Catatan Buruk *Renungan Hatiku*

Pagiku telah menjelang untuk kesekian kalinya, tanpa kita sadar ia akan segera menggulirkan siang dan malam. Hari berganti hari, minggu demi minggu dihabiskan,begitu juga dengan bulan dan tahun. Semuanya bergerak mengikuti simfoni alam yang secara sempurna telah di-set oleh yang Maha Kuasa.

Kembali kutercengang, mengenang umur yang kian hari makin berkurang. Tak kuasa kuharus berkata,”Selamat tinggal masa lalu”. Ya, masa lalau yang takkan mungkin kujemput ulang. Masa lalu yang hanya akan bisa kukenang tanpa bisa memperbaikinya.

Sedetik kemudian kutersentak sadar. Bertanya dengan penuh penasaran kepada diri yang kadang tak tenang ,”Apa yang sudah kulakukan?” “Apa yang sudah bisa kuhasilkan?” “Untuk Tuhanku, keluarga, dan masyarakat… terutama untuk diriku sendiri??,,,,”

Teringat manisnya perjuangan. Semenjak merangkak dan mengukir langkah langkah gemilang. Bersimbah peluh dan penuh ujian. Hari hari yang kuhabiskan dengan manisnya iman, indahnya persahabatan, cemerlangnya kesuksesan, ukiran senyuman bahagia dari yang tersayang… ayah bunda yang senantiasa memberikan semangat demi kokohnya benteng pertahanan.

Indah bukan? Bangga untukku kenang… dan Aku tersenyum simpul untuk itu…
Tiba-tiba Sisi gelap diriku tertawa dengan kerasnya, membeberkan semua kesia-siaan yang selama ini meraja. Berkoar dengan manisnya … Wahai jiwa yang terlena, inilah dirimu yang sebenarnya. Mengerak sudah semua dosa, menghitam sudah sutra yang indah… Lihat ke dalam hatimu! Bersihkah ia? Sakitkah ia? Lalu kemanakah perginya rasa ikhlas? Tertutupi debukah???

Aku tertunduk malu pada diriku. Menggenggam kuat ulu hatiku, agar ia tegar dan tak lagi tertunduk malu menghadapi dirinya sendiri yang mulai melemah karena kotoran dan rasa sakit.

Wahai hati… Maafkan aku…

Sekian lama kadang melupakanmu. Membiarkanmu tergeletak sendu. Bersimbah debu
Wahai hati, sungguh aku mencintaimu, walau khilaf kadang lebih merayu. Perlahan namun pasti aku ingin memelukmu kembali, tak kan kubiarkan debu – debu itu terus menutupi.
Aku tersenyum mesra pada hati. Menyungging seulas semangat untuk mulai bersih-bersih. Tak ada rasa marah pada hati. Sungguh aku takkan memarahimu.
Walau tertunduk terpaku, kuulas kembali sedikit semangat untuk hati yang berdebu.


26 Juli 2010, 9:24:17 @lokasi KKN



About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in catatan buruk, Karya. Bookmark the permalink.

2 Responses to Catatan Buruk *Renungan Hatiku*

  1. rangtalu says:

    [bukan komentar untuk tulisan ini]…akhirnya, setelah vakum beberapa saat, langsung muncul dengan 6 tulisan.. baleh dondam bontuaknyo..

  2. kurang lebih begitu bang rang talu…olun carito tontang KKN nyo surang lei,..tapi ndak kini ka diposting doh..nanggungang2 jadinyo bekoh..kini sedang proses menuju penyelesaian..doakan ajolah dek bang rang talu…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s