Hari Hari Bahagia, Marhaban ya Ramadhan….

Malam ini, aagenda kultum wisma, seharusnya agenda kultum malam kemaren, tapi berhubung banyak yang ujian, agenda nya digeser jadi malam ini,
Gak kerasa… ini agenda wisma terakhir yang Ni ikuti sebelum berangkat KKN. Wah, pasti kangen banget mengikuti agenda agenda malam di wisma T_T

Kultum malam ini mengangkat tema mengisi Bulan Rajab, dalam rangka mempersiapkan diri memasuki Ramadhan.
Begini rangkumannya:

Hari Hari Bahagia

“Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat semua amal kepada Rabbul Alamin. Dan aku suka untuk diangkat amalan aku sedangkan aku dalam keadaan berpuasa” (HR An Nasai)

Semoga kita termasuk hamba-hamaba Allah yang tetap kokoh berpegang pada hidayahNya, saudaraku…

Selasa besok, tepat 1 Rajab….

Terlalu cepat dan nyaris tak terasa bila kita kini telah akan memasuki kembali bulan Sya’ban. Bulan yang menjadi bulan ibadah istimewa bagi Rasulullah selain bulan Ramadhan. Imam An Nasai meriwayatkan sebuah hadist, bahwa Usamah bin Zaid ra berkata kepada Rasulullah saw,”Ya, Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan sya’ban”.
Rasulullah saw bersabda,” Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang didalamnya diangkat semua amal kepada Rabbul Alamin. Dan aku suka untuk diangkat amalan aku sedangkan aku dalam keadaan berpuasa,” (HR. An-Nasai)

Mari tanamkan kesadaran dan tekad untuk tidak melalaikan bulan Sya’ban dan menjadikan kita berada dalam kondisi baik saat amal amal kita diangkat kepada Allah swt. Para shalafushalih mengatakan bulan Sya’ban sebagai bulannya para qurra (pembaca Al-qur’an).

Bulan Sya’ban adalah pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Semoga kita sudah bisa memasuki bulan ramadhan dalam kesiapan iman yang memadai untuk meraih sebanyak banyaknya pahala ibadah di bulan suci itu. Mari lalui bulan ini dengan lebih menekankan kualitas dan memperbanyak kuantitas ibadah kepada Allah swt.

Dalam sebuah dialog, Ustad Fathi Yakan Hafizhahullah menguraikan ada 8 agenda beribadah yang penting agar kita bisa menjaga keimanan di zaman yang penuh fitnah ini.

Agenda pertama: Melakukan sholat dua belas rakaat sunnah rawatib; yakni dua rakaat sebelum shubuh, empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dan dua rakaat setelah isya.

Manfaat yang diharapkan: Dibangunkan rumah di syurga oleh Allah bagi orang yang selalu mengerjakannya. Dalilnya, sabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang shalat sunnah suatu hari 12 rakaat, Allah akan membangunkan untuknya rumah di syurga.: (HR Muslim)

Agenda Kedua: Shalat dua rakaat di tengah malam. Manfaat yang diharapkan: Pengabulan doa, pengampunan dosa dan pemenuhan hajat serta keperluan. Dalilnya, sabda Rasulullah saw,” Allah saw turun setiap malam ke langit dunia. Di saat tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman,”Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan kuberikan permintaannya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, akan kuampuni dia.” (HR Bukhairi)


Agenda Ketiga: Melakukan shalat dhuha 2 rakaat, 4 rakaat atau 8 rakaat. Manfaat yang diharapkan: Memberi sedekah dari setiap persendian tulang dalam tubuh. Dalilnya, sabda Rasulullah saw dari Abi Dzar ra,”Setiap persendian pada diri kalian harus dishadaqahkan. Setiap tasbih adalah shadaqah. Setiap tahmid, tahlil adalah shadaqah.

Agenda keempat: Membaca surat Al-Mulk dan surat Al Qur’an lainnya. Manfaat yang diharapakan : Dihindari dari azab kubur.Dalil Rasulullan saw,”Sesungguhnya dalam Al-Qur’an terdapat satu surat yang terdiri dari 30 ayat. Surat itu bisa memberi syafaat kepada seseorang hingga diampuni dosa-dosanya. Yakni surat yang awalny berbunyi “Tabarakalladzii biyadihil mulk” (HR Tirmidzi dan Ahmad)

Agenda Kelima: Mengatakan ,”Laa ilaah illlallah wahduh laa syariika lah. Lahul mulku wa lhul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syain qadiir” seratus kali. Manfaat yang diharapkan” Sama dengan membebaskan 10 orang budak, dituliskan seratus kebaikan, meghapus seratus kesalahan, dan menjadi pelindung dari syaithan.

Agenda keenam: Mengucapkan shalawat kepada Rasulullah saw dlam jumlah yang tidak ditentukan. Mafaat yang diharapkan: terpelihara dari sifat kikir dan mendapat doa dari Allah swt.

Agenda ketujuh: Menucapkan.”Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahilazhiim” dalam jumlah yang tiidak ditentukan. Manfaat yang diharapkan: Ditanamkan pohon kurma di syurga. Dalilnya, sabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang mengucapkan Subhanallah wa bihamdihi akan ditanamkan untuknya pohon kurma di syurga. (HR Tirmidzi)

Agenda kedelapan: Mengucapkan “Astagfirullahaladziim” dalam jumlah yang tidak ditentukan. Manfaatnya: Dilepaskan dari kesulitan dan dibanyakan rezeki. Dalil, sabda Rasulullah,” Barangsiapa yang membiasakan beristigfar maka Allah akan memberikan jalan keluar dari kesempitan baginya, dan akan diberikan kelapangan dari kecemasan dan didatangkan rezki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR Abu Daud, Ibnu Majah dan Hakim dengan sanad Shahih)

Marhaban ya Ramadhan….
Rindu hati ini menapaki setiap detik magfirohmu…
Ya Allah, berikanlah ahmba kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhanmu…
serta mengukir indahnya hari di Rajabmu….
Amin ya Rabb….

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in dakwah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s