Catatan ini Kuberi Judul: Demi… Aku harus Menyelesaikannya dengan Baik!!!!

It’s Maaayyy

And it will be My month inshaAllah…

Ada yang baru di Mey ini. Karena mulai saat ini, aku sudah ditemani oleh adik perempuanku untuk menetap di kos-an berukuran …. Hmmm berapa ya? Bentuknya aneh gini. (*ntah berapa kali berapa ukurannya). Yap, sekarang sudah ada Astrid a.k.a Ayiie a.k.a Butet Sibolga (nama kecilnya) yang mulai 2 minggu lalu hijrah ke Padang untuk memperjuangkan nasibpendidikannya pasca SMA.

Ayi akan memulai kisah hidupnya post UN (ujian nasional) dengan ikut Bimbel (bimbingan belajar) di NF. Yap, Nurul Fikri. Aku sendiri yang memilihkan tempat bimbel itu untuknya. Dengan berbagai alasan dan pertimbangan pastinya. Walaupun dulu aku sendiri sempat mengenyam bimbel di G*m* dan ternyata Ayi sudah bayar panjar untuk juga ikut-ikutan bimbel di G*m*, aku segera melarang dan menolak mendaftarkannya ke sana kemudian memaksa menyarankan Ayi untuk masuk NF saja.

Ya, untuk masalah bimbel-bimbel-an, Mama dan Papa memang lebih percaya padaku, walaupun sebenarnya untuk masalah lokasi, bimbel G*** lebih dekat ke kos-an ku (cukup jalan kaki) dari pada NF (yang perlu sekali naik angkot). Namun planning yang sudah kurancang untuk Ayi di Padang inshaAllah lebih berkah daripada sekedar memperhatikan efektifitas jarak bimbel tersebut. (tunggu konspirasi berikutnya butet! Hehe)

Jadi seperti itulah…

Sekarang rumah orang tua di kampung semakin sepi. Papa still live in Pulau Punjung, cuma sekali 2 minggu pulang ke rumah kami yang di Tanjung Jati, Uda sudah menikah dan punya rumah sendiri, kakakku sudah wisuda, maka tinggallah Mama, Aditya, dan Syifa di rumah. Cuma bertiga. Tak terbayangkan betapa kesepiannya wanita yang kukasihi itu.

Suatu kali Mama sms, “ Ani, ba kabarnyo? Astrid ba a? Ama kesepian di rumah, ibo hati ama nengok kamarnyo yang lah kosong kini. Jan dibongih-an adiak ndak, nyo baru braja marantau”

Sesaat kemudian Papa nelfon, menanyakan hal yang sama. Menanyakan kabar anak gadis nya yang sekarang mulai merasakan hidup jauh dari orang tua. Hmm… sama seperti sikap orang tua ku ketika aku dulu pertama kali meninggalkan rumah untuk mengejar pendidikan di Universitas. Mama begitu sedih dan huaaahhh…asli, ini bikin air mataku mendadak menetes. Begitu besar perhatian, cinta kasih Orang tua untuk anaknya.

Satu hal yang kutangkap dari peristiwa ini, yakni: Allah sedang berupaya untuk mentarbiyah-i ku untuk lebih berusaha menyelesaikan tugas akhir agar bisa lulus sarjana secepatnya. (*di tengah banyak godaan syethan yang melanda).

Hmm… kedatangan adikku ke Padang kembali membuka scene-scene memory ku tentang “aku” yang 4 tahun lalu, layaknya sebuah kisah drama yang dimainkan dalam film kehidupan berjudul “Aini dan Masa Depannya”. Pemeran utamanya adalah Aku yang masih polos, yang datang ke kota ini dengan penuh cita, harapan, dan semangat.

Allah saat ini sedang mengembalikan ingatanku tentang betapa berat dan indahnya perjuanganku menempuh bimbel, yang dua minggu pertama kujalani dengan ogah-ogahan, kemudian betapa terpuruknya aku ketika pertama kali mendengar kata gagal untuk PMDK Kedokteran, dilema menentukan jurusan (*pasca trauma PMDK), berdebat keras dengan Mama dan Papa karena melarangku ke luar Sumbar sampai akhirnya aku menangis *lagi dan lagi* karena Papa tetap tak mengizinkan, kemudian lulus di Poltekes, sampai akhirnya bisikan bisikan manis nan menyakitkan mengantarkanku untuk menulis kode-kode program Studi “Ilmu Keperawatan” pada formulir SPMB ku yang beberapa bagiannya basah karena tetesan air mata. Ya, aku memilih jurusan ini dengan penuh air mata. Air mata yang sebenar-benar air mata, walaupun ada setetes kebahagiaan lagi mengingat kabar akan mendapatkan beasiswa dari Panitia SPMB Pusat jika sudah lulus di PTN, selama 1 tahun penuh.

Ah…Terlalu sedih untuk diceritakan. Tapi aku memiliki keyakinan kelak Allah akan memberikan sukses untuk jalanku di tempat ini. Sampai akhirnya pada suatu malam sahabatku mengirimi pesan singkat di layar Handphone mengabarkan aku lulus di pilihan ini. Syukur dan bahagia merasuki. Namun kebahagiaan hanya singgah sebentar karena beberapa waktu kemudian hatiku mulai gelisah, tidak tenang, dan kembali menangis demi mengingat tempat dimana aku akan menghabiskan hari dan masa demi cita-cita. Tepatnya, aku cemas dengan masa depanku. Dan aku selalu menangis, lagi dan lagi. Ah, tak terhitung, berapa kali aku menangis di tahun 2007 itu. Itulah tahun yang membuat ku bertransformasi dari seorang remaja putri yang riang gembira dengan setumpuk prestasi dan kegiatan menyenangkan menjadi seorang dewasa awal yang labil karena menghadapi fase-fase pendewasaan nan penuh problematika kehidupan.

Hmm… begitulah.

Tiba-tiba aku ingat lagi dengan rangkaian cita-cita itu, sampai akhirnya teruntailah kalimat ini:
“Aku sudah memulainya, dan aku sendiri yang harus mengakhirinya dengan baik”

Ya, demi cinta dan kasih Tuhanku, demi pengorbanan kedua orang tuaku, demi rasa rindu dan kesepian Mama, demi peluh dan penat-nya Papa, demi air mataku yang tertumpah, demi keringat yang menetes, AKU HARUS MENYELESAIKAN SEMUA INI DENGAN BAIK…!!!

Ternyata jalan ini panjang ya kawan.

Ini baru memasuki bagian akhir dari satu fase kehidupanku. Masih banyak fase-fase dan siklus-siklus lain yang akan kujalani. Fase kehidupan profesi, lanjutan akademik, keluarga, sahabat, pernikahan, tarbiyah dan dakwah yang harus terus kupertahankan sepanjang hidupku.

Dan aku yakin, Allah sudah mempersiapkan semuanya dengan baik, matang, dan sempurna untukku. Sebuah skenario yang sudah tak sabar ingin kunikmati alurnya sebagai pemeran utama. Dan aku tak sabar mengetahui jalan cerita seperti apa yang Allah karang untukku.

*nb: Tadinya tidak ingin terlihat lemah dihadapanMu ya Rabb… I think I can do it with my strength. Tapi ternyata aku lemah dan tidak akan bisa melakukan apapun tanpaMu…! I need You as a human need air for breathing, I need You as a blood need a heart to flow.I need You as a patient need their curing and caring, I need You as Majnun need Layla, I need You as a Crazy…

milkysmile

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cahaya Legend, Cuap-Cuap Aini, geje. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s