FUTURRRR????….nggak deeeeh!!

“Saya ini sedang futur”


Assalamu’alaikum…

saya ini sedang futur

terbukti dengan ogah-ogahan datang ke pengajian tiap pekan,

dengan alasan klasik kuliahlah, lelahlah, kerjalah, sibuklah, inilah, itulah

saya ini sedang futur

jarang baca buku tentang Islam, lagi demen baca Koran.

dulu tilawah tidak pernah ketinggalan

sekarang satu lembar udeh lumayan.

tilawah sudah tidak berkesan,

nonton layar emas ketagihan

saya ini sedang futur

mulai malas sholat malam,

jarang bertafakkur ba’da shubuh,

kanan kiri salam, lantas kembali mendengkur.

apalagi waktu libur, sampai menjelang dzuhur



saya ini sedang futur

lihat perut semakin buncit, karena junkfood dan pangsit.

kalo infaq mulai sedikit dan mulai pelit.

apalagi shaum sunnah, perut rasanya ogah!

ane ini sedang futur

tak lagi pandai bersyukur. seneng disanjung, dikritik murung

saya ini sedang futur

malas ngurusin da’wah, rajin bikin ortu marah.

sedikit sekali muhasabah,

sering kali mengghibah

ya..ane memang sedang futur!

Mengapa ane futur……???

mengapa tidak ada satu ikhwah pun yang menegur dan menghibur??

kenapa batas-batas mulai mengendur??

kepura-puraan, basa basi dan kekakuan subur??

kenapa di antara kita sudah tidak jujur??

kenapa ukhuwah di antara kita sudah mulai luntur??

kenapa di antara kita hanya pandai bertutur??

Ya Allah..

berikan hambaMu ini pelipur

agar ane tidak semakin futur

apalagi sampai tersungkur…

ente tau ane lagi futur!

sedikit dzikir, banyakan tidur.

belajar ngawur, IP pun hancur.

shohib- shohib kagak ada yang negur.

ente tau ane lagi futur.

hati beku, otak ngelantur.

mikirin orang se-dulur,

diri sendiri kagak pernah ngukur.

ente tau ane sekarang seneng duduk di kursi goyang,

perut kenyang hati melayang.

mulut sibuk ngomongin orang,

aib sendiri nggak kebayang.

ente tau ane bengal

bangun malem sering ditinggal.

otak bebal banyak mengkhayal,

udeh lupa yang namanya ajal.

ente tau ane begini.

udah sok tau, seneng dipuji.

ngomong sok suci, kayak murrabi.

kagak ngaca diri sendiri.

ente tau ane gegabah.

petantang petenteng merasa gagah,

diri ngaku-ngaku ikhwah kalo mo muhasabah,

diri ini nggak beda sama sampah.

ente tau ane sekarang udah kalah di medan perang.

ane pengen pulang kandang, ke tempat ane dulu datang.

NB: buat semua saudaraku….kunjungilah saudaramu, tengoklah dia barang sebentar…. mungkin keimanannya sedang berada diujung tanduk. mungkin keimanannya sedang dipertaruhkan.. raihlah dia..rengkuhlah dia. ajaklah dia bersama melihat terbitnya fajar kebangkitan Islam. ajaklah dia bersama menuju cinta NYA menuju surgaNYa menuju ampunan NYA janganlah sibuk dengan diri sendiri pedulilah dengan sekelilingmu pedulilah dengan mereka yang mengharap datangnya secercah cahaya. jadilah orang yang bermanfaat untuk orang-orang disekitarmu.

Fiufh….

Tulisan di atas pasti sudah gak asing lagi bagi aktivis dakwah yang hobi “ngutak-ngatik” dunia maya. Banyak yang menanggapi/merespon tulisan ini kemudian meyebarkan ke saudara2 atau teman2nya yang lain melalui email . entah siapa yang menulisnya, yang jelas tulisan itu tersebar di berbagai milis dan blog ikhwah. Karena terlalu banyak yang mengutip, ane jadi bingung sebenarnya siapa yang menulis kali pertama. Yah…semoga saja tulisan ini bermanfaat bagi yang membaca, bias dijadikan pelajaran dan dapat digali hikmanya. Kisah yang unik sekaligus menyentuh. Apa bener ada aktivis dakwah yang kalo futur sampe segitunya. Mungkin saja ada. Entah di belahan bumi mana. Fiktif atau nyata, yang jelas ini adalah sebuah fenomena. Fenomena yang bisa terjadi kepada siapa saja. Termasuk ana! Tapi Alhamdulillah nggak sampe separah itu. Yang namanya iman, yazid wa yankus, kadang naik kadang juga turun. Tapi turunnya jangan drastis2 dong! Biasa aja. Jangan sampai melebihi garis normal. Futur boleh, tapi jangan dipelihara. Futur koq terus?! Segera bangkit dan lawan penyakit itu! Ya, futur memang penyakit. Penyakit yang dapat menyerang siapapun tanpa pandang bulu. Futur itu tamu tak diundang yang datang kapanpun dia mau. Dia bukan tamu yang pantas dihormati. Malah dia harus segera kita usir. Tapi ada beberapa alasan mengapa future datang,

