Teman Walimahan, Feel sadness?? Wooh…


Beberapa waktu yang lalu, mungkin tepatnya seminggu yang lalu, FK unand “baralek gadang”. Ada 2 undangan pernikahan dan walimahan yang mampir di wisma Al-Husna. Yang satu nikahan dan walimatul ursy Bang Muhammadi (Mantan Gubernur FK periode 2007-2008) dan Elsa Maharani (Bendumnya Al-Kahfi Public Health 2010).
Kedua-duanya nikah di hari yang sama. Tapi Elsa walimahannya 1 hari setelah nikahan, sedangkan bang Adi melangsungkan pernikahan dan walimahan di hari yang sama. Yap, yang paling menarik dari cerita ini mungkin adalah kisah Elsa (pernikahan dini-red). Ini bukan pertama kali kutemukan, masih ingat dengan postingan yang I-N-I ?
Postingan kali ini terinspirasi ketika melihat gurat haru di wajah adik adikku angakatan 08 teman seangkatan Elsa. Lebih tepatnya aku merasa de javu menyaksikan mereka. Kurang lebih perasaan yang sama pernah aku dan temanku rasakan ketika mengantar sahabat kami tercinta ke gerbang pernikahan.
Well, kali ini pembahasannya tak lagi seputar pernikahan seperti note ini. Tapi lebih kepada efek samping yang ditimbulkannya.
Pada beberapa kondisi, pernikahan tak selalu menyenangkan bagiku. Mungkin ini trauma pribadi yang kurasakan ketika harus merelakan sahabatku tercinta menikah di usia muda, begitu juga dengan pernikahan murrobbiyah pertamaku (yang menyebabkan beliau harus hijrah ikut suami dan meninggalkan kami :(). Apa pasal? Karena pernikahan itu telah merebut mereka dariku. Mungkin sedikit egois ya…?!?
Ada yang berubah teman, ketika sahabat kita telah menikah. Mereka tak bisa seutuhnya lagi bersama kita. Ada orang lain yang harus diperhatikannya di “rumah”. Jujur, aku merasa kehilangan ketika itu. Sahabat yang biasanya ada ketika kami bersembilan kumpul, sekarang tak lagi bisa membersamai kami dalam setiap kegiatan, sudah jarang ikut berperan aktif dalam setiap agenda (yang biasanya kami selalu beramal jamai dengannya) di kampus. Selesei perkuliahan, ia harus cepat pulang karena ada amanah mulia lain yang menanti.
Sedikit merasa sepi, ada yang kurang. Mencari momen t untuk bisa berkumpul bersembilan adalah saat saat yang langka untuk ditemukan.
Satu sisi ada kebahagiaan menyelimutiku menyaksikan sahabat memasuki gerbang pernikahannya. Menyempurnakan separuh dien, bukankah itu baik kawan? Namun di sisi lain ya itu… ada perasaan kehilangan. Mungkin kata-kata “rela” harus dikatalisatorkan agar tak ada lagi gurat kesedihan.
Dan sudah hampir dua tahun sahabatku itu menikah. Kuliahnya masih tetap jalan walau satu orang jundi telah hadir di tengah keluarga kecil mereka. Dan lagi lagi waktu kami untuk bersamanya berkurang. Hmm… kali ini tak apa kawan. Kami sudah mulai terbiasa tanpanya. Sekali sekali kami sempatkan diri untuk berkunjung ke rumahnya, walau tuk sekedar bermain bersama jagoan kecil yang kini menjadi bocah kesayangan kami.
Walau begitu, sayang kami kepadanya takkan berubah. Ukhuwah yang tercipta sebelum ia ditemukan “orang lain itu” jauh lebih indah.
Jihad kami di kampus mungkin tak lagi selalu bersamanya, namun ia telah memiliki lahan jihadnya sendiri di kehidupan rumah tangganya.
Selamat menempuh hidup baru untuk kedua pasang mempelai. Semoga menjadi keluarga yang samawa (sakinah, mawaddah, wa rahmah, wa dakwah).
Teruntuk sahabat ku tercinta: terimakasih atas pelajaran indah yang telah engkau sampaikan kepada kami. Terimakasih untuk motivasi motivasi itu sehingga aku bisa menjadi seperti ini…

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini, OpIni.... Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s