*Kemana Jilbabmu Ukhtiku??*

Malam ini (walau sedang dalam masa UTS), aku menyempatkan diri berseluncur di dunia maya (fesbuk tepatnya) seraya refreshing pasca berbaku hantam dengan materi kuliah. Kali ini tanpa diduga, aku ingin sekali nge-cek Facebook beberapa teman lama (SD,SMP,SMA). Hal ini bermula ketika aku menemukan wallpost salah seorang teman SMP ku kepada teman SMP ku yang lain.

Ya Allah… Sungguh sedih rasanya hati ini melihat beberapa teman yang kukenal, yang dulunya masih memakai jilbab, sekarang berpose indah tanpa kerudung yang membungkus kepalanya lagi. Yang paling kumiriskan adalah fakta terbaru seorang teman satu tingkat di bawahku, yang sempat menjadi tokoh panutanku dulu (walau ia lebih kecil setahun dariku) karena jilbab lebar rapi yang dikenakannya sejak SMP. Aku sungguh kagum… dan jujur, aku yang ketika itu masih dengan jilbab bongkar pasangku sungguh terinspirasi dengan tampilan akhwat kecil yang kulihat ketika itu. Mempesona…

Remuk redam hati ini. Pahit melihat kenyataan yang ada. Tidak satu, dua, tiga orang teman! Tapi BANYAK!!!! Entahlah… ada sisi diriku yang terluka rasanya menyaksikan sahabat-sahabat masa kecilku di beberapa fotonya melepas hijab yang dulu pernah ia pakai, dan paling menyakitkan di beberapa foto mereka masih memakai jilbab. TAPI hanya menjadikannya sebagai STYLE! Mempercantik tampilan.

Dimana letak izzahmu wahai akhwatifillah!

Kemana jilbabmu saudari-saudariku???

Di sana, di negeri Palestina, wanitanya banyak yang berlumuran darah demi mempertahankan jilbab dan kehormatannya. Dulu, di negeri ini, mereka yang memakai jilbab dihantui ketakutan dengan ancaman-ancaman yang datang hanya karena jilbab yang mereka kenakan.

Padahal di belahan bumi lain, banyak sekali saudari-saudari kita yang untuk mempertahankan hijabnya saja butuh usaha yang tidak sedikit sampai mempertaruhkan nyawa, mengorbankan rasa aman, dan senantiasa bergelut dengan ketakutan.

Masihkah engkau ingat dengan kasus yang menimpa saudari kita, Marwa Al-Sharbini, yang meninggal dunia karena ditusuk oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia di ruang sidang gedung pengadilan kota Dresden, Jerman? Saat itu, Marwa akan memberikan kesaksian dalam kasus penghinaan yang dialaminya hanya karena ia mengenakan jilbab. Belum sempat memberikan kesaksiannya, pemuda Jerman itu menyerang Marwa dan menusuk ibu satu orang anak itu sebanyak 18 kali.

Atau, apakah engkau pernah diusir dari bus kota hanya karena hijab yang engkau gunakan seperti yang dialami muslimah di Denmark sana? Dikeluarkan dari sekolah karena memakai jilbab seperti siswi islam di Perancis? Dikejar-kejar para “Islamfobia” karena jilbab yang engkau kenakan? Sungguh, pada saat ini, para wanita muslimah di Negara kita sudah bisa menikmati kebebasannya untuk mengenakan pakaian taqwa, namun kenapa tidak banyak yang sadar dan peduli untuk segera berhijab?

LIHAT…. Begitu kuatnya usaha dan keistiqomahan mereka dengan hijab yang mereka kenakan di dalam kondisi yang sangat tidak mendukung. Sedangkan kita? Kita sudah diberi kebebasan untuk memakai jilbab dimanapun kita berada, dimanapun kita sekolah. Kenapa justru tidak banyak yang memanfaatkannya sebaik mungkin? Tidak sukakah engkau menuruti perintah Allah? Tidak sukakah engkau menjadikan jilbab sebagai penjagamu dari marabahaya, fitnah dan nafsu dunia?

Wahai putri-putri para ayah yang membanting tulang di sana, sukakah kamu kecantikanmu dinikmati oleh sebagian besar kaum Adam? Sukakah kamu kecantikanmu menimbulkan fitnah dan menjadi sumber dosa bagi saudaramu yang lain?

Apa yang engkau dapatkan dari pameran rias wajah dan pujian-pujian yang datang karena kecantikanmu?? Kebanggaan? Pahala? Atau malah dosa?

Islam tidak menjadikan wanita sebagai dagangan murah yang bisa dinikmati setiap pandangan mata. Sungguh perhatian islam terhadap wanita muslimah sangat besar agar mereka dapat menjaga kesuciannya, serta supaya menjadi wanita yang mulia dan memiliki kedudukan yang tinggi. Dan syarat-syarat yang diwajibkan pada pakaian dan perhiasannya tidak lain adalah untuk mencegah kerusakan yang timbul akibat tabarruj (berhias diri)

Sekali lagi, ukhti… engkau adalah Ratu. Mari kita berusaha menajadi muslimah sejati. Janganlah engkau tergoda oleh merajalelanya wanita-wanita yang durhaka, meremehkan hijab, yang senang bercumbu rayu dengan para lelaki, terjerambab dalam cinta di antara mereka, serta senantiasa berdekat-dekatan dengan hal-hal yang haram.

Ya, saat ini kita berada di zaman yang penuh fitnah dan godaan dengan berbagai jenisnya yang beraneka ragam.

Saudariku,,, jadilah wanita pembangun paradaban, yang kelak memberikan kontribusi demi kejayaan islam.

Keep our “hijab”

Because we a are a “Diamond” and make sure that our shiny always be shine till the end of the time…

Saudariku, sungguh akupun hanyalah manusia biasa, dan dengan penuh kesadaran kukatakan kepadamu, aku juga manusia yang penuh dengan dosa. Sungguh karena kecintaanku padamu kutuliskan tulisan yang mungkin akan menyakiti hatimu jika membacanya ini. Maafkan aku… maaf… maaf…. Dan maaf…

Wallahi… Mari kita sama-sama menjaga diri, menjaga diri dari murkanya Allah. Menjaga diri dari godaan syetan yang terkutuk.

Teruntuk teman-temanku yang disana: Aku ingin suatu saat, engkau kembali kepada dirimu yang kukenal dulu… berubah semakin baik, dan semakin baik…amin ya Rabb…

milkysmile
Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to *Kemana Jilbabmu Ukhtiku??*

  1. Sivi B.S. says:

    masya Allah… memang begitulah mbak, banyak dari temenku yang tampilannya aja jilbaban tapi ternyata di balik itu dgn mudahnya mereka melepas jilbabnya,
    kemudahan berjilbab sekarang ini bukannya menambah ghirah namun malah kayak menyepelekannya, jadinya jilbab malah terlalu dimodif jadi macem2 aja bentuknya…

    Like

  2. Sivi B.S. says:

    izin copas dan share bdi facebook mbak.. udah terlanjur dipost.. hehe, afwan yaaa mbak.. 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s