Infertilitas dan Keluarga Berencana (KB)

BAB II

LANDASAN TEORI

  1. I. INFERTILITAS
    1. A. DEFENISI

Infertilitas adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk memiliki keturunan dimana wanita belum mengalami kehamilan setelah bersenggama secara teratur 2-3 x / minggu, tanpa mamakai matoda pencegahan selama 1 tahun

Ada 2 jenis infertilitas :

ü  Infertilitas primer, yaitu bila pasangan tersebut belum pernah mengalami kehamilan sama sekali.

ü  Infertilitas sekunder, yaitu bila pasangan tersebut sudah pernah melahirkan namun setelah itu tidak pernah hamil lagi

  1. B. ETIOLOGI

Infertilitas tidak semata-mata terjadi karena adanya kelainan pada wanita saja. Hasil penelitian membuktikan bahwa 25-40% dari angka kejadian infertil disebabkan karena kelainan pada suami, istri 40-55%, keduanya 10%, dan idiopatik 10%.

Berbagai gangguan yang memicu terjadinya infertilitas antara lain :

  1. Pada Wanita
  1. Gangguan Organ Reproduksi

ü  Infeksi vagina sehingga meningkatkan keasaman vagina yang akan membunuh sperma dan pengkerutan vagina yang akan menghambat transportasi sperma ke vagina

ü  Kelainan pada serviks akibat defesiensi hormon esterogen yang mengganggu pengeluaran mukus serviks. Apabila mukus sedikit di serviks, perjalanan sperma ke dalam rahim terganggu. Selain itu, bekas operasi pada serviks yang menyisakan jaringan parut juga dapat menutup serviks sehingga sperma tidak dapat masuk ke rahim

ü  Kelainan pada uterus, misalnya diakibatkan oleh malformasi uterus yang mengganggu pertumbuhan fetus, mioma uteri dan adhesi uterus yang menyebabkan terjadinya gangguan suplai darah untuk perkembangan fetus dan akhirnya terjadi abortus berulang

ü  Kelainan tuba falopii akibat infeksi yang mengakibatkan adhesi tuba falopii dan terjadi obstruksi sehingga ovum dan sperma tidak dapat bertemu

 

  1. Gangguan Ovulasi

Gangguan ovulasi ini dapat terjadi karena ketidakseimbangan hormonal seperti adanya hambatan pada sekresi hormon FSH dan LH yang memiliki pengaruh besar terhadap ovulasi. Hambatan ini dapatterjadi karena adanya tumor kranial, stress, dan penggunaan obat-obatan yang menyebabkan terjadinya disfungsi hipothalamus dan hipofise. Bila terjadi gangguan sekresi kedua hormon ini, maka folicle mengalami hambatan untuk matang dan berakhir pada gengguan ovulasi.

 

  1. Kegagalan implantasi

Wanita dengan kadar progesteron yang rendah mengalami kegagalan dalam mempersiapkan endometrium untuk nidasi. Setelah terjadi pembuahan, proses nidasi pada endometrium tidak berlangsung baik. Akiatnya fetus tidak dapat berkembang dan terjadilah abortus.

  1. Endometriosis
  2. Abrasi genetis
  3. Faktor immunologis

Apabila embrio memiliki antigen yang berbeda dari ibu, maka tubuh ibu memberikan reaksi sebagai respon terhadap benda asing. Reaksi ini dapat menyebabkan abortus spontan pada wanita hamil.

 

  1. Lingkungan

Paparan radiasi dalam dosis tinggi, asap rokok, gas ananstesi, zat kimia, dan pestisida dapat menyebabkan toxic pada seluruh bagian tubuh termasuk organ reproduksi yang akan mempengaruhi kesuburan.

  1. Pada Pria

Ada beberapa kelainan umum yang dapat menyebabkan infertilitas pada pria yaitu :

ü  Abnormalitas sperma; morfologi, motilitas

ü  Abnormalitas ejakulasi; ejakulasi rerograde, hipospadia

ü  Abnormalitas ereksi

ü  Abnormalitas cairan semen; perubahan pH dan perubahan komposisi kimiawi

ü  Infeksi pada saluran genital yang meninggalkan jaringan parut sehingga terjadi penyempitan pada obstruksi pada saluran genital

ü  Lingkungan; Radiasi, obat-obatan anti cancer

ü  Abrasi genetik

  1. C. MANIFESTASI KLINIS
    1. Wanita

ü  Terjadi kelainan system endokrin

ü  Hipomenore dan amenore

ü  Perkembangan seks sekunder yang tidak adekuat menunjukkan masalah pada aksis ovarium hipotalamus hipofisis atau aberasi genetik

ü  Wanita dengan sindrom turner biasanya pendek, memiliki payudara yang tidak berkembang,dan gonatnya abnormal

ü  Wanita infertil dapat memiliki uterus

ü  Motilitas tuba dan ujung fimbrienya dapat menurun atau hilang akibat infeksi, adhesi, atau tumor

ü  Traktus reproduksi internal yang abnormal

  1. Pria

ü  Riwayat terpajan benda – benda mutan yang membahayakan reproduksi (panas, radiasi, rokok, narkotik, alkohol, infeksi)

ü  Status gizi dan nutrisi terutama kekurangan protein dan vitamin tertentu

ü  Riwayat infeksi genitorurinaria

ü  Hipertiroidisme dan hipotiroid

ü  Tumor hipofisis atau prolactinoma ??

ü  Disfungsi ereksi berat

ü  Ejakulasi retrograt ??

ü  Hypo/epispadia ??

ü  Mikropenis

ü  Andesensus testis (testis masih dalam perut/dalam liat paha)

ü  Gangguan spermatogenesis (kelainan jumlah, bentuk dan motilitas sperma)

ü  Hernia scrotalis (hernia berat sampai ke kantong testis )

ü  Varikhokel (varises pembuluh balik darah testis)

ü  Abnormalitas cairan semen

  1. D. PATOFISIOLOGI
    1. Wanita

Beberapa penyebab dari gangguan infertilitas dari wanita diantaranya gangguan stimulasi hipofisis hipotalamus yang mengakibatkan pembentukan FSH dan LH tidak adekuat sehingga terjadi gangguan dalam pembentukan folikel di ovarium. Penyebab lain yaitu radiasi dan toksik yng mengakibatkan gangguan pada ovulasi. Gangguan bentuk anatomi sistem reproduksi juga penyebab mayor dari infertilitas, diantaranya cidera tuba dan perlekatan tuba sehingga ovum tidak dapat lewat dan tidak terjadi fertilisasi dari ovum dan sperma. Kelainan bentuk uterus menyebabkan hasil konsepsi tidak berkembang normal walapun sebelumnya terjadi fertilisasi. Abnormalitas ovarium, mempengaruhi pembentukan folikel. Abnormalitas servik mempegaruhi proses pemasukan sperma. Faktor lain yang mempengaruhi infertilitas adalah aberasi genetik yang menyebabkan kromosom seks tidak lengkap sehingga organ genitalia tidak berkembang dengan baik.

Beberapa infeksi menyebabkan infertilitas dengan melibatkan reaksi imun sehingga terjadi gangguan interaksi sperma sehingga sperma tidak bisa bertahan, infeksi juga menyebebkan inflamasi berlanjut perlekatan yang pada akhirnya menimbulkan gangguan implantasi zigot yang berujung pada abortus.

 

  1. Pria

Abnormalitas androgen dan testosteron diawali dengan disfungsi hipotalamus dan hipofisis yang mengakibatkan kelainan status fungsional testis. Gaya hidup memberikan peran yang besar dalam mempengaruhi infertilitas dinataranya merokok, penggunaan obat-obatan dan zat adiktif yang berdampak pada abnormalitas sperma dan penurunan libido. Konsumsi alkohol mempengaruhi masalah ereksi yang mengakibatkan berkurangnya pancaran sperma. Suhu disekitar areal testis juga mempengaruhi abnormalitas spermatogenesis. Terjadinya ejakulasi retrograt misalnya akibat pembedahan sehingga menyebebkan sperma masuk ke vesika urinaria yang mengakibatkan komposisi sperma terganggu.

 

  1. E. PEMERIKSAAN
    1. Pemeriksaan Fisik: Perkembangan seks sekunder yang tidak adekuat ( spt distribusi lemak tubuh dan rambut yang tidak sesuai ).
    2. Pemeriksaan System Reproduksi
      1. Wanita

1)      Deteksi Ovulasi

Meliputi pengkajian BBT (basal body temperature )

Uji lendir serviks metoda berdasarkan hubungan antara pertumbuhan anatomi dan fisiologi serviks dengan siklus ovarium untuk mengetahui saat terjadinya keadaan optimal getah serviks dalam menerima sperma

2)      Analisa hormon

Mengkaji fungsi endokrin pada aksis ovarium – hipofisis – hipotalamus. Dengan pengambilan specimen urine dan darah pada berbagai waktu selama siklus menstruasi.

3)      Sitologi vagina

Pemeriksaan usap forniks vagina untuk mengetahui perubahan epitel vagina

4)      Uji pasca senggama

Mengetahui ada tidaknya spermatozoa yang melewati serviks ( 6 jam pasca coital ).

