR, menanyakan keberadaan siswi-siswi MR ku, calon mutarabbi…

Secepatnya ibu langsung menenangkanku agar bersabar karena adik-adik itu masih dalam perjalanan.

Alhamdulillah, setelah menunggu lebih dari setengah jam, mereka pun datang. Dan kami pun memulai sesi ta’aruf kali itu dengan penuh keceriaan. Ada perasaan yang berbeda ketika aku memberikan sesuatu kepada mereka. Ada rasa nyaman, senang, ketika melihat wajah-wakah bersemangat dan ceria itu.

Perasaan takut tidak bisa menikmati agenda itupun hilang sudah.

Hmm… andai teman-temanku yang lain merasakan apa yang aku rasakan saat itu.

Ya Allah, semoga Engkau menjadikan tarbiyah sebagai kebutuhan bagiku dan mentarbiyah sebagai kesenangan. Sungguh indah bisa berbagi pengetahuan di sini.
Alhamdulilah, terimakasih ya Allah atas kesempatan indah ini, terimakasih untuk Murobbiyah yang engkau takdirkan untuk membinaku. Terimakasih ibu… Ana uhubbukifillah lillah… Syafakillah… Semoga Allah menjadikan penyakit ini sebagai penggugur dosa-dosamu.

Ya Allah, berikanlah kesembuhan untuk beliau, dakwah masih membutuhkannya ya Allah…
Aku masih ingin belajar banyak darinya…..

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s