Pria Itu Menemukan Bidadarinya… Dan aku Cemburu

Akhirnya Pria Itu Menemukan Bidadarinya… Dan aku Cemburu…!!!

Laki-laki itu menemukan bidadarinya. Bidadari yang akan dinikahinya dan yang akan menjadi calon ibu bagi anak-anaknya. Bulan februari nanti, semuanya akan di sahkan di hadapan penghulu, maka halal lah bidadari itu bagi sang pria. Kemudian mereka akan mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga berdua. Memiliki anak yang lucu-lucu, menghabiskan masa sampai mereka tua dan renta.

Mendengar berita itu, tiba-tiba ada sisi kecil di ruang hatiku merasakan sebentuk kesedihan. Ah… pria itu akan menikah. Ia sudah memiliki wanita lain yang kelak akan dicurahi dengan limpahan kasih sayang yang mendalam. Dan,,, aku akan menjadi bagian yang terlupakan? Aku cemburu… sungguh cemburu. *ntahlah… apakah ini yang namanya cemburu?

Kami menghabiskan masa kanak-kanak bersama-sama. Ia adalah pria tampan pertama yang kulihat ketika aku kecil dulu. Yah, sekurang-kurangnya menurutku ayah masih kurang tampan dibanding pria ini.

Dan pria ini selalu membuat aku kesal sejak kecil.

Ia selalu menggangguku. Dia lah pria yang paling sering membuatku meneteskan air mata. Pria yang sering kukadukan kepada ayah dan ibu atas semua kejahilannya kepadaku. Tak hanya diriku, dia juga sering mengganggu teman-teman perempuan yang main bersamaku. Melarangku main dengan si A, si B, si C karena mereka begini begini… Ahhrrgghh… Sungguh pria yang menyebalkan.

Meski begitu, dia sangat menyayanginya. Aku tahu itu! Karena dia selalu melindungiku dari anak laki-laki yang suka iseng. Tak ada lagi yang berani mengganggu karena mereka tahu harus berhadapan dengan siapa jika berani mencolekku. Huh, begitupun aku tetap tak tertarik main dengannya. Aku tak paham arti “menyayangi”. Dan rasanya perasaan yang ada terhadapnya ketika itu adalah sebal, jengkel, sedikit benci, iri karena ibuku sepertinya jauh lebih menyayanginya.

Tapi aku sangat sedih ketika suatu hari ia ditabrak motor di depan mata kepalaku. Aku sedih dan bermuram ketika ia harus masuk RS dan dirawat beberapa waktu lamanya.

Dan masa kanak-kanak kamipun harus terpisah. Karena ia harus pindah sekolah ketika SMP. Ketika itu aku masih kelas 1 SD. Sedih.. itu yang kurasakan ketika kami berpisah. Dan hari hari yang kulalui harus tanpa pria itu.

Syukurlah, akhirnya kami kembali bersama-sama beberapa tahun kemudian. Dan hubungan kami masih tetap sama. Namun ada sedikit yang berbeda. Kadar keisengannya padaku jauh berkurang. Apakah karena kami pernah berpisah dan itu telah menginsyafkannya? Aku tidak tahu… Mungkin karena ia sudah beranjak remaja. Dan aku masih terbilang kanak-kanak. Ya, jarak umur kami terpaut cukup jauh, 7 tahun!

Walaupun akhirnya sering bertengkar dan aku masih tetap saja dongkol karena sepertinya ibu lebih memanjakannya daripada aku.

Yah,,, begitulah… akhirnya kami kembali dipisahkan karena ia harus kuliah dan bekerja.

Sepertinya pria ini sudah bertambah dewasa. Sekarang ia tak pernah menjahiliku lagi. Paling suka ngejek. Dan, kasih sayangnya pun sudah mulai ditampakkannya. Yah… sangat berbeda dengan dahulu.

Dan berita tentang seorang wanita yang sudah dikenalkannya kepada keluarga sejak setengah tahun lalu itu cukup membuatku cemburu.

Dan akhirnya semuanya terjadi. Hubungan mereka meningkat sampai akhirnya dua bulan lalu proses lamaran pun berlangsung….

Ahh… Pria itu akan menikah bulan februari ini. Pria itu… Kakak laki-laki ku… Pria yang selalu menyuruh-nyuruhku itu, *tapi anehnya aku selalu nurut.Sebentar lagi akan memiliki istri. Akan ada sosok wanita lain yang akan menyayanginya. Akan ada yang menyediakannya makanan, yang akan mencucikan pakaiannya, menyetrikakan. Dan pastinya wanita itu tidak akan melakukannya sambil bersungut sungut seperti aku ketika aku engkau suruh dulu…

Sekarang, ketika sudah ada wanita lain yang akan mendampinginya, barulah aku menyadari betapa aku sangat menyayanginya… pria itu… Anak laki laki pertama ayah ibuku…

Semoga engkau berbahagia uda…

Dengan pilihanmu…

Di sini, aku senantiasa akan mendoakanmu… agar menjadi keluarga yang sakinah,mawadah, dan warahmah….

Uda…Banyak yang mengatakan kalau kami tidak mirip,

tapi faktanya kami ini saudara seibu seayah!!!

^^

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s