5)      Biopsy endometrium terjadwal

Mengetahui pengaruh progesterone terhadap endometrium dan sebaiknya dilakukan pada 2-3 hr sebelum haid.

6)      Histerosalpinografi

Radiografi kavum uteri dan tuba dengan pemberian materi kontras. Disini dapat dilihat kelainan uterus, distrosi rongga uterus dan tuba uteri, jaringan parut dan adesi akibat proses radang. Dilakukan secara terjadwal.

7)      Laparoskopi

Standar emas untuk mengetahui kelainan tuba dan peritoneum.

8)      Pemeriksaan pelvis ultrasound

Untuk memvisualisasi jaringan pelvis, misalnya untuk identifikasi kelainan, perkembangan dan maturitas folikuler, serta informasi kehamilan intra uterin.

  1. Pria

1)      Analisa Semen

Parameter:

Warna Putih keruh

Bau Bunga akasia

PH 7,2 – 7,8

Volume 2 – 5 ml

Viskositas 1,6 – 6,6 centipose

Jumlah sperma 20 juta / ml

Sperma motil > 50%

Bentuk normal > 60%

Kecepatan gerak sperma 0,18-1,2 detik

Persentase gerak sperma motil > 60%

Aglutasi Tidak ada

Sel – sel Sedikit,tidak ada

Uji fruktosa 150-650 mg/dl

2)      Pemeriksaan endokrin

Pemeriksaan ini berguna untuk menilai kembali fungsi hipothalamus, hipofisis jika kelainan ini diduga sebagai penyebab infertilitas. Uji yang dilakukan bertujuna untuk menilai kadar hormon tesrosteron, FSH, dan LH.

3)      USG

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat struktur kelenjar prostat, vesikula seminalis, atau seluran ejakulatori.

4)      Biopsi testis

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan testis memakai metoda invasif untuk mengidentifikasi adanya kelainan patologi.

5)      Uji penetrasi sperma

6)      Uji hemizona

  1. F. PENATALAKSANAAN
    1. Wanita
      1. Pengetahuan tentang siklus menstruasi, gejala lendIr serviks puncak dan waktu yang tepat untuk coital
      2. Pemberian terapi obat, seperti;

Stimulant ovulasi, baik untuk gangguan yang disebabkan oleh supresi hipotalamus, peningkatan kadar prolaktin, pemberian tsh .

Terapi penggantian hormon

Glukokortikoid jika terdapat hiperplasi adrenal

Penggunaan antibiotika yang sesuai untuk pencegahan dan penatalaksanaan infeksi dini yang adekuat

  1. GIFT ( gemete intrafallopian transfer )
  2. Laparatomi dan bedah mikro untuk memperbaiki tuba yang rusak secara luas
  3. Bedah plastic misalnya penyatuan uterus bikonuate,
  4. Pengangkatan tumor atau fibroid
  5. Eliminasi vaginitis atau servisitis dengan antibiotika atau kemoterapi

 

  1. Pria
    1. Penekanan produksi sperma untuk mengurangi jumlah antibodi autoimun, diharapkan kualitas sperma meningkat
    2. Agen antimikroba
    3. Testosterone Enantat dan Testosteron Spionat untuk stimulasi kejantanan
    4. HCG secara i.m memperbaiki hipoganadisme
    5. FSH dan HCG untuk menyelesaikan spermatogenesis
    6. Bromokriptin, digunakan untuk mengobati tumor hipofisis atau hipotalamus
    7. Klomifen dapat diberikan untuk mengatasi subfertilitas idiopatik
    8. Perbaikan varikokel menghasilkan perbaikan kualitas sperma
    9. Perubahan gaya hidup yang sederhana dan yang terkoreksi. Seperti, perbaikan nutrisi, tidak membiasakan penggunaan celana yang panas dan ketat
    10. Perhatikan penggunaan lubrikans saat coital, jangan yang mengandung spermatisida

  1. II. KELUARGA BERENCANA

Pengertian

KB atau Keluarga Berencana adalah

Alat kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha-usaha itu dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen.

Macam-Macam Alat Kontrasepsi

Macam-macam alat kontrasepsi terdiri dari:

  1. Cara alamiah, meliputi metode senggama terputus dan metode kalender.
  2. Cara sederhana, terdiri dari kondom, jelly, diafragma, spermisida, tisu KB.
  3. Alat kontrasepsi hormonal, yakni pil dan susuk (implant).
  4. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD) yang dikenal dalam beberapa jenis desain seperti lippes loop (spiral), Cu T, multiload, Cu 7.
  5. Kontrasepsi mantap (KONTAP) yakni tubektomi (untuk perempuan) dan vasektomi (untuk laki-laki).

 

  1. 1. Cara alamiah, meliputi metode senggama terputus dan metode kalender.
    1. a. Senggama terputus

Senggama terputus; sebenarnya adalah senggama biasa. Hanya pada saat hampir terjadi ejakulasi, penis segera ditarik keluar sehingga cairan sperma yang lekuar tidak masuk ke dalam liang senggama atau vagina. Dengan cara ini kemungkinan terjadinya pembuahan (kehamilan) bisa dikurangi.

Kelebihan dari cara ini adalah tidak memerlukan obat atau alat sama sekali. Dengan demikian cara ini sebenarnya relatif sehat bagi perempuan dari pada menggunakan alat KB yang lain. Akan tetapi risiko kegagalan metode ini cukup tinggi. Ini disebabkan karena kontrol atas teknik ini tidak ada pada perempuan. Jadi sepenuhnya diserahkan pada kesadaran pihak pasangan. Padahal seringkali terjadi cairan sperma cepat keluar, bahkan sebelum laki-laki yang bersangkutan merasa telah terjadi ejakulasi. Kadang-kadang laki-laki juga engan untuk menarik penisnya pada saat puncak ejakulasi terjadi karena mengurangi kenikmatan bersenggama. Jadi untuk ber KB cara ini benar-benar dibutuhkan kesediaan dan kesadaran dan disiplin dari pihak pria. Ada pendapat cara ini menggangu kepuasan dalam bersenggama, sehingga sering terjadi kekecewaan. Komunikasikan terlebih dahulu antara pasangan, jika memang betul-betul untuk memilih cara ini. Karena dengan disiplin yang tinggi, bukan mustahil untuk memilih cara ini yang tergolong aman.

  1. b. Metode kalender

Metode kalender adalah cara menentukan kapan melakukan atau tidak melakukan persetubuhan dengan memperhitungkan kalender kesuburan perempuan. Sebelum menjalankan metode ini, sebaiknya selama 3 bulan dilakukan pengamatan untuk mengetahui lama siklus haid yang akurat. Anjuran bagi pengguna metode ini adalah: jangan bersenggama pada masa subur yaitu dua hari sebelum dan sesudah sel telur keluar.

  1. 2. Cara sederhana, terdiri dari kondom, jelly, diafragma, spermisida, tisu KB.

Metode ini memerlukan bantuan alat-alat yang dipakai di luar alat reproduksi.

  1. a. Kondom

Kondom dibuat dari karet yang sangat tipis dan relatif kuat yang digunakan dengan cara menutupi atau membungkus penis agar sperma yang keluar tidak tumpah ke dalam vagina. Kondom dibuat setipis mungkin agar tidak terlalu menggangu persenggamaan. Secara teoritis kondom juga dibuat sangat kuat, sehingga tidak akan koyak akibat gesekan penis atau ejakulasi.

Selain itu kondom juga dilengkapi dengan jenis cairan pelumas yang memudahkan dalam pemakaiannya. Kalau diamati bentuknya, pada ujung kondom itu terdapat sebuah kantung kecil menyerupai putting susu. Gunanya adalah untuk menampung sperma apabila ejakulasi. Cara menggunakan kondom ini amatilah mudah dan sederhana. Pertama-tama, setelah kemasannya dibuka akan didapati gulungan karet yang menyerupai karet gelang. Lalu bagian ujung dari kondom yang menyerupai puting susu itu dipencet untuk mengeluarkan udara. Hal ini perlu diperhatikan sebab bila masih ada sisa udara dikhawatirkan kondom akan pecah di saat cairan mani menyemprot keluar. Segera setelah ereksi sarungkanlah dengan membuka gulungan kondom sampai ke pangkal penis. Setelah melakukan senggama, penis harus segera dikeluarkan. Ini dimaksudkan agar penis tidak mengecil selagi masih ada dalam vagina dan menyebabkan cairan sperma yang telah ditampung akan tumpah kembali. Cara mengeluarkan penis yang bersarung kondom ini juga sebaiknya hati-hati. Peganglah pangkal kondom agar cairan mani tidak tertumpah. Singkatnya, kondom digunakan untuk mencegah kehamilan dengan jalan menghalangi cairan mani masuk ke dalam liang vagina.

Kelebihan dari alat ini adalah:

  • Mudah dipakai.
  • Dapat mencegah penularan penyakit kelamin.
  • Efek samping hampir tak ada.
  • Membantu mencegah kanker leher rahim.
  • Dapat digunakan untuk penangkal menularnya HIV, yakni virus penyebab AIDS.

