::KEPANITERAAN::. It’s my FIRST GRADUATION….


TELAT!!!
Mungkin itu kata-kata yang tepat untuk mengargumentasikan Kepaniteraan untuk angkatan 2007 yang sekaligus digabung dengan angkatan 2008 dan 2009.
Kepaniteraan yang notabene adalah “angkat sumpah” a.k.a perjanjian bagi mahasiswa keperawatan, peresmian menjadi mahasiswa keperawayan sebelum diterjunkan ke Klinik untuk menjalankan praktek keperawatan ini seharusnya sudah dilaksanakan semenjak mahasiswa masih di awal-awal semester atau sebelum mahasiswa masuk ke klinik.
Dan kenyataannya adalah, kami angkatan 2007 sudah lebih dari 3 tahun dideklarasikan lulus PMDK/SPMB sebagai mahasiswa keperawatan FK UNAND, dan sudah pernah masuk ke Rumah Sakit (preklinik) walaupun hanya 1 siklus di Keperawatan Medikal Bedah. Begitu juga dengan adik adik dari angkatan 2008. Ya, mereka dengan kurikulum yang berbeda dengan kami dipercepat prekliniknya. Angkatan 2009 masih dalan tahap “normal” (sadang elok untuak dimintai sumpahnyo). Sebab diantara butir sumpah yang diucapkan ada point yang kira kira intinya seperti ini: Bersedia menajalankan kewajiban sebagai mahasiswa keperawatan,dst…
WELL…
Yap… Tak ada yang harus disesali atau disalahkan. Mari kita jalankan saja….
Bagi seorang mahasiswa keperawatan, kepaniteraan ini cukup penting dan urgent sebagai bukti hukum “kelegalan” kami dalam melaksanakan tindakan medis keperawatan kepada pasien ketika praktek di RS. Mengingat status sebagai mahasiswa yang sama sekali belum profesional dan cakap, melakukan tindakan kepada objek hidup, bernyawa, insan yang mulia di mata Allah, dan tentu saja rentan untuk tersakiti adalah hal sensitif plus berbahaya bin beresiko yang harus dilaksanakan secara hati hati dan telaten karena menyangkut nyawa manusia. Hmm… Sungguh berat konsekwensi menjadi tenaga medis ini.
KEPANITERAAN PLUS ANGKAT SUMPAH NERS
Acara yang berlangsung pada tanggal hari Rabu, 6 Oktober 2010 yang bertempat di aula Fekon Jati ini cukup membuat angakatan kami shock (terutama masalah kostum dan budgetnya). Apa sebab? Karena tak banyak dari kami yang mempunyai bawahan putih, sedangkan yang diminta adalah mahasiswa harus memakai baju preklinik putih, celana putih (di preklinik sebelumnya kami pakai rok hitam, tak banyak di antara kami yang prepare celana putih), sepatu putih (sebelumnya kami pakai hitam juga), jilbab putih, kaus kaki putih. Yah, akhirnya musti meraup sejumlah uang dari kocek lagi.
Hampir semua mahasiswa melaksanakan instruksi dari pihak kampus ini dengan patuh, kecuali beberapa orang, yang nekad pakai rok putih *diantaranya sayah sendiri, tapi dengan sedikit teknik loby dan manyuruak nyuruak everything is gonna be OK* ada yang pakai kemeja biasa *bukan seragam preklinik yang akhirnya disuruh pulang dan ganti pakaian* ada yang pakai kaus kaki coklat warna kulit *tapi tak terlalu ngaruh*
Acara yang sekaligus digabung dengan moment “Angkat Sumpah NERS” *NERS gelar bagi perawat profesional yang mendapat pendidikan pasca Strata 1* angkatan ke 16 cukup memotivasi kami untuk segera menyelesaikan perkuliahan.
Wah wah wah… duduk di barisan bangku menghadap ke meja dimana para petinggi kampus (dekan, ketua prodi, waket berada) cukup membuat hawa “sedang diwisuda” merebak di antara mahasiswa yang akan diangkat sumpahnya (biasanya jika ada acara wisuda kami tsiqoh berada di tim paduan suara). Apalagi kedatangan kami disambut fotografer-fotografer yang menyediakan background foto yang semakin menambah adrenalin “lagi diwisuda nih” muncul . Hehehe
Kuanggap ini Wisuda pertamaku di Program Studi Ilmu Keperawatan, dan aku sangat menantikan untuk wisuda-wisudaku berikutnya di kampus ini. InsyaAllah ada 2 wisuda lagi yang akan terlaksana jika Allah mengizinkan. Wisuda sebagai Sarjana Keperawatan, dan wisuda untuk mengambil gelar “NERS”. Total, ada 2 prosesi wisuda plus 1 kali angkat sumpah yang sedang menunggu untuk segera kuraih di Universitas Andalas tercinta. Tapi aku tak mau berhenti sampai di situ. Ingin wisuda-wisuda lain di tempat yang lain juga kugapai (ck ck ck,,, obsesi baru; pengen wisuda banyak banyak)
ARTI SEBUAH KONSEKWENSI…
Bersumpah, berjanji, apalagi kepada Rabb sang maha Pencipta bukanlah hal yang main-main. semua ada konsekwensi dan feed back serta follow up yang harus dijalankan.
إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلا أُولَئِكَ لا خَلاقَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ وَلا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ
عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. (Ali-Imran:77)” 

 

Akan ada banyak hal yang harus kami pertanggungjawabkan sebagai seorang mahasiswa keperawatan.
Berikut beberapa point yang termaktub didalamnya (pakai bahasa Aini sendiri karena gak semua nya yang tercatat di kepala tapi juga lupa minta copyannya…hoho):
  • akan membaktikan diri sebagai mahasiswa keperawatan yang ketika berhadapan dengan pasien tidak membedakan kesukuan, jenis kelamin, golongan, aliran politik atau kedudukan sosial. Akan menghormati kehidupan insani selama daur kehidupannya. Akan mempertahankan dan menjunjung tingggi martabat profesi keperawatan. Akan merahasiakan segala sesuatu yang diketahui selama menjalankan praktek keperawatan kecuali diminta pengadilan. Akan menghormati guru, pembimbing, dsb. dst. etc,,,, 

Hmm…. kalau ditilik tilik, ternyata berat juga bersumpah itu ya… (apalagi disaksikan oleh rohaniawan a.k.a Pak Ustad bagi yang beragama islam dan pendeta bagi yang beragama kristen berikut dengan kitab suci dari masing masing agama). Apalagi dengan point point yang cukup “dahsyat” *menurutku ini*
Tapi apapun itu, jika sumpah dilaksanakan untuk kebaikan, maka lakukanlah sebaik mungkin.
SEBUAH EFEK….
Dengan adanya kepaniteraan ini, semakin membuka lebar mataku, fikiranku, terutama hatiku, that’s “AINI YOU ARE A STUDENT OF NURSING SCIENCE NOW… AND YOU WILL BE A NURSE…!!!
Sebuah kata-kata dahsyat yang merubah 180 derajat mindset khayalan kanak-kanakku yang sempat memimpikan “profesi” lain begitu dalam. Hapus semua euforia masa lalu tentang sebuah .::cita-cita::. Semua tak seindah yang dibayangkan, mata manusia bisa tertipu namun Allah lebih tahu mana yang terindah dan terbaik untuk hamba-hambanya. Berdamailah dengan takdir Ni!!!
Dan akan kusambut hari hari indah buah “karya masa depan dari Illahi” yang jauh lama sudah tergores di lauhflmahfuz untuk seorang insan bernama :Nur’aini:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْتَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)” 

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Nursing Diary. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s