"Setitik Cahaya Demokrasi yang Terpudarkan Aklamasi"

“Setitik Cahaya Demokrasi yang Terpudarkan Aklamasi”


Demikian lah deretan tulisan yang tertera di atas sebuah spanduk yang menyambut kedatangn ku pagi itu di kampus tercinta untuk melaksanakan UTS (Ujian Tengah Semester)

Rupanya Musim pemira tingkat Fakultas datang lagi… Kali ini dipercepat dari tahun sebelumnya.

Mungkin ada yang sedikit bertanya-tanya dengan deretan kalimat di atas. “Setitik Cahaya Demokrasi yang Terpudarkan Aklamasi”???. Demokrasi yang terpudarkan, maksudnya? Aklamasi??? Yap teman, sudah dua tahun aklamasi itu terjadi di Fakultas ini. Bukan ingin menjadikannya sebentuk tradisi, namun demikianlah faktanya.



Tiga tahun mengikuti perjalanan pemira di FK Unand ini, baru SATU kali aku merasakan bagaimana nuansa perpolitikan yang cukup memanas di kampus yang disinyalir mahasiswanya “Agak kurang berminat” pada dunia organisasi kampus dan cenderung pada akademik ini. Dua tahun berikutnya, hanya ada SATU CALON TUNGGAL yang berani mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Ketua Umum BEM KM. Sedangkan yang lain hanya “BAKAL CALON”. Mengambil formulir tanpa diiringi keberanian untuk mengembalikannya.

Dari pengamatan “Si empunya blog” *yang rada sok tahu ini*, ada beberapa faktor “yang SEKIRANYA” menyebabkan kenapa animo mahasiswa FK untuk menempati posisi TOP LEADER MAHASISWA ini terbilang rendah. Beberapa di antaranya:

1. Beratnya amanah sebagai seorang pemimpin. Apalagi mengingat fakultas kedokteran cukup “ternama” dan pastinya ada beban psikis juga yang mengiringi niat seseorang sebelum memutuskan untuk terlibat dalam persaingan ini.

2. Faktor Akademik. Setali tiga uang dengan masalah “beratnya” amanah, faktor akademik merupakan salah satu faktor yang cukup mempengaruhi minat mahasiswa untuk terlibat lebih dalam di dunia perpolitikan kampus. Ketakutan akan mengganggu study-lah yang selalu menjadi momok mahasiswa jika terlalu aktif dlaam dunia organisasi kampus.

Hmm… Padahal ini sifatnya relatif. Tergantung bagaimana kita me-managemen waktu dan pandai dalam menempatkan prioritas ketika moment moment tertentu.

3. Tidak adanya dukungan

Di antara banyaknya mahasiswa yang tidak berminat, pasti ada satu atau dua yang memiliki keinginan untuk mencoba peruntungan mendapatkan pengalaman menjadi seorang gubernur BEM, namun karena kurangnya (atau ketiadaan) dukungan dari rekan rekan sekitar kiranya cukup menyurutkan langkah seseorang. Karena setinggi apapun keinginan seseorang jika tidak ada yang membantu dan mensupportnya (sekurang kurangnya menjadi pendorong di balik layar) maka cukup akan mengena di psikologis seseorang untuk mundur selangkah (istilah minangnyo : Tasuruik). Apalagi jika pesainganya memiliki sejumlah pasukan yang besar di belakangnya.

4. Kapasitas Sebagai Pemimpin

Yup, bagi orang-orang yang sadar apa itu “Pemimpin” dan “Kepemimpinan” pasti tidak akan mau gegabah untuk mencalonkan diri jika ia sendiri tidak yakin dengan kapasitasnya untuk menjadi pemimpin.

Untuk menjadi seorang pemimpin, memang dibutuhkan skill, tak hanya kecerdasan dalam pendidikan, namun juga kecerdasan dalam berorganisasi. Dan sebenarnya, BEM sendiri sudah memfasilitasi itu dengan mengadakan pelatihan pelatihan kepemimpinan serta dibukanya peluang untuk menjadi anggota BEM di tahun tahun awal kuliah.

Well, mungkin itu beberapa analisis “cetek” dari penulis. Mungkin teman teman bisa menambahakan dengan opininya masing-masing.

Karena tidak selamanya aklamasi itu menyehatkan bagi dunia perpolitikan di kampus. Tidak menyehatkan bagaimana??? Karena sang pemimpin ditunjuk bukan karena aspirasi sebagian besar mahasiswa. Belum tentu semua mahasiswa “mengikhlaskan” beliau duduk sebagai pemimpin (tapi karena hanya tidak ada calon lain). Sehingga dukungan penuh untuk menjalankan pemerintahan belum tentu didapatkan dari sebagian besar masyarakat kampus.

Di samping itu aklamasi juga membuat suhu dinamika perpolitikan di kampus jadi “kurang terasa”. Pemira menjadi biasa-biasa saja. Tidak ada debat calon yang seringkali menjadi tontonan yang ditunggu-tunggu. Tidak adanya persaingan antar “tim sukses” dalam merebut masa. Ah aku masih ingat. Dulu di tahun 2008 (Pemira KM FK pertama yang kuikuti) suasana kampus rame dan heboh dengan persaingan dua orang calon Ketua kala itu. Tim sukses berebutan membagi-bagikan amunisi seperti bunga, permen, pin, dsb kepada mahasiswa mahasiswa yang lalu lalang. Banyak pamflet bertebaran di setiap sisi kampus.

Sementara dua tahun berikutnya, hanya ada satu calon. Pamflet, amunisi, dan kampanye memang masih dilakukan. Tapi hanya sekedar seperti ajang untuk memperkenalkan “ketua berikutnya”.

TAPI….”Setitik Cahaya Demokrasi Memudarkan Aklamasi di tahun ini”

Yup kemunculan dua orang mahasiswa FK angkatan 2008 yang BERANI mengembalikan formulir pendaftaran Calon Ketua Umum BEM KM seperti memudarkan sketsa “aklamasi” yang terlanjur menjadi tradisi selama dua tahun belakangan.

So, pemira nanti, masyarakat KM FK UNAND benar-benar akan memiliki “HAK untuk MEMILIH” dan “HAK SUARA” untuk menentukan pemimpin yang tepat untuk Pemerintahan KM FK 2011 berikutnya.

Semoga ini adalah langkah awal untuk mengembalikan animo mahasiswa untuk lebih mengasah “bakat kepemimpinan” serta menjadi Pemicu untuk “menjadi Mahasiswa yang BERANI”….




di Sudut Kota Padang Tercinta, 4 November 2010


milkysmile
Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini, KamPus.... Bookmark the permalink.

8 Responses to "Setitik Cahaya Demokrasi yang Terpudarkan Aklamasi"

  1. Apriyandi says:

    waaahhhh…mantap..
    sekarang dion dan viktor bersaing ya…!!!

    siapa yang bakalan menang ya..???

  2. insyaAllah yang paling banyak pendukungnya…itulah yang akan menang…

  3. Apriyandi says:

    dak samo c kaduonyo tu??..hehe

    tapi menurut prediksi,,dion yang jadi nya…
    baru prediksi..(*kita liat nanti..)^^,

  4. insyaAllah kami sudah punya pilihan…

    Let’s Vote Victor for Victory!!!n_n

  5. syandrez says:

    bang victor menang..
    congratulation!

  6. hhmmmmm….
    udah lama g ke fk unand..
    hahahh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s