Antara Inter, Pare, dan Persahabatan

Antara Inter, Pare, dan Persahabatan

Kisah 24 Februari 2010

Hmm… Gak tahu alasan jelasnya apa, tiba-tiba kantin di kampus ditutup semuanya (*emang kantin kita ada berapa?) untuk jangka waktu yang tak bisa diprediksi. Menurut isyu yang beredar sih katanya kantin akan diperbaharui karena kondisi terakhir masih semi permanen pasca gempa.

Whateverlah alasannya, tapi penutupan kantin secara pihak dan mendadak ini mengakibatkan dampak yang cukup kronis terhadap nasib lambung lambung para mahasiswa. Kami harus terlunta lunta mencari tempat makan di sekitaran Pondok yang katanya lokasi yang pas untuk wisata kuliner tapi tidak bagi kami kami yang masih sedikit parno jika harus makan di Rumah makan China. Ckckck…

Yap, mencari sesuap nasi yang benar benar dijamin kehalalannya lahir dan bathin memang bukan hal yang mudah (lebaydotkom)

Hari itu kalo menurut jadwal sih perkuliahan akan berlangsung sampai sore. Mata kuliah pertama gerontik sampai pukul 11.30. jam 12, anak-anak sudah bersiap siap untuk melangkahkan kaki dan mengayunkan tangan menuju RM yag sekian lama berhasil terindentifikasi sebagai RM miliknya orang Padang yang ada di Pondok.

Nuri yang konon kabarnya sedang mengalami kanker akut memutuskan untuk membawa bekal dari rumah, sekotak nasi dengan lauk pauk ala kadarnya. Lumayanlah sebagai pengganjal perut walau lebih terkesan seperti anak TK yang tak boleh jajan sembarangan oleh Mamanya. Sedangkan Fira juga memutuskan hal yang sama terlebih dikarenakan sambalnya berlebih di kosan. Kan mubazir kalo gak dimakan. Kalau ditunggu sampe pulang kuliah, takutnya keburu basi.Hmm alasan yang cukup logis.

Walhasil yang mengembara mencari sesuap nasi di kala itu hanya Devi, Feby, Ami, Yuka, dan Yani. Sedangkan Mbak adel dengan alasan yang tidak jelas (seperti biasanya) tidak memutuskan untuk memakan apa apa siang itu. Konon gosip yang beredar si mbak lagi kegandrungan ngenet via HP sehingga tak makan tak apa. Yang penting bisa ngonlain. Ckckck…

Adegan makan siang, di ruangan kelas. Tampak Fira duduk di bangku paling belakang. Nuri persis duduk di depan Fira, sedangkan Adel berdiri gak jelas sambil ngenet dan mendengarkan MP3.

Fira : Bawa lauk apa Ri?

Nuri : Ayyuaaammm (dengan logat sok nge-english)

Fira : Oh,kalau Fira Ikuaann (ikut-ikutan nge-English gak jelas sambil bibir dimonyongin)

Fira lagi : Mbak liat nih jam tangan inter Fira udah baek. Cuma 12 ribu sajo (sambil pamerin jam tangan)

Adel : Tuh khan, apa kubilang dia tu Cuma mau diperbaiki di padang. Di Jambi mah gak bisa.

Fira : Karena belinya di Padang juga kali ya

Nuri : (Dengan tampang oon) apaan sih?

Fira : Lihat nih, jam inter fira

Nuri : Oh kirain apaan, udah bagus lagi ya (*melengos)

Dan adegan makan siang pun mulai berlangsung secara khidmat sampai akhirnya Nuri memulai perbincangan. Daripada sunyi senyap aja.

Nuri : eh tau gak Fir, tadi pagi aku nemuin note di pesbuk yang isinya menghina dinakan inetr gitu !! (manas-manasin mode :On)

Fira : haaa!!! (Mata terbelalak)

Nuri : Mau baca gak?

Fira : Gak usah, bikin sakit hati aja pastinya (Konon kabarnya Fira adalah internisti sejati)

Nuri : Yang negbuat katanya Milanisti sama Juventini gitu Fir (dengan tampang kayag kompor)

Adel : aahhh… Biasa itu, mereka bertiga tu kalau ketemu pasti adu mulut. Merasa menjadi yang paling benar aja.

