PREKLINIK MATERNITAS ON THE STORY

 

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarokatuh ^^

Meluangkan waktu untuk sejenak duduk manis di depan notebook mini berukuran 10.1” (inch) sambil meneguk segarnya air putih seraya sesekali menggigit potongan risoles yang baru kubeli di Minimarket Singgalang. Ahh… nikmatnya….

Ada banyak ide yang bermunculan untuk ditelurkan dan dikemas dalam sebentuk tulisan untuk kuposting di blog ini teman. ^^. Dan aku sungguh bahagia ketika menemukan ada hal menarik yang bisa kutuliskan untuk kemudian di share kepada blogger semua tanpa menunda-nunda waktu dan langsung menuliskannya. (*takut semangat menulis ini segera meluntur, karena akan sangat susah untuk memunculkannya kembali).

Hmm…. kumulai dari mana ya?

Ok, langsung saja…

Minggu ini adalah minggu yang cukup sibuk dan padat aktifitas untukku.

PREKLINIK MATERNITAS. Itulah tema postingan kali ini.

Semua ide yang kutangkap akan kukupas pada kesempatan kali ini dalam beberapa termen dan bentuk tulisan. Kali ini, mungkin akan kuperkenalkan saja secara singkat tentang gambaran aktifitas ku selama menjalani preklinik Maternitas (*bahasa keperawatan) atau bisa juga dibahasakan menjadi —-> Kebidanan atau Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) kalau ditranslet ke bahasa per-Ko-Ass-an, upss per dokter-mudaan ^^).

Yap, preklinik Maternitas mungkin menjadi semacam gambaran yang “agak” mengerikan bagi sebagian teman-teman mahasiswa PSIK FK UNAND 07 pada awalnya. Secara, kami telah mengalami betapa beratnya ujian tulisan dan ujian praktikum Maternitas beberapa waktu yang lalu. Praktikumnya sederhana saja, yaitu bagaimana melakukan pengkajian pada ibu hamil sebelum melahirkan, menangani persalinan, dan melakukan pengkajian pada ibu pasca melahirkan. Hah, simpel sekali kan kedengarannya?? ^_^.

Tapi kawan, sungguh rumit untuk dilakukan jika kita tidak memahami konsep, teori, dan tidak telaten dalam melakukannya. Ketika ujian, kami masih berhadapan dengan phantom dan disaksikan dosen (*ini saja sudah membuat gemetaran dan takikardi) apalagi ketika di Rumah Sakit nanti langsung berhadaan dengan pasien dan disaksikan oleh tenaga2 kesehatan yang sudah ahli. Yap, walalupun kami hanya diperkenankan untuk melakukan sampai batas perencanaan. Tidak langsung mengambil alih tindakan. Tapi tetap saja ada tremor yang mengiringi kegiatan preklinik ini (*maklum, mahasiswa) (n_n)v

Preklinik maternitas ini terbagi menjadi 6 shift, masing-masing shift satu hari, yaitu poliklinik Kebidanan ante natal (*ibu hamil dan berbagai permasalahannya), poliklinik KB (keluarga berencana) yang bergabung dengan poli kebidanan patologi (*kelainan/penyakit pada bagian reproduksi wanita), kemudian ruangan intra natal (kamar bersalin), ruangan post natal (*ruang rawat ibu pasca melahirkan), ruang bayi baru lahir, dan yang terakhir di Ginekology.

Ok, berbicara tentang maternitas, adalah sesuatu hal yang menarik, terutama bagi kaum Hawa sendiri, karena otomatis kita sedang mempelajari bagian tubuh (anatomis) pada wanita itu sendiri, yang tidak ditemukan pada laki-laki. Maternitas adalah mata kuliah ilmu keperawatan. Yang merupakan salah satu bentuk pelayanan profesional keperawatan yang ditujukan kepada wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengan system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya, berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam beradaptasi secara fisik dan psikososial untuk mencapai kesejahteraan keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. (*searching dari paman gugel karena malas buka modul kuliah ^^)

Yah, ini semacam kuliah bagaimana menjadi ibu yang baik dan benar dari segi kesehatan 😀

Ada banyak hal menarik pastinya yang ditemukan selama 6 hari dinas di Kebidanan dan obgyn di Rumah Sakit ini. Selain suka duka menjadi junior yang praktek di RS, ada buaanyaakk pelajaran moral dan hal hal lain yang sebelumnya tak pernah kutemukan di kehidupan sehari-hari yang sedikit membuatku “terngango-ngango” sambil memmonyongkan mulut berkata “ooo…begitu ya”.