 

Kelebihan lain dari kondom adalah perlindungan terhadap kemungkinan terjangkit kumanpenyakit kelamin, baik dalam saluran kelamin laki-laki atau perempuan. Seperti diketahui saluran kelamin terutama vagina dan daerah “mata” diujung penis adalah yang terbuka dan terdiri dari jaringan lunak. Dan ini adalah wilayah yang sangat peka terhadap kemungkinan terjangkit inferksi yang disebabkan oleh virus atau kuman. Dengan kondom, penyebaran penyakit kelamin atau penyakit-penyakit lain yang menular melalui hubungan seks apalagi jika itu adalah perilaku seks tidak aman dapat dihindari. Ada anggapan, bahwa pemakaian kondom akan mengurangi gairah seksual. Anggapan ini tidak benar. Yang terjadi adalah salah satu atau kedua pihak suami-istri “merasa” bahwa benda itu jadi penghalang antara keduanya.

Jadi penggunaan kondom pada dasarnya tidak akan mengurangi gairah seks sepanjang kedua pasangan itu dapat menghilangkan perasaan bahwa hubungan mereka telah terhalang oleh selembar kondom. Tapi bagaimanapun juga, sebagai alat kontrasepsi kekurangan kondom tetap ada. Bagi yang sensitif terhadap benda berbahan karet/latex penggunaan kondom akan menyebabkan iritasi seperti merasa panas, gatal bahkan lecet-lecet. Kekurangan lain, kondom dianggap tidak praktis, harus selalu diganti setiap kali bersenggama. Oleh karenanya, usahakan untuk selalu memiliki persediaan. Simpanlah di tempat yang bersih dan mudah dijangkau, sehingga bila sewaktu-waktu diperlukan, tidak perlu repot mencarinya.

Kegagalan dalam metode ini juga bisa terjadi jika kondom dipakai persis sesaat sebelum cairan mani keluar, atau kondom tidak segera dilepas pada saat penis kembali ke bentuk normal, sehingga cairan yang semula sudah tertampung kembali ke dalam vagina.

Kelemahan alat kontrasepsi kondom:

Beberapa kasus baik laki-laki maupun perempuan mengalami nyeri dan panas, gatal dan alergi dan bahkan lecet, pada alat kelaminnya setelah memakai kondom. Jika ini terjadi, sebaiknya pemakaian kondom dihentikan dan beralih ke metode kontrasepsi lain. Saat ini telah dikembangkan sejenis kondom yang digunakan perempuan atau biasa disebut femidom. Memang masih agak jarang dijual dipasaran dan harganya pun relatif masih mahal. Secara teknik penggunaannya sama dengan kondom, demikian juga berfungsinya. Kelebihan dan kekurangan dari femidom relatif sama dengan kondom. Demikian juga persentase keberhasilan atau kegagalannya. Dengan cara penggunaan yang tepat alat ini sama efektifnya dengan kondom.

  1. b. Tisu KB

Tisu KB berbentuk kertas tipis yang mudah hancur apabila dimasukkan ke dalam liang kemaluan perempuan. Biasanya tisu ini dikemas dalam bungkus kertas melamin yang kedap air dan udara luar. Tisu KB mengandung zat aktif yang dapat menetralisir sperma laki-laki yang masuk ke dalam vagina perempuan. Zat inilah yang mempengaruhi sperma sehingga tidak lagi mampu membuahi. Dengan cara ini tisu KB mencegah terjadinya kehamilan.

 

Cara menggunakan tisu KB

Satu hal yang harus diingat adalah bahwa tisu KB sebaiknya dipakai sekitar 2-5 menit sebelum berhubungan intim. Karena cara memasukkan tisu tersebut dengan menggunakan jari, maka sebaiknya tangan dicuci terlebih dahulu dan dikeringkan sampai kering benar. Setelah itu ambil sebuah tisu dan buka bungkusnya lebar-lebar. remas tisu sampai menjadi gumpalan kecil, kemudian masukkan ke dalam liang kemaluan dengan cara mendorongnya dengan jari sampai menyentuh mulut rahim. Tunggu sekitar 2-5 menit sampai tisu hancur akan berfungsi lebih baik, karena sudah menjadi lendir yang mengandung zat aktif untuk menetralkan sperma atau bibit laki-laki. Setelah selesai, sebaiknya kemaluan tidak dicuci selama 6 jam. Hal ini perlu agar penetral bekerja lebih efektif. Juga jangan lupa memakai tisu baru apabila senggama diulang.

 

Kelebihan metode tisu KB

Tisu KB mudah didapat di apotek tanpa resep dokter. Dan, seperti juga kondom, tisu KB mudah dipakai sendiri tanpa memerlukan bantuan orang lain. Selain itu juga tisu KB juga sama sekali tidak akan mengganggu, karena ia hancur tak lama setelah dimasukkan ke dalam liang senggama.

 

Kekurangan metode tisu KB

Selalu harus memakai tisu baru pada saat hendak bersenggama membuat beberapa pasangan merasa repot dan terganggu. Selain itu pasangan yang memilih metode KB ini juga harus selalu menyimpan persediaan dirumah. Ada sementara pasangan yang alergi dengan zat yang terkandung dalam tisu KB ini. Biasanya yang dikeluhkan adalah rasa panas dan gatal. Apabila ini terjadi, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter atau petugas kesehatan lainnya agar diganti dengan kontrasepsi lain yang lebih cocok.

 

  1. c. Spermisida

Spermisida adalah alat kontrasepsi yang terbuat dari bahan-bahan kimia yang mematikan sperma dan dengan demikian mencegah terjadinya kehamilan. Bentuknya bermacam-macam seperti: krim, tablet, jeli, busa, dan lain-lain. Semuanya memiliki fungsi yang sama yaitu mematikan sperma. Berbeda dengan tisu KB, spermisida harus dioleskan kedalam liang sanggama sekitar 10 menit sebelum senggama. Sebelumnya jangan lupa mencuci tangan bersih-bersih dan mengeringkan dengan sempurna. Oleskan spermisida sedalam mungkin (disekitar mulut rahim). Sebaiknya pemakaiannya diulang setiap kali hendak bersenggama. Spermisida hanya efektif 1-2 jam setelah dioleskan.

Seperti halnya kondom dan tisu KB, spermisida ini juga tidak memerlukan resep dokter, murah dan mudah didapat di apotik dan toko-toko obat. Disamping itu spermisida juga mudah dipakai sendiri. Salah satu fungsi dari spermisida ini adalah dapat mencegah kanker leher rahim. Hal ini karena zat aktif yang dikandungnya juga berfungsi sebagai pembunuh kuman-kuman penyakit. Spermisida juga tidak mempengaruhi produksi air susu ibu, sehingga bisa juga digunakan oleh ibu-ibu yang sedang menyusui.

Kekurangan metode spermisida

Sama seperti kondom dan tisu KB, pemakaian yang senantiasa harus diulang sering membuat orang merasa repot. Disamping juga harus dipastikan agar selalu memiliki persediaan. Efek yang lain adalah kemungkinan terjadi alergi pada orang-orang yang sensitif terhadap zat aktif dalam spermisida. Seperti kondom dan tisu KB, alat ini sering dikeluhkan mengakibatkan rasa panas, nyeri, dan bahkan lecet-lecet. Yang juga menjadi kendala adalah tidak atau kurang keberanian untuk memakai alat ini. Tidak semua perempuan berani memasukkan jarinya ke liang senggama untuk mengoleskan zat ini. Karena itu untuk mereka yang alergi dan tidak berani memakainya, sebaiknya dicari alternatif lain yang cocok. Masih banyak alat kontrasepsi yang bisa kita pilih sendiri.

  1. 3. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD) yang dikenal dalam beberapa jenis desain seperti lippes loop (spiral), Cu T, multiload, Cu 7.
    1. a. Spiral

IUD (intra uterine device), atau dalam bahasa Indonesia disebut alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah alat kontrasepsi yang oleh masyarakat awam biasa disebut spiral. Sesuai dengan namanya AKDR, alat ini dipakai di dalam rahim. Sejak metode AKDR dikenalkan banyak orang menggunakan untuk program pengaturan jumlah anak dalam keluarga karena relatif aman, mudah, dan murah. Pengguna alat kontrasepsi ini tidak perlu mengulang pemakaiannya setiap kali, sehingga tidak merepotkan. Disamping itu, AKDR tidak mengandung zat-zat hormonal yang dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh. Saat ini bentuk AKDR bermacam-macam. Salah satunya misalnya yang berbentuk T dengan lilitan tembaga, dan banyak lagi.

 

Cara pemasangan AKDR

Pasangan yang memutuskan untuk memiih AKDR sebagai metode ber-KB sebaiknya dibantu oleh dokter, bidan, atau tenaga medis lain yang sudah terlatih. Sebelumnya, kesehatan anda akan diperiksa cermat untuk memastikan cocok-tidaknya metode ini bagi yang bersangkutan. Apabila ternyata cocok, maka waktu pemasangan yang tepat adalah pada waktu menstruasi atau 40 hari setelah melahirkan.

