Surat Cinta kepada Saya

Surat Cinta kepada Saya
by Nur’aini CahayaMata Aini on Thursday, June 2, 2011 at 5:05pm

Surat ini saya kirim untuk Saya pada tanggal 27 April 2011 tepat pada pukul 1.08 Am….melalui http://zonacahayamata.blogspot.com/

Berikut isinya 🙂

***

 

Teruntuk yang tercinta: Saya…

di Bumi Allah….

Assalamualaikum Warrohmatullohi Wabarokatuh..

Hai apa kabar saya?

Sepertinya saya sangat sibuk sekali ya?

Hmm, saya… akhir akhir ini saya merasa kecewa dengan diri saya. Kenapa saya terlihat sibuk namun tak ada hasil nyata yang terlihat oleh saya.

Saya, saya harap saya masih ingat dengan tujuan dan cita cita yang tengah saya rangkai. Saya harus tetap istiqomah dan berazzam untuk mencapai semuanya saya.

Saya sungguh sungguh kecewa dengan saya. Dan saya pun yakin saya juga kecewa dengan diri saya sendiri kan? Nah, makanya saya! Sudah dari awal saya sudah memperingatkan saya untuk selalu waspada dan hati hati dalam memanfaatkan waktu yang saya punya. Serta tidak boleh menunda nunda urusan dan pekerjaan yang musti saya lakukan!

Sekarang coba saya lihat hasilnya! Apa yang terjadi? Saya justru semakin stress dan frustasi. Padahal sebelumnya saya lihat saya begitu santai di tengah kepanikan dan kesetres-an orang lain. Sekarang? Silahkan saya berpanik-panik sendiri!

Hehehe … tenang saya! Jangan depresi seperti itu. Buang jauh jauh tampang memelas saya itu! Ingatkah saya dengan bait yang pastinya saya kenal dengan baik,’ bangkitlah…harapan itu masih ada!!”

Ya saya… ayo bangkit! Saya masih punya harapan saya! Ada Allah yang akan membantu saya!

Optimalkan tiap waktu yang saya punya untuk berusaha! Cukup sudah saya membuang buang waktu untuk hal hal tak berguna seperti yang saya lakukan beberapa saaat lalu!

Ya, saya harus komit berjuang ya!

Saya, Saya benar benar berharap agar diri saya tetap berjuang. Saya yakin saya pasti BISA!

Ya, saya mengenal saya sebagai sosok yang tak gampang putus asa!

Sekarang buktikan keperkasaan saya dalam menjalani hidup!

Buang jauh jauh rasa malas saya! Saya tak ingin saya menyesal untuk kedua kalinya. Cukup saya jadikan itu pelajaran hidup dan tidak mengulanginya lagi.

Saya…. Saya harap saya mampu menghadapi ini dengan semangat. Ingat saya! Saya selalu mendukung Saya! Dan pastinya juga ada Allah loh saya! Saya gak percaya dengan kekuatan Allah??? Makanya saya terus berusaha dan berdo’a ya! Seperti teman teman saya yang sudah maju selangkah. Mereka mendapatkan semuanya kan GAK gratis saya! Mereka juga mengorbankan banyak hal!

Saya, saya pasti ingin menikmati pelangi dan ketenangan setelah badai melandakan? Makanya saya jangan takut untuk lelah! Saya jangan takut menghadapi kesulitan! Ingat saya, Allah telah menyediakan dua kemudahan di balik kesulitan yang ada! Makanya saya jangan buru buru putus asa ya!

Saya, sudah cukup banyak nikmat yang Allah berikan untuk saya! Makanya saya harus membalasnya dengan baik. Lakukanlah ini saya! Demi Allah, demi orang tua yang telah melahirkan saya, dan demi diri saya sendiri…

SEMANGAAATT TERUSS SAYA!! ALLAHU AKBAR!!! 😀

With Fully of Spirit

“Saya”

Dan pada Hari ini, 2 Juni 2011 saya akan membalas surat yang sudah dikirim oleh Saya….

