Cerita Dibalik Tembok Itu,,,,

Apa yang Anda fikirkan ketika mendengar kata “orang gila”? Apakah sesosok manusia kumuh yang berperilaku aneh dan menggelikan, yang suka berteriak teriak, membuat semua ornag menatap dengan penuh jijik? Kawan, perlakukan mereka sebagai mana layaknya manusia! Mereka hanya sedang mengalami sakit yang menganggu pemikiran dan kejiwaan mereka.

Semua orang bisa saja mengidap gangguan jiwa ini. Tak terkecuali! Banyak faktor penyebab dan faktor predisposisi yang bisa membuat seseorang menjadi salah satu penghuni bangsal di Rumah Sakit Jiwa. Mereka butuh dukungan, dorongan untuk sembuh, dan pengobatan yang intensif. Namun banyak yang tidak menyadarinya. Malah memperlakukan keluarga mereka yang mengalami gangguan jiwa sebagai sampah yang harus dibuang. Bahkan dengan etiologi yang tidak kuatpun, tega melempar sanak saudaranya ke RSJ.

Jujur, ada perasaan tidak tega melihat mereka berada di sana. Mereka dengan segala permasalahan hidupnya *yeah, actually banyak hal yang menyebabkan mereka menjadi seperti itu* diisolasi dari kehidupan masyarakat banyak yang kesehariannya cuma diisi dengan aktivitas tidur, makan, rehabilitasi, pengobatan. Aktivitas mono yang sama dari hari ke hari. Beruntung bagi pasien yang sudah hampir sembuh boleh jalan jalan ke luar ruangan. Sedangkan yang masih berbahaya dipenjara di balik tembok derita. Berebutan makanan, mondar mandi tak tahu harus berbuat apa, tiduran di sepanjang lantai, atau berpikir keras bagaimanabisa melarikan diri dari perawatan?

Mereka yang berada di sana juga memiliki pengharapan. Sangat berharap ada keluarganya yang datang berkunjung. Setiap hari menanyakan hal yang sama. Kapan saya bisa keluar buk? Buk, ada keluarga saya yang datang menjenguk? Buk, tolong telfon istri saya suruh ke sini! Buk, sms Mama untung menjenguk buk. Buk, saya sudah sembuh kan, kenapa masih dikurung di sini. Buk, saya bosan… Kalimat kalimat itu hampir setiap hari didengar dari mulut para pasien ini.

Yang paling miris adalah ketika mereka menatap kosong ke depan, nanar. Sambil sesekali meminta rokok, permen, roti, atau apapun yang bisa dimakan. Bukannya petugas tidak mencukupi kebutuhan nutrisi mereka, tetapi mereka selalu kelaparan. Terutama rokok, bahkan mereka menggulung kertas yang ditemukan di tong sampah bangsal untuk kemudian membakarnya, sekedar menghisap asapnya seperi rokok. Pernah suatu ketika ada pasien yang diajak jalan ke ruang rehab, menemukan puntung rokok yang sudah tidak layak di tengah jalan, namun degan antusiasme yang tinggi ia memungut dan menyimpannya! Bahkan tak jarang terlihat mereka secara bergantian menghisap rokok yang tinggal beberapa senti itu secara bergantian. Coba lihat ujung ujung jari mereka kawan! Coklat kehitaman karena terbakar ketika mereka mencoba menghisap rokok sampai rokok itu habis. Benar-benar habis hingga Cuma tinggal beberapa mili. Ah… sungguh tidak tega melihatnya. Ingin sekali mereka sembuh dari racun nikotin itu.

Ada juga yang terpaksa menanggung derita akibat kebrutalan teman sekamar. Ada yang harus difiksasi (diikat) dan banyak lainnya.

Ah… sekali kali cobalah bekunjung dan berinteraksi dengan mereka kawan! Tanyakan apa yang mereka rasakan, tanyakan kenapa mereka bisa berada di sana. Tanyakanlah dengan cara yang baik.

Hidup di tengah lingkungan pengidap gangguan jiwa sama sekali tidak menyenangkan kawan. Mereka pun memiliki harapan, memiliki keinginan untuk bisa pulang, bekerja dan mendapat kehidupan yang layak di tengak masyarakat.

Mereka juga hamba-hamba Allah. Namun mereka sedang hanya diuji dengan berbagai permasalahan hidup. Namun mereka tak mempunyai mekanisme koping yang cukup untuk menghadapi permasalahan tersebut sehingga berpengaruh pada kondisi kejiwaan mereka. Ada yang kemudian seolah olah mendengar suara suara palsu, melihat bayangan yang sebenarnya tidak ada, ada yang menganggap dirinya sebagai ini, itu, dan ada yang berperilaku kasar dan memberontak. Dan kita selayaknya memberikan dorongan serta bantuan kepada mereka semua…

milkysmile

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Nursing Diary, OpIni.... Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s