Nur’aini Activity Daily Living "road to Seminar Proposal"

Nur’aini Activity Daily Living

Ok, seperti yang sudah pernah disinggung pada postingan sebelumnya, bulan ini adalah bulan yang “actually” amat sangat mengerikan bagi penulis dan bisa dikatakan menentukan nasib perjalanan akademik penulis kedepannnya.

Alhamdulillah, Allah memberikan kepercayaan kepada Ni untuk melanjutkan proposal penelitian yang kurang lebih selama 2 bulan sudah diolah dengan penuh perjuangan, keringat, emosi, rasa malas, dan cucuran air mata (*yang terakhir Cuma sedikit yang keluar :P)

Tepat pada tanggal 30 Mei, pembimbing 1 Ni akhirnya menuliskan TIGA huruf ajaib yang pastinya selalu ditunggu tunggu oleh sebagian besar para pejuang proposal pada lembaran konsul yaitu “A-C-C”. Alhamdulilah ya Allah. Ni tidak menyangka pembimbing 1 akan memberikan ACC pada hari itu. Karena masih ada beberapa lampiran yang belum dilengkapi. Namun itu tidak masalah kata Pembimbing, nanti dilengkapi saja. Namun ini sesuai harapan karena Ni harus segera memulai penelitian ini mengingat keberadaan sampel Ni yang akan segera mengalami pergantiaan (Ni mengambil sampel mahasiswa asrama Unand yang notabene di pertengahan Juni sudah banyak yang keluar asrama).

Dan ACC kedua dari pembimbing II –pun menyusul pada tanggal 2 Juni 2011..Hip hip hurrayyy…. \(n_n)/

Nah, permasalahan berikutnya adalah: Pendaftaran seminar Proposal baru dibuka pada tanggal 1-10 Juni dan jadwal ujiannya akan dimulai pada tanggal 13 Juni. Huahh… Jadwal preklinik maternitas 13-18 Juni disambung degan preklinik Jiwa tanggal 21-26. Dilema..sungguh dilema bakal dempet dengan preklinik (dalam artian akan terjadi pengunduran jadwal ujian), namun setelah melobi salah seorang teman, Ni bisa change sift dan mendapatkan jadwal preklinik pada tanggal 6-11 Juni. Yah target, setelah selesai preklinik Maternitas, Ni bakal langsung seminar proposal. Dan ditengah tengah kesibukan preklinik, akhirnya Ni berhasil mendaftarkan diri sebagai peserta ujian proposal dan alhamdulilah mendapatkan jadwal yang “sadang elok” yaitu pada tanggal 16 Juni 2011 yaitu tepat pada hari Kamis. Deg deg deg… tremor nya sudah dimulai sejak Jumat nih… Yeah… this is my biggest seminar of the year!!!

Namun semuanya tak berjalan dengan begitu saja. Pasca preklinik yang berakhir pada hari Sabtu (11 Juni) kami masih harus dihadapkan dengan pembuatan laporan kasus yang seabreg abreg, hehe…, bagi yang suka numpuk2 dan ngutang bikin laporan bakalan merana selama dua hari sebelum pengumpulan laporan yang “katanya” paling lama dikumpul pada hari Senin ba’da Zuhur.Walhasil, selama 2 hari mengautiskan diri melengkapi laporan yang harus dibuat dengan TULISAN TANGAN (*Helloww… ini udah taon berapa yak?? Hehehe… )

Well, Selasa dan Rabu adalah hari-hari padat penuh perjuangan demi mensukseskan SEMINAR PROPOSAL…

Selasa, 14 Juni 2011

Nongkrong di kampus demi menunggu surat pengantar dari kampus untuk diberikan kepada dosen penguji dan dosen pembimbing tentunya. Dan setelah mendapatkan surat surat tersebut, maka pergerakan segera menuju ke kampus FK. Yap, penguji dan pembimbing Ni adalah dosen FK. Namun sayang beribu sayang, pembimbing 2 Ni tidak bisa menghadiri seminar Ni berhubung ada agenda akreditasi di FK, dan kebetulan beliau adalah koordinator salah satu Bidang di FK. Sipt.. well, gak apa apa buk. Yang penting do’anya ya buk…

Agenda selanjutnya adalah pusing pusing memikirkan dimana mau dibeli snack konsumsi. Seperti yang sudah pernah Ni ceritakan, kalau kita dapat jadwal ujian pada pukul 12 teng teng, snacknya ditambah dengan makan siang.

Ok, tau banget Ni lagi kanker (kantong kering), maka Ni mengolah otak gimana supaya Ni bisa membeli snack dan makan siang dengan harga irit namun tetap “wah”. Akhirnya diputuskan untuk memesan “pecel Ayam” kak Vony dari Cafe Century. Dan sorenya langsung mejeng di kos-kos an Liza (*secara Liza paling pengalaman untuk ujian pukul 12) untuk menanyakan gimana menyediakan snack buah ketika ujian. Dan Liza kemudian menjelaskan dengan detail bagaimana proses pembelian buah di toko Buah “metro” di Pondok, dan langsung meminta untuk dibungkus menjadi paket paket kecil.

