Dasar Teoritik Perkembangan Kepribadian Anak

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam Ilmu Kesehatan Anak istilah pertumbuhan dan perkembangan menyangkut semua aspek kemajuan yang dicapai oleh jasad manusia dari konsepsi sampai dewasa.
Faktor penentu tumbuh kembang adalah faktor genetik herediter konstitusional, yang menentukan potensi bawaan anak, dan factor lingkungan yang menentukan tercapai atau tidaknyanya potensi tersebut.

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang digolongkan menjadi tiga yaitu kebutuhan fisis-bomedis (‘asuh’), berupa pangan, sandang, papan, perawatan kesehatan dasar, hygiene, sanitasi,kesegaran jasmani, rekreasi; kebutuhan emosi / kasih sayang (‘asih’); dan kebutuhan akan stimulasi mental (‘asah’) yang merupakan cikal bakal proses pembelajaran (pendidikan dan pelatihan) pada anak.

Jenis tumbuh kembang dibedakan menjadi tiga, yaitu tumbuh kembang fisik, intelektual, dan sosial emosional. Tumbuh kembang fisis meliputi perubahan dalam bentuk besar dan fungsi organisme atau individu. Tumbuh kembang intelektual berkaitan dengan kepandaian berkomunikasi dan kemampuan menangani materi yang bersifat abstrak dan simbolik, seperti berbicara, bermain, berhitung, dan membaca. Tumbuh kembang social emosional bergantung pada kemampuan bayi untuk membentuk ikatan batin, berkasih sayang, menangani kegelisahan akibat suatu frustasi, dan mengelola rangsangan agresif.

Oleh karena tumbuh kembang sangat menetukan potensi dan SDM penerus selanjutnya, penulis membuat makalah tentang “Dasar Teoritik Perkembangan Kepribadian”.

2.1. Batasan Masalah
Dalam penulisan makalah ini penulis membahas tentang “Dasar Teoritik Perkembangan Kepribadian” yang merupakan batasan masalah dalam pembahasan makalah ini.

3.1. Tujuan
1.3.1. Tujuan Umum
1. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah keperawatan anak di Program Studi Ilmu Keperawatan fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang.
2. Sebagai pengembangan ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan secara teori maupun praktek.
3. Memperoleh pemahaman ilmu tentang “Dasar Teoritik Perkembangan Kepribadian”
1.3.2. Tujuan Khusus
1. Agar dapat menjelaskan dengan tepat tentang teori perkembangan kepribadian.
2. Agar dapat menjelaskan dengan tepat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang
3. Agar berpengetahuan dan dapat melakukan pengaruh tumbuh kembang pada peningkatan kesehatan anak

Dasar Teoritik Perkembangan Kepribadian

Menurut Freud, semua prilaku manusia digerakkanoleh kekuatan psikodinamik, dan energi fisik ini dibagi menjadi 3 komponen : id, ego dan superego.

Perkembangan Psikoseksual
Menurut Sigmund Freud (1856-1939) Fase-fase perkembangan individu didorong oleh energi psikis yang disebut libido. Libido ini merupakan energi psikis yang bersifat sexual(dorongan kehidupan yang sudah ada sejak bayi). Setiap tahap perkembangan ditandai dengan berfungsinya dorongan-dorongan tersebut pada daerah tubuh tertentu. Freud membagi perkembangan manusia menjadi 6 fase :

• Fase Oral (0-1tahun)
Anak memperoleh kepuasan dan kenikmatan yang bersumber pada mulutnya.
Hubungan sosial lebih bersifat fisik, seperti makan atau minum susu. Objek sosial terdekat adalah ibu, terutama saat menyusu.
• Fase Anal (1-3tahun) :
Pada fase ini pusat kenikmatannya terletak di anus, terutama saat buang air besar. Inilah saat yang paling tepat untuk mengajarkan disiplin pada anak termasuk toilet training. Pada masa ini anak sudah menjadi individu yang mampu bertanggung jawab atas beberapa kegiatan tertentu.
• Fase Falik (3-5tahun) :
Anak memindahkan pusat kenikmatannya pada daerah kelamin. Anak mulai tertarik dengan perbedaan anatomis antara laki-laki dan perempuan. Pada anak laki-laki kedekatan dengan ibunya menimbulkan gairah sexual perasaan cinta yang disebut Oedipus Complex. Sedangkan pada anak perempuan disebut Electra Complex. Tetapi perasaan ini terhalang dengan adanya tokoh ayah bagi anak laki-laki dan tokoh ibu bagi anak perempuan.Periode Laten (5-12tahun) :
Ini adalah masa tenang, walau anak mengalami perkembangan pesat pada aspek motorik dan kognitif.. Anak mencari figure ideal diantara orang dewasa berjenis kelamin sama dengannya.
• Fase Genital (12tahun keatas) :
Alat-alat reproduksi sudah mulai masak, pusat kepuasannya berada pada daerah kelamin. Energi psikis (libido) diarahkan untuk hubungan-hubungan heteroseksual. Rasa cintanya pada anggota keluarga dialihkan pada orang lain yang berlawan jenis.
Perkembangan Psikososial ( Erik Erickson)
Adapun tingkatan dalam delapan tahap perkembangan yang dilalui oleh setiap manusia menurut Erikson adalah sebagai berikut :

1. Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan)
Tahap ini berlangsung pada masa oral, kira-kira terjadi pada umur 0-1 atau 1 ½ tahun. Tugas yang harus dijalani pada tahap ini adalah menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan tanpa harus menekan kemampuan untuk hadirnya suatu ketidakpercayaan. Kepercayaan ini akan terbina dengan baik apabila dorongan oralis pada bayi terpuaskan, misalnya untuk tidur dengan tenang, menyantap makanan dengan nyaman dan tepat waktu, serta dapat membuang kotoron (eliminsi) dengan sepuasnya.

2. Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu
Pada tahap kedua adalah tahap anus-otot (anal-mascular stages), masa ini biasanya disebut masa balita yang berlangsung mulai dari usia 18 bulan sampai 3 atau 4 tahun. Tugas yang harus diselesaikan pada masa ini adalah kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu.

3. Inisiatif vs Kesalahan
Tahap ketiga adalah tahap kelamin-lokomotor (genital-locomotor stage) atau yang biasa disebut tahap bermain. Tahap ini pada suatu periode tertentu saat anak menginjak usia 3 sampai 5 atau 6 tahun, dan tugas yang harus diemban seorang anak pada masa ini ialah untuk belajar punya gagasan (inisiatif) tanpa banyak terlalu melakukan kesalahan.

4. Kerajinan vs Inferioritas
Tahap keempat adalah tahap laten yang terjadi pada usia sekolah dasar antara umur 6 sampai 12 tahun. Salah satu tugas yang diperlukan dalam tahap ini ialah adalah dengan mengembangkan kemampuan bekerja keras dan menghindari perasaan rasa rendah diri.

5. Identitas vs Kekacauan Identitas
Tahap kelima merupakan tahap adolesen (remaja), yang dimulai pada saat masa puber dan berakhir pada usia 18 atau 20 tahun. Menurut Erikson masa ini merupakan masa yang mempunyai peranan penting, karena melalui tahap ini orang harus mencapai tingkat identitas ego, dalam pengertiannya identitas pribadi berarti mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara seseorang terjun ke tengah masyarakat

6. Keintiman vs Isolasi
Tahap pertama hingga tahap kelima sudah dilalui, maka setiap individu akan memasuki jenjang berikutnya yaitu pada masa dewasa awal yang berusia sekitar 20-30 tahun. Jenjang ini menurut Erikson adalah ingin mencapai kedekatan dengan orang lain dan berusaha menghindar dari sikap menyendiri.

7. Generativitas vs Stagnasi
Masa dewasa (dewasa tengah) berada pada posisi ke tujuh, dan ditempati oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. Apabila pada tahap pertama sampai dengan tahap ke enam terdapat tugas untuk dicapai, demikian pula pada masa ini dan salah satu tugas untuk dicapai ialah dapat mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi).

8. Integritas vs Keputusasaan
Tahap terakhir dalam teorinya Erikson disebut tahap usia senja yang diduduki oleh orang-orang yang berusia sekitar 60 atau 65 ke atas. Dalam teori Erikson, orang yang sampai pada tahap ini berarti sudah cukup berhasil melewati tahap-tahap sebelumnya dan yang menjadi tugas pada usia senja ini adalah integritas dan berupaya menghilangkan putus asa dan kekecewaan.