AKDR dipasang didalam rahim. Benang AKDR berfungsi untuk memudahkan kontrol dan pencabutan. Kadang-kadang, pada saat menstruasi, AKDR sedikit turun dari posisinya. Tapi pada saat menstruasi berakhir, AKDR akan kembali ke posisi semula. Beberapa pira mengeluh merasa nyeri pada saat bersenggama. Ini disebabkan karena ujung penisnya mengenai benang AKDR tersebut. hal ini bisa dikonsultasikan dengan dokter untuk merapikan posisinya atau ujung benangnya akan dipotong.

Kelebihan dari metode AKDR

Alat kontrasepsi ini tidak mengganggu kelancaran produksi air susu ibu. Sehingga ibu tidak usah khawatir bayinya akan kekurangan susu. Alat ini juga aman untuk digunakan dalam jangka waktu lama, yakni antara 3-5 tahun, tergantung pada jenis spiral yang dipakai. Disamping itu, memakai AKDR berarti terhindar dari resiko kehamilan yang disebabkan karena lupa memakainya seperti, pada kondom, tisu KB, atau spermisida.

Kekurangan dari metode AKDR

Setelah pemasangan, beberapa ibu mungkin mengeluh merasa nyeri dibagian perut dan pendarahan sedikit-sedikit (spoting). Ini bisa berjalan selama 3 bulan setelah pemasangan. Tapi tidak perlu dirisaukan benar, karena biasanya setelah itu keluhan akan hilang dengan sendrinya. Tetapi apabila setelah 3 bulan keluhan masih berlanjut, dianjurkan untuk memeriksanya ke dokter. Pada saat pemasangan, sebaiknya ibu tidak terlalu tegang, karena ini juga bisa menimbulkan rasa nyeri dibagian perut.

 

Klien harus segera ke klinik jika:

  1. Mengalami keterlambatan haid yang disertai tanda-tanda kehamilan: mual, pusing, muntah-muntah.
  2. Terjadi pendarahan yang lebih banyak (lebih hebat) dari haid biasa.
  3. Terdapat tanda-tanda infeksi, semisal keputihan, suhu badan meningkat, mengigil, dan lain sebagainya. Pendeknya jika ibu merasa tidak sehat.
  4. Sakit, misalnya diperut, pada saat melakukan senggama. Segeralah pergi kedokter jika anda menemukan gejala-gejala diatas.

 

  1. 4. Alat kontrasepsi hormonal, yakni pil dan susuk (implant).

Alat kontrasepsi ini mengandung hormon-hormon reproduksi perempuan. Proses menstruasi terjadi karena hormon estrogen dihambat oleh hormon progesteron. Berdasarkan konsep tersebut alat kontrasepsi ini diciptakan. Ada beberapa metode dalam kelompok alat kontrasepsi ini yakni berupa pil, suntikan dan susuk. Ketiganya efektif mengandung hormon dengan komposisi yang kurang lebih sama. Misalnya, pil microgynon yang mengandung levenorgestrel (turunan dari hormon progesteron), serta etunilestradiol (turunan dari hormon estrogen). Dengan penambahan hormon-hormon tersebut, diharapkan proses pematangan sel telur dicegah sehingga tidak dapat dibuahi oleh sperma. Hormon-hormon yang dikandung oleh alat kontrasepsi ini juga menyebabkan getah pada liang peranakan tetap kental, sehingga sperma tidak dapat bergerak lebih jauh. Selain itu, dengan penambahan hormon ini berarti lapisan peranakan tidak dipersiapkan untuk menerima kehamilan, sehingga telur yang dibuahi tidak dapat menempel pada dinding rahim.

  1. a. Pil

Cara kerja pil ini sama seperti telah disebutkan di atas, yakni mencegah proses pematangan telur sehingga tidak bisa dibuahi. Bila anda memutuskan untuk memakai pil sebagai alat kontrasepsi perlunya dilihat langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Periksakan kesehatan anda pada dokter atau bidan. Mintalah bantuan dokter atau bidan untuk mendapatkan gambaran rinci mengenai kondisi kesehatan anda.
  2. Perhatikan dan diskusikan riwayat kesehatan anda dengan dokter atau bidan. Ini penting sebab kontraindikasi yang mungkin akan timbul setelah pemakaian pil akan berpengaruh, atau bahkan membahayakan kesehatan anda.
  3. Apabila dokter atau bidan menyatakan anda cocok untuk memakai pil. Langkah berikutnya adalah memperhatikan cara minum pil yang tepat. Jika anda mendapat pil sejumlah 28, maka anda harus meminumnya setiap hari tanpa jeda. Tapi jika anda mendapat dosis 21 pil, maka setelah habis 1 dosis tersebut (tiga minggu), anda harus berhenti selama 7 hari untuk kemudian melanjutkan lagi dengan dosis berikutnya.
  4. Sebagai catatan, pemakaian pil efektif bila anda tidak lupa meminumnya setiap hari.
  5. Minum 1 pil setiap hari, menurut urutan tanggal, usahakan untuk minum pada waktu yang sama setiap harinya.
  6. Jika anda lupa 2 hari berturut-turut, manfaat pil telah berkurang. Gunakan alat kontrasepsi lain yang tidak mengandung hormon, sementara terus meminum pil tersebut.
  7. Apabila anda telah menggunakan pil selama 5 tahun berturut-turut, sebaiknya anda berganti ke alat kontrasepsi lain yang tidak lagi bersifat hormoral. demikian pula bila usia anda sudah mencapai 35 tahun.
  8. Untuk ibu yang sedang menyusui, tersedia pil khusus yang tidak akan mengganggu kelancaran produksi ASI, misalnya Exluton.

Kelebihan dan kekurangan metode pil hormonal

Pil relatif mudah dipakai dan tidak mengganggu siklus (jadwal) menstruasi. Akan tetapi pil mengandung sejumlah kekurangan yaitu:

Beberapa hari pertama pemakaian pil, dikeluhkan beberapa penggunanya karena dirasakan mual, pusing-pusing, kelebihan dan sedikit pendarahan. Jika gejala ini tidak berlangsung terlalu lama sekitar satu bulan anda tidak perlu cemas. Tetapi jika lebih dari waktu itu, segeralah hubungi dokter. Barangkali

Hampir semua pil menyebabkan air susu ibu berkurang. Tapi kalau terpaksa, gunakan pil yang tidak mengganggu kelancaran produksi ASI.

Kelemahan lain dari metode ini adalah resiko lupa yang tinggi. Karena pil KB baru bermanfaat benar apabila di minum setiap hari dan pada waktu yang sama.

Pil ini juga membahayakan bagi pemakai bila terjadi hal seperti dibawah ini dan anda dianjurkan untuk segera ke puskesmas/bidan/klinik jika mengalami:

  1. Nyeri perut.
  2. Sakit dada atau sesak nafas.
  3. Kelainan pada penglihatan (misalnya kabur).
  4. Nyeri pada tungkai.

  1. b. Suntikan

Suntikan termasuk dalam kelompok alat kontrasepsi hormonal. Sesuai dengan namanya, cara pemakaianya dengan menyuntikkan zat hormonal ke dalam tubuh. Zat hormonal yang terkandung dalam cairan suntikan dapat mencegah kehamilan dalam waktu tertentu. Biasanya efektif selama 1-3 bulan, tergantung pada kandungan dan jenis zat dan yang ada. Apabila anda memutuskan untuk memilih metode ini, sebagai alat kontrasepsi maka, seperti halnya penggunaan pil,

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah memeriksakan kesehatan anda ke dokter. Ini juga untuk memastikan apakah pilihan ini cocok untuk anda.

Hal kedua, apabila dokter menyatakan kecocokan, maka anda akan disuntikkan pada lengan atas atau belakang anda.

Hal ketiga, karena efektifitas suntikan ini akan berkurang setelah 1-3 bulan, maka setelah waktu yang ditentukan, anda biasanya diminta untuk kembali ke rumah sakit dan mendapatkan suntikan lagi. Untuk hasil maksimal, datanglah sesuai tanggal yang telah ditentukan dokter atau bidan anda.

Kelebihan dari suntik hormonal:

Pertama, zat hormonal yang dikandung oleh cairan suntik ini direkomendasi karena tidak mengganggu laktasi (produksi air susu ibu). Oleh karena itu suntikan dapat segera diberikan setelah 40 hari sejak ibu melahirkan. Contoh suntikan yang aman, menurut data obat di Indonesia, edisi ke-8, 1992 adalah depo provera. Juga, jika sewaktu-waktu ada keinginan untuk hamil kembali, maka suntikan dapat segera dihentikan. Selain itu, suntik juga tidak menyebabkan kurang darah.