Fira : Tu lah… walau apapun kata dunia fira teteup ngedukung Inter

Akhirnya makan siang hari itu diwarnai dengan pembicaraan tentang bola antara Fira dan Adel yang notabene juga penggila bola

Nuri : Kalau mbak ngedukung apa?

Adel : Aku? Aku Juventus, kalau Ipeb AC Milan dia.

Fira : Tapi kalau dari segi pemain Fira salutlah sama Juventus

Nuri : nah lo…fira gak istiqomah banget sih, katanya internisti

Fira : (nelen makanan) Ri, ini konteksnya pemain bukan klub. Fira salut dengan Juventus karena pemainnya. Tau Del Piero? Dia tetap bertahan di Juve walau udah masuk seri B….bla bla bla

Adel : Iya…. Bla bla bla (mulai menyebutkan kosa kata yang membuat Nuri melongo) tau seri B gak? Pasti gak tau. Ck ck ck

Nuri : Eh tau kok. Pasti kastanya lebih rendah dari seri A, ya kan? Hmm gini gini tau dikit lah mbak. Tapi masalah scudeto scudetoa tu emnag aku nggak ngerti, trus degradasi. Apa pula itu? Pengikisan yak?

Adel+Fira : o;ef j9reknh8frek7hfeksyfgkusdfhfnd8xe387rydindxew

Mereka mulai ngomongin klub klub bola mulai dari Inter sampai kasus Bonek dan Liga Indonesia

Nuri (dalam hati) : hanndeeehhh, menyesal saia menyinggung nyinggung tentang inter tadi.

Adel dan Fira tampak semangat sekali. Sedangkan Nuri memutuskan untuk fokus pada makanannya. Kemudian dengan penuh kesungguhan Nuri mengambil pario (sejenis sayuran yang rasanya pahit) dan menyodorkannya ke Fira.

Fira yang masih sibuk ngoceh sambil mengunyah makanan melirik sebentar danmenyambut suapan sesendok pario dan melanjutkan cerita.

Beberapa detik kemudian….

Fira : Ri, yang Nuri suapin tadi apa?

Nuri : (dengan tampang tidak merasa bersalah) Pario

Fira : haaaaa!!!!!! (lagi lagi membelalakkan mata) dan masang tampang siap siap mau vomitus (muntah)

Nuri : Eh eh eh, jangan muntah di sini. Telen aja cepat cepat …(mencoba mensugesti)

Adel : ganti rasa ganti rasa (entah apa yang dimaksudnya dengan ganti rasa) kasih tahu sama Fira cepat.

Nuri menyodorkan sesendok tahu goreng yang dipotong kecil kecil. Tapi Fira menolak dan berteriak “gaaaak mauuu”

Nuri : Fira gak suka pario ya?

Fira : (dengan sedikit tampang meringis menahan mual) nggaaakkk… baru kali ini Fira makan ntuh.

Anak –anak yang kebetulan sedang berada di kelas ngakak bareng bareng. Mentertawakan kejadian yang tak penting yang tengah berlangsung di kelas.

Fira : Nuri merusak muud makan aku aja niih.

Adel : hahah Fira juga lucu. Masa ia gak nyadar apa yang disuapin sama Nuri tadi… Fira sih keasyikan ngobrol gak liat liat apa yang disuapin orang.

Fira : Ri, fira tuh terlalu percaya sama Nuri. Fira kira itu hati ayam. Kamu gak tau ya.. Mama kami aja gak pernah ngasih kami pario. Kalau ada pun juga bakal kami sisihin buat ayah,

Nuri : Wahh… berarti Fira musti makasih ke aku dong. Kan aku orang pertama yang berhasil membuat Fira makan Pario tuh

Nuri dan Adel kembali ngakak.

Udah ah sholat dulu yuk.

SEKIAN ntah apa maksud cerita ini saya juga tidak jelas

*Akhir Cerita yang GAJE*

milkysmile

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in niners. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s