Dan huaa… lagi lagi itu membutuhkan dana sodara sodara. Jujur…. Ni lagi gak punya uang banyak. Ini semua Ni danai dengan bekal uang jajan bulanan dari Papa. Dan masih belum diminta tambahan. Ni Cuma punya modal 200 ribuh, dan menurut cerita Liza, Liza mengeluarkan dana lebih dari 200-an (hampir 300)

Putar otak lagi, akhirnya Ni memutuskan untuk membeli sendiri buah di pasar raya, dan meminta bantuan kakak kakak di wisma untuk membungkusnya menjadi paket paket buah nan cantik dengan modal plastik hibah dari kak Yuyu (*syukroon jiddan kakak kakak ku). Ok, hari Selasa pun berakhir dengan “sedikit” ketenangan WALAU Ni masih belum bisa berkonsentrasi mempersiapkan bahan ujian proposal itu sediri.

Rabu is cominngggg….. H-1 gayyyss!!! –> 15 Juni 2011

Ni langkahkan kaki dengan mengucapkan “bismillah” karena hari ini akan menjadi hari yang super duper sibuk dan padat. Pagi-pagi pukul 8.30 Ni sudah nongkrong di gedung F lantai 2 FK untuk menunggu penguji 3, menyerahkan proposal sekaligus menandatangani bukti penerimaan. Sebenarnya kami janjian pukul 9, dan Ni sengaja datang lebih cepat untuk menghindari keterlambatan dan kemungkinan buruk lainnya. Benar juga. Sudah pukul 9.30 namun dosen yang ditunggu tak juga muncul, akhirnya Ni menelfon sang dosen dan ternyata beliau tidak jadi mengajar di gedung F, tetapi di gedung A.

Dengan langkah tergopoh, Ni susul dosen tersebut ke gedung A dan segera menyelesaikan urusan. Kabar buruknya sepertinya ibu tersebut ragu untuk bisa datang atau tidak pada hari kamis tersebut, karena tim akreditasi akan datang untuk melakukan penilaian dii Fk. Tapi beliau menenangkan dengan mengatakan,”Tapi ibuk usahakan ya Aini”. Ya buk…. please buk, pleassseeee…

Ok, cukup untuk urusan di FK, perjalanan selanjutnya adalah menuju kampus di Limau Manih. Karena pukul 10 Ni sudah janjian dengan dosen penguji 1 untuk menyerahkan proposal. Alhamdulilah 30 menit dari Jati ke Unand tertempuh juga dengan selamat. Segera Ni cari dosen penguji 1 (*yang notabene punya peran yang cukup penting). Dan ternyata beliau sedang mengawasi ujian praktek adik2 08 di lantai 4. Alhamdulillah sang dosen tidak berhalangan untuk menjadi penguji pada hari Kamis tersebut.

Hmm.. sekarang tinggal 2 dosen lagi, Pembimbing 1 dan penguji 2. Akhirnya pada pukul 12 Ni berhasil menemukan pembimbing 1 Ni, namun beliau membawa kabar buruk, ternyata penguji 3 tidak bisa datang pada hari H. Whatss,,, tapi beliau sudah mengatakan akan mengusahakan loh buk…. *fase penolakan dan langsung shock*

Akhirnya pembimbing 1 Ni menawarkan untuk mengundur ujian hari Jum’at saja, tapi kalau masih ada dosen yang tidak bisa, diundur minggu depan aja. Huaaa…jangan bukk.. Ni mohon jangaaannn…. Setelah melakukan lobi, akhirnya Pembimbing tercinta bersedia mengganti penguji 3 Ni dengan dosen yang lain, namun dosen mana yang bersedia meluangkan jadwal untuk menguji Ni yang notabene akan ujian besok (H-1) jadwal yang sangat sangat genting, akhirnya pembimbing Ni sibuk mencari dosen lain yang BISA menguji besok, huhuhu…deg deg deg, Ni gak tau lagi harus berbuat apa, semua nya Ni serahkan kepada Allah, hamba pasrah dan ikhlas ya Allah untuk semua kemungkinan. Dan setengah jam kemudian pembimbing 1 mengirim sms mengabarkan ada dosen yang bersedia menjadi penguji 3. Alhamdulilahh, …. Terimakasih ya Allah… waktu waktu yang menegangkan memang. Tegangnya sama kayag menunggu ibu ibu hamil yang akan melahirkan di ruang intranatal T___T

Setelah sholat Zuhur dan menyelesaikan urusan di kampus, pukul 2 perjalanan dilanjutkan turun gunung menuju kos-kos-an. Istirahat sebentar, mengisi kampung tengah dan ba’da Ashar langsung chaow menuju kos-kos-an Desi. Yap, masih ada hal yang harus diselesaikan. Saatnya berkunjung ke rumah penguji 2 untuk menyerahkan proposal dan kebetulan Desi tahu dimana alamatnya.

Akhirnya pukul 5 Ni dan Desi berhasil mencapai rumah sang dosen penguji 3. Namun sayang beribu sayang, ternyata beliau belum pulang. Stelah menghubungi via Telpon, akhirnya kami memutuskan untuk menitipkan saja proposal tersebut pada orang rumah ibu tersebut.

