Kaca Yang Berdebu

Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu keras membersihkannya
Nanti ia mudah retak dan pecah

Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu lembut membersihkannya
Nanti ia mudah keruh dan ternoda

Ia bagai permata keindahan
Sentuhlah hatinya dengan kelembutan
Ia sehalus sutera di awan
Jagalah hatinya dengan kesabaran

Lemah-lembutlah kepadanya
Namun jangan terlalu memanjakannya
Tegurlah bila ia ada salah
Namun janganlah lukai hatinya

Bersabarlah bila menghadapinya
Terimalah ia dengan keikhlasan
Karena ia kaca yang berdebu
Semoga kau temukan dirinya
Bercahayakan iman

***

Tuhan, betapa aku malu…
menganggap diriku sebagai kaca yang berdebu.
Sehingga selalu meminta untuk dijaga,
namun aku tak sanggup bersikap seolah yang lainnya juga adalah sepotong kaca yang berdebu.
Yang juga butuh sebuah ‘PENJAGAAN’…!!

Ya, terkadang aku lupa… mereka juga sama sepertiku… kaca yang berdebu!

Tuhan, betapa aku malu, ketika aku sering lupa
bahwa sesama kaca yang berdebu kami tak selalu sempurna.
Masing-masing boleh jadi salah
masing-masing boleh jadi dalam keadaan keruh dan ternoda

Ya Tuhan, sungguh aku malu…
Berlindung di balik debu-debuku…
Mengumumkan bahwa aku adalah seorang yang mudah retak
Sehingga mereka harus lemah lembut kepadaku…
Sedangkan dengan semena-mena aku melukai mereka dengan ketajamanku….

Ya… Aku masih merasa malu Tuhan…

Karna terkadang aku tak sabar dengan debu-debuku…
Namun aku LEBIH tak sabar terhadap debu debu mereka!

Aku tak sadar debuku bahkan lebih hitam dari debu mereka…
Aku tak sadar sesungguhnya ketika bercermin kepada mereka, yang kulihat adalah debuku sendiri,
Bukan debu mereka!
Namun tanpa berpikir panjang kulukai hati mereka dan menuduh mereka lebih berdebu!!

Arrghhh….
malu malu malu….
Aku malu ya Tuhan…
Malu kepadaMu! Malu kepada mereka! dan malu kepada kaca yang bersih dan indah…

Ya… kami memang sama-sama kaca yang berdebu…
Terseok menyingkirkan debu ini dengan kain yang bersih…
Ya…kami memang adalah kaca yang berdebu…
Tertatih melatih kesabaran untuk bisa saling membersihkan…

Ya…kami, sang kaca yang berdebu…
Menunggu teguran indah yang penuh kelembutan…

Merintis jalan untuk menunjukkan pada dunia…
hati yang bercahayakan iman…

Serenade Malam, Padang 24/05/11
Inspirated by: Kaca yang Berdebu, nasyid

CahayaMata’s Zone

milkysmile

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Puisi... Bookmark the permalink.

3 Responses to Kaca Yang Berdebu

  1. ini lagux maidani kan..coz nasyidx org medan jd ngefans bgt..sesama org Medan gitu loh..hehehe
    semoga kita bisa membersihkan debu2 itu dr diri kita..:-)

    Like

  2. Nova Yuliana Hasanie says:

    maksud dari lagu kaca yang berdebu itu begitu ya,,
    i like it 🙂

    jazakillah

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s