Wisata Kehidupan… NERS (Nursing gEneration of zeRo Sevent)

Rabu 5 Januari 2011,

setelah sempat beberapa kali tertunda, akhirnya kami (mahasiswa ilmu keperawatan A’ 07) sukses juga melaksanakan perjalanan (*yang pada konteksnya kita sebut dengan “jalan-jalan sekelas”).


Perjalanan seharian penuh dari pukul 8 pagi (telat 1 jam dari rencana keberangkatan) sampai akhirnya kembali lagi ke kota padang pukul 11 malam ini dengan memakai Bus Kampus Unand ini, kiranya TEPAT juga jika kita sebut sebagai “Wisata Kehidupan” (agak barek bahasonyo stek).

Ok, mari kita runut lagi perjalanan meneropong kehidupan yang kita lakukan kemaren dengan membaca bismillahirrahmanirrahim….


Design utama dari renstra (rencana strategi) perjalanan ini adalah misi –>PREKLINIK GERONTIK ke Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih di Sicincin. Yap, kali ini kami akan mengkecimpungkan diri di antara para Lansia yang tinggal di Panti sosial atau yang sering kita ketahui juga sebagai panti jompo ini.


Sebuah tempat dimana “harta yang banyak” “pangkat yang tinggi” “akademis yang Topcer” tak lagi menjadi sorotan dan dicari. Tempat dimana ketika fisik yang sehat dan BISA melakukan aktifitas keseharian secara mandiri adalah hal langka yang jarang ditemukan. Sebuah pemandangan dan potret kehidupan manusia di usia tuanya. Suatu masa kelak ketika tubuh (*yang sekarang bugar dan tegap) menjadi renta, bungkuk, dan lemah. Suatu masa ketika mata (*yang mungkin saat ini terang dan bercahaya) kelak membiaskan pemandangan kabur dan buram.

Lihat dan saksikan bagaimana komunitas orang tua dengan “penyakit medis” nya masing-masing ini berusaha bertahan untuk hidup. Ada banyak jenis diagnosa penyakit yang akan engkau temukan di sini. Dan tahukah kawan? Semua penyakit itu tak mereka dapatkan karena usia yang sudah tua! Tapi karena “life style” mereka ketika muda yang akhirnya “menyimpulkan” sebuah penyakit, yang seterusnya bermanifestasi menjadi beberapa macam penyakit, berkomplikasi di tubuh yang tak lagi kuat menanggung beban kehidupan. Bayangkan semuanya seperti menyerbu dan menggerogoti JUSTRU disaat kita sedang lemah.

Ok, itu mungkin sebuah fragmen jika ditinjau dari segi kesehatannya.

Dan masih ada lagi sisi-sisi kehidupan sosial yang bisa engkau tarik pelajaran berharga di sini kawan!

Sebagian orang tentu berharap di masa tuanya bisa menjalani kehidupan yang tenang,dikelilingi oleh anak dan cucu yang menyayangi mereka, kemudian bisa beribadah dengan tentram tanpa lagi harus memikirkan konflik dunia. Para lansia di panti ini pun seperti itu. Namun bedanya, mereka tak ada lagi yang bisa (dan *mau) mengurusi di rumah.


Ada yang menjadikan tempat ini sebagai “temat pembuangan” para lansia, dimana keluarga tak lagi sanggup mengurusi orang tua, yang semakin tua semakin banyak cincong dan semakin tidak mandiri (kembali seperti anak-anak), ada yang karena memang tak lagi memiliki suami/istri/anak yang akan mengurusi, dan ada yang dikarenakan keinginan mereka sendiri untuk menjadikan panti ini sebagai tempat mengungsikan kehidupan sebelum ajal menjelang.


Banyak jenis lansia dengan rupa dan ragam karakternya masing-masing. Di sini aku semakin menyadari, seperti apa kita di masa muda, kelak akan tercermin kelak di masa tua. Jadi tidka benar jika seseorang menunggu “waktu tua” untuk memperbaiki dirinya menjadi lebih baik.


