About Drugs

Bismillahirrahmnirrahim…

Alhamdulilah, Note Hutang ini akhirnya terbit juga ^^…….

Oke let’s talk about drugs…
Tapi upss.. drugs di sini maksudnya bukan obat-obatan terlarang ya…
ini cuma pembahasan tentang hal-hal yang musti diperhatikan ketika kita memilih obat.

Tidak semua obat yang kita kenal bisa digunakan begitu saja. Ada pertimbangan-pertimbangan khusus dalam memilih obat.

Berikut beberapa pertimbangan-pertimbangan khusus dalam pemberian obat:

1. Absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi obat

Absorbsi: daya serap obat. Obat diserap melalui saluran gastrointestinal (pencernaan). Pada orang yang mengalami gangguan pencernaa (muntah atau diare) akan mempengaruhi absorpsi obat….

Distribusi: Proses transpor obat menuju cairan tubuh atau jaringan tubuh. Yang dipengaruhi oleh aliran darah, afinitas (kekuatan penggabungan) terhadap jaringan, dan efek pengikatan dengan protein.

Metabolisme: Semua bayi, khususnya neonatus dan bayi dengan berat badan lahir rendah mempunyai fungsi hati dan ginjal yang belum matang. Demikian pula orang lanjut usia juga kehilangan sebagian dari fungsi selnya.

Ekskresi: rute utama dari ekskresi obat adalah melalui ginjal. Empedu, feses, paru-paru, saliva, dan keringat juga merupakan rute dari ekskresi obat.

2. Usia

seperti yang sudah dijelaskan di atas, usia menentukan proses metabolisme dari obat yang akan digunakan. Sehingga jenis dan dosis obat yang diberikan pada setiap orang juga tidak sama. DOsis pada anak-anak berbeda dengan dosis pada dewasa.

3. Berat Badan

Orang yang obes memerlukan penambahan dosis, dan orang yang kurus mungkin memerlukan sedikit.

4. Efek Samping, Reaksi yang Merugikan, dan Efek Toksik

Efek samping adalah efek fisologis yang tidak berkaitan dengan efek obat yang diinginkan. Semua obat mempunyai efek samping baik yang diinginkan maupun tidak. Bahkan dengan dosis obat yang tepatpun, efek samping dapat terjadi dan dapat diketahui bakal terjadi sebelumnya. Efek samping terutama diakibatkan oleh kurangnya spesifisitas obat tersebut.

Dalam beberapa masalah kesehatan, efek samping mungkin menjadi diinginkan, seperti Benadryl diberikan sebelum tidur: efek sampingnya yang berupa rasa kantuk menjadi menguntungkan. Tetapi pada saat-saat lain, efek samping dapat menjadi reaksi yang merugikan. Istilah efek samping dan reaksi yang merugikan kadang-kadang dipakai bergantian. Reaksi yang merugikan adalah batas efek yang tidak diinginkan (yang tidak diharapkan dan terjadi pada dosis yang normal) dari obat-obat yang mengakibatkan efek samping yang ringan sampai berat. Reaksi yang merugikan selalu tidak diinginkan.

Efek toksik,atau toksisitas suatu obat dapat diidentifikasi melalui pemantauan batas terpeutik obat tersebut dalam plasma (serum). Tetapi obat-obat yang mempunyai indeks terpeutik (batas keamanan obat) yang lebar, batas terapuetik jarang diberikan. Untuk obat-obat yang memiliki indeks terapeutik yang sempit, batas terapeutiknya dipantau dengan ketat. Jika kadar obat melebihi batas terapeutik, maka efek toksik kemungkinan besar akan terjadi akibat dosis yang berlebihan atau penumpukan obat.

5. Faktor emosional

Komentar-komentaryang sugestif menegnai obat dan efek sampingnya dapat mempengaruhi efek obatnya

6. Adanya Penyakit

Nah ini juga penting untuk dikaji sebelum memutuskan obat apa yang tepat untuk diberikan kepada klien..
Adanya gangguan hati, ginjal, sirkulasi, dan gastrointestinal adalah contoh-contoh keadaan yang dapat mempengaruhi respons terhadap obat

7. Toleransi

Kemampuan klien untuk berespon terhadap dosis tertentu dari suatu obat dapat hilang setelah beberapa hari atau minggu setelah pemberian. Suatu kombinasi obat-obatan dapat diberikan untuk mengurangi atau menunda terjadinya toleransi terhadap obat tertentu.

Masih banyak yang mau Ni share di sini…
Kapan-kapan kita sambung lagi yak!!

Wassalam,,,,

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

3 Responses to About Drugs

  1. yorijuly14 says:

    Hoho… finally
    Interesting and comprehensive as well.

    Nurses should know about drugs because they will safely administer the drugs.
    Keep writing

    Like

  2. Apriyandi says:

    da yori…
    kok keperawatan yang buek ttg pemakaian obat???

    kmana farmasisnya???

    (*wak c dak pulo taw bana ttg obat doh..lah difarmasi mah..hehe)

    Like

  3. Aini Cahayamata says:

    ehm…
    seperti yang sudah disampaikan oleh da Yori, perawat itu lebih berperan ke arah menejerial pemakaian obat. Karena yang selalu berada di samping pasien adalah perawat…

    Oia, Ni ambil bahan ini dari mata kuliah farmakologi 1. Di keperawatan kami belajar farmako 2 semester.Dan juga belajar Obatra,yang ngajar dari fak. farmasi,,,selain itu di bagian keperawatan sendiri juga ada kuliah tentang farmakologi keperawatan, bagaimana cara memberikan obat kepada pasien,de el el…

    Jadi bukanlah hal yang tabu jika perawat berkecimpung dalam bid.farmakologi. Malah aneh jika perawat tidak mengetahui tentang ini. Karena perawat dalam memberikan nursing care nya musti secara komprehensif (menyeluruh), gak hanya sisi caring,tapi juga gizi, kondisi medik,psikologis,biologis,fisiologis,dst…

    Oia, note ini belum selesai…
    masih banyak pembahasannya….

    sekian komen dari Ni, semoga kita bisa sharing ilmu, karena pada dasarnya kita punya visi yang sama dengan jobdisc yang berbeda…

    ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s