Buka Mata Lebar Lebar, Semua tak Seindah yang Disaksikan…!

Aktivis dakwah…

Mungkin ini adalah sebuah “titel” yang memasyarakat dengan alamiahnya melalui sebuah tahapan jenjang pendidikan yang kita namakan tarbiyah.

Ada yang “bangga” karena telah menyandang titel ini, dan ada yang merasa berat untuk memikulnya. Ya, ibaratnya titel yang satu ini adalah amanah, kata kata luar biasa yang kelak harus dipertanggungjawabkan. Kata kata ajaib yang membuat satu langkah kaki kita berada di syurga, dan satunya lagi ke neraka. Tinggal bagaimana kita berstrategi mengayunkan langkah itu menuju visi kita sebenarnya.
Ikhwah, jika ada yang bertanya, “Bagaimana dakwah kampus kita hari ini?”

Mungkin secara harfiah semua tampak menakjubkan. Pertumbuhan kader yang sepertinya semakin berkembang, organisasi dakwah yang pergerakan dan pertumbuhannya mengalami kemajuan, atau agenda agenda dakwah yang semakin terlihat di tengah tengah publik.
Kita bangga, Kita bahagia melihat semua ini terjadi. Tapi apakah sampai pada batas itu sajakah kita harus memandangnya?

Apakah parameter keberhasilan dakwah kampus hanya dipandang dari segi kuantitas? Hanya dari seberapa banyak kader yang kita rekrut? Hanya sebatas seberapa banyak agenda dakwah yang terlaksana? Atau kerja kita hanya sebatas agar kata-kata “terlaksana” tertera di atas lembar pertanggungjawaban letika mubes berlangsung?

Ikhwah, ada indikator indikator lain yang perlu kita perhatikan dan menjadi point penting dalam keberhasilan dakwah. Point point yang mungkin tidak akan tampak secara harfiah namun bisa kita rasakan.

Hanya kita pribadi dan Allahlah yang mengetahui apakah poin tersebut berhasil tercapai. Point keberhasilan yang kita lihat dari kedekatan antara kader dengan Allah. Mari kita sama-sama mengevaluasi diri. Sejauh manakah agenda dakwah membuat hubungan kita dengan Allah semakin dekat? Apakah keyakinan kita terhadap islam semakin bertambah? Apakah jiwa-jiwa rabbani makin bertumbuh dan berkembang dalam diri masing masing kader? Atau jangan-jangan menumpuknya agenda malah membuat pribadi-pribadi kita makin kering dan sedikit mengabaikan jalan jalan menuju-Nya. Adanya amanah yang bertumpuk malah mengalihkan niat awal dan kata-kata ikhlas pun tergelincir dari tempatnya? Parameter ini memang hanya kita yang bisa merasakan.

Walau hal ini tidak bisa kita simpulkan secara langsung, namun faktor kedekatan kader kepada Allah adalah syarat mutlak keberhasilan dakwah dan kemudahan pertolongan Allah dalam perjuangan dakwah kita.

Apakah agenda agenda kita selama ini masih mempertahankani “ruh”nya?

Point yang kedua adalah adanya PERUBAHAN. Dakwah adalah metode kita menyampaikan kepada lingkungan betapa indahnya islam itu. Dakwah yang kita harapkan adalah dakwah yang menunjang perubahan untuk menjadi lebih baik. Yang kita harapkan adalah target-target dakwah menjadi tercerahkan dengan syiar yang kita sampaikan. Tak hanya sekedar berapa banyak yang hadir dalam sebuah agenda dakwah. Akan tetapi seberapa besar perubahan yang terjadi, seperti seorang yang tidak pernah sholat, setelah mengikuti sebuah kajian, ia menjadi rutin sholat, atau seorang yang biasanya tidak pernah puasa di bulan Ramadhan berubah menjadi menjalankan puasa Ramadhan.

Nah mari kita buka mata lebar lebar. Bagaimana kondisi dakwah kita hari ini?
Bagaimanakah partisipasi kita dalam meng-istiqomah-kan diri serta menjaga kader kader yang ada?
Ikhwah, bukan masalah KUANTITAS, namun terlebih pada KUALITAS.
Dan semua itu tak seindah yang terlihat bukan?
Mari kita sama-sama mengevaluasi diri.
Sejauh manakah kontribusi dan kerja kita hari ini membantu tumbuh dan berkembangnya dakwah kampus dalam artian sebenarnya????



ba’da diskusi dengan kader
@W.A-HA 2; 24092010


About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in dakwah. Bookmark the permalink.

2 Responses to Buka Mata Lebar Lebar, Semua tak Seindah yang Disaksikan…!

  1. like thiz,,

    benar sekali, kadang kita terfokus pada persoalan kuantitas ini sehingga melupakan kualitas
    seperti saat ini yg terjadi di univ saya
    masa regenerasi sudah di ujung mata, tapi stok kader masih sangat sedikit
    dan lagi2, yg diributkan adalah masalah kuantitas
    sementara kami terlupakan untuk melihat hal yang lebih luas…kualitas dan sistem

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s