Dasar Teori Perkembangan Mental

Perkembangan Kognitif Piaget
a. fase sensorimotor (lahir – 2 tahun)

 tahap 1 : Penggunaan aktivitas reflex
(lahir – 1 bulan)
 tahap 2 : reaksi sirkular primer (1-4 bulan)
 tahap 3 : reaksi sirkular sekunder (4-8 bulan)
 tahap 4 : koordinasi dari skema sekunder (8-12 bulan)
 tahap 5 : reaksi sirkular tersier (12-18 bulan)
 tahap 6 : intervensi dari arti baru (18-24 bulan)

b. fase preoperasional (2-7 tahun)

• simbol seperti kata untuk mewakili manusia, benda dan tempat.
• kemampuan berfokus hanya pada satu aspek pada satu waktu, dan pemikiran sering terlihat tidak logis.

c. fase konkret operasional (7-11 tahun)
 memecahkan masalah konkret
 mulai mengerti tentang suatu hubungan misalnya ukuran, mengerti kanan dan kiri
 Anak dapat membuat alasan mengenai apa itu, tapi tidak dapat membuat hipotesa mengenai apa kemungkinannya dan dengan demikian tidak dapat berpikir mengenai masalah ke depan
d. Fase formal operasional (11-15 tahun)
 pemikiran rasional, bersifat keakanan
 kemampuan untuk berperilaku yang abstrak, dan muncul pemikiran ilmiah
 menyadari masalah moral dan politik dari berbagai pandangan yang ada

Perkembangan Bahasa
Anak-anak memiliki kemampuan untuk mengembagkan bicara dan keterampilan berbahasa. Keahlian bicara membutuhkan struktur dan fungsi fiiologis yang utuh (termasuk pernapasan, pendengaran dan otak) ditambah inteligensi, kebuituhan untuk berkomunikasi dan stimulasi. Laju perkembangan bicara berkaitan denagn kompetensi neurologik dan perkembangan kognitif.

Perkembangan Moral (Kohlberg)
Dijelaskan berdasarkan perkembangan kognitif yang terdiri atas beberapa tahap:
• Prakonvensional
Sejajar dengan tingkat praoperasional dalam perkembangan kognitif dan pemikiran intuitif. Terorientasi secara budaya dengan label baik/buruk dan benar/salah. Awalnya anak menetapkan mana yang baik dan buruknya sutu tindakan kemudian mencoba menerapkannya.
• Konvensional
Anak terfokus pada kepatuhan dan loyalitas. Mereka menghargai pemeliharaan harapan keluarga, kelompok atau Negara tanpa memperdulikan konsekuensinya..menunjukkan adanya persetujuan jika berbuat baik.
• Pasca Konvensional
Individu mencapai tahap kognitif operasional formal. Prilaku yang telah sesuai dengan standar yang ada di masyarakat.

Perkembangan Spiritual
Menurut fowler, ada 4 tahap perkembanagn keimanan yang berkaitan erat dengan perkembangan kognitif dan psikososial di masa anak-anak:
• Tahap 0: Undifferentiated
Ketika bayi, anak tidak memiliki konsep benar/salah, keyakinan dan tidak ada keyakinan yang membimbing prilaku mereka
• Tahap 1: Intuitive-Projective
Anak mulai meniru apa yang dilakukan orang lain dlm segi agama, diusia praskolah, mereka mulai memahami beberapa nilai dan keyakianan orangtuanya.
• Tahap 2: Mythical-Literal
Selama usia sekolah, anak sangat tertarik pada agamaereka menerima ketuhanan, bagaimana pentingnya do’a, prilaku yang baik/buruk akan mendapat balasannya.
• Tahap 3: Suntethic- Convention
Saat mendekati remaja, anak mulai menyadari kekecewaan spiritual, mereka bahkan mulai berfikir dan mempertanyakan standar keagamaan orang tuanya sampai ada yang membantahnya.
• Tahap 4: Individuating- Reflexive
Remaja menjadi lebih skeptis, dan mulai membandingkan berbagai standar keagamaan orangtuanya dengan orang lain, atau dengan sudut pandang ilmiah.

Perkembangan Konsep Diri
Konsep diri mencakup konsep, keyakinan, dan pendirian yang ada dalam pengetahuan seseorang tentang dirinya sendiri dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. Ini tidak muncul saat lahir, melainkan berkembang perlahan-lahan sebagai hasil pengalaman unik dengan diri sendiri dan orang lain.

