PROPOSAL MAIDAH RAHMAN (diajukan kepada seluruh pembaca budiman)

Dapat Kiriamn Note dari KakAlnof Ptsm, amat sangat menarik…. just Cekidot ^_^Sekarang kita sudah berada pada 18 Sya`ban 1432 H. Insya Allah 12 hari kedepan kita start di bulan Ramadhan. Persiapan dini sudah mesti dilakukan. Barangkali Anda adalah calon penghuni surga yang akan menjadi bintang di bulan Ramadhan ini. Amiin

ٍPembaca budiman

 

 

Tidak berapa lama lagi insya Allah kita akan bertemu kembali dengan Ramadhan. Di Bulan Mubarak ini banyak sekali kesempatan melaksanakan kebaikan tersedia dan balasan yang sangat agung. Oleh karena itu masing-masing masyarakat mencoba memanfaatkan kesempatan Ramadhan dengan pelbagai tradisi. Salah satu `tradisi terpuji` dari Mesir yang saya lihat patut untuk dibumikan di Indonesia adalah Maidah Rahman. Penyediaan perbukaan gratis bagi orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Melihat realita Maidah Rahman di Mesir, saya merindukan di bumi persada akan berkembang tradisi ini. Oleh karena itu saya mencoba menulis ide penerapan Maidah Rahman di Indonesia yang dituangkan dalam bentuk proposal, agar mempunyai gambaran yang jelas dan terukur.

Barangkali Pembaca budiman bisa mengkaji proposal ini lebih jauh, menganalisa, mengedit dan mematenkannya?! Jikalau menurut Pembaca budiman proposal yang sudah dikaji dan dianalisa itu siap diluncurkan, silahkan aplikasikan, ajukan dan sebarkan proposal ini kepada siapapun jua. Kita dan masyarakat kita masih memiliki banyak waktu untuk merencanakan dan menganggarkan belanja di bulan Ramadhan. Semoga menjadi kontribusi pahala bagi Pembaca budiman.

PROPOSAL MAIDAH RAHMAN

(diajukan kepada seluruh pembaca budiman)

MUKADDIMAH

Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat, anugerah, karunia dan berkah dari Allah. Segala kebaikan dibukakan selapang-lapangnya. Semua orang dimotivasi agar beramal semaksimal mungkin, baik bersifat vertikal antara Allah dan dirinya maupun horizontal, amalan muslim terhadap sesama makhluq. Semua yang dianjurkan oleh syariat tersebut telah Allah sediakan bagi mereka balasan yang sangat besar. Namun diantara kebaikan tersebut ada yang sangat dianjurkan kepada muslim yang memiliki kelebihan harta. Mereka dianjurkan untuk lebih perhatian dan simpati kepada saudara-saudara mereka yang sangat perlu disantuni, sebagai wujud rasa kebersamaan dan perekat rasa persaudaraan dan silaturrahim. Kebaikan yang mereka persembahkan di bulan Ramadhan sungguh berlipat ganda tiada batas. Oleh karena itu mari kita berlomba-lomba mempersembahkan kebaikan kepada orang lain, terutama di bulan Ramadhan ini.

LATAR BELAKANG KEGIATAN

1. Al Qur`an

a. QS: Al Baqarah: 261

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

b. Qs: Al An`am: 160

Barang siapa yang datang (pada hari kiamat) dengan amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.

c. QA: Al Zalzalah: 7

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.

2. Sunnah

a. Dari Ibnu `Abbas, diriwayatkan: Rasul Saw. adalah seorang yang paling juud (dermawan), beliau sangat murah mempersembahkan kebaikan, lebih murah daripada angin yang berhembus. Dan puncak kedermawanan beliau adalah di bulan Ramadhan…(HR. Bukhari dan Muslim)

b. Dari Sa`ad bin Waqqash dari Nabi Saw.:

Sesungguhnya Allah mempunyai sifat Jawwad dan mencintai orang-orang yang memiliki sifat Juud (dermawan). Allah Kariim (mulia) dan mencintai kemuliaan. (HR Turmudzi)

Allah memiliki sifat yang bernama Juud (Maha Pemberi). Dan pada Asmaul Husna kita bisa menemukan nama Al Jawwaad. Di dalam hadits di atas disebutkan kemurahan dan kedermawanan Allah dan Rasul Saw. dengan bahasa `Al Juud`, berarti `: Pemberian secara spontanitas pribadi yang sangat luas dan sangat banyak jumlahnya, tanpa mengharapkan adanya imbalan.