Cobalah dengarkan mereka sesekali kawan, mungkin seperti itulah gambaran dirimu kelak di usia senja. Dimana kadang engkau tak lagi menguasa informasi, ketika engkau tak lagi tahu hari ini hari apa, siapa presiden kita sekarang, perlahan melupakan memori-memori jangka pendek yang kita alami dan sibuk bereuforia dengan memori masa silam. Hm… post power syndrome yang berkolaborasi dengan demensia (pikun)

Ya, mungkin ada baiknya jika teman-teman sesekali berwisata ke tempat ini.Wisata kehidupan!!


Next trip-–> kediaman salah seorang sahabat di payokumbuh. Sebuah perjalanan tentang persahabatan yang mengharu biru, yang akhirnya menyadarkan kita semua : bahwa kita saling menyayangi teman!!!

Telat memang, tapi kutahu butiran air mata itu pasti bukanlah air mata buaya buatan yang sengaja engkau alirkan.


Memang sedih rasanya. Seorang sahabat yang biasanya dengan penuh keceriaan mendampingimu dalam perjuangan menempuh pendidikan, mendadak layu dan kehilangan memori tentang mu. Menjadi bagian yang terlupakan itu memang menyedihkan rasanya, tapi jauh lebih menyedihkan ketika kita tak mampu berbuat apa-apa untuk membuatnya kembali sedia kala.


Lagi-lagi sebuah pelajaran kehidupan musti kita tarik kawan…

Adakalanya kehidupan ini menjadi ganas dan sesekali berniat menerkammu dengan berbagai konflik dan masalah. Tapi ingat, itu tak seharusnya itu menjadikan kita lemah dan tertekan. Tinggal bagaimana mendesign pemecahan setiap masalah dengan pemikiran yang tenang dan lapang.


Manfaatkan masa muda untuk memikirkan hal hal yang bermanfaat, memaksakan kerja otak di luar batas kenyamanan yang akhirnya membuat kita tertekan, bukanlah solusi yang bagus untuk tubuh dan kesehatan.


Dan ternyata penyakit medis itu tak hanya disebabkan karena kelainan fungsi organ, bakteri, atau virus yang menyerang, tapi adakalanya itu juga berasal dari psikis emsional kita. Yang akhirnya berdampak pada organ organ tubuh secara biologis. Jadi untuk menjadi sehat itu tak hanya cukup dengan makan makanan seimbang, olahraga teratur, rajin kontrol kesehatan, TAPI menjadikan hati gembira dan pikiran tak kusut juga merupakan bagian usaha kita untuk menjadi SEHAT!!!


Dan biarkan cerita ini mengalir mengikuti irama kehidupan, kewajiban kita untuk mendoakan dan memberikan support, dan tak kalah pentingnya: TARIK hikmah dan pelajaran yang bisa teman-teman dapatkan.


NEX TRIP—-> Kisah kasih terlarang, ketika MORAL dipertanyakan.

OK, Sampailah kita ke kota terakhir sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang…

====****====

Out Off the Record: Dibuang Sayang… ^^

Yang ada di foto ini bukan anak anak sekolah di atas bus sekolah mereka, tetapi mahasiswa keperawatan di atas bus kampus mereka… hohoh

***

Ketika Bang Kipli menemukan “cita-cita”nya yang hilang…hehehe…pizz Bang!!

***

Nenek ini tidak tahu “Hari ini hari apa” dan “siapa presiden RI sekarang”.Syukurlah, jadi bisa dipastikan ia juga tak tahu kalau Indonesia kalah dari Malaysia di piala AFF kemaren!!! Berkurang satu penduduk Indonesia yang merasakan kekecewaan.

nenek yang mengalami demensia (kepikunan)

***

Nenek ini mendapatkan “pasangan hidup” nya di panti ini. “nenek dijodoh-jodohkan sama anak-anak di sini” begitu kata beliau…hehehe *jawaban atas kekagetanku kenapa ada kakek dan nenek yang ditempatkan sekamar dalam satu wisma*

nenek ini suami dan anak anaknya sudah meninggal. dan beliau sudah menikah lagi di panti ini. cinta lokasi kisahnyo…hehe

***

Kakek yang berpose dan berkacamata keren ini bukan lagi narsis. Tapi beliau baru saja menjalani operasi katarak. Jadi perlu perlindungan untuk proses penyembuhan

***

Belajar tentang kehidupan dari kakek ini. “orang orang tua di sini juga banyak ragam dan jenisnya. Mulai dari yang tidak bisa baca “bismillah” , yang selalu mengungkit-ungkit kehidupan muda nya, yang sibuk nyerocos, sampai yang sibuk dengan dirinya sendiri ada semuanya di sini, kakek cuma mau hidup dan bisa beribadah dengan tenang makanya memutuskan untuk tinggal di sini. Di sini kami mendapatkan fasilitas gratis dan diberi uang saku juga.walau sempat izin ingin keliling Indonesia, tapi hati kakek terus teringat dengan wisma di panti ini” demikian tuturan sang kakek.

