My "DS" journey

Catatan Perjalanan Pulang Kampung….

Assalamualaikum pengunjung blog yang dirahmati Allah….
Eghm eghm eghm…

Setelah sekian abad (*lebay mah) tidak posting cuap-cuap sendiri, kali ini saya akan sedikit berkisah tentang perjalanan dan agenda saya selama pulang ke kampung halaman, Nagari VII Koto Talago Tacinntooo…

Seperti biasa, saya sudah dua bulan tidak pulang. Dan kebetulan kepulangan kali ini membawa misi khusus. Yaitu meneruskan pekerjaan tiap akhir minggu saya di Padang ke kampung, yaitu nempel-nempel pamphlet dan DS tentang cagub kito…huehehehe…

Sebelum melaksanakan aksi, Ni minta izin dulu ke Mama, bilang kalau kepulangan kali ini juga untuk sosialisasi. Untunglah ortu Ni yang satu ini fine-fine aja. Malah nyaranin untuk ngebawa adik sepupu untuk ikut. “Kan malu kalau Ni yang nempel langsung…” Kata Mama.
Ah tenang Ma, di Padang juga ini kerjaan kami.

Lain dengan respon adikku yang di SMA,”Uni manga sih? Bantuak ndak ado karajo se”
Hohoho….Demi Sumbar yang lebih baik diak!!

Kemudian Mama menambahkan lagi,”Emang kalau Bapak tuh menang, Ni dapat apa?”
Dengan sok bijaknya sayapun berkata,”Menyaksikan Sumbar berubah ke arah yang lebih baik itu sudah cukup sebagai hadiah yang indah Ma!” *sambil sedikit menundukkan kepala,sok beribawa mode:ON*keprok keprok, can I get my nobel right now??Huehehe.
Kalau Atuk lain lagi: “Apo tuh Ni?No 3 yo? Favorit atuak tuh. Siko atuak tempel di oto atuak!”

Dengan kegirangan sayapun berteriak,”Wuuihhh…tu yo mantabh atuak mah…ko ha tuak, sekalian yang iko dan yang iko untuak tetangga yo tuak!”
Tapi tiba-tiba Mama nyeletuk,”Emang atuak tau no.3 tu siapo?”
“Pak Irfendi Arbi kan?”
*Gubraaakkkkk*

Hahaha….Atuak kira saya datang dengan membawa poster cabup 50 Kota yang juga lagi marak-maraknya..,ckck ck. Ternyata Pak Irwan belum dikenal di lingkungan saya.Mudah-mudahan atuk benar-benar nempel tuh poster di Kijang Capsulnya.*tapi rasanya gak mungkin karena beliau sudah tasuruik duluan*hehe, yang penting udah tau harus milih siapa kan tuak????

Pagi Jum’at, saya harus mengikuti ajakan Mama untuk datang ke perkampungan suku saya *Salo* bersama adik saya yang paling kecil Syifa karena salah satu keluarga besar kami akan melangsungkan perhelatan alias baralek Gadang dang dang…. Hmm… Kenapa saya tidak membawa amunisi ke sana yak??Huhft..dodol..padahal di sana kan kesempatan bagus, banyak keluarga yang hadir.

Tak bisa berlama-lama di sana, karena saya juga tak betah harus berada dalam lingkungan orang rame. Karena Mama pasti akan mengenalkan saya ke setiap sanak family yang bertanya “Iko sia??”, dan celakanya, adegan bersalaman adalah aktivitas paporit ketika acara baralek berlangsung *tanpa memperhatikan muhrim dan non muhrim* di suku kami keturunan laki-laki lumayan banyak*, dan saya amat menghindari hal ini. Ishk ishk ishk. Akhirnya saya melarikan diri meninggalkan Mama dan Syifa di sana dengan alasan: Mau segera melancarkan agresi militer:

Setelah menginspeksi beberapa tempat strategis, akhirnya saya menarik kesimpulan kalau poster Pak IP amat sangat Kurang di wilayah ini (bahkan boleh dikatakan bisa dihitung dengan jari jumlahnya). Banner besarnya sih ada, tapi dalam radius yang sangat berjauhan. Hmm… Bismillah, pukul 2 saya mulai bergerak, kalau di Padang bisa pakai sepeda atau jalan kaki, kalau di rumah saya bebas bawa motor. ^^.*jingkrak*

Ternyata apa yang saya lakukan cukup menarik perhatian orang yang berada di sekitarnya. Seperti ketika saya menempel poster di salah satu tiang listrik, orang-orang itu menatap saya dengan penuh pertanyaan,”Manga lah anak ko koh?”
Bahkan ada yang mendekati dan bertanya,”Nempel apa tuh buk?” *What saya dikira ibuk-ibuk,huh semena-mena*

“Iko ha da, calon gubernur Sumbar. No.3 yo da” seraya menyerahkan leaflet.
“Dari Padang yo? Dima rumah? Pasti rumah ibuk dakek samo apak iko,makonyo dimintai tolong, yo kan?”