*maaf ya saya, suratnya cukup lama baru saya balas 🙂

*****

 

Teruntuk Saya terkasih

di manapun berada…

Pertama, tiada untaian kata yang lebih indah yang patut kita ucapkan melainkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Yang nikmatnya senantiasa tercurah, yang sayangnya senantiasa mengalir, yang kasihnya tak pernah pilih kasih. Sholawat pun tak bosan bosannya kita titipkan kepada Allah agar disampaikan kepada “payung panji kota Mekah, pagar besi kota Madinah, junjungan tinggi Siti Khodijah, buah hati Siti Aminah” Baginda Muhammad Sholallahualaihi wasalam…

Sebelumnya, saya mengucapkan ribuan maaf dan terimakasih untuk dukungan saya selama ini kepada saya.

Ternyata perjuangan itu memang berat ya saya. Namun beratnya perjuangan itu tak seberat mengalahkan sifat sifat buruk yang ada di diri saya. Akhirnya saya sadar saya, semua ini tergantung kepada diri kita, it depend on us. You want it, you get it. Dan benar kata saya yang pernah saya sampaikan kepada saya semenjak dahulu, dahulu, dan dahulu kala bahwa memulai sesuatu itu memang susah ya saya, namun ketika kita sudah mempu menghancurkan tembok kemalasan untuk melakukan usaha kita pertama kalinya, insyaAllah hal yang disuguhkan akan lebih menarik dan menghasilkan sesuatu yang manis untuk dikecam di kemudian hari.

Dear Lovely saya…

Saat ini sudah memasuki bulan Juni.

Saya awali langkah di bulan Juni ini dengan mengucapkan Bismillahirrahmaniirahim.

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Seiring dengan bismillah yang saya lafazkan, aliran kasih sayang Allah senantiasa kita harapkan mengalir memberkahi Juni yang berbahagia ini.

Juni yang indah, Juni yang penuh semangat, dan insyaAllah akan menjadi Juni yang penuh barokah…

Saya, Allah telah menunjukkan setitik cahaya semangat untuk melanjutkan perjuangan panjang ini. Allah telah mempertemukan saya dengan salah satu halte dari sekian banyak halte yang harus saya singgahi dalam perjalanan menuju terminal yang sesungguhnya.

Saat ini, tantangan perjalanan selanjutnya telah tergambar cukup nyata. Sketsa onak dan duri juga mulai tergoreskan walau samar. Ternyata halte persinggahan ini hanyalah timing untuk saya mengisi semangat lagi, mengisi kekuatan, menghimpun tenaga untuk melanjutkan kerja besar menghadapi rintangan dalam perjalanan berikutnya.

Salah satu pertarungan sengit itu akan terjadi di bulan Juni ini saya!!

Bulan yang indah, dimana matahari ditakdirkan Allah untuk bersinar hangat di sebagian belahan duniaNya. Bulan dimana Ibu tercinta dilahirkan, dan insyaAllah bulan yang akan tercatat dalam sejarah kehidupan saya sebagai salah satu bulan dimana saya akan diuji dengan beberapa tantangan kehidupan yang bernama akademik.

Saya, saya selalu mengharapkan dukungan dari saya yang selalu berantusias dan semangat itu. Teriakan kata kata positif dari saya sungguh akan sangat membantu untuk melanjutkan ini semua. Please saya, jangan pernah berhenti menyemangati dan berusaha serta terus berusaha. Di samping, saya juga sangat berharap saya semakin memperbaiki kedekatan saya dengan pencipta saya, perkaya terus ruhiy saya dengan amalan dan ibadah. Dan hal ini tidak akan tercapai kalau kita tidak bekerja sama dan sama-sama bekerja saya! Dan saya selalu ingat saya, ada Allah yang akan memberikan bantuan dan kemudahan jika saya mau berusaha.

Dear saya….

Ini dulu ya…

Kapan-kapan saya akan menulis lagi untuk saya tercinta…

Dan untaian surat penyemangat dari saya masih akan terus saya nantikan…

Your Lovely….

Saya

******

untuk semua sahabat yang sedang berjuang…. satu kata: SEMANGAAAATTT

milkysmile

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in CAhaya Hikmah.., Cahaya Legend, catatan buruk, CERPEN^^, Cuap-Cuap Aini, geje. Bookmark the permalink.

2 Responses to Surat Cinta kepada Saya

  1. Semangatttttttttttttttt terus Ainii…..
    🙂

    You're the great muslimah!

    makin kerreen ajah blog Aini….
    gmna bikin 3 kolom ini aini?

  2. iya kakakkkkk….kakak juga muslimah yang hebat ^^
    ini Ni ambil dari btemplates.com kak
    di sana ada pilihan 3 collomnya kak…searching aja kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s