Lingkaran Pertamaku

Tiba-tiba aku teringat dengan Lingkaran kecil pertamaku…

Ah, ntahlah…. Tiba tiba memory otak ku seperti memutar ulang kejadian-kejadian awal perkuliahan dulu sehingga aku bisa terjerumus ke lembah yang indah ini. Sebuah lembah yang boleh jadi mula dibangunnya sebuah peradaban manusia yang madani… (amin! )

Tahukah kawan? Tak ada yang memaksaku untuk ikut dalam lingkaran kecil itu. Tak ada yang mengajak. Dan tak pula merupakan agenda wajib kampus yang kita kenal dengan mentoring . Bahkan lingkaran ini bermula SEBELUM Mentoring Agama Islam dilaksanakan. So how?? Hehehe… Aku hanya bermain firasat sobat (firasatku mengatakan INI adalah sesuatu yang BAIK!!).

Sehingga tanpa malu dan segan aku yang meminta dan mengajukan diri untuk gabung dengan mereka. Para ukhty yang menurut ku memiliki “nilai Plus” dari teman teman sekelas kami yang lain. Yah, walau perkuliahan kami dimulai belum cukup lama, namun ada aura “kharismatik”, ”wibawatik”, ”estetik” yang dipancarkan mereka, beberapa sahabatku yang BARU belakangan ini kuketahui menjadi “Target utama” para aktivis dikala itu.

Sedangkan aku? Hehe, dengan basic OSIS dan PRAMUKA (walau juga mencantumkan sempat menjadi sekretaris di Forum an Nisa’ SMA walau akhirnya tak jadi aktivis disana), apakah aku menjadi “list most wanted people” by ADK kala itu? Wallahu’alam. Yang jelas ketika itu tak ada yang mengajakku secara langsung untuk ikut di lingkaran Tarbiyah. Namun tetap mendapatkan sambutan yang hangat.

Ketika itu, sembari main di Mushalla, aku melihat mereka (beberapa teman ku tersebut) berdiskusi asyik. Tanpa segan (sebetulnya ini karena “hasrat” tak mau kalah dan tak mau ketinggalan berita) kudatangi mereka dan bertanya apakah gerangan yang mereka diskusikan.

“Ini Ni, kami rencananya mau membentuk kelompok Liqo’”

Liqo’?????? Apa itu?? Kedengarannya sedikit “mengerikan”. Aura “ekstrimis” mulai merasukiku dikala itu, hawa penasaran mulai menguasai, membuatku menjadi manusia yang sedikit cerewet bertanya kepada mereka sejenis kegiatan apakah “Liqo’” itu? Salah satu dari mereka menjelaskan secara singkat dan aku mengambil kesimpulan kalau Liqo’ adalah: semacam forum an-nisa namun hanya terdiri dari beberapa orang dimana disana kita bisa saling bertukar pikiran, mengkaji agama, belajar kelompok membahas pelajaran mata kuliah, yang nanti akan dipandu oleh salah seorang senior.

BELAJAR KELOMPOK!!! *mataku mulai berbinar-binar. Itu yang kucari dan kuidam-idamkan. Sebuah kelompok belajar yang akan dipandu oleh salah seorang senior yang hampir wisuda adalah sesuatu “YANG SANGAT MENARIKKK TEMAN!”. Maklumlah, jiwa mahasiswi ku begitu menggebu-gebu kala itu. Everything about study is Gonna Be interest in my mind.

Tanpa segan, tanpa malu dan riskan, aku segera merengek-rengek kepada mereka (yang waktu itu berjumlah 7 orang dan tak satupun kala itu yang menjadi teman akrabku) untuk bisa gabung di “Kelompok Belajar” yang bernama Liqo itu. Yeah, whateverlah apa namanya, yang penting nanti ada pembahasan mengenai mata kuliah anatomi, Fisiologi yang bikin otak mumet itu. Aku HARUS ikuuuttt.. Aku tak boleh ketinggalan dengan orang orang yang kutahu pasti anak manusia yang pastinya baik itu.

Wah, aku gak gak tau mereka benar-benar menerimaku dengan lapang dada atau tidak, karena aku tahu merekapun diajak yang lain, namun dengan bijaknya, salah satu di antara mereka berkata,”Ya udah, Aini datang aja dulu, pertemuan pertama kita Hari “itu” jam “segitu” ya”.

