Jangan menangis Garudaku, Harapan itu masih ada!!!

Pict By: Edward Elza (TM 07)
Ayo Indonesia, kamu pasti BISA!!!


Indonesia-Malay 0-3!!!

Seumur-umur nonton pertandingan sepak bola, baru pertandingan Final AFF malam tadi yang begitu sangat membekaskan rasa sakit hati dan kesedihan mendalam padaku.

Mungkin sedikit terdengar melankolis, tapi itulah kenyataannya.

Aku memang bukan seorang penggemar bola fanatik.

Tak juga seorang komentator handal yang tau tentang segala macam aturan dan semua tetek bengek dalam persepak bolaan.

Namun apa yang kusaksikan tadi malam, cukup membuat otakku berfikir dan menganalisa sebuah kesimpulan dari semua data-data yang tertangkap oleh indra audio visual ku bahwa pertandingan tadi malam tidaklah FAIR!!! CHEAT!!

Genderang Kebangkitan persepakbolaan di negeriku ini baru saja ditabuh. Melalui pertandingan demi pertandingan dalam memperebutkan piala AFF, Indonesia mampu membuktikan keperkasaan permainan sepak bolanya yang telah sekian lama padam. Kemenangan demi kemenangan gemilang diraih. Tak hanya satu atau dua kali pertandingan, tapi sampai 4 kali pertandingan dimenangkan secara gemilang oleh Tim Nasional Indonesia dengan selisih poin dan goal yang cukup significant. Kemenangan yang bukan main-main. Menundukkan Malaysia 5-1, mencukur Laos 6-0 (yang mampu menahan Thailand 2-2), dan menaklukkan Thailand 3-1 (salah satu tim terkuat di Asia Tenggara), dan terakhir menang atas Filipina 1-0 di semifinal leg pertama adalah bukti keperkasaan itu. Semua rakyat bersorak mengelu-elukan TIMNAS “GARUDA DI DADAKU”. Aroma Nasionalisme tercium dimana-mana.

Benda bulat yang menggelinding di hamparan karpet hijau itu, sepertinya menjadi satu alasan yang membuat euforia masyarakat dan bangsa ini berada dalam satu kebulatan kata, Kebanggan sebagai Rakyat Indonesia!! Setelah sekian lama yang sering kudengar hanya lah ucapan “Malu aku sebagai rakyat Indonesia” dengan setumpuk prestasi “Hitam” yang ditorehkan para penghuni bangsa ini.

Tapi beberapa saat lalu, Media-media dan jejaring sosial dipenuhi kalimat-kalimat pengelu-eluan terhadap Tim Garuda. Ah indah sekali teman…. Hal yang langka dan jarang kita temukan. Karena selama ini semua informasi dan pemberitaan terkait bangsa ini tak lepas dari hal hal buruk dan menyakitkan bagi rakyat ini. Mulai dari kasus Korupsi (yang selalu menduduki ranking pertama), bencana alam, kriminalitas, dan masih banyak lagi deretan berita-berita buruk yang tak henti-hentinya mengaliri otak masyarakat ini melalui media massa. Tapi berkat permainan luar biasa Timnas, semua nya seperti terobati.

Sampailah akhirnya pada titik klimaks rasa kebanggaan dan Nasionalisme yang membuncah. Indonesia berhasil dengan mulus menuju laga Final berhadapan dengan Malaysia! Negara rival yang tak henti hentinya bersiteru walau konon kabarnya masih serumpun.

Tak ayal, semangat untuk membantai Malaysia datang menggebu-gebu justru dari pendukung Timnas. Masyarakat Indonesia pernggila bola dengan berbagai grade mulai tingkat akut, kronik, berat, menengah OPTIMIS Tim Garuda akan menuai kemenangan kali ini. Sejak pertandingan pertamanya, Malaysia sudah berhasil dibantai 5-1 oleh Indonesia.

Berbagai prediksi angka pun mulai berseliweran, ungkapan kalimat kePeDean, Keoptimisan, bombastisnya pemberitaan media (sampai mengalahkan rating pemberitaan tentang Gayus dan Ariel) membuat para supporter dan mungkn Timnas sendiri makin mengangkasa. Ah sang Garuda mulai mengepakkan sayapnya.

Tiket pertandingan Final pun diburu dan laris terjual bak kacang goreng. Kaos-kaos Timnas dengan lambang Garuda yang gagah perkasa itu pun menjadi incaran. Semangat Nasionalisme rakyat Indonesia betul betul meningkat tajam demi menundukung kesebelasan Indonesia ini.

Dan akhirnya sampailah pada masanya. Pertandingan yang ditunggu-tunggu. Indonesia Vs Malaysia. Leg pertama akan diadakan di kandang lawan, di Stadion Bukit Jalil Malaysia. Meskipun tak memakai seragam merah putih kebanggaan (tapi memakai seragam putih hijau), rasanya tak akan mengurangi semangat pertandingan.

Namun apa dikata…

Pertandingan leg 1 yang ditunggu-tunggu dengan hebohnya berakhir dengan kekalahan Indonesia 0-3!!

