>My Driving License…

>

My Driving License…

Hi guys…

How do you do?

Hope you all in Allah’s guide…

Amiin ya Rabb…

Setalah bertahun-tahun tidak diizinkan membawa kendaraan di tengah keramaian (bahkan tidak untuk ke pasar sekalipun! Jadi selama ini kalau membawa motor ke tempat yang agak ramai itu adalah hal yang illegal *tanpa sepengetahuan Apa* (bandel mode:On ) sejak kelas II SMP (itu pertama kalinya aku berhasil mengendarai sepeda motor), akhirnya untuk pertama kalinya Apa mengizinkanku untuk membawa kendaraan bermotor ke Padang. Alhamdulillah wa syukurillah,,, motornya memang belum sampai di Padang, tapi setidaknya ini adalah pertama kalinya Apa mempercayaiku untuk membawa kendaraan di tengah keramaian jalanan utama perkotaan yang mungkin teman teman sendiri tahu seperti apa ribet aturan lalu lintas, ramai, dan berbagai resiko lainnya.

Tentu saja hal ini sudah difikirakan secara matang oleh keluarga (terutama Ama dan Apa) dengan berbagai bujuk rayu, pembenaran, dan seribu satu alasan kenapa motor sudah saatnya dihijrahkan untuk keperluan kuliah di Padang. Terutama karena ada motor *nganggur* di Pulau Punjung—-> motor my brother.

Dan of course, aku sama sekali tidak memaksa Ama dan Apa agar mengizinkan motor itu kupakai di Padang. Kalau diizinkan alhamdulilah kalau nggak diizinkan yo weiss, I’ll work more hard to be struggle.

Yah, hanya sebentuk cerita-cerita di kala senggang dengan sedikit tampang menghiba-hiba plus memelas menceritakan bagaimana tragisnya perjalanan ke kampus di Jerman sana seraya berkisah insyaAllah sudah terbiasa bawa sepeda di keramaian jalanan kota Padang dan sudah sedikit hapal lika liku jalanan di Padang. *alhamdulilah mempan walau sempat didakwa “Mana sama membawa sepeda dengan membawa motor!!!!. Eitss…. Aturan dan tingkat kehati-hatiiannya kan sama (kecuali untuk pelanggaran lampu merah dan bersepeda di sebelah kanan jalan *akan di bahas di note berikutnya), Cuma kalah canggih di mesih aja Pa…Ma…hehehe.

Dan puncak dideklarasikan kata-kata “Boleh” *yang keluar dari mulut Apa sendiri kalau Ama sih jangan ditanya, sangat tersentuh dan langsung setuju ketika mendengar ceritaku* adalah ketika secara tak sengaja Apa,Uda Eki, dan Syifa kuajak jalan-jalan sore ke kampus Unand, berangkat dari kos-kos-an-ku beberapa saat lalu sepulang nikah-an uda (*pengantin baru langsung kena todong untuk nganter jalan-jalan). Apa kontan sangat kaget merasakan langsung panjangnya perjalananku dari kos di Sawahan Dalam sembari mendengar ceritaku yang sedikit dibuat “maratok-ratok”.

“beginilah Pa, kalau Ani ke kampus… jalan dulu dari kos-kosan ke jalan raya sekitar 300 m. Dengan setia nunggu bus kota/angkot hijau di depan apotik Sawahan, terus sampai pasar baru nongkrong sesaat di pasbar sambil nungguin bus kampus jalan, gak sampai gitu aja Pa, bus nya akan muter-muter Unand dulu sampai ke Politeknik, baru turun lagi ke bawah dan akhirnya Ani dan teman-teman menjadi penghuni terakhir bus kampus dan kami diturunkan di depan Nurul Ilmi ini. Dan fase terakhir dari perjalanan panjang untuk sampai ke kampus ini adalah berjalan dari Nurul Ilmi ke kampus sekitar 300 m lagi. Sampai di kampus udah keringetan dan capek. Belum lagi kalau kuliahnya di lantai 2 atau pratikum di lantai 4 Pa. Pulang nya juga seperti itu. Kami jalan lagi di tengah panas ke Nurul Ilmi, nunggu bus kampus ke pasbar atau langsung naik angkot. Belum lagi kalau harus ngurus ini itu ke Jati, perjalanan akan lebih panjang Pa…hiks hiks “ *ini versi lebay-nya.. 😀

Yak, begitulah… Kuajak Apa langsung putar-putar Unand di sore itu sambil menceritakan kronologis perjalanan perkuliahan yang akan kujalani mulai semester ini sambil mengkalkulasikan jumlah rupiah yang akan dibuang untuk perongkosan.

