Memoar Nasyid Part VI “Sesingkat Persiapan”

Memoar Nasyid Part VI “Sesingkat Persiapan”

Assalamu’alaikum…. (bacanya pakai irama nasyid Raihan ya!)

Apa kabar saudaraku sekalian, kami mendo’akan dirimu selamat sejahtera…

Akhirnya Memoar Nasyid ini sudah memasuki bagian yang keENAM sodara-sodara… Ibarat sinetron nih, Cinta Fitri season III udah jauh ketinggalan deh..hehehe

Masih ingatkan dengan season-season sebelumnya?

Kalau udah amnesia atau “demensia”, sini saya ingatkan lagi…
Memoar Nasyid Part I : Tragedi Angkot Macet —-> perjalanan pertama latihan nasyid pertama
Memoar Nasyid Part II : Semanis Kesabaran ——> Ikut Lomba nasyid perdana di Dekan Cup Fakultas
Memoar Nasyid Part III and IV: Undangan yang Menegangkan dari Keputrian FKI Rabbani
Memoar Nasyid Part V: Lomba nasyid sekota Padang

Nah, sekarang Ni mau cerita-cerita lagi nih (actually ingin mengabadikan kisah ini supaya bisa dibaca kapanpun)

Tepat setahun sudah semenjak Lomba Nasyid DC (Dekan Cup) 2009 perdana yang kami ikuti, hari ini kami berkesempatan lagi untuk mencoba “peruntungan” (jiah istilahnya) di DC 2010.

Kabar akan diadakannya lomba nasyid sudah tersiar jauh sebelum hari H. H-1 bulan kurang lebih :D.

Tapi walaupun sepertinya punya banyak waktu untuk mempersiapkan diri, justru inilah yang membuat kami sedikit berleha-leha. Tapi gak juga sih, mengingat dan menimbang PADATNYa kegiatan sebulan sebelumnya, mulai dari Ners Peduli-Baksos NIC-Mubes NIC-Ujian tengah semester-gak kerasa SEMINGGU setelahnya udah mau Lomba nasyid aja,… ck ck ck ck kembali kami kocar-kacir mempersiapkan diri untuk perlombaan kali ini. Rencana seminggu penuh latihanpun gagal, karena pertama: Ujian Tengah Semester memakan jatah waktu lebih 2 minggu, so beberapa hari gak bisa latihan karena mau fokus ujian.

Seperti biasa, adegan pertama yang kami lakukan sebelum memulai latihan adalah “Bingung”. Bingung mau membawakan nasyid apa pas tanding nanti. Menurut pamflet yang tersebar dna informasi yang berhasil dikumpulkan oleh menejer kami tercinta (Feni Betriana), peserta boleh membawakan 2 buah nasyid “Bebas”. Nah, kata “bebas” nya inilah yang membuat kami makin membingungkan diri. Setelah beberapa waktu bersemedi dan mencari ilham dengan sedikit bumbu perdebatan dan adegan bujuk membujuk, akhirnya kami mengeluarkan kata “sepakat” dan “Syah” untuk membawakan nasyid KEMBALINYA Tashiru “again” dan “Satu Rindu” nya Opick feat Amanda versi arrangement “kami”. (senyum lebar).

Nah, yang Satu rindu (atau kami sering nyebut nasyid “hujan”) ini yang lumayan bikin ribet. Apalagi Liza pakai acara ngambok karena kami tuduh salah cara “ngejreng” gitarnya. Hehehe, afwan Za. Untung ada Feni (menejer tercintah) yang segera mendinginkan suasana.

Awalnya nasyid akan diselenggarakan pada hari Sabtu (1 Mei 2010) pada pukul 4 sore. Nah, kalau tahun lalu kami nunggu lamaaaaaaa banget di TKP, kali ini kami tak ingin nunggu-nunggu lagi. InsyaAllah kami mau datang tepat sebelum acara dibuka saja.

Actually, diriku pribadi menunggu problem apa yang akan terjadi sebelum penampilan nasyid kali ini. Yeah, pengalaman-pengalaman sebelumnya, tak ada penampilan nasyid yang tanpa ada masalah di awal ceritanya. Dan tarrrraaaa…. Masalahnya adalah, jadwal nasyidd diUNDUR sodara-sodara! Dan kami mendapatkan sms pemberitahuannya, tepat beberapa meter dari rumah Liza ketika mau berangkat ke kampus FK dan di tengah hujan lebat pula. Hwahahahahha… No surprise! No dissapointed (saya gak kecewa, yang lain gak tau deh)! Biasa aja tuh! Karena emang udah biasa didera masalah sebelum mau nampil (silakan baca-baca lagi memoar-memoar sebelumnya :p).

Lagian sebelumnya saya pribadi sudah mendapatkan firasat gak jadi nampil hari itu. Mulai dari kejadian kamar liza yang kekunci dan tidak bisa dibukak, parahnya gitar ada di sana cuy, akhirnya Liza betmut setelah sebelumnya berolaborasi dengan Rika dan Titik untuk ngebongkar kunci kamar secara paksa (ck ck ck akhwat teknikal banget) dan sempat terlontar dari mulut Liza,” Gimana kalau nampil nasyidnya tanpa gitar aja? Tangan Liza gak sanggup lagi nih” *What !Gasswattt gan! Misi penyelamatan gitar malah berimbas kepada guitarisnya sendiri.