  • 1. ruhiyah kering dan gersang. Hati berpenyakit

  • 2. sibuk dengan urusan dunia dan lupa akan kampong akhirat

  • 3. ketidak tawazunan menjalankan amana-amanah dakwah

  • 4. lingkungan yang tidak kondusif

  • 5. tugas-tugas skul, kuliah, ato kerja yang bejibun

  • 6. masalah-masalah pribadi yang menumpuk

  • 7. virus merah jambu (VMJ)

  • 8. kecewa terhadap sebuah jama’ah
futur ga akan pergi kalo gak diusir. Dari pengalaman nih, ada “5-an” yang ane rasakan ketika futur menyerang,

1. hati sakit-sakitAN

2. dakwah ogah-ogahAN

3. ibadah malas-malasAN

4. pengennya uring-uringAN

5. waktu penuh kesi-siaAN

Rasanya BeTeeeeee banget! Butuh Tenaga, Butuh Tarbiyah, Butuh Tausiyah, dan Butuh Tatih Tayang (he..he..) Truz gimana donk cara ngusirnya? Setiap orang yang pernah mengalami kefuturan pasti memiliki strategi tersendiri untuk mengenyahkannya dari muka bumi (wuiiizzz…). ane sendiri punya beberapa kiat jitu untuk mengusir futur. Antum pasti juga tahu…yupz!

1. mendekatkan diri pada Allah SWT, Sang Pemilik Hati, Yang Menguasai Hati, dan Maha Membolak-balikkan Hati. Perbanyak ibadah dan amalan yaumiyah. Basahi lisan dengan dzikrullah. Ingat rumusnya AA Gym kan? Yup! Betuuul, CSB (CEPAT ingat Allah, SERING ingat Allah, dan BULAT, yakin pada Allah)

2. hadiri majelis-majelis dzikir dan majelis ilmu. Ikut kajian-kajian dan dauroh. Jangan males datang Liqo, kencan, ngapel (ngaji pelan2), ritual pekanan ato apapun namanya…intinya halaqoh!

3. cari kesibukan dengan kegiatan-kegiatan positif. Pokoknya lawan! Jangan mau kalah ma syetan. Nulis-nulis, bacbuku, sharring ato diskusi ma temen. dll. dsb. dst

4. cari lingkungan yang kondusif. Bergaullah dengan orang-orang sholih

5. banyak mengingat mati

6. rihlah/refreshing

7. mintalah taujih/tausiyah/nasehat dan motivasi pada ustadz atau saudara seiman. Tapi perlu diingat, jangan selalu berharap pada makhluk. Kita punya ALLah yang Menguasai segalanya. So, berharap dan bergantung hanya padaNya. Taujih Robbani (tilawah AlQuran) akan lebih menentramkan jiwa.

8. dan yang gak kalah pentingnya adalah tekad/azam yang kuat dan kemauan keras untuk melawannya.

Bangkitlah pejuang! Amanah-amanah dakwah sedang menanti. Panggilan suci telah dikumandangkan. Pintu syurga telah dibukakan. Bersegeralah untuk menyambut seruanNya. Semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatt!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Alloh…

Saat ku terjatuh, bantulah aku untuk bangkit

Saat ku tersesat, tunjukkan arah ke mana mesti ku pergi

Dari mana aku datang, ke situlah ku kan pulang….

Alloh…

Saat ini aku tertatih menujuMu

Langkahku berat untuk berjalan

Punggungku tak kuat memikul beban

Aku lemah, tak berdaya

Bawa aku pergi

Berlari…

Mengejar cintaMu…

Sebuah jawaban…

kenapa mesti futur?

Kan, ada Allah Sang Pelipur

Ada dzikirullah yang mujarab bin manjur

Atau baca Alqur’an dengan tadabur

Ketika ane futur, ruhiyah mulai kendur

Tapi ku takkan mundur

Tuk lawan malas hingga ia kabur

Sampai syetan hancur, lebur, babak belur!

Ketika ane futur,

Ane baca buku yang tlah lama menganggur

Daripada cuma tidur mendengkur

Atau ngobrol ngalur ngidul


akhwatzone.multiply

milkysmile

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Copasus. Bookmark the permalink.

7 Responses to FUTURRRR????….nggak deeeeh!!

  1. Widodo Saputra says:

    tambahan:
    kalau ane lagi futur, ane akan mikirin future buat menghilangkan tuh futur.

  2. hehe…boleh boleh…
    inget future akhiy, jangan sampai fiture luntur gara gara si futur.
    Hamasah!

  3. Syandrez says:

    keknya ane jg futur setelah baca tulisan ini..
    *lho..? maksudny kriterianya banyak pd ane =___=”
    naudzubillah…

  4. Syukri says:

    postingan yang bagus dan menyentuh sekali ukhti…

  5. Aan: Mendadak futur gitu y An…cckckckckc…hehe

    Syukri: semoga bermanfaat… *terutama bagi yang ngepost.. 🙂

  6. Assalaamu'alaykum…
    boleh coPas gag??

  7. waalaikumsalam…..
    silahhhkannnn ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s