Kekurangan dari metode suntik hormonal:

Pada hari-hari pertama setelah disuntik, beberapa orang mengeluh mengalami pusing-pusing, mual, atau pendarahan sedikit-sedikit (spoting). Selain itu, suntik juga biasanya akan mengubah siklus dan waktu menstruasi. Pada beberapa orang, menstruasi bisa jadi berkurang atau bahkan berhenti sama sekali. Jika ini terjadi anda tidak perlu khawatir, karena ini tidak membahayakan kesehatan. Kelemahan lain dari metode ini adalah karena ini hanya efektif untuk jangka waktu tertentu dan sesudahnya harus diperbarui lagi-adalah resiko gagal karena lupa. Keluhan senada juga dilontarkan oleh peserta group diskusi. Jadi sekali lagi memeriksa diri dengan benar akan sangat membantu, selain berkonsultasi dengan ahlinya. Anda dianjurkan untuk segera pergi ke rumah sakit/klinik/petugas kesehatan lainnya jika mengalami:

  • Pendarahan hebat (lebih banyak dibanding waktu haid)
  • Pusing atau rasa mual yang berlebihan
  • Penurunan atau penambahan berat badan yang menyolok
  • Terlambat haid yang disertai tanda-tanda kehamilan, seperti pusing, mual-mual, dan muntah (resiko kegagalan 1:1000)

 

Mereka yang tidak cocok memakai metode suntik:

  • Ibu-ibu yang sedang hamil.
  • Penderita tumor/kanker.
  • Penderita penyakit jantung.
  • Penderita penyakit hati.
  • Penderita darah tinggi.
  • penyakit kencing manis.
  • Penderita penyakit paru-paru.
  • Ibu-ibu yang mengalami pendarahan dari kemaluan yang tidak diketahui sebabnya.
    Mereka ini sebaiknya berhati-hati kalau memilih metode ini, atau sebaliknya mencari alternatif lain yang lebih cocok.

  1. c. Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (Akbk) Atau Susuk

Alat KB yang terdiri dari 6 tube kecil dari plastik dengan panjang masing-masing 3cm ini dikenal di Indonesia dengan nama susuk KB. Hormon yang dikandung dalam susuk ini adalah progesterone, yakni hormon yang berfungsi menghentikan suplai hormon estrogen yakni hormon yang mendorong pembentukan lapisan dinding lemak dan, dengan demikian menyebabkan terjadinya menstruasi. Alat KB yang ditempatkan di bawah kulit ini efektif mencegah kehamilan dengan cara mengalirkan secara perlahan-lahan hormon yang dibawanya. Selanjutnya hormon akan mengalir ke dalam tubuh lewat pembuluh-pembuluh darah. Susuk KB bekerja efektif selama 5 tahun. Jika dalam waktu tersebut si pemakai menginginkan kehamilan, maka susuk dapat segera diangkat. Tapi jika tidak, si pemakai tidak perlu repot-repot lagi menggunakan alat KB lain. Hanya sesekali ia perlu memeriksakan kesehatan ke dokter atau bidan yang memasangkan susuk tersebut.

Dibandingkan pil atau suntikan KB, hormon yang terkandung dalam susuk ini lebih sedikit. Namun demikian, efek sampingan yang dibawanya tetap ada. Oleh karena itu, sebelumnya pemakai harus mengkonsultasikan riwayat dan kondisi kesehatannya terlebih dulu kepada dokter. Selain itu hanya dokter dan petugas medis yang terlatih, yang dapat memasangkan susuk KB ini. Beberapa hal yang perlu diketahui mengenai pemasangan susuk KB ini adalah:

  1. AKBK atau susuk disusupkan dibawah kulit lengan kiri bagian atas. Hal ini tergantung pada kebiasaan kita yang umumnya lebih banyak menggunakan tangan kanan dibanding tangan kiri. Oleh karena itu, bagi mereka yang kidal dianjurkan untuk memasang susuk di bawah kulit lengan kanan bagian atas.
  2. Karena cara menyusupkan susuk ini adalah dengan sedikit menyayat kulit, maka sebelumnya pemakai akan dibius lokal terlebih dahulu untuk mengurangi rasa sakit.
  3. Susuk dipasang pada waktu menstruasi atau haid. Atau dapat juga setelah 40 hari melahirkan.
  4. Setelah susuk dipasang, luka bekas sayatan harus dijaga tetap bersih dan kering, tidak boleh kena air selama 5 hari.
  5. Pemeriksaan ulang dilakukan oleh dokter atau bidan terlatih; 1 minggu setelah susuk dipasang, dan setelah itu 1 tahun sekali selama pemakaian.
  6. Sesudah 5 tahun, susuk harus diambil dan diganti dengan yang baru.

 

Dengan memakai susuk, anda aman dari kemungkinan hamil utnuk jangka waktu yang relatif lama (5 tahun). Selain itu, anda juga terhindar dari faktor lupa.

Kekurangan dari metode susuk KB:

Setelah pemasangan, beberapa orang mengalami pendarahan sedikit-sedikit diluar waktu menstruasi (spoting). Beberapa mengeluh jadwal menstruasi menjadi tidak teratur (berubah-uabh) dan bahkan berhenti menstruasi sama sekali. Mereka juga mengalami kenaikan berat badan. Semua ini adalah hal yang umum dialami oleh pemakai susuk KB. Jika yang bersangkutan tidak merasa terganggu, pemakaian boleh diteruskan. Tetapi untuk lebih amannya, ada baiknya pemakai memperhatikan catatan berikut ini. Anda dianjurkan untuk segera pergi kerumah sakit/klinik/petugas kesehatan lainnya jika:

  1. Luka bekas pemasangan berdarah atau membengkak (infeksi).
  2. Terjadi pendarahan yang banyak sekali, lebih hebat dari haid.
  3. Sakit Kepala berat dan mata berkunang-kunang.
  4. Terlambat haid disertai tanda-tanda kehamilan misalnya pusing, mual dan muntah-muntah (resiko kegagalan 2:1000).

 

Karena alat kontrasepsi ini digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama 4 sampai 5 tahun maka bagi mereka yang menghendaki untuk hamil diantara waktu tersebut sebaiknya tidak menggunakan jenis alat kontrasepsi ini.

Susuk KB tidak cocok untuk mereka yang menderita:

1.      Tumor.
2.      Gangguan pada jantung.
3.      Gangguan pada hati.
4.      Darah tinggi.
5.      Kencing manis (diabetes).
6.      Berusia diatas 35 tahun.
7.      Pendarahan dari kemaluan yang tidak diketahui sebabnya.
8.      Belum mempunyai anak.

 

 

 

  1. 5. Kontrasepsi mantap (KONTAP) yakni tubektomi (untuk perempuan) dan vasektomi (untuk laki-laki).

Kontrasepsi mantap adalah satu metode kontrasepsi yang dilakukan dengan cara mengikat atau memotong saluran telur (pada perempuan) atau saluran sperma (pada lelaki). Kontap dijalankan dengan melakukan operasi kecil pada organ reproduksi, baik untuk tubektomi bagi perempuan, maupun vasektomi bagi lelaki. Dengan cara ini, proses reproduksi tidak lagi terjadi dan kehamilan akan terhindar untuk selamanya. Karena sifatnya yang permanen, kontrasepsi ini hanya diperkenankan bagi mereka yang sudah mantap memutuskan untuk tidak lagi mempunyai anak. Itulah sebabnya kontrasepsi ini disebut kontrasepsi mantap.

  1. a. Tubektomi

Pada tubektomi, tindakan operasi kecil untuk mencegah kehamilan dilakukan pada saluran telur perempuan. Dengan memotong atau mengikat salah satu bagian saluran yang dilalui sel telur, diharapkan tidak terjadi pembuahan (kehamilan).

Beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan sebelum melakukan KONTAP:

Sama seperti alat kontrasepsi lainnya, musyawarahkan dengan pasangan anda siapa diantara keduanya yang akan menjalankan kontrasepsi mantap ini. Bilaa anda telah benar-benar mantap untuk melakukan tubektomi, dan telah mendapat jaminan dari dokter bahwa tidak akan ada resiko setelah menjalaninya, maka yang perlu anda pahami adalah hal-hal sebagai berikut:

  1. Dengan tubektomi saluran yang membawa sel telur ke rahim akan dipotong atau diikat. Lalu bagaimana dengan sel telur yang dihasilkan setiap bulannya? Anda tidak perlu khawatir, sebab sel telur yang dihasilkan tersebut akan diserap kembali oleh tubuh tanpa menimbulkan efek apa-apa terhadap tubuh.
  2. Operasi ini memang tergolong operasi kecil. Meskipun demikian, ini hanya boleh dilakukan oleh dokter yang terlatih. Sebelumnya anda akan mendapatkan pembiusan (anestesi) lokal agar tidak merasa sakit.
  3. Operasi ini dapat dilakukan kapan saja, yang penting anda tidak sedang hamil. Sebenarnya, akan lebih mudah bagi dokter bila operasi dilakukan pada masa-masa nifas yaitu setelah anda melahirkan. Mengapa? Karena pada waktu ini saluran sel telur (tuba fallopian) masih jelas terlihat.
  4. Operasi tubektomi (begitu juga vasektomi) tidak ada pengaruhnya atau tidak ada hubungannya dengan menaiknya atau menurunnya gairah seksual seseorang. Akan tetapi karena sifatnya yang mantap menyebabkan orang tidak merasa khawatir hamil kembali. Keadaan ini membuat seseorang merasa aman secara psikologis sehingga dapat menciptakan hubungan yang lebih santai.