Wkwkwkkwkw…Halllow!! Apa tidak seterkenal itukah saya di kampung saya sendiri, sampai dia tidak tau saya ini penduduk asli, dan sejak kapan Pak IP pindah jadi tetangga saya???

Pertanyaan dan komentar lain: “Bara dapek gaji?” —-> Berapa kali saya harus menjelaskan ini semua gratis tis tis, tanpa minta bayaran, relawan istilah kerennya.
“Ndak ado baju nyo? Calon no sekian diagiahnyo baju” —–> Nah lo pak, ini kan belum saatnya kampanye, baru sosialisasi, itu menyalahi aturan per-atributan. Tapi pertanyaan bapak ini mendingan daripada pertanyaan salah satu target waktu di Padang Selatan,”Ndak ado pitinyo?” alias tuh orang minta duit baru akan memilih. Hua, saya sempat meradang *dengan cara mencak-mencak dalam hati* dan sedikit menjelaskan memilihlah secara objektif, pilih dari hati nurani. Bukan karena materi atau paksaan—-> kalau materi yang dijadikan standar indikator pemilihan, berarti siapa kaya dia yang juara donk…ck ck ck kapan negeri ini bisa berubahnya jika rakyat lebih memilih uang tunai 20 ribu rupiah atau selembar baju kaos daripada sedikit merepotkan diri untuk memikirkan serta mempertimbangkan siapa wakil rakyat yang benar-benar tepat untuk duduk sebagai pemimpin.

“Hmm… Di siko yang paling banyak disukai calon no ****. Kan Bapak tuh urang P*Y*k****a* mah. Di Padang yo juo nyo terkenal”
Huah ini tipe-tipe orang “agak” sok tau dan penganut azas “kedaerahan” alias azas “sakampuang” yang amat tinggi. Tak tahukah Bapak kalau berdasarkan polling di beberapa media, yang tertinggi itu adalah yang nomer 3!

Capek putar putar keliling nagari, dan hujan pun turun rintik rintik. Wah wah wah… padahal baru nempel stiker tuh, jadinya kan kehujanan. Mudah-mudahan gak lepas tuh stiker.

Actually, melakukan DS di kampung sendiri lebih enak dan gampang karena orang-orang yang menjadi targetan adalah orang yang sudah kita kenal, tak perlu banyak teknik lobi, azas kekeluargaan a.k.a nepotisme sangat bermanfaat. Ketemu teman di jalan, tanpa banyak ba bi bu, langsung aja mau nolongin nempel poster depan rumahnya. Dan terutama jasa anak-anak…hehehe

Capek putar-putar sendiri, dan amunisi masih ada, akhirnya saya memberdayakan tenaga adik laki-laki saya dan temannya untuk bantu nempel nempel stiker *Untung waktu itu lampu lagi mati sehingga mereka batal main PS nya…huahahaha*

Keesokan harinya, Sabtu… Back to Padang coz Minggunya ujian couching KKN. Selama dalam perjalanan, iseng-iseng saya melakukan inspeksi terhadap semua jenis atribut sosialisasi yang digunakan cagub, cawakot,cabup. Dan kesimpulannya adalah sebagi berikut:

1. Cagub no.3 lebih banyak poster, banner, dan stiker nya yang beredar.
2. Ternyata selain salah satu cagub, banyak juga cabup, cawakot ynag menggunakan foto Pak SBY sebagai orang ketiga di banner, atau posternya. Wah, besar juga pengaruh RI 1 ini. Tapi apa benar Presiden mendukung calon calon tersebut? Jangan-jangan tuh bapak gak tau lagi fotonya sekarang beredar seantero Sumbar. Hm… kalau dipikir-pikir, ada baiknya tidak memanfaatkan ketenaran dan kepopuleran orang lain untuk membuat diri tenar. Karena yang akan dinilai adalah potensi pribadi. Bukan siapa yang mendukungnya, malah ada juga cabup yang memakai jargon Pak SBY ketika pilpres kemaren “Lanjutkan” hohoho… Gak ada yang lain Pak?*just according to me,ini blog saya kan?hehhe*


Hokeh,,,itulah perjalanan singkat kepulangkampungan saya kali ini… Selain agenda DS, juga ada agenda memperbaiki taraf kesehatan dengan mengobati penyakit yang saya dapatkan dari Padang *tu lah, mada juo dikatoan urang*

Finally broder and sister, tetap semangat untuk DS nya!

Tanggung jawab kita untuk mengenalkan siapa cagub yang lebih baik. Jangan sampai mereka tidak memilih hanya karena tak kenal dengan siapa yang akan dipilih. Jangan ada lagi masyarakat yang memilih karena indicator subjektif*alas an sakampuang*alasan karna anak mamak nenek buyut cucu keponakannya tante jauh*karena kegantenga*atau karena siapa yang lebih banyak memberikan apa*

Mari cerdaskan masyarakat agar memilih secara objektif!!!
AllahuAkbar!!!

@my Baiti Jannati*Al-husna* 23;45
Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s