(setelah mengetahui seperti apa “kelompok belajar” itu kini, aku sungguh berterimakasih atas kesempatan yang diberikan Allah melalui temanku itu)

Ternyata adegan merengek rengek ku itu cukup menarik perhatian salah seorang temanku lainnya yang kemudian juga ikut minta bergabung. Dengan “wajah pias” sedikit cemas takut bakal ada pendatang baru lainnya, temanku itu berkata dengan hati-hati dan menerima “mahasiswa beruntung” satunya lagi. *kabarnya tak sembarang orang bisa gabung di sini…wah aku merasa beruntung sekali ketika itu*

Maka jadilah lingkaran itu berjumlah 9 orang…. Dan subhanallah, ternyata kakak yang mendampingi kami untuk lingkaran itu adalah senior berjilbab lebar dan dalam yang beberapa hari lalu berpapasan denganku di Perpus dan langsung menjabat tangaku erat, memeluk plus cipika-cipiki (*adegan yang sebenarnya membuatku geli, namun kutahu itulah “kebiasaan” mereka dan justru membuat ku terkesan)

Pertemuan pertama sungguh berkesan. Aku *yang notabene tak punya pengalaman apapun untuk masalah per-Liqo’-an, bahkan datangpun tanpa diundang* malah terpilih jadi ketua kelompok yang mereka sapa dengan “amiroh”. Pemilihannyapun berlangsung secara kebetulan karena cuma aku satu-satunya manusia yang tersisa yang belum kedapatan amanah.

Sedangkan teman-teman yang lain sudah mendapatkan amanah masing masing dengan menjadi PJ agenda-agenda yang telah dirumusan. Dan kebetulan amanah satu satunya yang tersisa ternyata adalah posisi Ketua. Beberapa teman yang juga berjilbab dalam *dan menurutku sangat capable untuk menjadi ketua kelompok* malah berusaha menghindar dengan memilih amanah untuk menjadi sekretaris dan bendahara. Ya apa boleh buat. Mari kita coba, untuk masalah pimpin memimpin ngandalin pengalaman dari SMA aja… *(berusaha menenangkan diri walaupun sebenarnya grogi abis) ck ck ck *nekad*.

Yah begitulah, pertemuan demi pertemuanpun kami rangkai dalam indahnya ukhuwah. Dua kali seminggu kuikuti lingkaran itu. Yang satunya lagi Mentoring agama islam yang kebetulan juga masih dengan kakak yang sama.

Entah mengapa, Liqo menjadi moment-moment yang dirindukan di antara kesibukan kuliah kami. Walau sepadat, secapek apapun, jika ada agenda Liqo yang bertepatan dengan jadwal kosong, kami berbondong-bondong menuju tempat yang telah disepakati. Kebersamaan dalam kesamaan agenda ini, membuat kami ber-9 akrab. Sangat akrab…. Sampai sekarang…. Bahkan aku sempat *terkesan menjauh* dari dua orang sahabat akrabku pertama-tama masuk kuliah. Tapi aku sungguh menikmati hubungan kami *jiah, istilahnya*

Liqo’ jadinya tak terkesan monoton. Banyak canda dan tawa… Maklum, sebagian besar dari kami baru pertama kalinya ikut Liqo. Tak bisa tenang diam, selalu ada ada saja yang dihebohkan. Bahkan sang Murobbiyahpun pernah menyampaikan Liqo kami adalah Liqo teraneh dan terseru yang pernah dirasakan beliau.

Kisah demi kisah mulai kami rangkai dan ciptakan. Menjadi semacam legenda yang tak terlupakan…

Ya…seperti itulah…. Liqo memang bukan segala-galanya. Namun segala-galanya bisa bermula dari Liqo…

Teman, udah dulu ya cerita nya. Karena Padang kembali berayun,

Gempa Mag:7.2 SR,25-Oct-10 21:42:20 WIB,Lok:3.61 LS,99.93 BT (78 km BaratDaya PAGAISELATANMENTAWAI-SUMBAR),Kedlmn:10 Km,Potensi TSUNAMI kembali datang menghampiri…

Hanya kepada Allah lah kita meminta perlindungan… Jika Allah mengambil kita kembali pun, semoga kita diambil dalam keadaan khusnul khotimah..Amin ya Rabb…

*note di kala gempa melanda..

Wisma AH 2

milkysmile

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Islamic Nurse, niners. Bookmark the permalink.

4 Responses to Lingkaran Pertamaku

  1. Rin says:

    sok tersipu2…

  2. hahaha…

    ngapain pulak dirimu yang sok tersipuh sipu???
    ckckck

  3. wah.. ini foto kelompoknya ya ukh??? (ammiahnya??)

  4. ammiah??
    AmNiah??
    maksudnya?

    Oia… ini kan kelompok pertama. Tahun 2007,
    sekarang gak ini lagi. Kami udah dipencar-pencar…
    MR nya juga udah beda…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s