Just A Short Story About My Sista :)

Assalamualaikum WrWb
Hai blogger semua. Kali ini Ni nulis postingan ini dalam keadaan Happy sangat. Ada berita gembira yang musti Ni sampaikan dan Ni dokumentasikan…. Tadaaaa….

***
Uhm… tau tidak?? Kami berdua (*Yup, Ni dan adik Ni Astrid Mulia) rasanya masih belum percaya si Ayi (*sapaan Astrid di rumah) bisa jebol ke kesmas jalur Mandiri ini. WOW… So amazing…!

Alhamdulilah… Hanya kata ini yang bisa kami berdua dan keluarga ucapkan. Kebahagiaan yang timbul rasanya melebihi kebahagiaan ketika Ni lulus SPMB reguler tahun 2007 lalu. Karena Ni tahu persis bagaimana perjuangan adik Ni dan bagaimana prediksi hasil yang tergambar ketika Ai ikut beberapa kali ujian sejenis seperti SNMPT dan SPMB POLTEKES DEPKES.
Ok,mungkin ini sekedar sharing dan motivasi juga bagi kakak-beradik dimanapun berada ^^ So pliss cekidot!

Ni dan Ayi adik-kakak yang boleh dikatakan tidak terlalu mesra (*halah) ya kami saling menyayangi tapi tidak terlalu diekspose seperti layaknya “the sisters” yang lain. Umur kami terpaut 4 tahun. Ni kelahiran 89 dan Ayi tahun 93.

Dalam periode perkembangan kanak-kanaknya, Ni cukup menjadi yang paling menonjol di keluarga. Terutama dalam hal akademik. Alhamdulilah sejak kelas 5 SD (kecuali semester II kelas 5 SD) sampai kelas III SMA selalu menjadi juara pertama (#ups…just for story). Hal ini cukup membuat keluarga kami berorientasi bahwa anak-anak mereka setelah Ni, sedapat mungkin bisa mengikuti jejak Ni sebagai juara kelas (Uda dan akak tak bisa diasah lagi kayagnya :p). Begitu halnya dengan Astrid. Alhamdulilah ketika SD, Astrid selalu masuk 3 besar dan pernah sekali duduk sebagai ranking pertama yang ketika itu Ni memiliki waktu luang untuk memberikan privat study kepadanya. Saat itu Ni kelas III SMP dan baru saj amengikuti UAN SMP, jadi punya waktu yang cukup longgar mengajari Astrid.

Lulus SD, Ni menyarankan ia masuk MTSn (salah satu keinginan Ni yang tidak tercapai) dan walau dengan hati yang setengah berat, Ayi mengikuti kemauan kami sekeluarga (*gak tau sebenarnya perasaan dia seperti apa). Namun prestasinya tak secemerlang saat di SD. Hal ini berlanjut ketika di SMA, Ni selalu mendorong Ayi untuk aktif termasuk mengusahakan agar ia masuk kelas IPA.

Hmmm… dua tahun di kelas IA, prestasinya masih biasa-biasa saja. Bahkan bisa dikatakan cukup pas-pas-an. Syukur alhamdulilah juga ia bisa lulus (*hondehh).

Setelah mencoba jalur reguler dan ternyata tidak lulus, dan kegagalan kedua dikabarkan beberapa hari setelah pengumuman SNMPTN (tidak lulus di Poltekes), membuat kami pesimis dan hampir memutuskan Ayi akan didaftarkan ke STIKES saja. Menjadi perawat seperti Uni nya, walau dengan biaya yang cukup Muaahaal.

Ni masih tetap menyarankan Ayi untuk mengambil Reguler Mandiri Unand, tapi bingung juga jurusan apa yang harus diambil.Keluarga masih menginginkan agar Ayi memilih jurusan Kependidikan atau Kesehatan. Yang lainnya masuk blacklist. Dan tau sajalahhh… gimana susahnya untuk bisa jebol jurusan yang ada di FK dengan kemampuan pas-pas-an. Ama pesimis, dan akhirnya memutuskan untuk tidak usah mengambil Reguler Mandiri di Unand. Hmm… gitu ya. Ni tidak bisa berkata apa apa lagi jika pertimbangan Ama seperti itu. Sampai akhirnya pada suatu hari ketika Ni sedang seminar preklinik Maternitas, Ama menelfon dengan tergesa-gesa bahwa Ayi akhirnya akan mencoba peruntungan di SPMB Unand. Nah lo kok? Ternyata oh ternyata uda menelfon dan memprotes kenapa Ayi tidak diperbolehkan mencoba Unand. Kalau versi Uda sih, Unand kampus yang bergengsi, sayang banget kalau dilewatkan.