***

Kenarsis-an tak mengenal batas usia. Kakek nenek ini juga euy!!! *ini baru namanya narsis*…pssttt: Ni gak pernah nawarin kakek ini untuk berpoto, dia yang minta difotokan di depan kamarnya (gak bisa nolak lah sang kakek udah sengaja ganti baju untuk berpoto)..^^

***

“Balada sang Penjual Buku”. Harga 6 buku pelajaran islam yang ditawarkan layaknya sebuah presentasi oleh penjualnya di atas bus dalam perjalanan ke Payakumbuah ini HANYA 10.000,-. Lebih murah dari harga syomai bakso di Batagor Ihsan. Tapi sayangnya tak banyak dari kita yang tertarik. Padahal belum tentu kita semua sudah menguasai materi yang ditawarkan oleh buku tipis ini.Ayo semangat mencari ilmu…

***

Kisah “calon perawat” yang juga terobsesi menjadi “pengamen bus”. Yup, sepertinya abang abang yang ngamen ini salah masuk bus. Jadi, rela tak rela ia harus rela dikerjai juga oleh penumpang bus yang “Kelewat” kreatife..heh

***

Adegan tawar menawar galamai and bareh randang—-> pelajaran berharga bagi kita semua, ternyata galamai yang dijual di bus bus lebih murah daripada yang dijual di toko… walaupun yang di jual di Toko menang kalau masalah “gengsi” nya, hag hag hag. Selamat untuk Novi/Uchi yang membeli galamai and bareh randang seharga Rp. 2.500 sebungkus dari abang abang pengasong di bus, sebelum kita semua sadar harganya melonjak drastis menjadi Rp. 5000 di toko sanjay Bukittinggi. Yang tidak membeli: ada baiknya merencanakan perjalanan berikutnya ke payokumbuh dan mempersiapkan diri untuk membeli galamai yang dijual abang2 pengasong di bus. ^.^

***

Terkadang kita”terlambat” untuk menyadari kalau kita saling menyayangi teman….

pertemuan yang indah

****

“Yang penting itu JAM GADANG nya. Bukan orang orang narsis di bawahnya!!!” teriak sang fotografer… hwahaha

***

Tidur adalah hal “YANG PALING DIHINDARI” ketika perjalanan ini jika tidak mau papa dan mamarazi mengabadikan pose wajah polos tak berdosa ini dalam kilatan blitzz…. Gerrr..

***

dan semuanya berakhir dengan Happy Ending… WALAU… sesampainya di rumah musti membantai membuat Laporan kasus bagi yang dinas Pagi di ICU dan CVCU… ^^

Alhamdulillah keletihan perjalanan kemaren tidak terlalu berpengaruh tadi pagi. Preklinik kita semester ini betul betul penuh dengan pelajaran Hidup teman!!….

*nb: A 07 yang baca wajib kasih jempol dan KOMEN!!! *maksa

Like · Comment · Share · Delete

    • Ria Desnita like thizz. .

      Tag fotox ai. .

      January 6 at 5:16pm via Facebook Mobile · Like
    • Nur’aini CahayaMata Aini heheh, foto sarami tu yang manakah yang akan lolos seleksi..heh
      January 6 at 5:18pm · Like
    • Gege Gheghe Mantaaap aii…:)
      January 6 at 5:38pm · Like
    • Nur’aini CahayaMata Aini eh, iko sedang proses pengeditan note, silahkan di liat lagi..kali ini lengkap dengan fotonya ^^
      January 6 at 5:40pm · Like
    • Akarui Feni keren ni.. 🙂
      January 6 at 5:56pm · Like
    • Mungkin kita perlu “Mengulanginya” lagi.. 🙂

      January 6 at 5:57pm · Like
    • Ria Desnita mengulangi, tp khusus pai jalan2 nyo. .keliling sumbar sajo. .
      January 6 at 6:05pm via Facebook Mobile · Like
    • Nur’aini CahayaMata Aini tambahan syarat: ndak pakai acara mambuek laporan pendahuluan atau kuliah keesokan harinyo doh..hehe
      January 6 at 6:07pm · Like
    • Ria Desnita siap ujian c ndak. .sblm pre klinik anak. .
      January 6 at 6:11pm via Facebook Mobile · Like
    • Novi Indra Sari hahahahaa, ternyata ad untung ny ajuga v bali galamai jo bareh randang di ateh bus, hehehehheee….

