>PERINATOLOGI ON THE STORY…

>

RUANG PERINATOLOGI ITU…

Berada di ruangan ini seperti sedang berada di planet lain dengan makhluk-makhluk kecil ber-bola mata hitam bulat dan besar, hanya memakai pampers, tergeletak lemah di dalam penjara-penjara incubator yang hangat. Sebagian dari mereka memakai selang-selang oksigen, terpasang infuse pada tali-tali pusat mereka yang masih belum kering, bahkan ada yang dipasangi NGT (Naso Gastro Tube) semacam selang yang dimasukan ke dalam lubang hidung sebagai penyalur makanan ke lambung. Hm… mereka, bayi-bayi mungil dengan berbagai masalah kesehatan pasca dilahirkan.

Mereka belum memiliki nama teman, jadi kami menyebut dan mengidentifikasi mereka sesuai nama ibunya . Ex: bayi Ani, Bayi Upik 1 dan Bayi upik 2 (bagi yang bayi nya kembar), Bayi Sri hartati. Hehe, lucu juga apalagi bagi bayi laki-laki, malah dikasih nama ibunya yang notabene nama perempuan. Awal dinas, aku sempat heran… kok masih jaman ya, orang tua yang memberi nama anak mereka dengan nama-nama “jadoel” seperti: Upik, Sri hartati, dll. O Ow, sedikit ngakak setelah mendengar penjelasan dari teman-teman yang duluan dinas di Peri. Ya iyalah dikasih nama ibunya secara ntuh bayi belum sempat dikasih nama.

Ada bayi prematute dengan berat badan hanya 500 gr (aku lupa masa gestasi berapa bulan). Ukurannya lebih kecil dari ukuran kucing remaja *haadeeh, gak nemu perbandingan yang tepat guys,,hehe*, benar-benar imuuuut dan mungil deh! Bahkan pampers ukuran terkecil pun masih amat sangat kebesaran baginya. So, sang bayi dipakaiin pembalut sebagai pengganti popok *nah lo! Yoi, ini untuk kebaikan sang bayi sob* Tapi terakhir pas ditinggalin bayinya udah dikasih popok walau kedodoran.

Kulitnya tipis, bahkan kita bisa pembuluh darah yang memerah di bawah kulitnya. Kelaminnya belum terbentuk sempurna (masih menutup) sehingga kita tidak bisa mengidentifikasi ini bayi laki-laki atau perempuan.

Bayi ini tidak terlalu rewel kok. Kalau rewel, elus-elusaja pipinya dan ditenangkan (masih di incubator ya!).

Berbanding terbalik dengan bayi premature dengan Berat Badan Lahir rendah, ada juga bayi suuuupppeeerrr Gueedeee. Beratnya hampir mencapai 5 kg ketika dilahirkan. Yup, lahirnya via persalinan Caesar (operasi ding). Nih anak rewelnya minta ampunnn…. Suara tangisannya keras, merangsang bayi bayi lain untuk menangis.Huahh… Sekali seperempat jam musti diantar ke emaknya untuk di susui, bayi ini memang selalu kelaparan, sesuai demngan ukuran tubuhnya. Tapi secara medis bayi “makrosomia” ini bermasalah di insulin, kekurangan insulin untuk menerjemahkan glukosa yang ada ke dalam sel, makanya selalu kelaparan. Mana mak nya ada di ruang perawatan ibu pasca melahirkan di lantai bawah lagi, jadi musti turun naik tangga sembari menggendong bayi “Samson”—-> nama pemberian mahasiswa<— untuk mengantarnya untuk diberi ASI.

Ada juga bayi yang hiperbilirubinemia (semacam kelebihan kadar bilirubin) sehingga sekujur tubuhnya menguning sehingga harus mendapatkan perawatan dengan diterapi sinar. Box nya khusus denagn lampu, sedangkan matanya ditutupi dengan plastic hitam yang dibuat seperti kacamata (aha, bayi berkacamata!) untuk menghindari kerusakan mata dari sinar terang yang selalu diberikan. Bayi-bayi ini hanya dikeluarkan ketika akan disusui oleh ibunya atau ketika bayinya buang air besar dan musti ganti popok!

Hmm… ada banyak permasalahan bayi di sini sehingga mereka harus mendapatkan perawatan intensif. Dan tentu saja ini juga adalah pengalaman pertamaku merawat bayi bayi baru lahir (megangnya aja ngeri coz lemah banget guys, tapi musti dikuat-kuatin). Mulai dari membedongi, mengidentifikasi kenapa mereka menangis (ntah karena pampersnya udah berat dengan air pipis, atau karena Buang air besar), memberikan susu formula, menyuntikkan obat, memeriksa infuse, dsb. Ada 5 bayi yang harus kuperhatikan bersama salah seorang temanku yang lainnya di ruang semi intensif (1 bayi samson, 2 bayi hiperbilirubinemia, 1 bayi diare, 1 bayi BBLR). Dan parahnya lagi, 3 di antara bayi itu menangis secara bersamaan. Aidahh….. bingung mana yang harus diurusi dulu. Ini semua gara-gara si samson nih yang mulai nangis-nangis duluan, yang lain pada ikutan nangis deh.Ck..Ck..Ck..

Syukurlah bayi bayi itu mulai tenang setelah kami mengatasi kebutuhan mereka yang tak bisa mereka sebutkan namun hanya meng-kode dengan memberi alarm tangisan. Akhirnya si samson kami tinggalin aja sama ibunya karena repot bolak-balik sekali setenagh jam nganterin dia nge-ASI. Hehehe…

Oia, inget si Ambulancia gak? Anak yang lahir di Ambulance!! ^^…

Bayi yang ibunya masuk IGD… (*pas kebetulan ketika aku lagi dinas pagi di IGD) karena melahirkan di ambulance, nah si Ambulancia ini akhirnya masuk ruang perinatologi. Aku ketemu lagi dengan Ambun di Peri…Huahh…. dia jadi primadona loh di Perinatologi. Si Ambun makin cuakep aja pas selesai dimandiin. Secara pas aku nyolek nyolek dia di incubator IGD, si Ambun masih belum bersih, masih banyak sisa-sisa darah yang menempel. Hmm, rambutnya hitam legam dan tebal, matanya besar, bulat hitam, birbir merah, hidung yang benar-benar mancung dan pipi yang temok. Kalau si Ambun tidak sedang asfiksia, udah habis tuh anak mau dipeluk dan dicium… *gemas*

Ok… kesimpulan sementara pasca dinas di perinatologi adalah—> merawat bayi itu susah yak!!!

Hoho… tapi tentu saja sangat menyenangkan dikelilingi bayi-bayi itu! Aku bersyukur sekali, bisa mendapatkan teori bagaimana merawat bayi sekaligus mempelajari berbagai macam penyakit dan gangguan kesehatan pada ibu dan bayi.

Bayi itu, meski belum mengerti ini itu dan tidak bisa mengungkapkan ini itu, namun ia memiliki yang namanya bahasa qolbu. Rawatlah bayi dengan hati, bukan hanya dengan tangan!

*really really miss the babies >_<

milkysmile

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Islamic Nurse, narsis nurses, Nursing Diary. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s