Citra Tubuh
Terdiri atas sifat fisiologis(persepsi tgentang karakter fisik), psikologi (nilai dan sikap terhadap tubuh, kemampuyan dan ideal diri), dan sifat social tentang citra diri seseorang(diri sendiri maupun orang lain). Luasnya suatu karakteristik, defek, atau penyakit yang mempengaruhi citra tubuh anak dipengaruhi oleh sikap dan prilaku oranglain disekitar mereka terutama orang terdekatnya.

Harga diri
Merupakan nilai yang ditempatkan individu pada diri sendiri dan mengcu pada evaluasi diri secara menyeluruh terhadap diri sendiri (Willoughby, King dan Polatajka,1996).

Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan

1. Keturunan
Karakteristik yang diturunkan mempunyai pengaruh besar pada perkembangan. Jenis kelamin dan determinan keturunan lain secara kuat mmpengaruhi hasil akhir pertumbuhan dan laju perkembangan untuk mendapatkan hasil akhir tersebut. Terdapat hubungan yang besar antara orangtua dan anak dalam hal sifat seperti tinggi badan, berat badan, dan laju pertumbuhan. Kebanyakan karakter fisik, termasuk pola dan bentuk gambaran, bangun tubuh, dan ganjilan fisik, diturunkan dan dapat memenagruhi cara pertumbuhan dan integrasi anak dengan lingkungannya.

2. Neuroendokrin
Penelitian menunjukkan kemungkinan adanya pusat pertumbuhan dan region hipotalamik yang bertanggung jawab untuk mempertahankan pola pertumbuhan yang ditetapkan secara genetic. Beberapa hubungan fungsional diyakini ada diantara hipotalamus dan system endokrin yang memengaruhi pertumbuhan.Tiga hormon-hormon pertumbuhan, hormone tiroid, dan endrogen.

3. Nutrisi
Nutrisi mungkin merupakan satu-satunya pengaruh paling pentng pada pertumbuhan. Faktor diet mengatur pertumbuhan pada semua tahap perkembangan, dan efeknya ditujukan pada cara beragam dan rumit. Selama periode pertumbuhan prenatal yang cepat, nutrisi buruk dapat memengaruhi perkembangan dari waktu impalmantasi ovum sampai kelahiran.

4. Hubungan Interpersonal
Hubungan dengan orang terdekat memainkan peran penting dalam perkembangan, terutama dalam perkembangan emosi, intelektual, dan kepribadian. Tidak hanya kualitas dan kuantitas deengan orang lain yanf member pengaruh pada nak yang sedang berkembang, tetapi luasnya rentang kontak penting untuk pembelajaran dan perkembangan kepribadian yang sehat.

5. Tingkat Sosioekonomi
Riset menunjukkan bahwa tingkat sosioekonomi keluarga anak mempunyai dapak signifikan pada pertumbuhan dan perkembangan. Pada semua usia anak dari keluarga kelas atas dan menengah mempunyai tinggi badan lebih dari anak dari keluarga dengan strata sosioekonomi rendah.

6. Penyakit
Banyak penyakit kronik yang dikaitkan dengan berbagai tingkat kegagalan pertumbuhan adalah anomaly jantung congenital dan gangguan pernafasan seperti kistik fibrosis. Gangguan apapun yang dicirikan dengan ketidakmampuan untuk mencerna dan mengabsorbsi nutrisi tubuh akan member efek merugikan pada pertumbuhan dan perkembangan.

7. Bahaya lingkungan
Bahaya dilikungan adalah sumber kekhawatiran pemberi asuhan kesehatan dan orang lain yang memerhatikan kesehatan dan keamanan. Cidera fisik paling sering terjadi akibat bahaya lingkungan.
Anak berisiko tinggi mengalami cidera akibat residu kimia dari kehidupan modern saat inidilingkungan. Bahaya dari residu kimia ini berhubungan dengan potensi kardiogenik, efek enzimatik, dan akumulasi (Baum dan Shannon, 1995) .

8. Stress pada Masa Kanak-Kanak
Stress adalah ketidakseimbagan antara tuntutan lingkungan dan sumber koping individu yang…menggangggu ekuiibrium individu tersebut ( mastern dkk, 1998).
Usia anak, temperamen situasi hidup, dan status kesehatan mempengaruhi kerentanan, reaksi dan kemampuan mereka untuk mengatasi stress. Kenali tanda stress untuk membantu anak menghadapi stress sebelum stress menjadi berat.

