Pengaruh Tumbuh Kembang pada Peningkatan Kesehatan Anak

Pengaruh Tumbuh Kembang pada Peningkatan kesehatan Anak

1. a). Tumbuh kembang

Pertumbuhan berarti bertambah besar dalam aspek fisis akibat multiplikasi sel dan bertambahnya jumlah zat interseluler.oleh karena itu pertumbuhan dapat diukur dalam sentimeter atau inch dandalam kilogram atau pound.Perkembangan digunakan untuk menunjukan bertamhnya keterampilan dan fungsi yang kompleks.Seseorang berkembang dalam pengaturan neuromuskuler, berkembang dalam mempergunakan tangan kanannya dan terbentuk pula kepribadiannya.Maturasi dan diferensiasi sering dipergunakan sbagai sinonim untuk perkembangan.

Factor penentu tumbuh kembang adalah factor genetic herediter konstitusional, yang menentukan potensi bawaan anak, dan factor lingkungan yang menentukan tercapai atau tidaknyanya potensi tersebut.

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang digolongkan menjadi tiga yaitu kebutuhan fisis-bomedis (‘asuh’), berupa pangan, sandang, papan, perawatan kesehatan dasar, hygiene, sanitasi,kesegaran jasmani, rekreasi; kebutuhan emosi / kasih saying (‘asih’); dan kebutuhan akan stimulasi mental (‘asah’) yang merupakan cikal bakal proses pembelajaran ( pendidikan dan pelatihan ) pada anak.

Jenis tumbuh kembang dibedakan menjadi tiga, yaitu tumbuh kembang fisis, intelektual, dan social emosional. Tumbuh kembang fisis meliputi perubahan dalam bentuk besar dan fungsi organisme atau individu. Tumbuh kembang intelektual berkaitan dengan kepandaian berkomunikasi dan kemampuan menangani materi yang bersifat abstrak dan simbolik, seperti berbicara, bermain, berhitung, dan membaca. Tumbuh kembang social emosional bergantung pada kemampuan bayi untuk membentuk ikatan batin, berkasih saying, menangani kegelisahan akibat suatu frustasi, dan mengelola rangsangan agresif.

Penilaian tumbuh kembang meliputi evaluasi pertumbuhan fisis ( kurva/grafik berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar dada dan lingkar perut), evaluasi umur tulang, evaluasi pertumbuhan gigi geligi, evaluasi neurologis, dan perkembangan social serta evalusai keremajaan.

b). Dasar-dasar tumbuh kembang ( Tahap perkembangan, Pola Tumbuh kembang, perbedaan individual )
Tumbuh kembang merupakan satu kesatuan yang mencerminkan berbagai perubahan yang terjadi selama hidup seseorang. Seluruh perubahan tersebut merupakan proses dinamis yang menekankan beberapa dimensi yang saling terkait :

Pertumbuhan—peningkatan jumlah dan ukuran sel pada saat membelah diri dan mensintesis protein baru; menghasilkan ukuran dan berat seluruh atau sebagian bagian sel.
Perkembangan—perubhan dan perluasan secara bertahap; perkembangan tahap kompleksitas dari yang lebih rendah ke yang lebih tinggi; peningkatan dan peruasaan kapasita seseorang melalui pertumbuhan, maturasi dan pembelajaran.

Maturasi—peningkatan kompetensi dan kemampuan adaptasi; penuaan; biasanya digunakan untuk menjelaskan perubahaan kualitatif; perubahan kompleksitas struktur yang memungkinkan berfungsinya struktur tersebut pada tingkat yang lebih tinggi.
Diferensiasi—proses modifikasi sel dan struktur awal secara sistematik untuk mencapai sifat fisik dan kimaiwi yabg spesifik; terkadang digunakan unutk menjelaskan kecendrungan massa kea rah spesifikasi; perkembangan aktivitas dan fungsi dari yang sederhana ke yang lebih kompleks.

Tahap Perkembangan

Pengelompokan tahap perkembangan anak umumnya dapat didasarkan dengan kelomopk usia, namun hal tersebut tidak dapat diterapjan pada semua anak karena tidak mempertimbangkan perbedaan-perbadaan individu.