Salah satu tugas kami ketika praktek di RS adalah mencari pasien sesuai kasus kita, kemudian mengkaji pasien tersebut untuk mendapatkan data-data serta merumuskan permasalahan/diagnosa keperawatannya (*kalau permasalahan diagnosa penyakit sudah ada dokter yang mengkaji). Nah, di sinilah kita saling berkomunikasi dengan pasien, menanyakan beberapa hal terkait kesehatan, kebiasaan, permasalahan, dan lain sebagainya. Sebagai perawat, kita harus mampu berkomunikasi efektif, santun, ramah, sehingga pasien terbuka dan nyaman ketika berbincang dengan kita. Sehingga dengan demikian, data data yang kita inginkan akan mudah didapatkan, bahkan tak jarang banyak pasien yang akhirnya curhat dan mengungkapkan permasalahan pribadi, rumah tangga yang statusnya “tidak boleh ada yang tahu selain kita berdua yaa” hohoho….

Selain dengan pasien ibu-ibu hamil dan melahirkan, pasien yang akan kami kaji juga adalah bayi-bayi baru lahir. Huaahhh…. Bener-bener mupeng lihat bayi-bayi kecil yang semuanya lucu-lucu, gak ada yang gak lucu. Mereka terlihat menggemaskan, mau ngapain aja tetap aja mereka terlihat gokil dengan style ke-babie-an mereka. Mau nangis, mau tidur, mau senyum, mau cemberut (*ada ya?) atau pas mereka lagi diam-diamman (*lagi mikir kali ya). Kalau kata si brunno Mars,”Cause you’re amazing just the way you areee”. Pokoknya kalau mau nowel-nowel pipi bayi di sini puas deh. Gak dimarahin pun sama ibunya (*mungkin karena pakai seragam putih-putih jadi tiap aktifitas kita dianggap sebagai hal penting yang tidak akan membahayakan keselamatan bayi, termasuk aktifitas mencolek pipi bayi mereka, menggendong, membedongi, memandikan, dan menciumi hahah, miss the babies :*)

Kemudian hal seru lainnya adalah ikut menyaksikan proses persalinan normal (*No SC) di kamar bersalin. Amazing, hal baru yang kusaksikan untuk pertama kalinya di dunia nyata secara LIVE sodara-sodara. Biasanya kami hanya bisa menonton video pertolongan persalinan ketika kuliah maternitas, atau memperhatikan dosen mempraktekkan dengan phantom (manekin/boneka untuk praktikum), atau mencobakan memimpin persalinan dengan teman ketika praktikum. Namun ketika kita berhadapan langsung dengan pasien sebenarnya (*walaupun belum diizinkan untuk ikut menangani, hanya menjadi supporter dan asisten ngambi-ngambilin alat), akan berbeda rasanya dengan praktikum di lab maternitas. Menyaksikan perjuangan sang ibu, menyaksikan perjuangan para tenaga kesehatan (ketika itu ada dokter residen Kebidanan, para bidan). Bagaimana kita harus telaten, sigap, capat tanggap, hati hati dalam memimpin persalinan. Di sini barulah terasa sekaaaliiii bagaimana perjuangan seorang ibu. Bener-bener jihad antara hidup dan mati. Rasa sakit yang hanya akan dirasakan oleh para ibu…!!!! *ketika ini jadi ingat wajah Mama di rumah, sesi yang mengharukan memang*

Ya,,, preklinik akan sangat menarik jika kita memiliki modal pengetahuan, keberanian, kerajinan, dan tidak malu dalam mencari ilmu. Dan preklinik adalah pekerjaan yang menguras energi, tenaga, fisik, mental, dan otak tentunya. Jangan takut untuk diteriaki, jangan takut untuk diomeli, jangan takut untuk diperintah, jangan takut untuk disalahkan *jika kita salah*, dan berkatalah yang benar dan santun jika kita disalah-salahkan. Ikuti saja alur yang ada, semua ada waktunya. Dan kebetulan sekarang kita sedang berada pada fase dimana kita adalah pihak yang “Membutuhkan”. Orang yang membutuhkan harus berani berjuang dan rela berkorban untuk mendapatkan kebutuhannya.

Karena sungguh banyak ilmu ilmu yang bertaburan di sana. Tinggal bagaimana kita mencari, mencongkel,dan mengumpulkannya dengan keaktifan kita. Pasien adalah guru kita, perawat, bidan, dokter, senior juga adalah guru kita. Termasuk mahasiswa kebidanan,para dokter muda/co-Ass, pegawai, Cleaning Service, ibu-ibu yang jualan, juga keluarga pasien… jangan pernah meremehkan mereka. Semuanya adalah guru. Boleh jadi mereka mengetahui apa yang tidak kita ketahui, boleh jadi karena ketidaktahuan mereka adalah sumber pengetahuan bagi kita. (*contohnya aja pas bikin diagnosa, kan ada tuh diagnosa: Kurangnya pengetahuan klien berhubungan dengan …., sehingga demikian kita belajar untuk mencari intervensi agak mereka menjadi tahu)… ^^

Oke guys,,,, udah kepanjangan nih tulisan untuk sebuah “pengantar” menuju tulisan tulisan berikutnya. Semoga bermanfaat… walaupun statusnya masih sharing2 curhat geje-an. Wasalam ^^

milkysmile

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Islamic Nurse, KamPus..., Nursing Diary. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s