Suatu Ketika di Sore itu….

Sore itu, ketika aku tak mampu menahan rasa lelah dan kantukku ketika mengikuti rapat di DPC PKS Padang Selatan. Sembari menyandarkan tubuh di salah satu tiang di sana, berkolaborasi dengan angin yang berhembus sepoi-sepi, akhirnya aku sukses memejamkan mata secara perlahan, dan tertidur untuk beberapa saat. Tidak pulas memang, karena ketika mataku terpejam, secara jelas aku masih mendengar ketua DPC sedang menerangkan sesuatu di depan. Entah beliau melihatku tertidur sambil senderan di tiang itu ntah tidak, karena kami duduknya di menyamping.

Hmm… Aku lelah sekali. Tapi aku tahu aku tidak boleh tertidur saat itu. Aku harus mengikuti pembahasan penting itu. Namun rasa kantuk tak mampu lagi kukalahkan dan akhirnya stimulus otakku memberikan usulan pembenaran: Kamu tsiqoh saja dengan hasil rapat nanti, jadi tidur aja dulu. Lagian beraktivitas padat dari pagi sampai siang tadi jam 3, cukup memberikan alasan kenapa kamu kelelahan. Apalagi tadi malam kamu Cuma sempat tidur 3,5 jam karena harus menyelesaikan laporan.
Hmm… Akhirnya aku tertidur di tengah kondisi rapat. Sayup-sayup kudengar ikhwah saling berbalas perbincangan. Aku bisa mendengar pembicaraan mereka, namun aku tak bisa menangkap apa yang mereka bicarakan.

Tak lama, tiba-tiba usapan lembut mendarat di pundakku; kubuka mataku perlahan, dan tersenyum pada Uni Devi yang memandangku dengan cemas.
“Lelah kali ya Aini?”
“Iya uni…afwan”
Uni Devi kembali fokus pada rapat. Sedangkan aku tak bisa lagi berkonsentrasi (memang daritadi tak ada konsentrasi). Secara refleks, tanganku mengambil Nokia N70-ku dan seperti otomatis jari-jariku menekan keypad HP dan mengetik sebuah sms untuk Mama di rumah. Ya, ntah kenapa… yang terlintas di pikiranku seketika itu adalah Mama.

“Assalamualaikum Ma, ba kabar Ama? Lai sehat? Ma, Ani pnek Ma…. Banyak tugas kuliah Ani, sampai jam 2 malam bagai Ani lalok Ma…”

Ukuran hurufSMS PENGADUANN!!!
Jelas ini adalah sms pengaduan dan mengharap belas kasihan. Ya, aku seketika ingin mendapat perhatian dari seseorang. Dan kutahu pasti orang itu adalah Mama.
Mama pun akhirnya membalas:

“Alhamdulillah Ma lai sehat-sehat ajo. Atuak suguik ptg masuk Rumah Sakit. Jantung sarupo Apa pulo. Tapi lai dak saparah Apa doh. Ani jago-jago lah kesehatan. Pandai-pandai mengatur waktu. Jan lupo makan, istirahat. Kurangilah kegiatan nan indak penting. Beko Ani sakik lah ketinggalan kasadonyo lai. Lebih elok memelihara kesehatan daripado mengobati”

Wah…ada rasanya ada setetes embun yang menetes di hatiku ketika membaca sms Mama, keharuan tiba-tiba menyeruak di qalbu tanpa sadar mataku pun berkaca-kaca.
Ah… Tak seharusnya aku mengadu. Ternyata di rumah pun ada masalah. Om nya Mama yang kupanggil Atuak sunguik kena serangan jantung. Ya Allah, semoga Engkau memberikan kesembuhan pada Beliau dan kepadaku untuk tetap bertahan dan berjuang di sini.
Di sana, di rumahku, boleh jadi aku adalah seorang anak bisa bermanja-manja pada kedua orang tuaku. Tapi di sini, aku telah melangkah jauh dari rumah, dan aku harus mampu mandiri. Tak boleh lagi aku menghubungi orang tuaku untuk sekedar mengeluh. Apalagi dengan hal-hal sepele seperti ini. Jadi akhwat jangan cengeng!!! Mau jadi Mujahidah tak boleh Manja!!
Kusapukan pandanganku menatap wajah saudara-saudaraku yang masih khusyuk mengikuti rapat. Memandang wajah mereka tiba-tiba aku semakin sedih kenapa tak mampu membangkitkan ghiroh di sore ini. Perjuangan masih panjang. Tak ada waktu untuk berkeluh kesah.
Kupandang sekali lagi wajah saudari-saudariku…
Ya Allah… Berikan kekuatan untuk bisa istiqomah bersama mereka.
Hmm… Saatnya membangkitkan semangat lagi. Semangat untuk mengatur waktu. Semangat untuk mencapai targetan-targetanku, semangat untuk melaksanakan semua agenda dakwah!!! Semangat semangat semangat!!!
Sungguh berbahaya jika selalu berkeluh kesah kepada orang tua di rumah. Jangan-jangan beliau terlalu cemas dan men-skor semua kegiatan di luar kegiatan akademik. Wah, bisa gawat…
“Maaf Ma… malam inipun masih ada agenda latihan karate yang harus kuikuti. Ini bukan salah “agendanya” Ma, tapi salahku yang tak mampu membagi waktu. InsyaAllah Ani akan memanajemen semua porsi waktu yang ada dengan baik… Dan do’alan anakmu tetap dalam lindunganNya, terhindar dari segala macam marabahaya, serta memiliki waktu untuk mengunjungimu di rumah…ganbatte!!

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s