.: SEPENGGAL KISAH TENTANG WISMA :.

Wisma oh Wisma…

Tulisan tentang wisma ini memang sengaja dogoreskan secepatnya karena feelnya emang lagi dapet…^^ (*curcol: baru pulang makan traktiran kakak di wisma nih :D)

W-I-S-M-A

Terdiri dari huruf We I eS eM dan A… dan kita membacanya dengan WISMA *kamsudnya apa neh? Anak Tk juga udah pada tau…

Teman… sungguh ketikan kalimat ini adalah fakta. Tentang sebuah rumah sederhana yang kusebut Wisma. Tempat dimana aku pernah bernaung, mengecap indahnya ukhuwah dan merasakan nikmatnya tarbiyah.

Rumah ini sungguh sederhana, tapi tahukah engkau teman? Ia kaya dengan makna dan rasa. Eitss rasanya campur campur lo! Seperti permen nano-nano, manis asam asin rame rasanya !! 😀

Hehe, sipptt… member wisma berasal dari berbagai ragam latar belakang dan kebiasaan yang kemudian dipersatukan dalam naungan wisma.

Banyak agenda dan moment yang kami lewati bersama. Mulai dari ibadah, sholat berjamaah, tilawah bareng, tholabul ilmy melalui agenda wisma seperti shiroh nabawiyah, fiqih wanita, kultum, ataupun bedah buku. Tak hanya itu! Jamuan makan malam terindah bersama penghuni wisma dalam semangkuk talam besar, goro membersihkan wisma, tarbiyah jasadiyah walau Cuma ngikutin senam Pks dengan gerakan Geje (*huahahaha, saya tak bisa menahan ketawa kalau ingat akhwat ikut senam ini), sampai acara bersepeda santai ke Jembatan Siti Nurbaya di pagi hari Ahad. (untuk agenda ini saya belum pernah ikut gara-gara pulkam, gak ada sepeda sisa, dsb).

Ketika moment moment tertentu, seperti acara miladnya anggota wisma, selalu kami rayakan dengan acara kumpul bersama, menyenandungkan do’a terindah buat ukhty tercinta, tentu gak lupa dengan kue dan kadonya ^^. Tak ada ada perayaan mewah, namun itu adalah perayaan milad yang paling berkesan dan bermakna yang pernah aku rasakan.

Ya….Banyak hal yang kami lakukan di wisma… sebuah markas besar yang fungsinya tak hanya sebagai rumah, namun juga sebagai madarasah, rumah sakit, markas dakwah, benteng, serta taman bermain, (*yang terakhir aku yang buat klasifikasi sendiri…hehe)

Seperti yang sudah aku sampaikan di atas, di wisma tidak selalu terasa manis. Tentu ada kombinasi rasa seperti asin, asem dan pahit. Namun, semuanya kami hadapi. Karena memang dinamika akan selalu terjadi dalam kehidupan berumah tangga (di wisma kita punya emak, tapi gak punya bapak :D), apalagi dengan anggota wisma yang walaupun kepalanya sama hitam (kebetulan gak ada yang keturunan bule), tapi mempunyai berbagai macam karakter dan mengkoleksi beberapa sifat manusia yang berbeda-beda.

Yap… Masalah akan selalu ada. Itu namanya bumbu sobat!

Tapi kami sadar, karena kadang Allah mentarbiyah-i kita dengan cara yang unik. Yang mungkin sama sekali tidak pernah kita bayangkan 😀

Kadang kita harus belajar untuk mengambil hikmah dan makna melalui hal-hal yang mungkin tidak kita sukai.

Karena itulah hakikat kita dalam berkehidupan. Bukan hidup namanya kalau tanpa masalah. Dan bukan berarti masalah selalu identik dengan hal rumit nan menjengkelkan. Hmm… di wisma, bisa jadi masalah adalah pencetus timbulnya KEBAHAGIAAN. Ya.. dengan adanya masalah kita mendapatkan sarana untuk lebih memahami setiap sisi kehidupan yang menyimpang, mencari akar penyebabnya, kemudian menyelesaikannya satu persatu dengan hati hati, penuh kesabaran, serta tak lupa dibumbui dengan cinta serta kasih sayang dalam indahnya ukhuwah islamiyah.

Dengan adanya konflik atau masalah tersebut, tabir penyebab ketidaknyamanan akan terbuka lebar. Sebuah jalan bagaimana kita bisa beradaptasi membuat diri senyaman mungkin dengan lingkungan *yang pastinya* selalu memiliki perbedaan suhu dengan kadar kenyamanan yang kita punya.

Ya itulah wisma… tempat akhwat belajar dan terus belajar.

Tahukah kawan? Semua kenangan yang terukir di wisma (baik yang seru, yang bahagia, keceriaan, kejengkelan, marah, benci, dan lain sebagainya) kelak akan menjadi hal hal yang paling kita rindukan. Mari ukir sepenggal kisah klasikk untuk masa depan ini dengan penuh kesabaran…

^^

Nb: Akhwaat wismaa… kwangenn jiddan balik ke wisma atas lagi 😦



milkysmile

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s