Periode prenatal : konsepsi sampai lahir
Germinal; konsepsi sampai kira-kira 2 minggu
Embrio : 2 sampai 8 minggu
Janin : 8 sampai 40 minggu ( lahir )
Cepatnya laju pertumbuhan dan ketergantungan yang bersifat total membuat periode ini menjadi periode yang terpenting dalam proses perkembangan.

Masa bayi : lahir sampai 1 tahun

Neonatus : lahir sampai 27 atau 28 hari
Bayi : 1 sampai kira-kira 1 tahun
Masa bayi merupakan masa perkembangan motorik, kognitif, dan social yang cepat

.

Bersama pemberi asuhan ( orang tua ), bayi membentuk dasar percaya pada dunia dan dasar hubungan interpersonal di masa yang akan datang.

Masa kanak-kanak awal : 1 sampai 6 tahun
Toddler : 1 sampai 3 tahun
Prasekolah : 3 sampai 6 tahun

Peride ini, yang berasal dari waktu anak-anak dapat bergerak sambil berdiri sampai mereka masuk sekolah, dicirikan dengan aktivitas ynag tinggi dan penemuan-penemuan. Saat ini merupakan saat perkembanganmotorik berlangsung terus menerus.
Masa kanak-kanak pertengahan : 6 sampai 11 atau 12 tahun

Sering disebut sebagai “usia sekolah”, periode perkembangan merupakan salah satu tahap perkembangan ketika anak diarahkan menjauh dari kelompok keluarga dan berpusat si dunia hubungan sebaya yang lebih luas. Pada tahap ini terjadi perkembangan fisik, mental dan social yang kontinu, disertai penekanan pada perkembangan kompetensi keterampilan.

Masa Kanak-kanak akhir : 11-19 tahun
Prapubertas : 10-13 tahun
Remaja : 13 sampai kira-kira 18 tahun
Periode maturasi dan perubahan cepat yang membingungkan yang dianggap sebagi masa remaja dianggap sebagi periode transisi yang dimulai pada masa pubertas dan berakhir pada saat memasuki dunia dewasa—biaanya lulus sekolah menengah atas.

Pola Tumbuh Kembang

Pola tumbuh kembang bersifat jelas, dapat diprediksi, kontinu, teratur, dan progresif. Pola atau kecendrungan ini juga bersifat universal dan mendasar bagi semua individu, namun unik cara dan waktu pencapaiannya.

Kecenderungan arah : tumbuh kembang terjadi dengan arah/tahapan yang teratur dan terikat serta mencerminkan prkembangan dan maturasi fungsi neuromuscular. Pola pertama adalah arah sefalokaudal atau kepal-ke-kaki, kecenderungan kedua proksimodistal atau dekat-ke-jauh, kecenderugnan ketiga diferensiasi.

Kecenderungan Urutan. Pada semua dimensi tumbuh kembang terdapat urutan yang jelas dan dapat diperkirakan, yang bisanya dialami oleh setiap anak.
Laju perkembangan. Meskipun perkembangan memiliki urutan yang pasti dan tepat, namun laju perkembangan tidak sama karena setiap idividu itu unik.
Periode Sensitif. Terdapat batasan waktu selama proses pertumbuhan ketika organism berinteraksi dengan ligkungan tertentu dengan cara yang spesifik. Periode yang disebut periode kritis, rentan, danoptimsl adalah periode dalam kehidupan organisme ketika organisme tersebut rentan terhadap pengaruh positif dan negative.
Perbedaan Individual
Setiap anak tumbuh dengan keunikan dan caranya sendiri. Terdapat variasi yang besar dalam hal usia pencapaian tahap perkembangan. Urutannya dapat diprediksi tapi tidak dengan waktunya.

c). Pertumbuhan biologis dan perkembangan fisik ( proporsi eksternal, determinan
biologis dari pertumbuhan dan perkembangan, pertumbuhan dalam maturasi tulang rangka, maturasi neulogik, jaringan limpoid, perkembangan system organ )
Sejalan dengan pertumbuhan anak, dimensi eksternal mereka juga berubah. Perubahan ini disertai dengan perubahan yang berkaitan dengan struktur dan fungsi organ internal dan jaringan yang mencerminkan diperolehnya kompetensi fisiologis secara bertahap.
• Proporsi Eksternal
Variasi laju pertumbuhan jaringan dans system organ yang berbeda menghasilkan perubahan yang signifikan pada proporsi tubuh selama masa kanak-kanak. Kecenderungan perkembangan sefalokaudal paling nyata terlihat pada pertumbuhan tubuh total seperti yang ditunjukan oleh perubahan-perubahan tersebut.

