Surat Kepada Saya

Teruntuk yang tercinta: Saya…

di Bumi Allah….

Assalamualaikum Warrohmatullohi Wabarokatuh..

Hai apa kabar saya?

Sepertinya saya sangat sibuk sekali ya?

Hmm, saya… akhir akhir ini saya merasa kecewa dengan diri saya. Kenapa saya terlihat sibuk namun tak ada hasil nyata yang terlihat oleh saya.

Saya, saya harap saya masih ingat dengan tujuan dan cita cita yang tengah saya rangkai. Saya harus tetap istiqomah dan berazzam untuk mencapai semuanya saya.

Saya sungguh sungguh kecewa dengan saya. Dan saya pun yakin saya juga kecewa dengan diri saya sendiri kan? Nah, makanya saya! Sudah dari awal saya sudah memperingatkan saya untuk selalu waspada dan hati hati dalam memanfaatkan waktu yang saya punya. Serta tidak boleh menunda nunda urusan dan pekerjaan yang musti saya lakukan!

Sekarang coba saya lihat hasilnya! Apa yang terjadi? Saya justru semakin stress dan frustasi. Padahal sebelumnya saya lihat saya begitu santai di tengah kepanikan dan kesetres-an orang lain. Sekarang? Silahkan saya berpanik-panik sendiri!

Hehehe … tenang saya! Jangan depresi seperti itu. Buang jauh jauh tampang memelas saya itu! Ingatkah saya dengan bait yang pastinya saya kenal dengan baik,’ bangkitlah…harapan itu masih ada!!”

Ya saya… ayo bangkit! Saya masih punya harapan saya! Ada Allah yang akan membantu saya!

Optimalkan tiap waktu yang saya punya untuk berusaha! Cukup sudah saya membuang buang waktu untuk hal hal tak berguna seperti yang saya lakukan beberapa saaat lalu!

Ya, saya harus komit berjuang ya!

Saya, Saya benar benar berharap agar diri saya tetap berjuang. Saya yakin saya pasti BISA!

Ya, saya mengenal saya sebagai sosok yang tak gampang putus asa!

Sekarang buktikan keperkasaan saya dalam menjalani hidup!

Buang jauh jauh rasa malas saya! Saya tak ingin saya menyesal untuk kedua kalinya. Cukup saya jadikan itu pelajaran hidup dan tidak mengulanginya lagi.

Saya…. Saya harap saya mampu menghadapi ini dengan semangat. Ingat saya! Saya selalu mendukung Saya! Dan pastinya juga ada Allah loh saya! Saya gak percaya dengan kekuatan Allah??? Makanya saya terus berusaha dan berdo’a ya! Seperti teman teman saya yang sudah maju selangkah. Mereka mendapatkan semuanya kan GAK gratis saya! Mereka juga mengorbankan banyak hal!

Saya, saya pasti ingin menikmati pelangi dan ketenangan setelah badai melandakan? Makanya saya jangan takut untuk lelah! Saya jangan takut menghadapi kesulitan! Ingat saya, Allah telah menyediakan dua kemudahan di balik kesulitan yang ada! Makanya saya jangan buru buru putus asa ya!

Saya, sudah cukup banyak nikmat yang Allah berikan untuk saya! Makanya saya harus membalasnya dengan baik. Lakukanlah ini saya! Demi Allah, demi orang tua yang telah melahirkan saya, dan demi diri saya sendiri…

SEMANGAAATT TERUSS SAYA!! ALLAHU AKBAR!!! 😀



With Fully of Spirit

“Saya”

milkysmile
Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cahaya Legend, Cuap-Cuap Aini, geje. Bookmark the permalink.

4 Responses to Surat Kepada Saya

  1. Syandrez says:

    haha..semangat saya! *terutama untuk sayanya saya. hehe..

  2. faizulfikri says:

    surat untuk saya mana ni?!
    hehe..

    mantep euy, bisa nyemangatin diri sendiri.
    itulah kelebihan cewek dibandingin cowok.

  3. terima kasih “saya…..”

  4. ^_^

    terimakasih semuanya…
    SPIRIT never Die!! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s