Interogasi …

Hei…. kemana dirimu bersembunyi?

^_^ Aku sedang tidak bersembunyi… hanya mencari tempat untuk menyendiri, menenangkan gejolak keangkuhan emosi di hati sembari mempersiapkan sesuatu untuk kembali beraksi… sebuah rencana besar sedang kurintis kawan. Dan itu memang membutuhkan usaha yang super duper ekstra!!

Ooohhh,,, really?

yahh…. mungkin ini semacam mekanisme kopingku dalam menghadapi permasalahan pribadi. Yap, aku yakin, cara yang sama yang juga pernah diterapkan Rasulullah ini cukup ampuh… 🙂

Hmm…. Kok aku kurang percaya ya? Sepertinya ada sesuatu yang engkau sembunyikan hmm

😦 Ketidakpercayaanmu padaku akan membuatku seperti balon gas yang melambung jauh ke udara, bukan karena ketinggian rasa kebanggaanku, namun karena hal itu cukup menyakitkanku dan membuatku semakin menjauh darimu untuk kemudian menciut dan akhirnya terkulai lemas di bumi.
Tahukah kamu? Aku hanya sedang berusaha meyakinkan diri bahawa KALIAN masih percaya padaku!!
Bahkan aku tak mempunyai satu alasan apapun untuk menyembunyikan barang sekecil apapun tentangku yang memang sepantasnya untuk engku ketahui.

Ya lah…. namun sikapmu beberapa saat lalu cukup menimbulkan statement “Mencurigakan”

Izinkan aku memaksakan diri untuk tertawa terbahak!!! Ya, aku ingin tertawa terbahak-bahak…!!!
Ternyata interaksi kita selama ini tak cukup membuatmu mengenalku sehingga masih ada status “terdakwa” yang dicurigai yang engkau torehkan padaku.
Haha!! Ya… mungkin ini karena kelabilan sikapku, sebuah perilaku yang masih saja membandel dan memaksakan dirinya menjabat status sebagai “jati diri”, “ciri khas”, and stuff like that yang menimbulkan citra itu.
Dan maaf ini memang sangat sulit kuubah. Tampaknya rentang waktu antara pertemuan kita sampai detik ini belum mengikis semua sifat buruk itu.
Tapi tolong percayalah, aku tak seburuk yang engkau kira…

Hey…hey…tenanglah jangan emosi seperti itu donk, ini kan hanya sebentuk pertanyaan. Calm down dude!!

Heh, maaf… aku hanya takut jika Allah tak lagi meridhoi langkahku untuk membersamai kalian. Itu mimpi buruk you know….

Hei, kau tidak percaya kepada Allah…

Jangan menyalahartikan statemenku!
Engkau adalah orang yang kupikir dekat dengan Allah, jika akhirnya kau tidak menyukaiku atau berpikiran buruk tentangku lalu tak mau mendekat kepadaku, aku takut bisa saja Allah juga ikut-ikutan tak mau mendekatiku!

Ah, pikiranmu terlalu kekanak-kanakan… Apalah arti penilaian manusia dibandingkan penilaian Allah…

Hmm begitu ya… wah statemenmu barusan cukup menenangkanku. Baiklah… kuputuskan: Ketakutanku terhadap pandangan Allah kepadaku akan menempati posisi utama dan lebih besar daripada ketakutanku terhadap pandanganmu kepadaku!!!

Kau seperti manusia pengidap bipolar saja. Sebentar begini, sebentar begitu… ck ck ck…

(-.-)” Seharusnya engkau menerimaku apa adanya bukan ada apanya aku!

Ya ya ya… maaf lah kalau begitu. hmmm. Mungkin engkau butuh semacam aktivitas atau kegiatan untuk kembali menyibukkan hari hari mu dengan agenda agenda semacam itu. Atau engkau mau diserahi amanah lagi?

Oh tidak, terimakasih…. itu cukup menggiurkan, namun resiko nya amat besar. Atau seperti sang bijak berkata amanah itu membuat satu langkah kakimu di syurga sedangkan yang satu nya lagi bisa saja ke neraka.
Cukuplah bagiku sebuah amanah yang tidak terlihat ini. Yang agendanya selalu membuatku menghadirkan wajah orang orang tercinta. Ah it’s nice right…
Beban itu sudah ada kok, cukup. Untuk saat ini jangan ditambah dulu.

Tapi aku masih penasaran dengan peta-peta rencana kehidupan seperti apa yang sedang bersemayam di kepalamu itu! Katanya engkau punya agenda besar ya?

hahah…. Baiklah… sedikit kujelaskan, rencanaku itu Sederhana, simpel… seperti manusia kebanyakan, namun racikannya sedikit berbeda karena menggunakan bumbu-bumbu asli buatanku. Doakan, dan tunggu sajalah bagaimana takdir Allah itu bekerja untukku. Semoga hasilnya nanti mengenyangkan dan bermanfaat bagiku, bagimu, dan bagi semuanya.

Okelah kalau begitu, aku lega melihatmu seudah tenang sekarang…

Terimakasih!

Sama-sama…. Lanjutkan perjuanganmu!

Sipt… insyaAllah…. do’akan ya! ^_^

Ya,,, selalu…amin ya Rabb

milkysmile

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cahaya Legend, Cuap-Cuap Aini, geje. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s