Agak sedikit targis memang (Hiperbola activated mode), dan sangat terasa sekali perjuangannya ketika kemaren aku mencoba untuk mengurus beasiswa. Perjalanan jauh denagn rute: Tarandam-Alang Laweh-Tarandam-Jati-Pasbar-Unand-Pasbar-Tarandam-Jati-Sawahan (hanya untuk mengantarkan berkas-berkas persyaratan beasiswa!). Dua hari berturut-turut benar-benar merasakan kelelahan turun naik angkot, apalagi pas malamnya musti latihan karate (*peraas keringet). Makan mulai tidak teratur (karena dikejar-kejar deadline timing musti sampai tepat waktu) yang dibanyakin Cuma minum air (itupun bukan air putih semua), gak cukup sebotol air putih yang dibawa dari rumah aku mulai jajan minuman botol (*ngabisin duit aja!! -_-“) Daya tahan tubuh melemah, mulai terserang flu dan batuk. And finally, I went home… dan kembali meratap-ratap ke Ama,” I should prepare my Driving License as soon as possible mom…”

Finally, Jum’at kemaren Ama dengan senang hati mengantarku ke Polsekta Payakumbuh (ini pertamanya saiya menginjakkan kaki di kantor Polisi!!) untuk mengurus penerbitan SIM C (halah istilahnya!!!). Alhamdulillah, untung di sana ada Atuk (penghulunya sepupu Ama) yang masih dinas di Polsekta itu dan mau membantu untuk mempercepat (*aihh…KKN nih!) pengurusan. Tapi tetap aja menghabiskan waktu sekitar 2 jam-an (dan itu kebanyakan untuk ngantri dan nunggu) dan biaya yang sama banyaknya sekitar Rp 2**.***,- (Aku shock, Ama geleng geleng kepala…amboy, banyak nian) –> Dulu pas ada pembuatan SIM massal di SMA gak sebanyak ini, tapi sayang waktu itu Apa gak kasih ijin…

Ada yang sedikit lucu pas pembuatan SIM ini, yaitu tentang jari telunjuk kiri ku yang tidak teridentifikasi sidik jarinya (nal lho!!!). Heheh, jejas keloid luka semasa kecil yang membekas dalam dan meninggalkan jaringan parut menutup sidik jari asliku (yang ada sidik jarinya Cuma sedikit ujung-ujung telunjuk). Itu luka terjadi akibat keisengan zaman-zaman balita (aku gak terlalu ingat, tapi Ama pernah cerita), jadi ceritanya waktu Apa lagi memperbaiki Vespa nya, dengan sangat lugu dan penuh rasa ingin tahu, kusodorkan jari telunjuk kiriku ke dalam baling-baling (yang terletak di badan vespa, yang ada penutupnya *ntah baling-baling apa itu namanya!). Dikira baling-baling doraemon kali ya…walhasil putaran dari baling baling tajam itu mencincang *untung gak sampai habis* jari telunjukku. Apa cemas, dan langsung melarikan ke IGD…bla bla bal…sampai akhirnya meninggalkan jaringan parut sepanjang lebih kurang 4 cm di telunjuk (jadi jangan kaget kalau lihat sidik jari ku di STTB, sidik jari telunjuknya bakal kecil banget, yang terlihat Cuma buletan dikit di ujung jari). Dan sampai sekarang masih sedikit ngeri plus trauma melihat putaran baling baling vespa itu *takut terpedaya syetan dan secara sengaja iseng masukin jari untuk kedua kalinya ke sana* heh.

Well, semoga kesempatan ini bisa menjadi manfaat yang besar untuk aktivitas kuliah, dakwah, dan kegiatan lainnya. Mengingat akak yang bentar lagi wisuda dan butet yang bentar lagi bimbel di Padang mungkin ini akan memberikan manfaat lebih.

Semoga Allah menjadikanku manusia yang lebih berhati-hati, bertanggung jawab, dan pandai menghasilkan manfaat bagi diri sendiri, dan terutama orang lain. Amin ya Rabb…^^

milkysmile

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini, geje. Bookmark the permalink.

3 Responses to >My Driving License…

  1. benny antama says:

    >Assalamu'alaykum wr wb.Izinkan saya melink blog bagus ini ^^.Bila sudi, silakan berkunjung ke blog saya di avicendbenny.wordpress.comdanbennyantama.blogspot.comTerima kasih. 🙂

  2. >lucu..lucu…konyol ah ceritanya.tapi yang cerita pas jaman kecil itu ngeri jugak.*masa' iya dijahit sampe 4cm?wewww…>.<oia, uni ini anak unand ya?di kelas saya ada anak unand, exchange gitu ceritanya, tp cm satu semester deh kayaknya.anak fakultas teknologi pertanian dia.jauh ga uni sama kampusnya uni?

  3. >Ben: wa'alaikumsalam wr wbtafadhol Ben, jangan sungkan sungkan ^^blog Benny udah lama Ni masukin ke list friend…syukron sudah berkunjung yaAndhi: ya..itu pengalaman mengerikan bgt…yup.. Anak Unand, Keperawatan FK Unand. kalau letask kampusnya, lumayan jauh dari Tek.PErtanian… mereka sebelah kiri, kakak sebelah kanan…kapan2 ayo main ke Unand…gak kalah bagus dari IPB … 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s