Saatnya Untuk Pulang

Malam larut, malam memulai hujan inilah saatnya untuk kembali pulang.

Kita sudah cukup jauh mengembara menjelajah rumah-rumah kosong.

Aku tahu: teramat menggoda untuk tinggal saja dan bertemu orang-orang baru ini.

Aku tahu: bahkan lebih pantas untuk menuntaskan malam di sini bersama mereka,

tapi aku hanya ingin kembali pulang. Sudah kita lihat cukup destinasi indah dengan isyarat dalam ucap mereka

Inilah Rumah Tuhan.

Melihat butir padi seperti perangai semut, tanpa ingin memanennya.

Biar tinggalkan saja sapi menggembala sendiri dan kita pergi

ke sana: ke tempat semua orang sungguh menuju

ke sana: ke tempat kita leluasa melangkah telanjang.

sYair Jalaludin Rumi

milkysmile
Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s