      KERRREEEEEEEEEENNNN…..

      January 6 at 6:15pm · Like
    • Nur’aini CahayaMata Aini ‎@ria: atur se ya..hehe 50 ribu sicincin-pyk-bukit lumayan murah dan seru

      @novI; hahah, Ni dek lah bosan jo galamai and boreh rondang tu se nyoh vi makonyo ndak minat minat na mmbalinyo..Novi beruntuuungg,.,hehe

      January 6 at 6:19pm · Like
    • January 6 at 6:20pm · Like
    • Desi Novita Ridwan ting ting lah bt uni
      January 6 at 6:21pm · Like
    • Nur’aini CahayaMata Aini tong tong tong buat desy!!!
      January 6 at 6:22pm · Like
    • January 6 at 6:24pm · Like
    • Nur’aini CahayaMata Aini kelingking juga boleh…
      January 6 at 6:24pm · Like
    • Idjzulz Zulkifli one more day with u guys… 🙂
      January 6 at 7:29pm · Like
    • Idjzulz Zulkifli btw, foto dally kok ga ada ai…. 😀
      January 6 at 7:32pm · Like
    • Nur’aini CahayaMata Aini foto dally yang ada pas dally gelayutan d bus bg.. belum bisa mendeskripsikan komen untuk foto dally yang geje tuh hah
      January 6 at 7:33pm · Like
    • Idjzulz Zulkifli kami menantikan nya ai hahahaha
      January 6 at 7:34pm · Like
    • ketia sttatus dally dipertanyakan: ini mahasiswa atau,,

      January 6 at 7:39pm · Like
    • pengen ikutt…hiks..

      January 6 at 8:08pm · Like
    • Anita Nabila Syukra naisssss uni.,.

      pengen lagi,.. hehehe,…

      January 6 at 9:18pm · Like
    • Sarnengsih Tutsi pengen jalan2 lagi aii………….
      January 6 at 9:58pm · Like
    • Welly SajJaa Mantap aii,,

      Tulisann mu membuat ku sadar akan pentingnya kehidupan ini 🙂

      January 6 at 11:22pm via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
    • Firnaliza Rizona SUKAAAAAAAAAAAAAAA… huaaa,, napa pas dipenghujung2 gni y?? ayo2.. manfaat kan waktu2 yg masih tersisa…
      January 6 at 11:44pm · Like
    • Welly SajJaa Ayoooo 🙂
      January 6 at 11:51pm via Facebook Mobile · Like
    • Nur’aini CahayaMata Aini
      ‎@aniT and Uci; iya, Ni juga pengen nit.tapi jalan2nya doag ^^

      @Kak Rini: heheh, sayang bgt kakak kemaren gak ikut ya kak.. 🙂
      @We: iya we… kadang kita lupa dan terlena dg keindahan hidup saja. padahal ada pelajaran berharga yang hendak diajarkan Tuhan kepada kita melalui kejadian2 yang luar biasa yang ada di sekitar kita, ^^

      @Liza: iya ndak, udah hampir 3,5 tahun bersama, baru sempat liburan bareng…
      Solok-pesisir-sawahlunto dan daerah2 yang searah dg ditu lun kita kunjungi lai kawan2… ^^

      January 7 at 5:57am · Like
    • Welly SajJaa Iya ai,,

      Mari kita saling mengingatkan akan arti dri kehidupan ini 😉

      January 7 at 9:13am via Facebook Mobile · Like
    • Dea Yandofa kereeeenn aiii
      January 7 at 9:17am · Like
    • Dally Rahman like this so much……

      alaupun telat bacanya, tapi kenangan ini tidak pernah akan terlupakan bagi 07……

      January 10 at 8:47am · Like

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in narsis nurses, Nursing Diary. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s