• Determinan Biologis dari Pertumbuhan dan Perkembangan
Gambaran paling menonjol dari masa kanak-kanak dan remaja adalah pertumbuhan fisik. Selama perkembangan, berbagai jaringan di dalam tubuh mengalami perubahan pertumbuhan, komposisi, dan struktur. Pada sebagian jaringan, perubahan tersebut terjadi secari kontinu (mis.pertumbuhan tulang dan gigi).

• Pertumbuhan Dan Maturasi Tulang Rangka
Pengukuran yang paling akurat dari perkembangan umum adalah tulang rangka atau usia tulang karena usia tulang rangka erat hubungannya dengan pengukuran maturitas lainnya. Usia tulang ini ditentukan dengan membandingkan mineralisasi pusat osifikasi pusat tulang dan bentuk bentuk tulang yang terkait usia. Pusat osifikasi pertama kali muncul pada usia embrio dua bulan. Pada masa pasca natal pusat pertama muncul adalah tulang kapatatum dan hamtum pada pergelangan tangan. Oleh karena itu, radiograf tangan dan pergelangan tangan menjadi bagian yang paling bermanfaat untuk skrining dalam menentuka usia tulang rangka terutama sebelum usia 6 tahun.

• Maturasi Neurologik
System syaraf tumbuh proposional lebih cepat sebelum kelahiran.pertumbuhannya terjadi secara cepat pada masa bayi sampai masa kanak-kanak awal dan malambat pada masa kanak-kanak akhir dan remaja. Diyakini bahwa tidak ada sel-sel saraf baru yang muncul setelah enam bulan kehidupan janin.. perkembangan neurologic terkadang digunakan sebagai indikator usia maturasi pada minggu-minggu awal kehidupan.

• Jaringan Limfoid
Jaringan limfoid (terdapat dalam nodus limfe, timus, limpa, tonsil, adenoid, limfosit darah) berukuraan kecil, tetapi telah berkembang dengan baik pada saat lahir. Jaringan ini mencapai ukuran dewasa dengan cepat pada usia 6 bulan. Pada usia 10-12 bulan, jaringan ini mencapai perkembangan maksimal yang kira-kira dua kali ukuran dewasa.

• Perkembangan system organ
Jaringan dan system orgam mengalami perubahan pada masa perkembangan, baik secara mencolok maupun samar-samar. Perubahan tersebut berpengaruh pada pengkajian dan perawatan.

d). Perubahan fisiologis ( Metabolisme, suhu, tidur dan istirahat ), Temperamen
(makna temperamen ).

Perubahan fisiologis
Perubahan fisiologis yang terjadi di semua organ dan system didiskusikan berkaitan dengan disfungsinya. Perubahan yang sering dikaji adalah frekuensi nadi pernafasan, dan tekanan dartah. Perubahan lainnya yaitu :

1. Metabolisme
BMR menunjukkan perubahan jelas semasa kanak-kanak. BMR tertinggi pada bayi baru lahir (108 kkal/kg Bb), menurun progresif sampai maturitas (40-45 kkal/Kg BB), proporsi sedikit lebih tinggi pada laki-laki pada semua usia dan meningkat selama masa pubertas melampaui perempuan. Laju metabolism menentukan jumlah kalori yang dibutuhkan oleh anak.

2. Suhu
Suhu tubuh mencerminkan metabolisme, menunjukkan penurunan yang sama dari masa bayi ke maturnitas. Pada neonates yang sehat, hipotermi dapat menyebabkab konsekuensi metabolic negative seperti hipoglikemi. Bayi dan anak kecil rentan terhadap fluktuasi suhu, beespon terhadap perubahan suhu lingkungan, kerena menangis, marah,emosi, aktifitas fisik, maupun karena infeksi.