Perjalanan panjang pada hari Rabu ditutup dengan “hunting buah” di pasar raya bersama Desi. Hiks… kenapa buah anggur itu muahaall sekali?? Kenapa klengkeng itu juga mahal?? Huahhh… (*kalau lagi tidak kere senandung ini tidak akan muncul). Selanjutnya, perjalanan diteruskan menuju minimarket Singgalang untuk membeli teh kotak.

Yap begitulah, perjalanan melengkapi kebutuhan konsumsi berakhir sebelum Maghrib. Namun ba’da Maghrib, Ni masih harus keluar untuk mengcopy ulang proposal untuk penguji 3 “baru” yang katanya silahkan diletakkan di atas meja beliau pagi besok.

Well, well, kegiatan mengulang bahan penelitian sendiri baru Ni mulai setelah sholat Isya. Dan itu pun masih dengan penuh ketidak konsentrasian karena Ni masih memikirkan nasib pecel ayam untuk para dosen besok (*hellooww,,,ini kok jadi lebih memikirkan konsumsi sihhh). Yap, begitulah…. stressor sebelum ujian betul betul meningkat. Apalagi tengah malam, rasanya tidur tidak enak karena masih memikirkan “hari esok akan berjalan seperti apa”.

Dan tibalah saatnya Hari pembantaian itu, ups…

Kamis, 16 Juni 2011, and the day is coming!!!

Tepat pukul 10 Ni sudah nongkrong di pasbar (*setelah sebelumnya memastikan bahwa kak Vony sudah menyiapkan pecel ayamnya) untuk memprint beberapa bahan penelitian yang mungkin dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan penguji.

Dan 2 jam berikutnya adalah masa masa menegangkan mempersiapkan alat untuk presentasi (laptop, infokus) turun naik lantai untuk mencari cari dosen, menunggu kedatangan dosen, dan nyari nyari dosen yang masih belum datang.

Akhrinya jam sudah menunjukkan pukul 12.15 dan penguji 3 masih belum datang..huaahh..sudah di sms, di telfon berulang kali dan tak ada jawaban, akhirnya Ni pasrah dan memasuki ruang sidang dengan mengucapkan bismillah. Oh My Lord… it’s the time. Dosen dosen sudah duduk pada tempatnya. Dan akhirnya kami memulai presentasi proposal Ni tanpa pembimbing 2 dan penguji 3 yang masih belum datang. Ketika Ni sedang membacakan slide, tiba tiba seorang staff kampus muncul membawakan snack sembari mengabarkan bahwa penguji 3 ijin telat karena terjebak tawuran…huahhh…. sedihnya lagi… tawuran anak FISIP Vs Peternakan memberikan efek yang cukup signifikan untuk Ni. Mendengar kabar itu, memang membuat sedikit goyah, namun Ni tetap melanjutkan presentasi. Yang paling menyedihkan adalah, tak satupun dari anggota gank Ni yang muncul ketika Ni seminar. (T____T)

Feni, Ipit, Liza, Anit, dan Muti izin karena preklinik, yang berkemungkinan untuk datang hanya Mbak Rin, Nami, dan Desi. Dan olala… ternyata mbak dan Nami juga sama sama terjebak di jalan yang terblokir gara gara tawuran tersebut. Dan Desi sendiri sibuk sibuk mengurus preklinik Jiwa…

Huaaaa… walau melakukan presentasi dalam keadaan batuk “berisi” plus influenza, akhirnya seminar ini pun berakhir.

Perasaan ketika menjalani seminar tak bisa Ni gambarkan sodara sodara. Campur aduk, dan yang pasti, stressor berikutnya adalah upaya menjalani perbaikan sembari berdo’a adik adik ynag tinggal di asrama masih menempati tempat mereka.

Ya… semuanya memang mengalir sesuai dengan dengan apa yang Allah tuliskan.
Sungguh banyak kebetulan dan kemudahan yang Allah berikan dalam menghadapi ujian ini.
Allah sungguh pandai memberikan kesempatan pada Ni untuk tidak membuang buang waktu untuk hala hal yang tidka penting dan berfokus pada tugas akhir yang cukup mengerikan ini.

Atas skenario indah dari Allah lah akhrinya Ni bisa mendapatkan jadwal ujian yang tidak bertabrakan dengan jadwal preklinik. Atas izin Allah juga Ni bisa melalui ujian Proposal ini walaupun banyak tragedi di balik layarnya.

Ya Rabb… I’m still waiting for the next scenario…. Hold my Hand forever …..

*Thanks to My Allah, My family, and all of my friends that support me…

*Thanks untuk semua dosen yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk membimbing dan menguji proposal Ni ini.

Terutama pembimbing 1 yang sungguh besar pengobanannya (*bahkan beliau masih tetap datang on time walau kakinya sakit karena terkilir sebelumnya)

Thanks… thanks…

Do’akan untuk perbaikan dan penelitian selanjutnya yaa… ^_^

milkysmile

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cahaya Legend, KamPus..., Nursing Diary. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s