Kelebihan dari metode KONTAP:

Pertama, cara KB ini tidak akan mengganggu kelancaran air susu ibu. Selain itu, jarang sekali ada keluhan tentang efek samping dari mereka yang memilih cara ini. Hal ini bisa dipahami karena memang tidak ada obat yang harus diminum atau alat yang dikenakan pada tubuh. Dalam beberapa pertemuan, pertanyaan yang sering muncul adalah kemana larinya sel telur, sementara saluran ke rahim telah dipotong atau dihalangi? Seperti telah dijelaskan di atas, sel-sel telur yang diproduksi itu akan langsung diserap kembali oleh tubuh tanpa membuat tubuh menjadi sakit atau terganggu.

Kedua, dengan cara kontrasepsi ini, resiko kehamilan bisa dihindari. Angka kegagalan hampir tidak ada. Pertanyaan penting lain yang muncul adalah hubungan tubektomi dengan gangguan gairah seksual, mengingat sudah tidak ada lagi sel telur yang keluar. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, hilangnya gairah seks akibat tubektomi ini hanyalah mitos belaka yang tidak ada kebenarannya. Seandainya ada keluhan, itu biasanya disebabkan oleh faktor psikologis semata. Ini merupakan kelebihan ketiga dari cara kontrasepsi ini yaitu tidak terpengaruhinya hubungan seks diantara keduanya yang disebabkan oleh tindakan vasektomi atau tubektomi. Dengan kontrasepsi ini, efek samping yang pasti muncul hanyalah luka parut kecil bekas operasi di bagian bawah perut. Meskipun demikian, beberapa hal di bawah perlu juga diperhatikan:

Segeralah menemui dokter apabila anda mengalami hal-hal berikut setelah operasi berlangsung:

  1. Muntah-muntah yang hebat.
  2. Nyeri perut yang sangat.
  3. Sesak nafas.
  4. Demam tinggi.
  5. Terlambat haid yang disertai oleh tanda-tanda kehamilan seperti pusing, mual, dan muntah-muntah.

 

Beberapa orang yang dianggap tidak cocok dengan cara kontrasepsi ini adalah:

  1. Pasangan yang belum mempunyai anak.
  2. Penderita penyakit jantung.
  3. Penderita penyakit paru-paru.
  4. Penderita hernia.
  5. Pernah dioperasi di daerah perut.
  6. Pasangan yang masih ragu-ragu untuk menggunakan cara ini.

Dengan kata lain, kontrasepsi ini hanya dianjurkan untuk mereka yang tidak memiliki kecenderungan penyakit tersebut diatas, atau tidak lagi berkeinginan menambah jumlah anak, atau yang memiliki masalah berat lain sehingga kehamilan akan sangat berbahaya baginya.
Sebelum menjadi akseptor kontap, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu:

  1. Harus dilakukan secara sukarela, bukan karena paksaan pihak lain.
  2. Sudah mendapat keterangan dari dokter atau petugas kesehatan lain mengenai indikasi dan kontra-indikasi dari kontrasepsi ini.
  3. Menandatangani persetujuan tertulis atas rencana operasi ini (informed consent).

 

Satu hal yang sebaiknya diingat adalah sangat kecil kemungkinannya untuk tidak menyebut tidak ada peluang sama sekali orang bisa hamil lagi setelah operasi tubektomi. Oleh karenanya perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum sampai pada keputusan menjadi akseptor kontrasepsi mantap ini.

 

  1. b. Vasektomi

Prinsipnya sama dengan tubektomi pada perempuan, yaitu menutup saluran bibit laki-laki dengan melakukan operasi kecil pada kantong  zakar sebelah kanan dan kiri. Operasi ini tergolong ringan, bahkan lebih ringan dari khitan (sunat) dan bisa dilakukan tanpa pisau. Seperti juga pada perempuan, bibit laki-laki yang tidak keluar akan diserap kembali oleh tubuh tanpa menimbulkan efek apapun. Berikut adalah ilustrasi bagian reproduksi pria yang diikat atau dipotong pada operasi vasektomi, agar sel mani atau bibit laki-laki tidak keluar. Meskipun ringan, operasi ini memerlukan bius (anestesi) untuk mengurangi rasa sakit. Sebelumnya, dokter yang akan menangani operasi akan memeriksa secara teliti kondisi kesehatan yang bersangkutan. Operasi bisa dilakukan kapan saja dan boleh dokter yang betul-betul terlatih menangani masalah ini.

Hal yang harus dilakukan setelah menjalani operasi:

  1. 1. Istirahat secukupnya, dan selama 7 hari setelah operasi sebaiknya tidak bekerja berat.
  2. 2. Bekas luka harus bersih dan tetap kering selama 7 hari.
  3. 3. Minum obat yang diberikan oleh dokter sesuai aturan.
  4. 4. Meski sudah boleh berhubungan intim dengan istri/pasangan setelah 7 hari tindakan operasi diambil, namun pasangan tersebut masih harus memakai alat kontrasepsi lain selama kurang lebih 3 bulan. Bagi pria, kira-kira pada 10-12 kali persenggamaan setelah operasi, dianjurkan memakai kondom. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kehamilan akibat sisa-sisa sperma yang terdapat dalam cairan mani. Sementara pasangannya menggunakan metode lain yang cocok. Setelah vasektomi, air mani tetap ada, tetapi tidak lagi mengandung bibit. Ini karena vasektomi tidak sama dengan pengebirian.
  5. 5. Jangan lupa memeriksa ulang ke dokter: 1 minggu, 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun setelah operasi.  

 

Seperti yang terjadi dengan sel telur perempuan, sperma yang diproduksi oleh tubuh pria juga akan diserap kembali oleh tubuh tanpa menyebabkan satu penyakit atau gangguan metabolisme apapun. Vasektomi adalah metode kontrasepsi dengan kemungkinan gagal sangat kecil. Disamping itu, hampir tidak ada efek samping yang muncul setelah operasi ini. Memang beberapa orang mengeluhkan tentang gangguan terhadap gairah seksual mereka. Tapi biasanya itu hanya bersifat psikologis, bukan gejala fisiologis. Namun bagaimanapun, resiko dari vasektomi masih ada yaitu infeksi karena operasi. Kalau ini terjadi, segeralah hubungi dokter untuk penanganan secara seksama.

 

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN

  1. I. INFERTILITAS

  1. A. PENGKAJIAN
  1. Identitas klien

Termasuk data etnis, budaya dan agama

  1. Riwayat kesehatan
  1. Wanita

1)      Riwayat Kesehatan Dahulu

Riwayat terpajan benda – benda mutan yang membahayakan reproduksi di rumah

Riwayat infeksi genitorurinaria

Hipertiroidisme dan hipotiroid

Infeksi bakteri dan virus ex: toksoplasama

Tumor hipofisis atau prolaktinoma

Riwayat penyakit menular seksual

Riwayat kista

 

2)      Riwayat Kesehatan Sekarang

Endometriosis dan endometrits

Vaginismus (kejang pada otot vagina)

Gangguan ovulasi

Abnormalitas tuba falopi, ovarium, uterus, dan servik

Autoimun

 

3)      Riwayat Kesehatan Keluarga

Memiliki riwayat saudara/keluarga dengan aberasi genetik

 

4)      Riwayat Obstetri

Tidak hamil dan melahirkan selama satu tahun tanpa alat kontrasepsi

Mengalami aborsi berulang

Sudah pernah melahirkan tapi tidak hamil selama satu tahun tanpa alat kontrasepsi

 

  1. Pria

1)      Riwayat Kesehatan Dahulu

Riwayat terpajan benda – benda mutan yang membahayakan reproduksi (panas, radiasi, rokok, narkotik, alkohol, infeksi)

Status gizi dan nutrisi terutama kekurangan protein dan vitamin tertentu

Riwayat infeksi genitorurinaria

Hipertiroidisme dan hipotiroid

Tumor hipofisis atau prolactinoma

Trauma, kecelakan sehinga testis rusak

Konsumsi obat-obatan yang mengganggu spermatogenesis

Pernah menjalani operasi yang berefek menganggu organ reproduksi contoh : operasi prostat, operasi tumor saluran kemih

Riwayat vasektomi

 

2)       Riwayat Kesehatan Sekarang

Disfungsi ereksi berat

Ejakulasi retrograt

Hypo/epispadia

Mikropenis

Andesensus testis (testis masih dalam perut/dalam liat paha

Gangguan spermatogenesis (kelainan jumla, bentuk dan motilitas sperma)

Saluran sperma yang tersumbat

Hernia scrotalis (hernia berat sampai ke kantong testis )

Varikhokel (varises pembuluh balik darah testis)

Abnormalitas cairan semen

 

3)      Riwayat Kesehatan Keluarga

Memiliki riwayat saudara/keluarga dengan aberasi geneti

  1. Pemeriksaan Fisik

Terdapat berbagai kelainan pada organ genital, pria atupun wanita.

