Tak Selamanya Praktik di Lapangan sesuai Teori

KAKAEN ON DE STORY

Pagi hari Rabu (4 Agus) berhubung tidak ada kerjaan, sayapun berniat mengadakan perjalanan singkat ke jorong sebelah yang jaraknya tidak terlalu jauh, namun cukup membuat ngos-ngosan jika ditempuh dg jalan kaki karena jalannya sedikit menanjak. Niat awalnya adalah “hunting motor” untuk dipinjam, mau ke puskesmas di Pakan Salasa untuk menyerahkan design sertifikat peserta pelatihan dokcil untuk segera di print pihak puskesmas (pointnya lumayan untuk SAPS,heh).

Ya, daripada dibonceng atau diantar, lebih baik bawa motor sendiri (itupun kalau ada motor nganggur). Di tengah perjalanan ke “Koto Kapau” (nama jorong tetangga) saya berpapasan dg salah seorang uni-uni yang bekerja di kantor wali nagari. Sekilas lalu, uni itu memberitahu sedang ada Yandu di koto kapau. Seepth… Kebetulan, daripada tidak ada kerjaan, mending bantu-bantu ibu kader di sana. Ke puskesmasnya dipending dulu. Singkat cerita, Ni dan Kak Isra (anak FK yg di Koto Kapau) mulai sibuk ngeliatin,menenangkan, sembari membantu mendata balita yang ditimbang. Sementara ibu-ibu kader mulai pusing karena petugas kesehatan yang bertanggungjawab untuk mengimunisasi belum datang.

Wah, hampir telat satu jam. Kalau petugas kesehatan seperti ini bisa-bisa pasien cepat “plus” (meninggal-red) kelakarku. Tapi justru karena tau pasiennya tidak akan meninggal makanya ia bisa telat, sahut kak Is. Hm…Baiklah. Pemakluman pertama. Akhirnya “petugas kesehatan” yang bertanggungjawab datang juga. Nah, di sinilah “brainstorming” muncul di kepala kami (aku dan kak Is) demi melihat prosedur “peng-imunisasi-an” yang dilakukan oleh “sang petugas”. Hm…Benar ternyata.Tak selamanya idealisme sejalan dg realita. Tak selamanya Teori sesuai dengan praktek.

Hal pertama yang membuat sedikit “tidak enak” adalah melihat “irit” nya peralatan yang digunakan. Bisa dimaklumi.Mungkin susah juga mencari bak instrument beserta perkakasnya di sini. Hm… Si “petugas ksehatan” (yg tidak boleh disebutkan namanya) juga tidak menyediakan kapas alkohol euy!! (untuk membersihkan area yang akan disuntik). Lagi-lagi kami memaklumi. Mungkin si “petugas kesehatan” akan menggunakan sejenis pembersih lain. Then, cara membuka vaksin BCG, yang agak aneh serta melibatkan bebatuan di luar ruangan. Hah… Lagi-lagi saya tercengang…Oh, tak apa mungkin. Yang penting tidak mengkontaminasi isinya. Setelah melarutkan vaksinnya dan meletakkan di termos yang berisi es, si “petugas kesehatan” mengambil sebuah spet lengkap dan sepertinya ada cairan didalamnya.

WAITTT!! Tidak adakah jarum suntik baru??? Well,, singkat cerita, yang membuat kami paling tercengang, si “petugas kesehatan” menggunakan jarum suntik yang sama untuk beberapa balita. Beliau cuma menambah isinya. Dan teknik penyuntikan intrakutan yang dilakukan tanpa mengusapkan kapas alkohol terlebih dahulu. Kami bertanya-tanya “DIMANA PRINSIP KESTERILAN YANG KAMI PELAJARI DI KAMPUS??”

Rasanya masih melintas di ingatan pratikum “keperawatan anak” melakukan tindakan imunisasi. Hm… Betul-betul jauh api dari panggang dg realita yang kujumpai di lapangan. Bahkan kami harus memakai handscun untuk mencoba melakukan tindakan walau itu hanya ke phantom. Ketika pratikum menyuntikpun, jarum hanya boleh dipakai sekali saja. Fiufh…Terlalu banyak pemakluman yang terjadi…

Dan sedihnya, kami tidak bisa melakukan sesuatu ataupun sekedar bertanya. Karena semuanya berlangsung begitu cepat. Belum lagi keterpanaan melihat bayi-bayi mungil yang terpekik ketika jarum-jarum suntik menyentuh kulit mereka yang halus. Satu hal… Ini semua membuka mataku tentang arti sebuah “keprofesional”. Dan ketika kita telah memiliki ilmu, adalah suatu kewajiban untuk mengingatkan bila terjadi suatu “kemungkaran”. (sembari menyesali diri sendiri) *eh…Nanti disambung lagi… Ada tamu… Si Mr.X ….

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in KKN on The STORY. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s