Renungan 27 September

27 Spetember kemaren menjadi hari yang cukup spesial bagiku.
Spesial bukan saja tanggal itu menjadi moment penanda telah dilahirkannya seorang bayi yang dikemudian hari diberi nama Nur’aini tapi juga moment dimana Allah memberikanku kesempatan untuk mendapatkan do’a dari orang orang terdekat, para sahabat, baik di dunai nyata maupun dunia maya.
Terhitung lebih dari 300 orang mengucapakan selamat hari lahir serta menyertai dengan untaian do’a buatku.
Syukur Alahamdulillah. Allah masih memberikanku kesempatan hidup di usia menginjak angka21 tahun jika ditilik dari kalender masehi ini.
Tiada untaian kata yang lebih indah yang patut kuukir melainkan rasa syukur kepada Allah atas segala limpahan nikmat dan karunianya.
Walau pada hakikatnya, umur kita semakin berkurang di dunia ini.
Lepas dari satu tarikan nafas, maka berkuranglah jatah hidup kita.
Pertanyaanya sekarang,,, sudah lembar ke berapakah kita sekarang? Berapa lembar lagi yang tersiksa untuk kita bertahan di dunia ini? Dan dengan apakah selama ini aku mengisi lembar demi lembar yang kupunya?
Untaian do’a yang telah dilafazkan takkan berarti jika pribadi ini tidak bergerak untk melaksanakannya.
Ya Allah, hijabahlah do’a do’a mereka untukku ya Allah, dan limpahkanlah hal serupa bagi mereka.
Terimakasi yang sebesarnya sepantasnya juga kusampaikan pada Ayah dan Bunda. Tanpa perjuangan mereka berdua, tak kan ada sesosok manusia ini. Limpahan kasih tercurah dari beliau tak kan bisa kumembalasnya.
Terimkasih ma, terimaksih Pa, atas semua cinta dan kasih mu.
Semoga aku bisa memberikan yang terbaik yang bisa kulakukan untuk membahagiaankanmu.
Akan kurangkai mahkota cahaya kelak di syurga untuk ayah dan bunda….
Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

6 Responses to Renungan 27 September

  1. rangtalu says:

    Kakashi Hatake… O Tanjoubi Omedetou Gozaimasu

    Like

  2. rangtalu says:

    [rekonstruksi]di daftar link "sohib on the blog", ada penulisan yang salah.Rang Talu : harusnya ditulis rangtalu, dengan huruf kecil, tdk ada yang kapital..A.Fetriska : kalau tetap ingin menulis nama ini, lebih baik ditulis Adrian.F :)[hal-hal mengenai perubahan ini, mohon dilakuakn dengan cara seksama, dalam tempo yang sesingkat-singkatnya]

    Like

  3. hadddeeehhh…Ni kiro a komen bang rangtalu koh…Okelah kalo begitu. Instruksi untuk rekonstruksi siap dilaksanakan!! Laporan selesai!!^^

    Like

  4. rangtalu says:

    terima kasih..tapi batambah pulo merk nyo ma,tapi, baguslah…

    Like

  5. hahaha….terlintas ide, langsung save…walau Ni pikir dibanding "rangtalu", Rang Talu lebih sesuai dengan tatabahasa…ishk ishk ishk…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s