 

  1. Pemeriksaan penunjang

a. Wanita

Deteksi Ovulasi

Analisa hormon

Sitologi vagina

Uji pasca senggama

Biopsy endometrium terjadwal

Histerosalpinografi

Laparoskopi

Pemeriksaan pelvis ultrasound

 

b. Pria

Analisa Semen

Parameter

Warna Putih keruh

Bau Bunga akasia

PH 7,2 – 7,8

Volume 2 – 5 ml

Viskositas 1,6 – 6,6 centipose

Jumlah sperma 20 juta / ml

Sperma motil > 50%

Bentuk normal > 60%

Kecepatan gerak sperma 0,18-1,2 detik

persentase gerak sperma motil > 60%

Aglutasi Tidak ada

Sel – sel Sedikit,tidak ada

Uji fruktosa 150-650 mg/dl

Pemeriksaan endokrin

USG

Biopsi testis

Uji penetrasi sperma

Uji hemizona

 

  1. B. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Diagnosa keperawatan yang biasa muncul adalah:

  1. Ansietas b.d ketidaktahuan tentang hasil akhir proses diagnostic
  2. Gangguan konsep diri; harga diri rendah b.d gangguan fertilitas
  3. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi tentang anatomi fisiologi seksual dan tehnik coitus
  4. Gangguan konsep diri; gangguan citra diri b.d perubahan struktur anatomis dan fungsional organ reproduksi
  5. Resiko tinggi terhadap kerusakan koping individu / keluarga b.d metode yang digunakan dalam investigasi gangguan fertilitas
  6. Konflik pengambilan keputusan b.d terapi untuk menangani infertilitas, alternatif untuk terapi
  7. Perubahan proses keluarga b.d harapan tidak terpenuhi untuk hamil
  8. Berduka dan antisipasi b.d prognosis yang buruk
  9. Nyeri akut b. d efek tes dfiagnostik
  10. Efek tes diagnostic ketedakberdayaan b.d kurang control terhadap prognosis
  11. Resiko tinggi isolasi social b.d kerusakan fertilitas, investigasinya, dan penataklaksanaannya
  12. Ketidakberdayaan berhubungan dengan kurang control terhadap prognosis

 

  1. C. INTERVENSI KEPERAWATN
  1. Ansietas berhubungan dengan ketidaktahuan tentang akhir proses diagnostic

TUJUAN : Mengurangi ansietas / rasa takut

KRITERIA HASIL:

Klien mampu mengungkapkan tentang infertilitas dan bagaimana treatmentnya

Klien memperlihatkan adanya peningkatan control diri terhadap diagnose infertile

Klien mampu mengekspresikan perasaan tentang infertile

Terjalin kontak mata saat berkomunikasi

Mengidentifikasi aspek positif diri

 

INTERVENSI

Jelaskan tujuan test dan prosedur Menurunkan cemas dan takut terhadap diagnose dan prognosis

Tingkatkan ekspresi perasaan dan takut, contoh : menolak, depresi, dan marah.

Biarkan pasien / orang terdekat mengetahui ini sebagai reaksi yang normal Perasaan tidak diekspresikan dapat menimbulkan kekacauan internal dan efek gambaran diri

Dorong keluarga untuk menganggap pasien seperti sebelumnya Meyakinkan bahwa peran dalam keluarga dan kerja tidak berubah

Kolaborasi : berikan sedative, tranquilizer sesuai indikasi Mungkin diperlukan untuk membantu pasien rileks sampai secara fisik mampu untuk membuat startegi koping adekuat

 

  1. Gangguan konsep diri ; harga diri rendah berhubungan dengan gangguan fertilitas
    TUJUAN : Memfasilitasi integritas diri konsep pribadi dan perubahan gambaran
    Diri

    INTERVENSI

Tanyakan dengan nama apa pasien ingin dipanggil

Menunjukan keSopan santunan / penghargaan dan pengakuan personal

Identifikasi orang terdekat dari siapa pasien memperoleh kenyaman dan siapa yang harus memberitahuakan jika terjadi keadaan bahaya

Memungkinkan privasi untuk hubungan personal khusus, untuk mengunjungi atau untuk tetap dekat dan menyediakan kebutuhan dukungan bagi pasien

Dengarkan dengan aktif masalah dan ketakutan pasien Menyampaikan perhatian dan dapat dengan lebih efektif mengidentifikasi kebutuhan dan maslah serta strategi koping pasien dan seberapa efektif

Dorong mengungkapkan perasaan, menerima apa yang dikatakannya Membantupasien / orang terdekat untuk memulai menerima perubahan dan mengurangi ansietas mengenai perubahan fungsi / gaya hidup

Diskusikan pandangan pasien terhadap citra diri dan efek yang ditimbulkan dari penyakit / kondisi

Persepsi pasien mengenai perubahan pada citra diri mungkin terjadi secara tiba- tiba atau kemudian

 

  1. Berduka dan antisipasi berhubungan dengan prognosis yang buruk
    TUJUAN : Memfasilitasi proses berduka

KRITERIA HASIL:

Menunjukan rasa pergerakan kearah resolusi dan rasa berduka dan harapan untuk masa depan

Fungsi pada tingkat adekuat, ikut serta dalam pekerjaan

 

INTERVENSI

Berikan lingkungan yang terbuka dimana pasien merasa bebas untuk dapat mendiskusikan perasaan dan masalah secara realitas kemampuan komunikasi terapeutik seperti aktif mendengarkan, diam, selalu bersedia, dan pemahaman dapat memberikan pasien kesempatan untuk berbicara secara bebas dan berhadapan dengan perasaan

Identifikasi tingkat rasa duka / disfungsi : penyangkalan, marah, tawar – menawar, depresi, penerimaan Kecermatan akan memberikan pilihan intervensi yang sesuai pada waktu induvidu menghadapi rasa berduka dalam berbagai cara yang berbeda

Dengarkan dengan aktif pandangan pasien dan selalu sedia untuk membantu jika diperlukan Proses berduka tidak berjalan dalam cara yang teratur, tetapi fluktuasainya dengan berbagai aspek dari berbagai tingkat yang muncul pada suatu kesempatan yang lain

Identifikasi dan solusi pemecahan masalah untuk keberadaan respon – respon fisik, misalnya makan, tidur, tingkat aktivitas dan hasrat seksual
Mungkin dibutuhkan tambahan bantuan untuk berhadapan dengan aspek – aspek fisik dari rasa berduka

Kaji kebutuhan orang terdekat dan bantu sesuai petunjuk Identifikasi dari masalah – masalah berduka disfungsional akan mengidentifikasi intervensi individual

Kolaborasi : rujuk sumber – sumber lainnya misalnya konseling, psikoterapi sesuai petunjuk Mungkin dibutuhkan bantuan tambahan untuk mengatasi rasa berduka, membuat rencana, dan menghadapi masa depan

  1. Nyeri akut berhubungan dengan efek test diagnostic
    TUJUAN : nyeri dapat teratasi

INTERVENSI

Catat lokasi, lamanya intensitas dan penyebaran. Perhatikan tanda nonverbal, contoh peningkatan TD dan nadi, gelisah, merintih

Untuk menentukan intervensi selanjutnya
Jelaskan penyebab nyeri dan pentingnya melaporkan ke staff terhadap karakteristik nyeri

Memberikan kesemapatn untuk pemberian analgesik sesuai waktu
Berikan tindakan relaksasi, contoh pijatan, lingkungan istirahat
Menurunkan tegangan otot dan meningkatan koping efektif

Bantu atau dorong penggunaan nafas efektif, bimbingan imajinasi dan aktivitas terapeutik

Mengarahkan kembali perhatian dan membantu dalam relaksasi otot

 

  1. Ketidakberdayaan berhubungan dengan kurang control terhadap prognosis
    TUJUAN : mengembalikan kemandirian pasien

KRITERIA HASIL:

Mendemonstrasikan teknik / perubahan gaya hidup untuk memenuhi kebutuhan perawtan diri

Melakukan aktivitas perawatan diri dalam tingkat kemampuan sendiri

Mengidentifikasi sumber pribadi / komunitas memberikan bantuan sesuai kebutuhan

 

INTERVENSI

Kaji kemampuan dan tingkat kekeurangan untuk melaukan kebutuhan sehari – hari Membantu dalam mengantisipasi / merencanakan pemenuhan kebutuhan secara individual

Hindari melaukan sesuatu untuk pasien yang dapat dilakukan pasien sendiri, tetapi berikan bantuan sesuai kebutuhan Pasien ini mungkin menjadi sangat ketakutan dan sangat tergantung dan meskipun bantuan yang diberikan bermamfaat dalam mencegah frustasi, adalah penting bagi pasien untuk diri sendiri untuk mempertahankan harga diri

Sadari prilaku / aktivitas impulsive karena gangguan dalam mengambil keputusan
Dapat menunjukan kebutuhan intervensi dan pengawasan tambahan untuk meningkatakan keamanan pasien

Pertahan kan dukungan, sikap yang tegas, beri pasien waktu yang cukup untuk mengerjakan tugasnya Pasien akan memerlukan empati tetapi perlu untuk mengetahui pemberi asuhan yang akan membantu pasien secara konsisten

 

  1. Resiko tinggi terhadap kerusakan koping induvidu / keluarga berhubungan dengan metode yang digunakan dalam investigasi fertilitas

TUJUAN : Mendorong kemampuan koping yang efektif dari pasien / keluarga

 

KRITERIA HASIL:

Mengidentifikasi tingkah laku koping yang tidak efektif dan konsekuensi

Menunjukan kewaspadaan dari koping pribadi / kemampuan memecahkan masalah

Memenuhi kebutuhan psikologis yang ditunjukan dengan mengekspresikan perasaan yang sesuai, identifikasi pilihan dan pengguanaan sumber – sumber

Membuat keputusan dan menunjukan kepuasaan dengan pilihan yang diambil.