Dahsyat sungguh!!

Dan yang paling menyakitkan hati adalah kenyataan kecurangan dari pihak supporter Malay yang dengan secara sengaja menembakkan sinar laser berwarna hijau ke arah pemain timnas Indonesia. Sinar laser yang menurut komentator merupakan gangguan pencahayaan stadion, kemudian diketahui sebagai ulah dari supproter.

Efek sinar ini sepertinya sangat mengganggu konsentrasi Markus sang kiper Timnas. Sampai akhirnya di babak kedua, pemain Indonesia protes tentang laser-laser hijau yang berseliweran ke mata mereka. Tak hanya itu!!! Tiba-tiba beberapa petasan juga meledak di tengah lapangan ketika Timnas protes!! Owh!!

Sungguh kejadian yang menguras emosi dan memecah konsntrasi Timnas. Tak ayal lagi, gol demi gol pun berhasil disarangkan Malaysia ke gawang Indonesia, harapan Indonesia mencapai kemenangan di leg 1 pun pupus sudah. Bahkan untuk mendapatkan satu gol di kandang lawan pun tak bisa.

#Malaycheatlaser menjadi top topic di twitter!!

Kekecewaan mendalam pun menjalar ke pelosok Nusantara. Benar-benar antiklimaks. Pujian dan optimisme pun berubah menjadi kata-kata makian, cacian, carut marut, sindiran. Terlebih kepada Negara Malaysia yang jelas-jelas sudah mempermalukan diri mereka sendiri dengan tingkah polah dari supporternya.

Dan berbagai faktorpun mulai mencuat kenapa Timnas terkesan bermain buruk di leg 1 Final AFF ini. Mulai dari terpecahnya konsentrasi karena permainan “kurang kerjaan sekaligus Kurang ajar” dari laser laser penonton, tersitanya waktu timnas untuk wawancara-wawancara geje, sampai para politisi pun ikut terseret namanya atas kejadian ini.

Ah sungguh disayangkan memang.

Tapi jangan menangis dulu Garudaku! Ini bukan berarti Indonesia positif kalah telak! Masih ada kesempatan di leg 2!!! Di Stadion Gelora Bung Karno. Timnas membawa pulang PR yang sungguh berat, setidaknya skor 4-0 harus di raih kali ini untuk bisa keluar sebagai pemenang. Dan usaha agar Malaysia tidak mencetak gol lagi dalam pertandingan di GBK nanti. Karena bisa berakibat fatal, menyarangkan gol di kandang lawan (dalam pertandingan 2 leg) kabarnya memiliki poin yang lebih tinggi daripada mencetak gol ketika bermain di negara sendiri. (goal away-red)

Ah, cukup untuk kesedihan ini…

Setidaknya ada beberapa pesan moral yang bisa kita ambil atas kejadian menyedihkan ini.

  1. Kesombongan, ke-takaburan manusia bisa menjadi senjata yang akan membutakan mata manusia.
  2. Jangan terlalu berharap kepada manusia atau benda, jika engkau berharap pada manusia/benda, maka sisihkanlah satu ruang di hatimu untuk kecewa. Tapi gantungkanlah harapan kepada Robb. Do’akan…
  3. Kecurangan tak harus dibalas dengan kecurangan! Tunjukan kepada dunia bahwa yang benar itu benar, dan yang salah itu salah! Hadapi dengan jiwa penuh sportifitas
  4. Dalam permainan atau pertandingan, ada baiknya tidak mengedepankan emosi, karena emosi bisa mengacaukan konsentrasi yang berujung pada jeleknya kualitas permainan. Bersikap dewasa dan penuh kesabaran untuk mengatur strategi kemenangan.
  5. Juara tak harus selalu menjadi pemenang! Cukup buktikan usaha dan perjuangan dengan penuh kejujuran. Anggap ini tragedi untuk melatih mental juara.
  6. Yang namanya supporter, tak hanya mendukung di saat kemenangan dan berada di puncak, tapi juga memberikan dukungan penuh di saat kegagalan. Jangan hanya berteriak “garuda di dadaku” saat menang saja! Tapi, teriakan “Kalah atau Menang, Garuda tetap di dadaku!”
  7. Terakhir, kalah menang dalam sebuah permainan adalah hal biasa. Kekalahan bukanlah momentun untuk mencari “Ini salah siapa” tetapi merupakan momentum untuk flashback kepada potensi diri, kemaksimalan dalam usaha, serta langakah untuk terus meng-up grade diri…!!

 

Tetap semangat!

Jangan menangis Garudaku, Harapan itu masih ada!!!

 

postinga by:

milkysmile

bukan pecinta sepak bola, hanya pemerhati dan pecinta euforia persepakbolaan

jangan biarkan mereka menangis lagi…
nb: -Kebencian kepada Malaysia jangan dikait kaitkan dengan Upin dan Ipin!
– Malaysia harus siap siap MENTAL menghadapi Supporter Indonesia di GBK!!!

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

One Response to Jangan menangis Garudaku, Harapan itu masih ada!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s