Untunglah ada Feni yang kemudian mengeluarkan jurus menenangkan andalannya. “Ya sudah dulu, Liza kan masih capek habis ngebongkar pintu kamar, istirahat aja dulu,biar para vokalis latihan suara mereka aja dulu”*dengan tampang bijaksana

Wuidih jawaban Feni memang seperti embun di tengah padang sahara. Kalau kami mah (jika bukan karena liat tampang Liza yang udah kucel) bakalan teriak: Wayoiiikkkk…. Nehi…oh noooo…….tak boleh!!! Pokoknya harus pakai gitar! TITIK! (nah lo kok manggil si Titik?). Hehehe, kejamnya jadi temen.

Dan sore Sabtu itu hujan turun dengan lebatnya (apakah karena kami menyanyikan nasyid “Hujan” sehingga menimbulkan efek seperti nyanyian pemanggil hujan sehingga panitia DC Rohani memutuskan untuk mengundur perlombaannya???? Wallahu’alam :p)

Well… Akhirnya perlombaan diadakan keesokan harinya Ahad) pada pukul 1 siang. Hmmm baiklah, lagi-lagi kami harus menunggu (karena ruangan baru selesai dipakai coaching dan musti “sedikit” dipermak oleh panitia). Pertama adalah penampilan nasyid ikhwan. Masih peserta tahun lalu (hanya ada satu tambahan tim nasyid 09) dengan membawakan nasyid yang sama dengan tahun lalu, tapi dengan tampilan yang sedikit diubah… Dan sayangnya hanya boleh membawakan satu buah nasyid!! *gubrak mode: ON, wah wah wah sekate-kate nih panitia, padahal kite-kite udah nyiapin dua lagu tuh…huuuhuuuuhuuu *Chibi Maruko Chan mode:on

Wah wah wah,,,jauh pesat ternyata perkembangan DC nasyid akhwat tahun ini. Peserta nya sampai 11 tim euy!!

Hmm… wajar sih, mengingat duniya pernasyidan sudah semakin digemari sekarang. Dan actually karena warga FK sudah jauh bertambah dengan adanya prodi baru (PendokGi) dan diperbesarnya quota penerimaan maba.

Dari PSIK sendiri ada dua tim. Satu tim kami (Farasyah) dan Ana Falillahh Voice (like this name) tim nasyidnya anak-anak NIC 08… *hmm lumayan ada kemajuan *

Mendapat nomer urut 4 yang akhirnya tampil sebagai peserta nasyid ketiga lumanya membuat kaget. Akhirnya kami memutuskan untuk membawakan lagu hujan sajah… Hmm… semoga penampilan kami disukai penonton *sok malu-malu *

Kalau tahun lalu kami tak sempat menyaksikan penampilan peserta lain, tahun ini kami menyaksikan “full day”. Wah wah wah…. Ternyata mahasiswi FK banyak yang berbakat di bidang tarik suara yak…

Pikir punya pikir dan dari hasil perbincangan kami (saya dan si mbak Rin) dari bangku penonton tentang penampilan peserta yang lain, menurut pendapat saya nasyid itu gak Cuma butuh suara bagus aja, tapi bagaiamana kita ahli dalam menstrategi pemaduan beberapa suara sehingga enak didengar. Dan yang paling penting itu, nasyid gak boleh hanya bagus di fisik (materi dan tekniknya)nya saja cuy!
Tapi ruhiy nasyid itu sendiri juga harus bagus,maksutnya, bernasyid itu harus dari hati. Jika dari hati maka ia akan mengena di hati. Tapi jika hanya bagus di suara, maka tertinggalnya juga Cuma sampai telinga pendengarnya saja.

Hebadnya lomba nasyid kali ini, pengumuman langsung di tempat! Lebih cepat! Lebih seru dan lebih asik! Berbeda dengan tahun lalu yang untuk pengumuman saja membutuhkan waktu beberapa minggu.

Haaahhhhhhhhhhh…….. Whatever will be, will be dech… Ikhlaskan diri, yang penting itu proses bukan hasil *seraya membesar-besarkan hati*
Dannnnn hasilnya aaadalahhhhhhh——> eng ing engggggg…. Selamat selamat selamat!!! *apaan sih gajebo banget!*

Mendapatkan juara lagi walau hanya di posisi ketiga merupakan hal yang patut disyukuri dan sedikit ajaib juga. Karena dibandingkan dengan persiapan-persiapan kami untuk tampil lomba, persiapan kali ini lumayan sedikit longgar dan seperti :kejar tayang: sedangkan penampilan dari tim lain juga bagus-bagus.
Yeah begitulah sodara-sodara perjalanan memoar nasyid Part VI kali ini. Masih dipenuhi dengan intrik dan selalu bersifat problemik!

Walau begitu, selalu ada hikmah di balik semuanya…

*huaaahhhhh…udah dulu yak! Ngatug,,,besok kan hari pertama ke klinik, jadi musti nyiapin stamina yang fit…oia ada kabar buruk: tali tas exsport ku tercintah akhirnya putus juga…hua hua hua,,, gimana gak putus, lah dianya selalu dianiaya dengan musti membawa barang-barang berat sekaliber laptop kemana-mana. Afwan jiddan yah tas, sepertinya dirimu merajuk karena sudah beredar isyu kalau aku akan membeli tas ransel baru sekalian untuk KKN.Hehehehe….

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cahaya Legend, CERPEN^^, Memoar Nasyid. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s