Di dalam hadits juga disebutkan Allah bersifat `Karim,` yang berarti: Maha memberi. Maksudnya; Allah memberikan manfaat kepada hambaNya tanpa mengharapkan balasan dari hambaNya. Sedangkan sifat `karam (dermawan)` manusia adalah menyuguhkan manfaat -yang semestinya dipersembahkan- kepada orang lain tanpa mengharapkan sesuatupun di balik pemberian.

c. Dari Anas bin Malik berkata:

Rasul Saw. adalah manusia paling baik, paling berani, dan paling juud (dermawan). Dan akan meningkat sifat juud (kedermawanan) beliau, di bulan Ramadhan dan (kedermawanan itu) terus meningkat. (HR. Bukhari dan Muslim).

d. Dari Anas Bin Malik dari Nabi Saw:

Shadaqah yang paling afdhal (utama) adalah shadaqah di bulan Ramadhan. (HR. Turmudzi). Diantaranya dengan menyediakan perbukaan untuk orang-orang yang berpuasa.

e. Dari Zaid Bin Khalid Al Juhany dari Nabi Saw, beliau bersabda:

Barangsiapa yang menyediakan ifthar (perbukaan) bagi seorang yang berpuasa, maka baginya pahala sama dengan orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun. (HR. Turmudzi, Nasai, Ibnu Majah)

f. Dari `Adi bin Hatim dari Nabi Saw:

Takutilah api neraka, meski dengan sekeping biji kurma, jikalau tidak mampu mendapatkannya, minimal dengan tutur kata yang baik (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad). Artinya hindarilah api neraka, meskipun dengan menyedekahkan sekeping biji kurma kepada orang lain.

3. Sosio Kultural Masyarakat

Secara realita, pada masyarakat muslim di negeri kita ditemui adanya perbedaan secara drastis dari sisi kesanggupan pemenuhan kebutuhan hidup. Selalu ada yang kaya dan miskin. Sudah seyogyanya masing-masing muslim menjadi penyantun bagi saudaranya lainnya yang membutuhkan.

TUJUAN KEGIATAN

Sebagai aplikasi dari anjuran al Qur`an dan sunnah untuk memberi makan orang-orang yang berpuasa (menyediakan ifthar mereka).
Sebagai upaya meraih ridha Allah
Sebagai upaya untuk melatih dan menghiasi diri dengan sifat Allah dan Rasul Nya.
Mempererat persaudaraan dan meningkatkan silaturahim, sesama kaum muslimin, terutama para kerabat dan tetangga.
Sebagai upaya untuk menjadi pioneer dan memberikan tauladan kepada kaum muslimin yang memiliki kelebihan harta.

NAMA KEGIATAN

Maidah Rahman (Penyediaan Hidangan dari Allah Yang Maha Rahman). Dinamakan dengan ini, seolah-olah hidangan ini disediakan oleh Allah langsung untuk seluruh hambaNya, bukan oleh orang-orang tertentu. Dinamakan dengan ini juga sebagai harapan agar orang-orang yang menjadi donatur bisa meniru sifat Allah Yang Maha Rahman

BENTUK KEGIATAN

Penyediaan ifthar secara gratis untuk seluruh kaum muslimin, terutama para tetangga di sekitar rumah.

WAKTU KEGIATAN

Setiap hari selama bulan Ramadhan. Tidak ada salahnya meskipun satu hari.

TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN

Halaman rumah/ruko/kantor/asrama/sekolah masing-masing dan atau tanah lapang. Atau bisa juga diadakan panti asuhan dan berbagai tempat sosial lainnya.

PELAKSANA KEGIATAN

Anda yang sedang membaca dan para calon penghuni surga lainnya, insya Allah.

PESERTA KEGIATAN

Terbuka untuk seluruh kaum muslimin, yang bersedia datang.

ESTIMASI DANA (sekedar asumsi)

Dana dialokasikan untuk asumsi 100 paket ifthar setiap harinya, dengan rincian:

1. Sebungkus nasi bungkus @ Rp 12.000 X 100 = Rp 1.200.000

2. Satu botol air mineral @ Rp 2.500 X 100 = Rp 250.000

3. Sekeping kue rasa manis @ Rp 1.000 X 100 = Rp 100.000

4. Buah-buahan secukupnya, senilai Rp 100.000 = Rp 100.000

5. Dana tidak terduga = Rp 100.000

Total Rp 1.750.000/hari

Rp 1.750.000 X 30 hari = Rp 52.500.000

Selama Ramadhan diasumsikan membutuhkan dana senilai Lima Puluh Dua Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah.

Penyediaan paket ifthar tidak mesti untuk selama Ramadhan dan tidak mesti untuk 100 paket. Bisa dilakukan beberapa hari tertentu dan jumlah tertentu, sesuai dengan kesanggupan penyelenggara.

CARA PENYAJIAN (sekedar sampel)

Agar lebih mudah dan tidak merepotkan, hidangkan bisa disajikan;

Semua menu ifthar dimasak sendiri dan dikemas dalam bentuk kotak (bungkus), yang bisa dibuang setelah isinya dikonsumsi.
Semua menu dipesan dari cathering/rumah makan dan sudah siap dihidangkan. Saat berbuka puasa akan tiba, tinggal dibagikan.
Buah-buahan yang disuguhkan adalah buah-buahan yang cocok untuk orang yang berpuasa dan tersedia banyak di Indonesia. Kalau bisa yang rasa buahnya manis. Buah-buahannya juga tidak perlu diolah, cukup dicuci/dikupas/dipotong-potong dan langsung bisa disantap, spt. pisang. Faktor terpenting diperhatikan adalah terjamin secara kesehatan.

