Dengarkan Kisahku, Sepotong Rasa yang Terpendam (KKN in sad story)…

Dengarkan Kisahku

Eghm….
Bismillahirrahmanirrahim…

Setelah sekian lama memutuskan untuk tidak menulis (actually malas dan tidak memiliki timing yang cocok untuk sekedar merangkai kata) di lokasi KKn ini.

Ini kisah dan cerita tentang Kakaen on de story bagian pertengahan. Dimana KKN kadang mulai dirasa amat menjemukan, penuh konflik, dan ketidaknyamanan.

Huah… Sebenarnya gak enak sekali musti menulis hal-hal tak mengenakkan seperti ini. Tapi mari kita sama-sama belajar dan mengambil ibroh darinya.

Friendsfillah…

Adakalanya kita berdiri di zona yang sama sekali membuat kita tidak nyaman. Membuat bathin kita harus berperang dan berdesis ,”hei…ini tidak seharusnya terjadi”.

Ketidaksamaan fikroh dan pemikiran di dalam kelompok karena perbedaan latar belakang memang sering membuat kita kesal dan gondok. Hal ini jugalah yang sering menjadi pemicu dan menyebabkan perang bathin bagi yang tidak istiqomah dengan pendiriannya.

Perbedaan cara pandang ini jugalah yang akhirnya membuat kita merumuskan tindakan dan keputusan yang berbeda, dan kadang melakukan hal hal yang sama sekali dianggap aneh serta sering mendapatkan pertentangan dari pihak yang bersebrangan. (fiufh rumit juga)

Inilah yang sering melanda suasana hatiku dalam rentang waktu beberapa minggu selama KKN. Awalnya, masih memakai prinsip “pemakluman”. Namun kadang hati kita tidak sebegitu gampang menerima pembenaran pembenaran terhadap hal-hal yang kita angap buruk.

Beberapa prinsip yang selama ini kita pegang seolah-olah tercabik-cabik melihat kenyataan yang ada di depan mata.

Contoh simpelnya saja: cara bergaul “cewek-cowok” rekan-rekan sesama KKN yang membuat mata dan hati jengah. Diri ini seakan berada di satu tempat asing dengan pemandangan buruk penuh marabahaya. Jiwa berdesis murka ingin berteriak memaki kepada mereka. Tapi tentu itu tak kulakaukan. Hanya mencoba sedikit menghindar dan kadang mengingatkan.

Ah… mataku benar-benar terkontaminasi rasanya, melihat hijab tak lagi menjadi jurang penyelamat hubungan laki-laki dan wanita. Dimana tingkah laku dan aurat sering tak terjaga. Astagfirullah….

Tak jarang hal ini berdampak pada timbulnya virus virus merah jambu. Tak hanya terjadi antar sesama mahasiswa KKN, cinlok kadang juga menjangkiti pemuda setempat mulai dari yang hanya berniat main-main sampai ada yang serius. Hmm… untuk hal ini, aku sangat bersyukur dengan hijab yang kukenakkan. Jilbab yang selalu melindungiku dari mata-mata jahil kemanapun aku pergi.

Walau amak dan orang seisi rumah sampai geleng geleng kepala melihatku yang tak pernah membuka jilbab kecuali ketika di kamar. Namun justru hal inilah yang membuat mereka hormat kepadaku. Apalagi aktifitasku di Surau yang sering diminta sebagai pemberi kultum, cukup mendapat pandangan baik dari orang orang sekitar.

Aku sungguh-sungguh bersyukur. Ketika dua orang rekan sekelompok yang perempuan sering mendapatkan sms-sms dan telfon dari pemuda sekitar dan mereka mulai disibukkan dengan masalah hati dan masalah masalah lainnya yang menurutku sama sekali “tidak terakreditasi” alias tidak bermutu.

Kemudian aku akan menjadi repot sendiri dipaksa mendengarkan cerita-cerita serta curhat curhatan mereka.Hmm…

Perjalanan kami juga tak luput dari ang namanya kesalahpahaman, iri, dengki. Dan inilah yang menjadi salah satu problem terbesar yang melandaku. Rekan sekelopmpok banyak yang marah, iri serta dengki melihat orang rumah yang kadang lebih berpihak, melihatku yang berhasil mendapatkan pandangan positive, jarang dimarahi oleh orang rumah.Padahal menurutku ini semua adalah suatu kewajaran dan bukanlah hal yang perlu di-irikan. Rasanya akupun juga pernah kena marah. Namun ada beberapa aktivitas dan tingkah laku rekan rekan yang kurang disenangi seperti sering keluar sore sampai malam. Bahkan aku pernah disidang oleh keluarga tempat kami bermukim tentang kelakuan teman teman ku.

Sayangnya, teguran dan keberatan atas tingkah mereka yang kulayangkan tidak bisa diterimanya.
Ya Allah, dan akupun hanya berusaha selalu mengintakan walau mendapat tatapan tajam…

Mahasiswa… Hmm… Pelajar yang “maha” dengan segala ideology dan komitment mereka (oh ya?)

Hal itu terkikis sudah demi mendapatkan fakta dengan molornya beberapa jadwal (sampai berjam-jam) bahkan dengan seenaknya membatalkan janji dengan pihak pihak tertentu hanya karena alasan “malas”. Hueks…

Berjam-jam waktu kosong dilalaikan dan dibuang percuma karena keenganan dan kemalasan untuk bergerak.

Hmm… Mungkin aku yang terlalu perfeksionis dengan segala targetan serta visi misi selama di tempat ini, entah aku yang terlalu kejam, punya program yang terlalu banyak, atau mereka yang terlalu pendiam dan kaku untuk semua ini. Tapi satu hal. Aku hanya ingin keberadaan kami di sini memberikan manfaat bagi masyarakat. Aku ingin kita di sini sama-sama bergeran dna belajar kepada masyarakat. Tertatih menyeret rekan-rekan sekelompok untuk sama-sama aktif adalah sesuatu yang tidak gampang. Merasa bergerak sendiri, kadang kuputuskan untuk hanya memikirkan program pribadi. Tapi itu terlalu egois untuk bekerja di dalam sebuah tim. Amal jama’i…!! hmm… ya.. kita buth beramal jama’I dalam melakukan sesuatu. Apa yang sering kamu pikirkan tentang orang lain kadang bisa jadi adalah hal yang sering kamu lakukan. Jadi, memberikan keteladanan adalah cara ampuh untuk bisa mengajak orang lain untuk aktif bergerak.

Yah..semuanya memang membingungkan.
NAmun satu hal..
kita bisa belajar banyak dari semua ini.
Belajar untuk membaca karakter orang lain, belajar untuk mengkoreksi diri, belajar untuk terus bersabar, dan banyak pelajaran pelajran lain yang seharusnya kupetik dari semua konflik yang ada…

Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan keistiqomahan serta melindungi dari setiap perbuatan sia-sia….
amin ya RAbb…

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in KKN on The STORY. Bookmark the permalink.

One Response to Dengarkan Kisahku, Sepotong Rasa yang Terpendam (KKN in sad story)…

  1. itu adalah suatu pelajaran yang sangat berharga, sesungguhnya setiap orang yang kita hadapi memiliki karakter yang berbeda-beda, bagai mana kita menghadapi macam2 karakter tsb itu yang terpenting. tetaplah memegang prinsip mu selama itu mengarahkan kejalan yang benar dan baik untuk diri dan orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s