3. Tidur dan Istirahat
Tidur adalah mekanisme protektif tubuh utuk pemulihan dan perbaikan jaringan. Jumlah dan distribusi tidur anak beragam. Bayi baru lahir, tidur selama waktu yang tidak digunakan dan aspek-aspek lain dalam perawatannya.. selama akhir tahun pertama, sebagian anak tidur sepanjang malam disertai tidur 1-2 kali siang harinya. Usia 3 tahun anak-anak tidak lagi tidur siang, usia 4-10 tahun waktu tidur menurun dan meningkat pada priode pubertas.

Temperamen
Temperamen adalah cara berfikir, berperilaku atau bereaksi dan merujuk pada cara seseorang dalam menjalani kehidupannya. Ada 9 ciri/atribt temperamen:
1) Aktifitas : gerakan fisik seperti makan, tidur, madi, berpakain dan bermain
2) Ritrisitas : keteraturan fungsi fisiologis seperti lapar, tidur, eliminasi
3) Pendekatan(+) atau menarik diri (-) : terhadap stimulus baru
4) Kemampuan adaptasi
5) Ambang renposivitas : batas kekuatan stimulus untuk memunculkan reaksi
6) Intensitas reaksi : tingkat energy reaksi
7) Mood : jumlah perilaku menyenangkan dantidak menyenangkan
8) Distraksibilitas : mudah mengalihkan perhatian anak dengan stimulus eksternal
9) Rentang perhatian dan Persistensi :ketekunan dan kontinuitas aktivitas tampa peduli hambatan
Kategori umum temperamen berdasarkan atribut temperamen :
a. The easy child. Berkepribadian santai, teratur, mudah diprediksi. Jumlah anak 40%
b. The difficult child. Sangat aktif, sensitive, dantidak teratur. Jumlah anak 10%
c. The slow-to-warm-up child. Bereaksi secara negative, penolakan ringan, sulit beradabtasi pada paparan berulang, pasif pada situasi barum ketidakteraturan tingkat sedang. Jumlah anak 15%
d. Rentang luas dan tidak konsisten. Jumlah anak 35%.

Dasar Teoritik Perkembangan Kepribadian
Manurut Freud, semua prilaku manusia digerakkanoleh kekuatan psikodinamik, dan energi fisik ini dibagi menjadi 3 komponen : id, ego dan superego.
Perkembangan Psikoseksual
Menurut Sigmund Freud (1856-1939) Fase-fase perkembangan individu didorong oleh energi psikis yang disebut libido. Libido ini merupakan energi psikis yang bersifat sexual(dorongan kehidupan yang sudah ada sejak bayi). Setiap tahap perkembangan ditandai dengan berfungsinya dorongan-dorongan tersebut pada daerah tubuh tertentu. Freud membagi perkembangan manusia menjadi 6 fase :

• Fase Oral (0-1tahun)
Anak memperoleh kepuasan dan kenikmatan yang bersumber pada mulutnya.
Hubungan sosial lebih bersifat fisik, seperti makan atau minum susu. Objek sosial terdekat adalah ibu, terutama saat menyusu.

• Fase Anal (1-3tahun) :
Pada fase ini pusat kenikmatannya terletak di anus, terutama saat buang air besar. Inilah saat yang paling tepat untuk mengajarkan disiplin pada anak termasuk toilet training. Pada masa ini anak sudah menjadi individu yang mampu bertanggung jawab atas beberapa kegiatan tertentu.

• Fase Falik (3-5tahun) :
Anak memindahkan pusat kenikmatannya pada daerah kelamin. Anak mulai tertarik dengan perbedaan anatomis antara laki-laki dan perempuan. Pada anak laki-laki kedekatan dengan ibunya menimbulkan gairah sexual perasaan cinta yang disebut Oedipus Complex. Sedangkan pada anak perempuan disebut Electra Complex. Tetapi perasaan ini terhalang dengan adanya tokoh ayah bagi anak laki-laki dan tokoh ibu bagi anak perempuan.Periode Laten (5-12tahun) :

Ini adalah masa tenang, walau anak mengalami perkembangan pesat pada aspek motorik dan kognitif.. Anak mencari figure ideal diantara orang dewasa berjenis kelamin sama dengannya.