Mendengar berita ini Ni cukup gembira. Ternyata protes uda mempan. Alkisah berikutnya, kami kembali dipusingkan dnegan masalah jurusan apa yang akan dipilih. Uda menyrankan keperawatan sebagai pilihan pertama. Ni pikir-pikir, haduh keperawatan ini cukup susah jebolnya lagian biayanya juga mahal sangat (*termahal ketiga setelah Pendok dan pendokgi). Ya sudah, Ayi ngambil Kesehatan Masyarakat sajalah… dengan pilihan kedua dan ketiga yang cukup abal-abal (*tak diminati sama sekali oleh Astrid) Teknik Pertanian dan Akuntansi.

Fiufh… kedatangan Ayi ke Padang untuk mengikuti ujian pun tak begitu terlihat optimis walau ia tetap mengusahakan untuk belajar.
“Ndak kalulus tio deah Ni “ (*Kayag nya gak bakal lulus lah Ni)

“Eh, ndak buliah pesimis mode itu deh. Tau ndak ayi? Orang bodoh kalah oleh orang pintar,orang pintar kalah oleh yang cerdas, orang cerdas kalah oleh orang yang BERUNTUNG!Dan tenang kawan! Bisa saja keberuntungan itu dimiliki oleh setiap orang, tak peduli ia pintar,bodoh,atau cerdas sekalipun.Allah sudah menggariskan takdir kita masing2…” (*berusaha meyakinkan diri dengan kemampuan adik Ni)

Yap, Ni pernah dengar quotes tersebut ketika SMA kelas II. Dan Ni percaya takdir masing masing manusia sudah diatur Allah. Malamnya, ketika dia sedang belajar, Ires (akhwat PSIKM) datang ke kos-an untuk minta tolong sesuatu, dan Ni bercerita adik Ni akan mengambil PSIKM. Ires menyambut antusias niat tersebut. “Wah semoga Lulus yo strid” *deg…. ketika Ires mengatakan hal tersebut hati Ni kecil Ni langsung berkata-kata,”wahh alangkah bahagianya jika ini memang terjadi. Ni akan semakin mudah membina adik Ni.

Dan sampailah pad ahari H. Setelah melewati perjuangan menempuh jalanan macet sepanjang Sawahan-Unand karen apada hari H adalah keberangkatan KKN anak2 08, Ujian SPMB reguler Mandiri, dan OSPEK mahasiswa baru juga. Sudahlah… kami terjebak macet dan berhasil sampai dengan status “terlambat”.

Ya Allah, mudahkanlah…

Eh pas ujian, si Ayi pakai acara salah ngimput tanggal pula…ckckck, syukurlah kabarnya itu tidak terlalu berpengaruh.

Dan akhirnya semua perjalanan panjang itu singgah di sebuah halte kebahagiaan degan lulus nya Ayidi PSIKM FK Unand. Sebuah keinginan yang tak terprediksi untuk dikabulkan, namun Ni yakin Allah memiliki sebuah skenario yang hebat untuk hamba-hambanya yang memiliki keinginan yang tulus dan mulia.

Yeah… actually, sejak pemberitahuan kelulusan adik Ni di SPIKM, sejumlah program sudah dirancang di kepala ini untuk mewarnai kehidupan perkuliahan yang akan adik Ni jalani. Yap.. Ni ingin adik Ni juga merasakan sisi keindahan dan serunya perjuangan sebagai seorang mahasiswa sekaligus aktivis kampus dan yang paling penting adalah TARBIYAH. Sebuah skenario penjerumusan yang cantik insyaAllah akan segera diluncurkan.

Dan hanya kepada Allah semua pengahrapan bermuara, sebagaimana seruan hati kecil Ni yang pernah terbersit dalam indahnya untaian doa mengharapkan Ni memiliki kesempatan untuk membina adik Ni secara intensif….

Give me the strength ya Rabb (u_u)

milkysmile

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in CAhaya Hikmah.., Cahaya Legend. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s