Di Balik Kesulitan itu…

KEMUDAHAN DI TENGAH KESULITAN


Seharusnya semua ujian sudah selesai pada hari Jum’at lalu. Tapi karena satu dan lain hal, terpaksa salah satu ujian diundur sampai Senin minggu berikutnya dengan alasan dosennya lagi keluar kota. Sebagian teman-teman pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing dan rencana balik lagi ke Padang hari Minggunya untuk mengikuti ujian pada hari Senin. Padahal Selasa adalah Hari Raya Idul Adha (walau terjadi beberapa perbedaan pendapat) ada yang merayakan hari Selasa dan ada yang hari Rabu.

Akhir minggu ini, lagi-lagi tak bisa kumanfaatkan untuk pulang ke kampung halaman. Sebuah taklimat untuk mengikuti dhouroh (*pelatihan) pada hari Jum’at sore, Sabtu, dan Minggu membuatku harus bertahan di Padang. Yah, tak apalah… Lagian Senin mungkin aku juga bisa tetap pulang kampung.

Maka akhir minggu itupun hari-hariku terisi penuh jadwal dhouroh tersebut. Ahad ba’da maghrib, akhirnya semua kegiatan selesai. Namun hal ini tak cukup mmebuatku tenang, karena masih ada satu ujian lagi yang menanti di hari Senin. Namun dengan penuh semangat aku meyakinkan diri insyaAllah akan mampu mempersiapkan diri sebaiknya. Walau dalam keadaan capek.

Ketika naik angkot untuk pulang dari Pasar Baru ke wisma, iseng-iseng kubuka FB. Tiba-tiba mataku terpaku pada salah satu status temanku yang kira kira berisi tentang kegelisahannya menghadapi ujian sementara tugas masih belum selesai. Kaget! Ada yang berdesir di hatiku. Tugas apakah gerangan yang masih menghantui angkatan kami pasca UTS ini? Langsung kukoment untuk menanyakan tugas apa itu. Setahuku tak ada jarkom tugas yang sampai ke inbox ku. Balasan koment dari temanku tersebut sangat membuatku terkejut setengah hidup karena ada tugas kelompok yang sudah harus dikumpulkan keesokan harinya. Ya Allah, deadline tuganya besok pagi? Dan aku tak tahu sama sekali?

Masih di angkot, kukontak semua anggota kelompokku (kebetulan kami hanya bertiga mana tau ada yang berinisiatif mengansur tugas itu duluan) dan hanya satu orang yang membalas denga jawaban yang cukup membuat patah arang. Dia sama sekali tidak mengetahui ada tugas tersebut.

Akhirnya aku menghubungii Sipen (SI PENanggungjawab) mata kuliah tersebut. Dan ternyata memang ada tugas, sayangnya Sipen lupa menjarkomkan kepadaku (baiklah). Mirisnya, jarkom tersebut sudah beredar dejak kemaren. Hufttt… Kalau mengetahui ada tugas, setidaknya aku bisa mendelegasikan kepada teman-temanku sekelompok untuk membuat sementara aku bisa ikut dhouroh.

Walhasil, secepat kilat (masih di angkot) aku segera membagi tugas untuk kedua rekanku dan meminta mereka untuk searching bahan dan mengirimkan masing-masing bahan yang didapat untuk kemudian kuolah menjadi satu rangkap tugas yang telah jadi.

Pasrah… hanya berharap pada Allah.. Semoga diberi kekuatan menjalani malam yang akan melelahkan tersebut. Pukul 10 malam setelah berusaha merangkai tugas-tugas yang ternyata tak kunjung masuk ke emailku, aku mencoba untuk belajar persiapan ujian jam 10 pagi besok. Sedangkan tugas harus dikumpul pada pukul 13.00.

Belum sampai setengah jam belajar, Allah membiarkanku terlelap… Nyenyak sekali, sampai tak kusadari bahwa masih ada tugas dan setumpuk bahan yang harus kubaca.

Alhamdulillah Allah membuatku terbangun pada jam 2 malam. Setengah sadar, memory otakku kembali mereview kejadian sebelum aku tertidur. MasyaAllah!! Tugas-tugasku!! Ujiannkuuu!!! Aku berusaha menenangkan diri. Sabar Ni, masih ada 8 jam lagi sebelum jam 10… Hua… rasanya mau nangis.

Kuintip nokia N70 ku… Ya Allah ada 3 sms masuk, dan ada 3 misscall. Penuh rasa penasaran, kubaca satu per satu sms yang masuk.

Sms pertama: Jarkom ujian dibatalkan karena dosennya masih di luar kota! Alhamdulillah… Sungguh sentuhan tangan Allah bekerja..

Sms kedua: sms dari salah seorang teman sekelompok yang melaporkan telah mengirim bahan untuk tugas ke emailku… Alhamdulillah…kemudahan kedua datang

Sms ketiga: dari anggota sekelompokku yang satunya lagi, menyatakan penyesalannya karena ternyata file tugasnya tak jua bisa terkirim. Sembari dia memberikan semangat padaku.

Dan 3 misscall dari temanku yang pertama karena penasaran kenapa sms-nya tak kunjung kubalas.

Ya Allah, serasa mau sujud syukur membaca sms tersebut. Dengan penuh kesyukuran, kudirikan sholat malam. Memuji kuasa Allah yang telah memberikan begitu banyak kemudahan padaku….


Dibalik kesulitan ada kemudahan, di balik kesulitan ada kemudahan… (*itu janji Allah kawan!!)

milkysmile
Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini, KamPus.... Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s