Masih banyak lagi cara lain yang bisa disesuaikan dengan sikon dan Anda lebih tahu dengan kemampuan Anda.

PERALATAN DAN PERLENGKAPAN (sekedar masukan)

a. Diadakan dengan penyediaan tenda yang dilengkapi meja dan kursi, memerlukan;

Tenda untuk menampung 100 orang muslim yang berpuasa.
Meja untuk menampung 100 orang muslim yang berpuasa.
Kursi untuk menampung 100 orang muslim yang berpuasa.
Tong sampah secukupnya.
Tikar secukupnya, sebagai tempat untuk menunaikan shalat Magrib.

b. Diadakan dengan penyediaan tenda tanpa dilengkapi meja dan kursi,

Bisa juga dihidangkan dengan cara lesehan, duduk di atas tikar. Sehingga tidak perlu lagi menyediakan kursi dan meja. Atau cukup dengan menyediakan meja rendah untuk makan dengan lesehan.

BERGURU KEPADA MASYARAKAT ARAB

Bagi Anda yang pernah umrah ramadhan, selama Ramadhan insya Allah Anda akan menikmati pemandangan Maidah Rahman ini. Biasanya pelataran dan halaman sekeliling Masjidil Haram dipenuhi oleh Maidah Rahman. Ribuan manusia berbuka bersama dengan hidangan yang sudah siap mereka santap, tanpa perlu merogoh kocek sepeserpun.

Di tanah arab ini adalah sebuah tradisi yang ditunggu-tunggu. Rata-rata masyarakat Arab berlomba-lomba untuk mengadakannya. Jika dilihat dari sudut pandang ekonomi, tidak semua mereka orang yang terlalu kaya, tapi mereka kaya jiwa dan ingin mencari kekayaan yang ada di sisi Allah.

Di Mesir, Hampir seluruh masjid menyelenggarakan Maidah Rahman dengan dana yang bersumber dari pribadi, swadaya masyarakat, badan kebajikan dengan berbagai macam coraknya dan Kementrian Wakaf. Hidangan yang mereka sediakan juga bukan seadanya, tapi hidangan yang yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat dengan ekonomi menengah di masyarakat mereka.

Sebagian pengusaha bahkan sengaja mengundang pelajar asing untuk berbuka di kantor mereka dengan hidangan yang mewah sekali. Tidak hanya itu, ketika pulang dari kantor mereka, para pelajar masih dibekali dengan uang saku. Namun kebanyakan dermawan mengadakannya di tanah lapang, di depan ruko, di depan apartemen dan berbagai tempat lainnya.

Selama berada di tanah Arab, insya Allah Anda tidak bakal sulit mencari tempat berbuka. Barangkali, Anda justru akan bingung untuk menentukan tempat Anda berbuka. Dan jangan kaget ketika setiap sore rumah Anda didatangi oleh para tetangga, sekedar untuk mengantarkan hidangan perbukaan. Hidangan yang mereka suguhkan insya Allah masih bisa untuk dimakan setelah shalat Tarawih, bahkan masih bisa disisakan untuk sahur. Karena porsinya jumbo.

SELAMAT DATANG DI PINTU SURGA, PERSIAPKANLAH DIRI SEJAK SEKARANG!

Mumpung kedatangan Ramadhan masih 12 hari lagi, Anda punya banyak kesempatan untuk merencanakan, mempersiapkan dan membuat anggaran belanja Anda di bulan Ramadhan mendatang.

Jikalau pada bulan Ramadhan ini baru Anda yang menyelenggarakan, mudah-mudahan pada Ramadhan selanjutnya sanak dan kerabat Anda juga ikut menyelengarakannya. Insya Allah tradisi terpuji ini akan meluas di masyarakat Indonesia. Berbahagialah, karena Anda telah menanam saham untuk mengarahkan dan mencontohkan banyak orang menuju kebaikan. `Selamat mendulang amal dan selamat datang` di pintu surga.

PENUTUP

Semoga kita tidak pernah kehilangan kesempatan beramal yang terbuka luas selama bulan Ramadhan. Meskipun sedikit amalan yang kita lakukan, namun akan bernilai agung di sisi Allah dan sangat berarti bagi saudara-saudara muslim lainnya. Ketika Ramadhan berlalu semoga sifat dermawan yang sudah dibiasakan ini menjadi watak dan karakter kita. Karena kita beribadah kepada Allah adalah sebagai hamba Rabbany, bukan hamba yang banyak ibadah di bulan Ramadhan saja!

Ya Allah jadikanlah amalan yang kami lakukan ini sebagai syafaat bagi kami pada hari yang tidak bermanfaat lagi seluruh kekayaan dan anak-keturunan kami. Amin

milkysmile

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Copasus, ramadhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s