Koping
Koping adalah tahapan khusus dari reaksi individu terhadap stressor. Strategi koping adalah cara khusus anak mengatasi stersor ang dibedakan dari gaya koping yang relative tidak mengubah karakteristik kepribdian atau hasil koping ( Ryan-wengger, 1992).

9. Pengaruh Media Masa
Media dapat member pengaruh besar pada perkembangan anak. Tidak diragukan lagi bahwa media member anak suatu cara untuk memperluas pengetahuan mereka tentang dunia tempat mereka hidup dan berkontibusi untuk mempersempit perbedaan antar kelas. (Rowitz, 1996)

 Materi Bacaan
Buku, Koran, dan majalah adalah bentuk media masa paling tua. Materi ini berkontribusi pada kompetensi anak dalam hamper setiap arah dan juga member kesenangan.

 Film
Film yang tidak terikat erat pada kenyataan dan sering menggambarkan berbagai perilaku berbagai perilaku yang disetujui secara social mungkin member kontribusi pada system nilai anak dan memberikan kesempatan untuk pembelajaran social yang diinginkan.

 Televisi
Media dengan dampak yang paling besar pada anak Amerka Utara saat ini adalah televise, yang telah menjadi salah satu agens penyosialisasi paling penting dalam kehidupan anak kecil. Disamping menimbulkan efek tertentu mengenai perbedaan kelas dalam informasi umum dan pembendaharaan kata, TV memanjakan anak pada berbagai topic dan kejadian yang lebih luas dari yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

 Computer/Internet
Penggunaan computer baik diruang kelas dan dirumah telah mempenagruhi pembelajaran dan perkembangan dimasa kanak-kanak.Salah satu strategi yang bermanfaat menempatkan computer diruang prublik dirumah seperti dapur atau ruang keluarga agar orang tua dapat dengan mudah memantau penggunaannya.

BAB III
PENUTUP

1.1. Kesimpulan
Dari pembahasan penulisan makalah dengan judul “Pengaruh Tumbuh Kembang pada Peningkatan Kesehatan Anak”, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut :

1. Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang digolongkan menjadi tiga yaitu kebutuhan fisis-bomedis (‘asuh’), berupa pangan, sandang, papan, perawatan kesehatan dasar, hygiene, sanitasi,kesegaran jasmani, rekreasi; kebutuhan emosi / kasih saying (‘asih’); dan kebutuhan akan stimulasi mental (‘asah’) yang merupakan cikal bakal proses pembelajaran ( pendidikan dan pelatihan ) pada anak.

2. Jenis tumbuh kembang dibedakan menjadi tiga, yaitu tumbuh kembang fisis, intelektual, dan sosial emosional. Tumbuh kembang fisis meliputi perubahan dalam bentuk besar dan fungsi organisme atau individu. Tumbuh kembang intelektual berkaitan dengan kepandaian berkomunikasi dan kemampuan menangani materi yang bersifat abstrak dan simbolik, seperti berbicara, bermain, berhitung, dan membaca. Tumbuh kembang social emosional bergantung pada kemampuan bayi untuk membentuk ikatan batin, berkasih saying, menangani kegelisahan akibat suatu frustasi, dan mengelola rangsangan agresif.

3. Penilaian tumbuh kembang meliputi evaluasi pertumbuhan fisis ( kurva/grafik berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar dada dan lingkar perut), evaluasi umur tulang, evaluasi pertumbuhan gigi geligi, evaluasi neurologis, dan perkembangan social serta evalusai keremajaan.

1.2. Saran
Dari penulisan makalah dengan judul “Pengaruh Tumbuh Kembang pada Peningkatan Kesehatan Anak”, maka dari ilmu yang telah didapatkan maka ada beberapa hal saran yang akan penulis sampaikan yaitu sebagai berikut :
Terganggunya tumbuh kembang pada anak juga terjadi karena factor keturunan dan tingkat ekonomi pada anak tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Aziz alimul. 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan.
Jakarta: Salemaba Medika
Staff Pengajar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1985. Buku
Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas
Kedokteran Universitas Andalas
Wong, Donna L, dkk. 2009. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Volume 1. Jakarta: EGC
Ahmad, Rofiq. 2008.http://rofiqahmad.wordpress.com/2008/04/02/perkembangan-menurut
denver-ii-ddst-ii/ .Di akses tgl 15 Februari 2010
Mansyoer, arif, dkk. 2000. Kapita Salekta Kedokteran Jilid 2 Edisi 3. Jakarta :Media
Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s