 

INTERVENSI

Kaji keefektifan strategi koping dengan mengobservasi prilaku, misalnya kemampuan menyatakan perasaan dan perhatian, keinginan berpartisipasi dalam rencana pengobatan

Mekanisme adaptif perlu untuk mengubah pola hidup seseoarang, mengatasi hipertensi kronik, dan mengintegrasikan terapi yang diharuskan kedalam kehidupan sehari – hari

Bantu klien untuk mengidentifikasi sterssor spesifik dan kemungkinan strategi untuk mengatasinya

Pengenalan terhadap stressor adalah langkah pertama dalam mengubah respons seseorang terhadap stressor

Libatkan pasien dalam perencanaan perawatan dan beri dorongan partisipasi maksimal dalam rencana pengobatan Keterlibatan memberikan pasien perasaan kontrol diri yang berkelanjutan, memperbaiki keterampilan koping dan dapat meningkatkan kerjasama dalam regimen terapeutik

Dorong pasien untuk mengevaluasi prioritas / tujuan hidup. Tanyakan pertanyaan seperti “ apakah yang anda lakukan merupakan apa yang anda inginkan?”

Focus perhatian pasien pada realitas situasi yang ada relative terhadap pandangan pasien tentang apa yang di inginkan

Bantu pasien untuk mengidentifikasi dan mulai merencanakan perubahan hidup yang perlu. Bantu untuk menyesuaikan, dibanding membatalkan tujuan dari / keluarga.

Perubahan yang perlu harus diprioritaskan secara realistic untuk menghindari rasa tidak menentu dan tidak berdaya

 

  1. II. KELUARGA BERENCANA
  2. 1. Pengkajian

Karena masalah kontrasepsi merupakan suatu hal yang sensitif bagi wanita, maka dalam mengkaji hal ini perawat harus sangat memperhatikan privasi klien. Rendahkan suara ketika mengkaji untuk menigkatkan rasa nyaman klien dan pertahankan rasa percaya diri yang tinggi klien.

Selain pengkajian umum( Identitas klien, Riwayat kesehatan, Riwayat obstetri, PF), pengkajian khusus yang perlu kita lakukan untuk memenuhi peran sebagai edukator dalam pemilihan metode kontrasepsi yang tepat adalah :

  1. Pengetahuan klien tentang macam-macam metoda kontrasepsi

Pengkajian ini dilakukan dengan menanyakan kapan wanita tersebut berencana untuk memiliki anak. Kemudian tanyakan metoda apa yang sedang direncanakan akan dipakai oleh klien. Bila klien menyatakan satu jenismetoda perawat dapat menanyakan alas an penggunaan metoda tersebut.pertanyaan-pertanyaan ini akan mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi klien terkait dengan kontrasepsi yang digunakannya.

  1. Pengetahuan tentang teknik penggunaan metoda kontrasepsi

Dalam melaksanakan perannya sebagai educator perawat harus dapaat menetukan tingkat pengetahuan klien tentang teknik penggunaan kontrasepsi. Misalnya tanyakan tentang bagaimana klien tersebut memakai dafragma, kapan dan dimana spermisida dioleskan atau berapa kali dalam sehari klien tersebut harus mengkonsumsi pil KBm dengan menggali tingkat pengetahuan klien ni perawat dapat menentukan bila ada kesalahan persepsi dalam penggunaan yang akan menyebabkan tidak efektifnya alat kontrasepsi yang dipakai dan akan menyebabkan terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan.

  1. Kenyamanan klien terhadap metoda kontrasepsi klien terhadap metoda kontrasepsi yang sedanga dipakai

Dalam mengkaji kenyamanan klien, dengarkan keluhan-keluhan klien terhadap efek samping dari kontrasepsi yang digunakannya. Dengarkan juga pernyataan klien tentang kenyamanannya menggunakan metoda kontrasepsi bulanan seperti suntik hormone dari pada pil keluarga berencana yang harus di konsumsi setiap hari. Keefektifan suatu metoda meningkat seiring dengan peningkatan kenyamanan klien dalam menggunakan metoda tersebut.

  1. Faktor-faktor pendukung penggunaan metode yang tepat

Jika klien berencana untuk mengganti metoda kontrasepsi diskusikan tentang pilihan-pilihan yang cocok untuk digunakan. Kaji factor-faktor yang dapat membantu pemilihan metode terbaik seperti riwayat kesehatan dahulu klien yang merupakan kontraindikasi dari metoda kontrasepsi, riwayat obstetric, budaya dan kepercayaan serta keinginan untuk mencegah kehamilan.

 

  1. 2. Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Keperawatan

  1. Koping individu tidak efektif b/d penggunaan alat kontap

Tujuan :  Koping individu kembali efektif

Kriteria : –    Klien menunjukkan kemampuan menyelesaikan masalah

–          Klien menunjukkan kemampuan untuk mengekspresikan perasaannya serta menunjukkan kemampuan memenuhi kebutuhan fisiolgis dan psikologis

Intervensi :

  1. Terapkan hubungan terapeutik perawat- klien

Ras : Pasien mungkin merasa lebih bebas dalam konteks hubungan ini

  1. Kaji munculnya kemampuan koping positif, misalnya penggunaan teknik ralaksasi, keinginan untuk mengekspresikan perasaan

Ras : Jika individu memiliki kemampuan koping yang berhasil dilakukan pada masa lampau, mungkin dapat digunakan sekarang untuk mengatasi ketegangan dan kontrol individu

  1. Dorong klien untuk berbicara mengenai apa yang terjadi saat ini dan apa yang telah dilakukan untuk mengatasi perasaan ansietas

Ras : Menyatakan petunjuk untuk membantu klien dalam mengembangkan kemampuan koping

  1. Sediakan lingkungan yang tenang dan tidak memanipulasi serta menentukan apa yang dibutuhkan klien

Ras : Menurunkan ansietas dan menyediakan kontrol bagi klien selama situasi krisis.

  1. Diskusikan perasaan menyalahkan diri sendiri/ orang lain

Ras : Ketika mekanisme ini dilindungi pada waktu kritis terdapat perasaan kounter-produktif dan interfiksasi dari perasaan tidak tertolong dan tanpa harapan

  1. Identifikasi tingkah laku penanggulangan yang baru bahwa klien menunjukkan dan memperkuat adaptasi positif

Ras : Selama krisis, klien mengembangkan cara baru dalam menghadapi masalah yang dapat membantu revolusi situasi sekarang dan krisis masa depan

 

  1. Koping keluarga yang tidak efektif b.d  ketidak nyamanan alat kontap

Tujuan : Koping keluarga kembali efektif

Kriteria : – Klien menunjukkan kemampuan untuk menunjukkan identifikasi sumber-sumber dalam diri sendiri untuk berhadapan dengan situasi

– Klien menunjukkan kemampuan untuk menghadapi situasi dengan caranya sendiri

Intervensi :

    1. Kaji tingkat ansietas yang muncul pada keluarga atau orang terdekat

Ras : Tingkat ansietas harus dihadapi sebelum pemecahan masalah dapat dimulai

    1. Kaji masalah sebelum sakit/ tingkah laku saat ini yang mengganggu perawatan/ proses penyembuhan klien

Ras : Informasikan mengenai masalah keluarga akan membantu dalam mengembangkan rencana keperawatan yang sesuai

    1. Kaji tindakan orang terdekat sekarang ini dan bagaimana mereka diterima oleh klien

Ras : Orang terdekat mungkin berusaha untuk membantu namun tidak dipersepsikan sebagai sebagai bantuan oleh klien

    1. Ikut sertakan orang terdekat dalam pemberian informasi, pemecahan masalah dan perawatan klien sesuai kemungkinan

Ras : informasi dapat mengurangi perasaab tanpa harapan dan tidak berguna, keikut sertaan dalam perawatan akan meningkatkan perasaan kontrol dan harga diri

    1. Dorong pencarian bantuan situasi kebutuhan memberikan informasi mengenai orang dan institusi yang tersedia bagi mereka

Ras : Izin untuk mencari bantuan sesuai kebutuhan akan membuat mereka memilih untuk mengambil keuntungan dari apa yang tersedia.

 

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in MATERNITAS. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s