• Fase Genital (12tahun keatas) :
Alat-alat reproduksi sudah mulai masak, pusat kepuasannya berada pada daerah kelamin. Energi psikis (libido) diarahkan untuk hubungan-hubungan heteroseksual. Rasa cintanya pada anggota keluarga dialihkan pada orang lain yang berlawan jenis.

Perkembangan Psikososial ( Erik Erickson)
Adapun tingkatan dalam delapan tahap perkembangan yang dilalui oleh setiap manusia menurut Erikson adalah sebagai berikut :

1. Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan)
Tahap ini berlangsung pada masa oral, kira-kira terjadi pada umur 0-1 atau 1 ½ tahun. Tugas yang harus dijalani pada tahap ini adalah menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan tanpa harus menekan kemampuan untuk hadirnya suatu ketidakpercayaan. Kepercayaan ini akan terbina dengan baik apabila dorongan oralis pada bayi terpuaskan, misalnya untuk tidur dengan tenang, menyantap makanan dengan nyaman dan tepat waktu, serta dapat membuang kotoron (eliminsi) dengan sepuasnya.
2. Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu
Pada tahap kedua adalah tahap anus-otot (anal-mascular stages), masa ini biasanya disebut masa balita yang berlangsung mulai dari usia 18 bulan sampai 3 atau 4 tahun. Tugas yang harus diselesaikan pada masa ini adalah kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu.
3. Inisiatif vs Kesalahan
Tahap ketiga adalah tahap kelamin-lokomotor (genital-locomotor stage) atau yang biasa disebut tahap bermain. Tahap ini pada suatu periode tertentu saat anak menginjak usia 3 sampai 5 atau 6 tahun, dan tugas yang harus diemban seorang anak pada masa ini ialah untuk belajar punya gagasan (inisiatif) tanpa banyak terlalu melakukan kesalahan.
4. Kerajinan vs Inferioritas
Tahap keempat adalah tahap laten yang terjadi pada usia sekolah dasar antara umur 6 sampai 12 tahun. Salah satu tugas yang diperlukan dalam tahap ini ialah adalah dengan mengembangkan kemampuan bekerja keras dan menghindari perasaan rasa rendah diri.
5. Identitas vs Kekacauan Identitas
Tahap kelima merupakan tahap adolesen (remaja), yang dimulai pada saat masa puber dan berakhir pada usia 18 atau 20 tahun. Menurut Erikson masa ini merupakan masa yang mempunyai peranan penting, karena melalui tahap ini orang harus mencapai tingkat identitas ego, dalam pengertiannya identitas pribadi berarti mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara seseorang terjun ke tengah masyarakat
6. Keintiman vs Isolasi
Tahap pertama hingga tahap kelima sudah dilalui, maka setiap individu akan memasuki jenjang berikutnya yaitu pada masa dewasa awal yang berusia sekitar 20-30 tahun. Jenjang ini menurut Erikson adalah ingin mencapai kedekatan dengan orang lain dan berusaha menghindar dari sikap menyendiri.
7. Generativitas vs Stagnasi
Masa dewasa (dewasa tengah) berada pada posisi ke tujuh, dan ditempati oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. Apabila pada tahap pertama sampai dengan tahap ke enam terdapat tugas untuk dicapai, demikian pula pada masa ini dan salah satu tugas untuk dicapai ialah dapat mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi).
8. Integritas vs Keputusasaan
Tahap terakhir dalam teorinya Erikson disebut tahap usia senja yang diduduki oleh orang-orang yang berusia sekitar 60 atau 65 ke atas. Dalam teori Erikson, orang yang sampai pada tahap ini berarti sudah cukup berhasil melewati tahap-tahap sebelumnya dan yang menjadi tugas pada usia senja ini adalah integritas dan berupaya menghilangkan putus asa dan kekecewaan.

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

One Response to Pengaruh Tumbuh Kembang pada Peningkatan Kesehatan Anak

  1. Pingback: 2010 in review « Sang Pembelajar . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s