Sajak Sang Pesakit

Siang tak lagi bercahaya bagiku
Begitupun malam, hanya ketakutan yang mereka tawarkan
Bahkan bayang-bayangpun menunduk kasihan akan penderitaan..
Berbisik takjub pada sang robot-robot yg menyelamatkan
Monitor-monitor yang menatap dingin penuh kebekuan
Tak sanggup rintihan kukeluarkan..
Jika untuk bernafas pun aku sudah tak tahan

Selang selang oksigen yang berseliweran
Infus infus bercokol mengulit tertanam
elektroda elektroda bertebaran menghujam
dengan sebuah lubang yang di design di tenggorokan

Ah… Episode maut kian membayang kawan
Keranda keranda berlalu lalang dalam pandangan
wajah-wajah sendu mereka yang tersayang
tangis duka mengalir bak hujan di tengah kekeringan

Hayalan tak jauh dari kesuraman

Hari hari penuh tangisan

Aku berkawan derita

Aku ditemani sengsara

Ceritaku kini hanyalah sebatas maut dan keranda

Hanya itu, sampai Izroil datang, dan membawaku

bersamanya

Ke kampung penghabisan….



inspirated by: my first patient in ICU, penderita tumor laring…

“Ran for you life…”


Padang, 11 Januari 2011

cahayamata



milkysmile
Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Puisi... Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s